![[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)](https://asset.asean.biz.id/-drop--supreme-world-s-system--sistem-dunia-tertinggi-.webp)
Kura-kura hijau raksasa. Dia menghalangi serangan Zero saat hendak membunuh pemimpin serigala, Balph. Dia tiba-tiba muncul karena kura-kura itu dilempar oleh Divine Beast Bear, Gorlo.
Zero sekarang ingin menghampiri kura-kura hijau itu dan segera membasminya.
"Aku sudah menunggu lama untuk hal ini, manusia."
Kura-kura hijau itu berbicara kepada Zero yang menghampirinya. Kura-kura hijau telah keluar dari cangkangnya yang keras.
"Tidak kusangka, ada makhluk kecil yang mampu memberikan kerusakan pada tempurung ku ini, " ujar kura-kura hijau.
"Apa yang kau tunggu memangnya?" tanya Zero.
Kura-kura hijau tampak tersenyum dan berkata, "Sudah lama sejak aku dapat terluka. Aku ingin mengalami hal itu lagi. Karena, di sini tidak ada yang bisa memberi kerusakan pada tempurung ku."
"Haaah?"
Zero kebingungan.
'Apa yang dia maksud dengan 'itu'? Memberi kerusakan pada tempurung? Yang benar saja!'
Berbagai pertanyaan muncul di benak Zero. Dia tidak tahu apa yang dibicarakan oleh kura-kura hijau dan berpikir keras hingga memilih untuk mengaktifkan skill mystery appraisal.
"Mystery appraisal!"
......................
[Name : Tock/37,628_tahun/jantan.
Race: Divine Beast Green Tortoise.
Level: 649/1000.
Class: Beast Tanker Lv. 2 .
Statistik:
HP: 987,278,836k/987,300,789k.
MP: 579,526,893k/579,528,436k.
SP: 738,927,437k/738,930,538k.
Strength: 1,257,926,109.
Attack power: 836,383k~2,337,916,539.
Speed: 2,193,389,037.
Attack speed: 0~3,537,937,956.
Defense: 8,437,936,537.
Vitality: 8,537,962,628.
Dexterity: 3,437,936,536.
Agility: 1,437,826,636.
Intelligence: 5,437,537,537.
Insight: 5,537,927,637.
Charm: 3,537,937,839.
Prestige: 4,538,937,437.
Bonus point: 5,337,646.
Experience: 748,427,075/89,537,027k.
Skill: Tortoise breath Lv. 4 , Tortoise step Lv. 7 , Water magic Lv. 8 , Earth magic Lv. 6 , ...
-Uniqe skill: Shell shield Tortoise Lv. 7 ★5, Hide in the shell Lv. 3 ★2, Tortoise wisdom Lv. 5 ★7, ...
Title: Divine Beast, Divine Beast Green Tortoise, Tortoise Wise, The Guardian of Great Forest Berm, ...
Background: Tock adalah seekor binatang ilahi, kura-kura hijau yang biasa hidup di hutan dengan kelembaban yang tinggi. Dia memiliki cangkang yang sangat keras. Bahkan, dewa tingkat menengah saja tidak bisa menghancurkannya. Dia merasa depresi karena tidak dapat menemukan makhluk yang dapat menghancurkan tempurungnya. Hingga dia bertemu Furry Alka. Alka berhasil mengalahkan Tock yang memiliki pertahanan kuat. Tock ingin mengabulkan satu keinginan Alka. Akhirnya, Tock menjadi salah satu dari 6 penjaga hutan besar Berm. Namun, Tock ingin merasakan sensasi saat tempurungnya hancur.
Kelebihan: Memiliki tempurung yang sangat keras. Memiliki kebijaksanaan yang tinggi ...
Kekurangan: Buntutnya sangat sensitif terhadap indera perasa, terutama rasa sakit ...
Kondisi:
__ADS_1
-Fisik: Tubuhnya sehat, namun tempurungnya sedikit mengalami kerusakan.
-Mental: Merasa terkekang. Kebijaksanaannya terlalu tinggi untuk selalu tinggal di tempat yang sama. Dia ingin berpergian.]
......................
"Apa-apaan ini? Ingin merasakan sensasi saat tempurungnya hancur? Apa dia M?" gumam Zero saat membaca status Tock.
'Tetapi, yang benar saja. Kenapa di setiap penjaga ada nama Furry Alka di latar belakang status mereka, ya?' tanya Zero dalam benaknya.
'Yah, itu tidak penting. Yang paling penting saat ini adalah, bagaimana cara menghadapi makhluk ini?'
Zero kembali menatap Tock dengan tatapan yang aneh. Tock menyadari tatapan anehnya dan bertanya, "Ada apa? Apa ada sesuatu yang aneh?"
"Tidak, tidak ada yang aneh," jawab Zero sambil menggelengkan kepalanya.
"Begitu, ya. Yah, baguslah kalau begitu. Kembali ke masalah awal-" Tock hendak berkata, namun dihentikan oleh Zero.
"Tunggu, tunggu dulu! Aku sudah tahu. Jadi, namamu Tock, benar?" tanya Zero.
"Apa?! Bagaimana kau bisa tahu?!" teriak Tock dengan terkejut. Tock mulai menatap Zero dengan tajam dan curiga.
Zero menyadari arti tatapan itu dan membuka mulut, "Yaa, itu semua karena si Balph yang memberitahu aku tentang 6 penjaga saat kami bertarung." ujar Zero.
Zero berbohong tentang itu. Namun, dari kepribadian yang Zero lihat dari Balph, Balph merupakan penjaga yang ceroboh. Dia bisa saja membocorkan informasi yang dia tahu. Karena itulah, Zero menggunakan alasan itu.
"Anjing sialan itu ...!" Tock tampak marah.
"Dia memang benar-benar bodoh. Dia sangat mudah terbawa emosi. Jadi ... mau bagaimana lagi?" kata Tock pada dirinya sendiri.
Zero memperhatikan dan bergumam dalam benaknya, 'Hooo, dia mencoba menenangkan diri dengan cara seperti itu. Dia mensugestikan pernyataan yang bermanfaat agar dia dapat mengendalikan emosinya sendiri. Luar biasa.'
"Memang pantas dia memiliki gelar 'Tortoise Wise'." ujar Zero.
"Hei, manusia! Apa yang kau pikirkan?" tanya Tock dengan suara yang keras.
"Ah, tidak, tidak ada," jawab Zero yang tenggelam dalam pikirannya.
Zero melanjutkan, "Kamu ... kamu ingin merasakan sensasi 'itu' lagi, bukan?"
"Haa? Apa yang ka-" Tock berhenti dalam kalimatnya karena tahu apa yang Zero maksud.
"Iya! Iya, tentu saja aku ingin!" teriak Tock dengan bersemangat.
"Cepat! Lakukan seperti tadi!" teriak Tock dengan semangat di dalam tempurungnya.
'Aku akan membunuhmu langsung, tahu. Aku tahu kau ingin mati, tapi ... mau bagaimana lagi. Kuk! Kukukukukuk!' kata Zero dalam benaknya.
"Baiklah, akan aku lakukan!" jawab Zero dengan senyum.
"Bagus!"
Zero segera mendatangi Tock dan tiba di atas tempurung Tock.
"Teknik bela diri pembunuhan gila ..." Zero menarik nafas dalam-dalam dan memulai teknik bela dirinya.
"... Gerakan ke-97 tingkat kedua yang dimodifikasi dari seratus hentakan penghancur, ..."
Aliran api mulai berkumpul di sekeliling Zero menuju kaki kanannya.
"... Kehancuran cangkang sekaligus membunuh (+ ekstra flame)."
Panas api mulai berputar berbentuk kerucut terbalik sesaat setelah berkumpul di kaki kanan Zero. Api berputar seperti tornado dan membawa Zero melesat ke bawah tepat di atas tempurung Tock.
"Rasakanlah seranganku! Dasar masokis!" teriak Zero.
"Apa?! Apa yang tadi kamu katakan?" tanya Tock yang tidak mendengar suara Zero dengan jelas, karena tornado api yang di melilit Zero.
Kepala Tock keluar dari tempurungnya dan terkejut oleh pemandangan di atasnya. Cahaya terang muncul di atas Tock. Tock melihat sebuah tornado api jatuh ke arahnya dengan cepat.
"Apa?!"
Tock teriak dan segera masuk ke tempurungnya.
'A-a-a-apa itu? Apa-apaan tadi?'
Tock tidak bisa berpikir lagi. Zero yang berada di udara mengangkat kaki kanannya tinggi-tinggi dan menghentakkan kakinya ke tempurung Tock. Suara retak dapat terdengar.
Kretek!
'Ahhh, perasaan ini. Perasaan kebebasan dan ... kesegar-' Tock merasakan sensasi ketika tempurungnya mengalami kerusakan dan terkejut.
'Kepanasan?!' Hawa panas masuk ke dalam tempurungnya. Tock terkejut dan berteriak dengan spontan.
__ADS_1
"Tidaaaak!" teriak Tock.
Hentakan kaki itu menghancurkan seluruh tempurung Tock secara perlahan. Keretakan mengalir bagaikan air yang mengalir dan merambat ke seluruh bagian cangkang.
Tidak sampai di situ, elemen api mempercepat kerusakan yang diterima tempurung hingga mencapai tubuh asli Tock.
"Matilah kau! Kura-kura masoki sialan!" teriak Zero.
Kaki Zero mengenai kepala Tock yang berteriak. Kepalanya jatuh ke tanah tertimpa kaki Zero dan menjadi gepeng.
Splat!
Cipratan darah ungu keluar dari kepala Tock yang hancur.
"Huh! Mati juga kamu, ya! Dasar kura-kura Masokis!" ejek Zero sambil menyingkir dari mayat Tock.
Tempurungnya hancur dan kepalanya penyek. Itu adalah hasil dari teknik bela diri dari 100 hentakan penghancur. Sebelumnya, Zero menggunakan salah satu dari gerakan 100 hentakan penghancur. Gerakan itu adalah gerakan ke-tiga yang dia gunakan saat membantai malaikat.
Zero menciptakan gerakan ke-97 dari 100 hentakan penghancur 'Kehancuran cangkang sekaligus membunuh' saat secara tidak sengaja turun dari helikopter dan menginjak kura-kura di bawahnya. Saat itu, Zero sedang memburu pemilik 'system hutan' di bumi.
"Aku tidak mengira, kalau aku akan menggunakan teknik ini untuk menghabisi makhluk masokis ini," gumam Zero.
Notifikasi system terdengar.
Tetriiing~
[Anda telah mengalahkan Divine Beast Green Tortoise, Tock.]
[Anda mendapatkan 813,428,937k poin EXP.]
[Akumulasi pengalaman akan dijumlahkan dengan efek title dan skill yang Anda miliki.]
[Anda level up.]
[Anda level up.]
[Anda level up.]
[Anda level up.]
[Anda level up.]
[Anda level up.]
[Anda level up.]
...
Dering notifikasi system keluar, saat jendela naik level terungkap sebanyak 33 kali.Tubuh Zero sekarang menjadi lebih kuat karena peningkatan statistik yang drastis.
[Kekuatan Anda telah meningkat drastis. Sebagai kompensasi, waktu aktivasi mad mode akan diperpanjang.]
[Waktu penggunaan mad mode telah meningkat sebesar 380 detik.]
Setelah memeriksa notifikasi, system Zero bergumam, "mangsa berikutnya ..."
Zero melihat ke arah seekor macan kumbang yang sedang melawan 15 ekor Great Wolf Berm yang aku bangkitkan. Macan kumbang itu kesulitan dalam menghindari dan menyerang Great Wolf Berm. Jika, dia menyerang satu, maka serigala lain akan menyerangnya. Situasinya sulit. Macan kumbang hitam raksasa terus menghindar dan melompat-lompat dari satu pohon raksasa, ke pohon raksasa yang lain.
"... macan kumbang ... kah?"
Dari analisa Zero, setiap penjaga memiliki masalah tersendiri yang dialami dan ingin sesuatu. Namun, keinginan mereka tidak dapat tercapai. Dan, satu hal lagi ...
"Semoga kepribadiannya tidak aneh."
Zero melesat melewati beberapa pohon. Lingkungan yang dilewati Zero hangus terbakar seperti jejak yang ada pada film Ghost Rid*r.
"Tiga, sisa tiga lagi."
Zero—Jiwa yang ada, namun tidak dapat merasakan apa-apa. Dia berpetualang untuk mendapatkan sebuah perasaan. Dan juga, untuk melihat hal yang diinginkan oleh suatu 'dorongan' dalam jiwanya. Dia pergi ke alam dewa untuk membangun kekuatan yang mampu menampung ingatan yang tersegel dalam jiwanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tekan like jika kamu suka cerita ini.
Tekan love jika kamu suka novel ini.
Dukung author dengan vote dan hadiah.
Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.
Itu semua sangat berarti bagi Author.
Terimakasih
__ADS_1