![[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)](https://asset.asean.biz.id/-drop--supreme-world-s-system--sistem-dunia-tertinggi-.webp)
Keberadaan makhluk superior sangatlah berpengaruh pada lingkungan. Ketika Zero masih terbilang lemah di dunia dewa, keberadaan setingkat Legendary-God saja sudah bisa menekan Zero. Namun kini, dia bisa bertahan, bahkan bisa memberikan tekanan yang sama.
Sebelum teleportasi, Zero dan Zeus menekan keberadaan mereka. Dengan itu, Planet Ares tidak akan mengalami guncangan. Keberadaan Zero dan Zeus saat ini sudah bisa mengguncang planet dengan mudah.
"Di mana ini?" Zeus bertanya-tanya ketika berjalan di belakang Zero.
Zeus melihat ke sekitar dan melihat banyak dewa rendahan. Dia mengabaikan mereka seperti angin dan melihat ke arah Zero melihat.
Di sana, dia melihat 2 orang High-God. Yang satu tergeletak dan bersandar pada batu nisan dan berusaha mengangkat kepala. Dan yang lain tampaknya hampir kehabisan energi dengan pedang di tangannya.
Sepertinya kedua orang itu bertarung.
Di sekitar, kekacauan pada lingkungan tidak begitu besar. Di Dunia Dewa, kekuatan Dewa akan ditekan hingga tidak bisa terlalu menghancurkan lingkungan. Belum lagi, keduanya hanya menggunakan serangan yang tidak terlalu berdampak pada lingkungan.
Hanya ada beberapa tanah yang tercongkel, lingkungan yang beku dan terbakar.
Kalrisa bertanya, "Siapa kamu?"
Nadanya sedikit tidak sopan. Zeus mengerutkan keningnya. Bagaimana bisa Dewa rendahan bertindak lancang di depan Dewa tertinggi?
Ketika Zeus akan memancarkan hasrat membunuh, Zero menyela dan berkata, "Barosa? Apa yang terjadi denganmu? Bagaimana bisa kamu babak belur seperti ini?"
Barosa yang mendengar ini, tiba-tiba tubuhnya bergetar. Dia berusaha mengangkat kepalanya, akan tetapi itu sulit. Dia seperti terkena efek lumpuh.
Sekilas, Zero memperhatikan sekitar dan langsung memahami secara kasar apa yang terjadi di sini. Ketika Zero pertama kali tiba di sini, dia mengetahui bahwa ayah Barosa, Furry Galrisa memiliki vitalitas yang sangat sedikit, seolah-olah bisa meninggal kapan saja.
Jelas, Galrisa telah meninggal dunia. Dan untuk keadaan Barosa saat ini, samar-samar Zero tahu kalau itu semacam perebutan warisan. Di dunia Karaztam, Barosa pernah curhat sebelum kematiannya. Setelah menjadi kartu, Zero membangkitkannya, lalu dia menjadi salah satu pelayan Zero.
Ngomong-ngomong soal pelayan yang dibangkitkan, Zero memiliki pelayan lain yaitu Raja Iblis Margus dan Serigala Great Forest Berm, Balph. Balph merupakan serigala dari Great Forest Berm yang tinggal di hutan untuk melindungi kediaman Keluarga Furry.
Pada saat ini, Zero tersenyum dan mengulurkan tangannya ke depan. Seolah-olah menjangkau Barosa, energi tak terlihat membelai tubuh Barosa. Barosa terangkat dan kemudian ada cahaya hijau yang tiba-tiba muncul dan menyelimutinya.
Pada saat ini, kelesuan pada tubuh Barosa menghilang, wajahnya menjadi lebih cerah. Kerusakan internal telah diperbaiki. Dia mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Zero.
"Tuan …" Suaranya pelan, namun di suasana yang hening, suara Barosa terdengar sangat keras.
Semua orang tercengang, termasuk Kalrisa. Dia tidak tahu bagaimana kedua pria misterius ini datang, tapi yang pasti, mereka bukan hal yang baik bagi dirinya. Dia melangkah mundur secara tidak sadar.
Situasi saat ini akan buruk! Secara naluriah, dia bisa merasakannya.
Sementara itu, Barosa jatuh dan buru-buru berlutut di depan Zero.
"Bawahan, Barosa, telah melihat Tuan!"
Zero mengangguk dan melirik Kalrisa. Tiba-tiba, Kalrisa merasakan ancaman dan tekanan. Dia ingin kabur, tetapi tidak bisa bergerak.
Zero mengabaikan dan melirik Barosa. Dia berkata, "Aku akan pergi. Bagaimana denganmu?"
Barosa tertegun sejenak, dia tidak tahu apa yang Zero bicarakan. Tapi, dia segera mengetahuinya.
Zero menyiratkan dirinya untuk memilih mengikuti Zero atau mewarisi Keluarga Furry. Dia melihat ke sekitar untuk melihat anggota keluarganya dan terhenti pada batu nisan yang besar.
Keluarga ini tidak ada artinya bagi dirinya, jika tidak ada ibu dan ayahnya.
__ADS_1
Menghela nafas, Barosa dengan tegas berkata, "Saya akan mengikuti Anda, Tuanku."
Zero mengangguk sedikit, dan berkata, "Ya, baiklah." Dia mengalihkan pandangannya ke Kalrisa, "Apa yang akan kamu lakukan?"
Barosa mengangkat kepalanya dan menoleh untuk melihat Kalrisa. Kalrisa merasa tidak enak, tetapi dia tidak bisa melakukan apa-apa, hanya keringat dingin terus bermunculan di balik pakaiannya.
Barosa hanya menghela nafas, melirik Zero dan berkata, "Biarkan saja dia, Tuan. Setidaknya, dia masih memiliki darah yang sama dengan saya."
Zero berkata, "Baiklah, kalau begitu kita akan pergi lagi."
Zeus buru-buru mendekat. Ketika Zero selesai menggunakan Divine Detect, dia memobilisasi Kekuatan Ruang untuk menyelimuti kedua orang pelayannya.
Dalam sekejap, sensasi jatuh ke jurang tak berujung muncul. Namun, kali ini tidak sekuat sebelumnya. Secara alami, Zeus membiasakan diri. Sedangkan Barosa tertegun, dan berusaha beradaptasi.
.....
Di hutan terdekat dari Great Forest Berm, Hutan Danaus merupakan tanah kelahiran Balph dan kawanannya. Dia ditangkap ayah Barosa dan dijadikan pelindung hutan. Setelah bertemu Zero, dia akhirnya bisa kembali ke hutan kelahirannya.
Pada saat ini, Balph dan kawanannya sedang beristirahat di dalam gua alami yang dihalau air terjun. Mereka beristirahat untuk berburu di malam hari.
Di hutan yang tenang ini, tiba-tiba cahaya yang terang keluar. Meski mereka sedang beristirahat, kewaspadaan mereka tetap bangun.
Menyadari keberadaan orang lain semua serigala bangun, termasuk Balph. Selanjutnya, mereka mencium aroma yang familiar.
Mata Balph bersinar. Dia segera mendekati arah cahaya di luar mulut gua.
"Woof!" Dia menggonggong seperti anjing dan melompat. Tiba-tiba, dia berhenti karena merasakan keberadaan orang selain Zero.
Cahaya memudar bersamaan dengan fluktuasi Kekuatan Ruang yang hilang. Sekarang, terlihat 3 orang pria tampan.
Dari ketiga orang ini, Balph familiar dengan dua orang, Zero dan Barosa. Dia adalah penjaga Great Forest Berm. Secara alami, dia pernah bertemu Barosa.
"Tuan!" Balph membungkuk dengan kepala yang tertunduk ke tanah. Di belakangnya, kawanan serigala berjumlah 20-an ikut membungkuk.
Zero berkata, "Kita akan pergi."
Balph hanya bisa setuju tanpa bertanya. Kawanan serigala ini memiliki hubungan khusus, semacam jaringan yang terkoneksi satu sama lain dengan pemimpinnya, Balph sebagai pusat. Ketika Balph menjadi setia kepada Zero, yang lain juga setia.
Dengan ini, Zero mengulurkan tangan ke arah mereka semua. Dia berseru, "Sealing Servant (Menyegel Pelayan)!"
Cahaya keemasan bersinar dan menutupi semua serigala. Sesaat berikutnya, semua serigala menghilang kecuali Balph. Sealing Servant ini memungkinkan Zero untuk menyegel keberadaan bawahannya yang memiliki kesetiaan di atas 80%.
Balph sedikit terkejut karena hilangnya koneksi. Tapi, dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Zero hanya melanjutkan dan berkata, "Kalian semua, tekan aura kalian semaksimal mungkin. Dan juga, ubah ukuran kalian seukuran manusia."
Secara alami, yang dimaksud oleh Zero adalah Zeus, Barosa dan Balph. Mereka mengangguk dan menekan aura. Kemudian, tubuh mereka menyusut menjadi seukuran manusia.
Zero pun ikut melakukan hal yang sama. Zero menyuruh mereka berkumpul di dekatnya.
Kemudian, dia mengaktifkan Ultimate Skill : Divine Detect. Dalam sekejap, persepsi Zero tentang lingkungan sekitar meluas hingga 100.000 tahun cahaya, mencakup satu galaksi.
Saat itu, Zero terkejut. Meski begitu, dia tidak menunjukkannya dalam penampilan.
__ADS_1
Ada apa ini?
Zero tidak bisa merasakan keberadaan pelayannya, 7 Raja Neraka, Crhono Alexander.
Apakah letaknya terlalu jauh?
Zero segera memanggil Sistem. "Sistem, berikan titik koordinat dan navigasi untuk menemukannya Crhono Alexander."
[Mencari individu Crhono Alexander.]
[Ditemukan.]
[Menentukan titik koordinat.]
[Memulai navigasi.]
[Jarak saat ini: 150.000 tahun cahaya.]
Tiba-tiba, titik koordinat ruang masuk ke kepala Zero. Dia terkejut dengan letaknya.
Itu … terlalu jauh!
Bagaimana bisa waktu itu ada Gate yang membawanya ke sini!?
Zero melirik Barosa dan bertanya, "Barosa, di mana letak Karaztam?"
Barosa menjawab, "Itu … saya tidak tahu. Saya hanya menggunakan Gate saja. Dan untuk sampai ke sana, kami para Dewa memiliki sesuatu yang disebut Mutiara Dunia. Dengan itu, kami bisa pergi ke planet rendah dengan menggunakan Mutiara Dunia pada Altar Gate."
Zero merenung. Altar Gate itu sudah ada sejak zaman kuno. Dengan Altar Gate, seseorang bisa membuka portal ruang dan pergi ke tempat lain yang jauh dengan mudah. Dan untuk Mutiara Dunia, itu adalah semacam benda yang menentukan koordinat suatu planet. Hanya ada satu benda semacam itu di planet.
Karena hal itu, Dewa kalangan atas bisa mengeksploitasi sumber daya pada planet rendah seperti Karaztam.
Dan untuk jarak yang diberikan Sistem, itu 150.000 tahun cahaya. Jarak maksimal teleportasi Zero adalah 50.000 tahun cahaya.
Dengan kata lain, Zero perlu tiga kali teleportasi. Belum lagi, dia membawa tiga orang. Mungkin ada beberapa efek tak terduga yang mengurangi kinerja teleportasi.
Setelah berpikir dengan cermat, Zero menyapu pandangannya pada Zeus, Barosa dan Balph. Dengan mengeluarkan Energi Sihir dan mengkonversinya menjadi Kekuatan Ruang, Zero memobilisasi Kekuatan Ruang untuk berteleport.
.....
Di persimpangan ruang, waktu dan dimensi, ada sosok manusia yang muncul. Tempat persimpangan ruang, waktu dan dimensi itu disebut Percabangan Dunia.
Manusia itu bergumam, "Baiklah, ini yang ke-100. Orang itu seharusnya berada di percabangan ini."
Manusia itu mengulurkan tangannya yang dilapisi kekuatan tak terlihat. Kemudian, portal muncul di depannya hingga dia masuk ke dalamnya dan menghilang.
***
Tekan like jika kamu suka cerita ini.
Tekan love jika kamu suka novel ini.
Dukung author dengan vote dan hadiah.
__ADS_1
Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.
Terimakasih