[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 148 ~ Kedatangan Empat Pahlawan


__ADS_3

Eude Polmar Paliji — itulah nama Kaisar dari Kekaisaran Paliji saat ini. Meski sudah memasuki umur 70 tahun, kekuatannya masih tidak bisa diremehkan.


Kekuatannya termasuk ke dalam Top Dunia saat ini. Levelnya bahkan telah memasuki 500!


Itu sangat jauh berbeda dibandingkan Raja Kerajaan Goethe terdahulu, yang hanya berlevel 300-an.


Keluarga Kekaisaran bukan hanya terkenal dengan dominasinya, melainkan Energi Kuning yang unik. Energi Kuning ini hanya bisa dibangkitkan oleh keturunan Kekaisaran Paliji dengan garis darah yang kental.


Tidak peduli wanita atau pria, selama mereka memiliki garis darah yang paling kuat, maka itulah pewaris Kekaisaran yang selanjutnya.


Energi Kuning Kekaisaran memiliki kekuatan unik yang dapat merusak logam dan hingga taraf tertentu, itu bisa merusak tubuh manusia.


Dengan keunikan sifat Energi Kuning, Kekaisaran Paliji mampu menguasai hampir seluruh daratan manusia.


Saat ini, Kaisar Eude Polmar Paliji memiliki ekspresi yang rumit.


Di wilayah Perbatasan, kawanan Magic Beast muncul. Sementara itu, Kesatria Hitam Kekaisaran yang terbaik ke-2, dibantai habis oleh seorang pemuda di medan perang Lembah Koluba.


Kedua masalah ini muncul berbarengan, dan tidak ada yang dapat diabaikan oleh mereka. Jika Magic Beast diabaikan, itu akan menimbulkan kekacauan di Wilayah Mygard.


Di sisi lain, jika dia mengabaikan medan perang, itu akan memberikan peluang bagi Kekaisaran Selestial untuk merebut sebagian besar wilayahnya.


Ini benar-benar membuat pusing.


Menghela nafas panjang, dia berbisik pada dirinya sendiri, "Tidak ada jalan lain. Aku harus mengandalkan pertapa itu."


Mengangkat kepala, dia melihat ke gadis cantik jelita dan berkata, "Baiklah, Putri Duke Mygard, Mygard Ally, kau tidak perlu khawatir. Aku akan mengirim bantuan yang kuat untuk Perbatasan."


Mygard Ally berdiri dan kemudian membungkuk untuk memberi hormat, "Terimakasih atas rahmat-mu, Yang Mulia!"


Vintage dan Regard ikut membungkuk. Kaisar Eude melambaikan tangannya dan berkata, "Tidak masalah. Selanjutnya …."


Kaisar Eude mengalihkan pandangannya ke tempat prajurit yang berlutut, dia berkata, "Kirimkan perintah, Kesatria Kuning akan pergi ke medan perang!"


Mygard Ally sedikit mengernyit, Kesatria Kuning merupakan pasukan terkuat Kekaisaran Paliji. Dengan berkah Energi Kuning Kekaisaran, Kesatria Kuning mampu menjadi kekuatan tertinggi Kekaisaran dengan rata-rata level 450 ke atas.


Kaisar Eude mengatakan bahwa dirinya akan mengirimkan pasukan yang kuat, tapi … apakah bukan Kesatria Kuning?


Magic Beast sangatlah kuat, setidaknya satu Magic Beast setara dengan manusia level 500.


Meski begitu, Mygard Ally tidak bisa berbuat apapun. Dia hanya berharap bahwa bantuan yang dimaksud adalah pasukan khusus Kekaisaran yang menurut rumor, itu lebih kuat dari Kesatria Kuning.


Prajurit yang telah membawa titah, kini pergi keluar.


Mygard Ally yang telah menyelesaikan urusannya di sini, dia memberi hormat pada Kaisar Eude, "Terimakasih telah meluangkan waktumu, Yang Mulia. Saya akan pamit dulu."


"Iya, pergilah. Kapan-kapan, suruh ayahmu datang mampir."


Setelah ruang audiensi kosong, hanya kesatria penjaga di sisinya, Kaisar Eude menghela nafas panjang, "Haah, aku harap pertapa itu mau mendengarkanku."


Tiba-tiba, seseorang masuk ke dalam ruang audiensi. Prajurit itu berlutut dan berkata, "Yang Mulia, para Pahlawan telah sampai di kota."


"Benarkah?" Wajah Kaisar Eude menjadi lebih cerah, "Kalau begitu, perintahkan mereka untuk segera datang!"


"Baik!"


Dengan datangnya Pahlawan, Kaisar Eude bisa memanfaatkan mereka untuk membantu salah satu masalahnya. Entah itu Perbatasan ataupun medan perang, Kaisar Eude memiliki kepercayaan diri untuk menyelesaikan masalah-masalah itu.


.....

__ADS_1


Selepas keluar dari ruang audiensi, Mygard Ally berkata, "Kita akan mengunjungi Katedral dulu."


"Baik, Nona!" Vintage dan Regard berbicara serentak.


Segera, mereka pergi ke Katedral Kepercayaan Barosa.


.....


Sore ini, Zero selesai mendaftarkan diri sebagai peserta Turnamen Tarung.


Zero, Dyne dan James mulai berjalan pergi menuju penginapan Catfish.


"Kalau begitu, aku sudahi sampai di sini. Sampai jumpa lagi!" James tiba-tiba pergi ke lorong di jalanan dan melambaikan tangannya.


Melihat kepergiannya, Zero hanya ikut melambai tanpa menjawab.


Dyne tiba-tiba berbicara, "Master, sepertinya para Pahlawan akan segera tiba."


"Iya, sepertinya begitu."


Sebelumnya, Zero bertanya-tanya kenapa jalanan sangat ramai.


Apakah biasanya seperti ini?


Tapi menurut perkataan orang-orang sekitar, Pahlawan yang selesai menaklukkan Magic Beast di dekat jalur rel kereta api akan kembali sore ini.


Dapat dikatakan, para Pahlawan telah tumbuh menjadi sangat kuat hanya dalam beberapa bulan saja. Zero juga mendengar bahwa para Pahlawan ini hanya berjumlah 4 orang, berbeda dengan Kerajaan Goethe yang memiliki puluhan Pahlawan.


Saat hampir tiba di jalanan utama, orang-orang secara berbondong-bondong mulai datang ke pinggir jalan. Banyak prajurit menjaga batas agar orang-orang tidak mengganggu jalan.


Saat berikutnya, Zero dan Dyne tiba di belakang. Itu tidak terlalu berdesakan, tapi lebih dari cukup untuk melihat sisi sana.


Tiba-tiba, suara terompet yang keras terdengar. Kemudian disusul oleh seruan seseorang, "Pahlawan telah tiba!"


Orang-orang langsung bersorak. Beberapa saat kemudian, mereka melihat kereta kuda mewah dengan lambang Kekaisaran Paliji, yakni perisai dan pedang.


Kereta itu tidak tertutup atapnya sehingga empat orang yang diduga sebagai pahlawan dapat dilihat dengan jelas.


Satu di antara mereka adalah wanita, sementara sisanya adalah pria. Dari rambut hitam dan ciri-ciri fisik orang asia, dapat dipastikan bahwa mereka berasal dari Jepang.


Satu pria muda dengan penampilan berkharisma, tersenyum lembut dan melambaikan tangannya ke orang-orang sekitar.


Satu pria muda di kiri memiliki wajah yang suram dan memiliki kantong mata di wajahnya. Di kanan, terdapat pria muda berpenampilan biasa dengan senyum canggung diwajahnya, melambaikan tangan.


Di paling kanan, wanita dengan kacamata bundar, kepang rambut dan penampilan culun.



Note: Hanya sekedar ilustrasi penampilan. Anggap saja kacamatanya bundar.


Ketika Zero hendak menilai mereka menggunakan Mystery Appraisal, Zero merasakan niat membunuh yang kuat di dekatnya.


Zero menoleh ke sumbernya. Di kerumunan, dia melihat seseorang bertudung dengan niat membunuh yang mengepul. Matanya yang lesu tapi ganas, menatap ke salah satu pahlawan.


Pemuda berkharisma!


Orang itu memiliki niat membunuh pada pahlawan dengan kharisma yang tinggi!


Jadi, Zero mengecek status orang itu dan berseru pelan, "Mystery Appraisal!"

__ADS_1


Ketika melihat status orang tersebut, Zero mengangkat alisnya dan kemudian menampiknya senyum tertarik.


Zero bergumam, "Regressor, ya … fufufu, menarik juga."


Dyne juga merasakan niat membunuh itu, dia melihat orang bertudung dan melihat Zero. Dia tidak tahu mengapa Zero tersenyum tetapi orang itu harus membuatnya tertarik.


Tiba-tiba, seolah merasakan tatapan Zero dan Dyne, orang tersebut menghilangkan niat membunuh dan menoleh ke tempat Zero dan Dyne berada.


Ternyata itu adalah penampilan seorang pria berusia awal 20-an. Namun, matanya suram, wajahnya tampak lesu seperti kurang istirahat. Meski begitu, dia memiliki kebencian yang kuat di matanya.


Orang itu tidak menyadari keberadaan Zero pada awalnya, hanya menyadari Dyne. Tetapi dia merasakan aura aneh yang tidak asing dari orang di sebelahnya.


Dia memiliki wajah yang terkejut ketika melihat Zero, kemudian dia langsung menurunkan tudungnya lebih ke bawah untuk menutupi wajahnya, berbalik dan menghilang di kerumunan.


Dyne melihat Zero tidak berniat mengejarnya. Dia hanya bisa melihat ke arah menghilangnya pria misterius dan bergumam di pikirannya, 'Sepertinya ada sesuatu yang aneh tentang Pahlawan ini.'


Kemudian, Zero melihat dan mengecek status para Pahlawan. Masing-masing dari mereka memiliki latar belakang dan kepribadian yang unik.


Tapi dari mereka semua, yang paling Zero perhatikan adalah Pahlawan dengan penampilan berkharisma.


"Sepertinya ini benar-benar menarik. Tidak aku sangka orang ini memiliki topeng yang begitu mengerikan. Yah, setidaknya itu untuk orang umum." Zero berkata dan terkekeh ketika memeriksa latar belakang Pahlawan tersebut.


Di saat Pahlawan datang, para bangsawan datang untuk memberi salam. Salah satu di antara mereka adalah pria gendut dan buncit.


Setelah memberi salam, matanya yang sipit karena daging yang banyak di wajahnya menyapu pandangan ke orang-orang di sekitar. Tiba-tiba, banyak orang yang memiliki ekspresi jijik dan takut di antara kerumunan.


Pria gendut itu terus menyapu pandangan dan melihat banyak wanita. Tiba-tiba, pandangannya terhenti pada satu arah.


Dia tersenyum mesum dan menjilat bibirnya. Para bangsawan lain mungkin memperhatikan, tapi mereka tidak bisa berbuat banyak. Sementara para Pahlawan tidak menyadarinya. Mereka sibuk dengan urusan masing-masing.


Mata bangsawan gendut itu menatap gadis berambut hitam panjang terurai dengan sosok cantik dengan jubah putih kedokteran.


Merasakan tatapannya, Zero dan Dyne melihat ke arahnya. Saat melihat orang itu, niat membunuh muncul secara tak terduga.


Ini pertama kalinya Zero ingin membunuh orang karena kehendak pribadinya.


.....


Di lorong yang kumuh, seorang pria bertudung berlari dengan nafas tak teratur.


Wajahnya pucat dan penuh penderitaan.


'Kenapa?! Kenapa?! Kenapa!? Kenapa!? Kenapa?! Kenapa?! Kenapa?! Kenapa?! Kenapa?! Kenapa?! Kenapa?! Kenapa?! …'


'Kenapa regresi kali ini sangat berbeda!?'


'Dan lagi, bagaimana bisa ada aura iblis yang begitu kuat!?'


Mengejutkannya, pria itu adalah orang dengan niat membunuh pada pahlawan. Dia merasakan aura iblis sebelumnya dari kejauhan, tetapi dia tidak menyangka kalau akan sekuat itu.


Ini benar-benar tidak terduga.


'Sial! Sial! Sial! Sial! Pahlawan sialan! Aku bersumpah, aku akan membuatmu sengsara!'


Tiba-tiba, dia berhenti berlari. Melihat ke sekitar, dia memastikan tidak ada orang yang melihatnya.


"Semoga saja … iblis itu tidak mengganggu rencanaku."


Setelah mengatakan ini, bayangan di bawahnya bergerak. Kegelapan naik dan membungkus pria itu.

__ADS_1


Saat berikutnya, sosoknya ditelan ke dalam bayangan dan menghilang.


__ADS_2