![[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)](https://asset.asean.biz.id/-drop--supreme-world-s-system--sistem-dunia-tertinggi-.webp)
"Tentu."
Athena datang ke sini dengan tujuan untuk bernegosiasi. Namun, waktunya kurang tepat.
Bilah aura emas keluar dan menyerang Gorm hingga tempat para Transenden dan Zero berada, menjadi terkena imbasnya. Itu karena serangan One Million Aura Slash milik Ares yang menghasilkan jutaan bilah aura emas yang dapat menghancurkan gunung bahkan planet.
Untungnya, ada para Transenden yang mampu menggunakan barrier untuk menahan serangan itu. Para Transenden yang membuat barrier itu adalah Mary dan Lide.
Zero mengabaikan serangan itu dan berbincang dengan Athena.
"Jadi, apa yang kau inginkan?"
Athena yang tersenyum menjawab, "Aku ingin kalian membunuh Dewa-dewa yang ada di daftar ini."
Athena menyerahkan sebuah lembar kertas.
Di sana, Zero melihat daftar nama-nama dari beberapa 12 Dewa Olympus.
Mereka adalah Zeus, Poseidon, Hera dan Aphrodite.
Zero melihat ke arah Noura dengan wajah yang meyakinkan. Kemudian, Noura mengangguk satu kali dengan ragu. Tampaknya, Noura menjadi mempercayai Zero. Meski tidak sepenuhnya.
Zero menganggap bahwa Noura setuju. Kemudian, Zero membuka mulut.
"Baiklah, kami akan usahakan. Tapi, apa yang akan kau berikan kepada kami?"
"Hmmm, benar juga, ya."
Athena berpikir sejenak sebelum akhirnya bertanya.
"Kalian ingin The World Truth, bukan?"
"...!"
"...!"
"...!"
Semua fokus Transenden beralih ke Athena. Tatapan yang dipenuhi semacam harapan dan berbagai emosi yang tidak jelas, memenuhi mata mereka semua.
Zero melihat sekitar dan menjawab dengan ragu, "Iya."
"Baiklah, kalau begitu. Jika kalian semua sudah setuju, maka ini akan lebih mudah."
Kemudian, Athena membuat Kontrak Jiwa.
Dengan Dunia sebagai saksinya, Athena menulis kebijakan-kebijakan yang ada.
Berikut isinya.
...「 Kontrak jiwa...
1.) Jika persyaratan yang diajukan Dewi Athena terpenuhi, maka Dewi Athena akan memberikan akses ke tempat menuju The World Truth di suatu tempat, di Olympus pada para Transenden.
2.) Syarat dari Dewi Athena adalah membunuh Dewa Zeus, Dewa Poseidon, Dewi Hera dan Dewi Aphrodite.
3.) Dewi Athena dilarang untuk menyerang para kontraktor yang terlibat, meski opsi di atas (Opsi 1 & 2) telah diselesaikan.
4.) Dewi Athena diperkenankan untuk menyerang kontraktor yang terlibat, jika kontraktor yang terlibat lain menyerang Dewi Athena terlebih dahulu.
5.) Selama kedua opsi di atas (opsi 1 & 2) belum terpenuhi, maka kedua bilah pihak dilarang untuk saling menyerang dan membunuh. Baik secara langsung maupun tidak langsung.
6.) Hukuman bagi pelanggar adalah dipenjara dan disiksa oleh Dunia hingga ajal yang seharusnya terjadi, telah tiba.
7.) Opsi berikutnya akan disesuaikan dengan situasi.
Orang-orang yang terkait dengan kontrak: Athena, Leonidas, Mizan Noura, Lide, Mary, Gorm, Noir, Purla, Cafra, Hage, Kas dan Crhono Zero.
Jika ada kesalahan nama yang mirip dengan nama yang terlampir tadi, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Darah yang diteteskan ke dalam tabel 'kontrak jiwa' akan disimpan sebagai data oleh sang saksi, Dunia.」
Kemudian, Athena mengambil belati dalam penyimpanan dimensi miliknya dan menyayatkan-nya ke ujung jarinya.
Drip, drip.
Darah menetes ke tanah. Segera, Athena mengarahkan jarinya agar menetes ke dalam tabel.
Kemudian, darah itu meresap ke dalamnya dan darah telah diidentifikasi.
Setelah itu, semua Transenden pun meneteskan darah mereka ke dalam 'kontrak jiwa', termasuk Leonidas.
Sekarang tinggal Gorm yang sedang bertarung dengan Ares, yang belum menandatangani kontrak.
Zero melihat ke arah pertarungan sebelum bergumam.
"Aku harus level up lagi hingga berevolusi."
***
"Ares! Bisa kita mengganti panggung pertempuran?"
Gorm memanggil nama Ares dengan menyerang dan menahan serangan Ares.
Sepertinya, mereka menjadi akrab karena pertarungan ini.
"Baiklah, tapi dimana tempat yang cocok?"
Saat mereka saling bertukar serangan, mereka terus berbicara.
"Bagaimana kalau di luar angkasa saja?"
Clang!
Greatsword mereka terpental.
"Haaa ... haaa … baiklah."
Dengan nafas terengah-engah, Ares menjawab dengan positif.
Kemudian, mereka melompat hingga ke luar angkasa.
__ADS_1
Yah, meskipun itu juga karena dibantu oleh energi sihir, sih.
Pertarungan antara Gorm dan Ares berpindah ke tempat dengan gaya gravitasi yang rendah. Itu adalah tepat beberapa kilometer diluar lapisan terluar atmosfer Planet Ares.
Greatsword mereka yang telah digunakan, kini ditinggal di bawah.
Aura hijau yang menyelimuti Gorm dan aura emas yang menyelimuti Ares masih bergolak. Keduanya hanya mengenakan armor yang sudah compang-camping.
Di tengah-tengah suasana itu, Gorm berkata, "Ares, maukah kau beradu tinju denganku?"
"...! Benarkah? Apa kau benar-benar serius? Pertarungan menggunakan tangan kosong adalah keahlian-ku, loh! Lagipula-!" Ares sempat terkejut ketika hendak membuat Gorm untuk mengganti tipe pertarungan. Namun, kalimat Ares terhenti oleh Gorm.
"Ares! Aku tahu! Tapi, bukankah kita telah bertarung menggunakan Greatsword yang merupakan keahlian-ku? Sekarang, giliran pertarungan di bidang keahlian-mu!" ujar Gorm.
"Tapi …" Ares ragu.
"Hmmm … bagaimana kalau begini. Kita akan bertarung menggunakan tangan kosong. Tapi, kita boleh menggunakan atau memanfaatkan item, skill dan lainnya dari diri kita masing-masing. Bukankah ini menarik? Lagipula, jangan meremehkan aku, ya. Meskipun begini, aku juga menggunakan pertarungan kosong sebagai pelatihan dasar. Jadi, yah, aku juga cukup ahli di bidang pertarungan tangan kosong."
Mata Ares dipenuhi semangat.
Thump, thump, thump!
Jantung Ares berdetak lebih kencang dari pada yang pernah Ares alami selama ini.
Dia tertantang.
"Baiklah! Dengan senang hati aku terima!" jawab Ares dengan lantang sambil memukulkan kedua tangannya.
Kedua orang itu sekarang menjadi rival yang sama-sama memiliki sifat maniak bertarung.
***
Di tempat lain …
"Apakah benar-benar di sini tempatnya, ya?" Zero bertanya kepada dirinya sendiri.
Setelah perjanjian kontrak jiwa, Zero memutuskan untuk leveling di hutan belakang bukit Martial Arts Shack. Dengan tuntunan Leonidas yang sudah tinggal lama di sini, Zero pergi dan akhirnya tidak menemukan apa-apa.
Indera miliknya tidak merasakan apapun dalam radius 1000 km.
"Haaah, sepertinya aku harus menggunakan Divine Detector."
Setelah menemukan tempat yang aman, Zero duduk bersila dan mengaktifkan skillnya.
"Divine detector!"
Seketika, kesadaran Zero meluas hingga ribuan kilometer. Memperhatikan setiap hal yang terjadi merupakan efek pasif dari skill ini. Oleh karena itu, dia dapat merasakan apa yang ada di sekitar dengan sempurna.
"...!" Zero terkejut ketika dia merasakan sesuatu.
Zero langsung berlari menuju ke hutan yang lebih dalam.
'Hehehehe, tidak aku sangka ada makhluk yang bisa lepas dari indera-ku.'
Swoosh.
Zero melewati pepohonan dan semak-semak dengan cepat.
Beberapa saat kemudian, Zero berhenti di sebuah tempat, di dekat salah satu pohon.
Zero mengaktifkan skill penilaian ke arah pohon.
[Name: Tidak ada/153,789_tahun/---
Race: Ares Oak Tree
....
....
.... ]
[Name: Merk/9,638/Jantan.
Race: Divine Beast Chameleon.
Level: 867
Class: Undercover Lvl. 7 , ....
Statistik:
HP: 537B/537B.
MP: 490B/490B.
SP: 370B/370B.
Strength: 7B.
Attack power: 7,5B.
Speed: 6B.
Attack speed: 6,8B.
Defense: 4B.
Vitality: 7B.
Dexterity: 2B
Agility: 6B
Intelligence: 5B.
Insight: 4B.
Charm: 1B.
Prestige: 1B.
__ADS_1
Bonus point: 0
Experience: 5B/80B.
Skill: Creeps Lvl. 7 , Tongue attack Lvl. 8 , …
-Uniqe skill: Comouflage Lvl. 3 ★4, Disappered Lvl. 5 ★5, …
-Legendary skill: Rainbow attack.
Title: Divine Beast Chameleon, Occupant of Great Forest Alram ....
Background: ….
....
….]
Setelah melihat status milik bunglon bernama Merk, Zero menyimpulkan bahwa Divine Beast ini lebih kuat daripada Divine Beast yang pernah dilawan Zero sebelumnya.
"Tapi ..."
Zero melesat ke arah Merk yang tidak terlalu waspada.
Sepertinya, Merk beranggapan bahwa Zero tidak menyadari keberadaannya. Namun, dia tidak tahu kalau Zero memiliki skill yang mampu mendeteksi segala sesuatu dalam radius tertentu.
Dengan memanfaatkan hal itu, Zero langsung memukul Merk di kepalanya dengan sangat keras. Sekarang ini, statistik Zero telah meningkat pesat berkat level up yang sangat banyak. Oleh karena itu, serangan yang dia keluarkan, dapat menghancurkan pohon raksasa dengan sangat mudah.
Bam!
Pohon tempat Merk merayap, hancur dan tumbang. Meskipun begitu, ternyata Merk memiliki tanduk yang kuat dari kepala hingga ekornya dengan mengikuti tulang belakang. Akhirnya, Merk hanya menderita kerusakan yang dangkal.
Itu karena Zero memukul tanduk Merk hingga retak. Namun, untungnya, Merk menerima kerusakan karena gelombang getaran yang menyakiti kepalanya.
"Ternyata dia ada tanduknya, ya?"
Sebelumnya, Zero tidak dapat melihat Merk, namun sekarang kamuflase milik Merk telah dinonaktifkan.
Tanpa membuang waktu, Zero langsung menarik tanduknya dan membantingnya ke tanah.
Duar!
Kawah kecil muncul di tempat Merk terbanting. Karena Zero membantingnya dengan keras dan cepat, mata milik Merk menengadah ke atas seperti kehilangan kesadaran.
Namun, itu belum cukup untuk membunuh Merk. Zero akhirnya memutuskan untuk mengambil pedang WSA (World Sword Authority) dari System's Storage.
Partikel cahaya biru mulai membentuk pedang yang terlihat biasa saja. Kemudian, Zero memegang erat pedang WSA dan mengayunkannya ke kepala Merk.
Slash, slash, slash!
Tebasan demi tebasan Zero kerahkan hingga darah merah terus mengalir dari luka tebasan. Merk masih belum sadarkan diri. Kecepatan regenerasi seekor Divine Beast sangatlah cepat. Oleh karena itu, Zero terus menyerang Merk tanpa henti untuk bereksperimen sambil melihat parameter HP milik Merk.
Zero berhenti mengayunkan pedangnya.
"Hmmm, sepertinya dia dapat beregenerasi dengan kecepatan sekitar 10 ribu HP per detik. Baiklah, aku sudahi saja. Lagipula, aku harus berevolusi menjadi God Human untuk dapat mengalahkan Zeus."
Kemudian, Zero berjalan ke samping Merk dan memotong lehernya.
Splat!
[Anda level up.]
[Anda level up.]
[Anda level up.]
[Anda level up.]
[Anda level up.]
[Anda level up.]
....
Darahnya menyembur dengan cepat ke segala arah. Zero terkena cipratan itu di wajahnya dan berkata sambil mengelap darah di wajahnya.
"Waktunya evolusi."
Zero segera berlari kembali ke tempat para Transenden berada.
Sambil berlari, Zero berpikir, 'Poseidon dan Hades mungkin bisa aku hadapi. Aku memiliki skill untuk mengendalikan air dan api. Namun, itu belum tentu dapat mengalahkan mereka sepenuhnya. Yah, setidaknya ada para Transenden yang akan membantu untuk melawan mereka.
Selain itu ada Aphrodite si Dewi Kecantikan. Kemungkinan, dia memiliki skill yang mempengaruhi mental lawan jenis. Namun, karena mental-ku terblokir oleh segel di dalam jiwaku, aku tidak akan terpengaruh olehnya.
Kalau Hera, ummm … aku tidak yakin dia memiliki banyak kekuatan untuk bertarung Namun, kemungkinan dia ahli dalam sihir. Tapi, yah, itu bukan masalah bagiku.
Yang menjadi masalah utama adalah pemilik Olympus, sang Dewa Petir, Zeus.
Dia memiliki kekuatan surgawi dan petir yang sangat kuat. Aku tidak yakin kalau dia dapat aku kalahkan. Namun, itu jika aku masih Arch Human.
Setelah aku berevolusi, statistik-ku mungkin akan dibagi 10,000. Tapi, aku masih menyimpan bonus point untuk saat-saat seperti ini.'
Sebelumnya, Zero berevolusi menggunakan Metode Evolusi Instan. Akibatnya, penurunan statistik yang sangat besar. Namun, itu bukan masalah bagi Zero karena dia memiliki skill dan gelar yang mampu meningkatkan statistik yang sangat banyak setiap naik level.
Ketika pertama kali menggunakan Metode Evolusi Instan, statistik Zero dibagi 100. Kemudian, di evolusi kedua, statistik Zero dibagi 1000 dan yang terakhir ini, kemungkinan statistik Zero akan dibagi 10,000.
Meskipun begitu, Zero tidak khawatir. Dia memiliki Bonus Point sebanyak 100 triliun.
'Yah, terimakasih berkat skill Infinite Perfect Growth dan gelar Master of Supreme World's System.'
Berkat kedua hal itu, statistik Zero meningkat sangat pesat dan Bonus Point yang didapatkan setiap naik level menjadi sangat banyak.
'Ku huhuhu, aku tidak sabar untuk menggunakan itu untuk membunuh para Dewa.'
Ketika Zero tertawa, dia sekarang telah sampai di Martial Arts Shack.
'Sekarang, tinggal berevolusi saja yang tersisa.'
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sebelumnya, saya mohon maaf 🙏 karena updatenya lama.
__ADS_1
Karena beberapa hari ini, saya sedang mencari hiburan. Jadi, saya baru bikinnya sekarang. Sekali lagi, saya mohon maaf 🙏.
Dan juga, terimakasih kepada kalian karena masih membaca karyaku.