[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 79 ~ Pembantaian Pasukan Terendah


__ADS_3

Tabrakan kedua energi yang memiliki energi kosmos, menjadi hilang seolah tidak pernah terjadi apa-apa.


"…."


Semua orang terdiam oleh kejadian yang pertama kali mereka lihat dan tidak mereka pahami. Sedangkan Zero yang mengamati dengan baik, mulai memahami apa itu energi kosmos. Dia hanya membutuhkan pengetahuan umum sedikit lagi untuk dapat menggunakan energi kosmos.


"Aku akan bertanya pada salah satu Transenden nanti," gumam Zero.


Kemudian, Zero melihat sisa waktu evolusi Pedang WSA.


[Sisa waktu evolusi: 40 menit 25 detik.]


"40 menit lagi, ya," Zero melihat ke arah Noir yang tertegun, "Meskipun begitu, ini pasti berat untuknya."


Zero memahami apa yang dirasakan oleh Noir berkat pengetahuan psikologis. Dia tahu bahwa Noir merasa kalah.


Kemungkinan besar, Noir menciptakan Metter Drain dengan susah payah dan dibutuhkan waktu ribuan tahun. Namun, itu seolah tidak berguna ketika dirinya menghadapi Hera.


"Meski begitu, itu benar-benar penemuan yang hebat, Noir! " gumam Zero.


Noir yang tertegun, menatap kosong ke depan.


'Ti-tidak mungkin ... aku gagal? Tidak, tidak, bagaimana bisa aku menyia-nyiakan usaha Zero? Sial! Kenapa aku begitu lemah!? Arghh, tidak, ini bukan salahku!!' sanggah Noir dalam benaknya.


Dia berusaha tidak menyalahkan dirinya sendiri. Meski begitu, dia tidak tahu harus mengarahkan kesalahan ini ke mana.


'Ini semua ... karena ... apa? Ini salah siapa?'


Noir terus berjuang dalam hatinya. Itu mungkin karena trauma besar yang pernah dia alami dulu.


Melihat hal yang sama, Hera ikut tertegun dan segera sadar.


"A-apakah aku memang sehebat itu?" tanya Hera pada dirinya.


Meski dirinya telah dibantu oleh pasukannya, serangan miliknya masihlah tergolong kuat dan memiliki karakteristik yang sama. Namun, berkat bantuan pasukan miliknya, inti energi berhasil menghancurkan lapisan pelindung bola energi Noir.


Jadi, keduanya saling berpengaruh. Serangan Hera yang memiliki sifat menyerap energi dan energi pasukannya yang merusak lapisan pelindung.


Itu benar-benar luar biasa meski hanya kebetulan.


Setelah itu, Zero tidak ingin membuang waktu dan segera melesat maju.


Swooosh!


Sekarang ini, tubuh Zero sudah sekuat Legendary-God. Itu semua berkat dirinya yang menghabisi banyak High-God dengan cepat.


Kemudian, tanpa disadari oleh siapapun, Zero sampai di belakang salah satu High-God.


"61!"


Target ke-61 Zero tewas ketika dia menyerang leher belakang High-God dengan pukulannya.


Buggghh!


Suara pukulan yang keras terdengar. Itu adalah pukulan yang menyebar ke seluruh tubuh melalui getaran gelombang. Namun, meski itu pukulan yang keras, suara itu tidak akan terdengar berkat tidak adanya sihir yang menjadi media rambat untuk suara di ruang hampa.


Gelombang yang sangat kuat itu merusak setiap sel dan jaringan pada tubuh High-God.


'Aku berusaha menggunakan energi kosmos, tapi … ini cukup sulit. Aku belum bisa mengambil energi kosmos sedikitpun. Namun, yaa, aku hanya menggunakan energi sihir saja untuk membunuh High-God ini,' ujar Zero dalam benaknya, setelah mengambil tangan yang tersangkut di daging High-God.


Dewa-dewa lain yang tidak menyadarinya, masih tertegun.


'Selanjutnya …'


Zero terus membunuh satu demi satu High-God dari yang paling belakang.


Akhirnya, Zero mendapatkan ratusan Item Card High-God dan poin EXP. Kemudian, High-God yang tersisa hanya 8 saja, termasuk Kapten Barla.


Melihat hal itu, Zero melihat stamina yang masih banyak dan memutuskan untuk menyerang delapan High-God itu secara bersamaan.


'Stamina dan energi sihir mereka pasti terkuras karena mentransfer-nya ke inti energi Hera. Aku akan menghabisi mereka sekaligus.'


Kemudian, Zero merentangkan kedua tangan dan kakinya.


"Ufffp … Haaah …."


Oksigen yang ada di aura ungu gelap Zero, diserap dan energi ungu gelap mengalir keluar dari kedua tangan dan kaki miliknya.


Itu adalah energi sihir yang di alirkan melalui pembuluh darah dan kemudian dikeluarkan menjadi bentuk fisik.


Kling, kling.


Partikel energi sihir itu membuat arus dan menuju ke atas kepala Zero. Kedua tangannya juga ikut di angkat ke atas dan Zero membuat inti energi seperti Hera.

__ADS_1


Energi sihir yang keluar mulai berkumpul dan membentuk bola kecil yang padat.


'Setelah ini, aku hanya perlu memadatkannya. Namun, aku harus membuat ledakan yang cukup untuk membunuh seorang Dewa di tahap puncak High-God. Dan juga, ledakan itu tidak boleh terlalu besar.'


Akhirnya, sebuah inti energi sihir yang padat dengan ukuran sekecil biji sawi tercipta.


Zero kemudian membawanya ke depan dadanya dan menaruh itu di atas jari telunjuknya.


Kemudian, dengan pose jari seperti "menembak", Zero mengarahkan itu ke tengah-tengah kumpulan High-God.


'Baiklah, kini tinggal menembakkan dan mengatur waktu ledakannya.'


Dengan salah satu mata yang tertutup, Zero berusaha menargetkan tembakannya.


'Mati dan tamatlah .…'


Kemudian, partikel energi sihir keluar dari jari telunjuk Zero. Itu untuk memberi daya tembak kepada inti energi sihir.


"Bang!"


Swooosh!


Tembakan yang sangat cepat melesat tanpa terlihat karena ukurannya yang kecil.


Di saat yang bersamaan, Kapten Barla hendak melihat kondisi pasukannya.


"Semuanya …."


Inti energi tepat berada di depan wajahnya.


"Meledak-lah!" seru Zero.


Boooom!


Ledakan yang sangat besar terjadi. Itu adalah ledakan berwarna ungu gelap yang sangat mengerikan.


"Apa?!"


"Kuagh!"


"Tolong!"


Para High-God tidak dapat bereaksi terhadap serangan itu dan terkena dampak yang besar. Di saat itu pula, Zero mendapatkan notifikasi System yang terus bergulir.


[Anda telah mengalahkan ….]


[Anda telah ….]


Notifikasi mengalahkan musuh berbunyi tujuh kali. Dari hal itu, Zero menjadi waspada.


"Uhuk, uhuk!"


Dari asap yang telah menghilang, sosok High-God terlihat.


"Sial … tidak aku sangka ada hal seperti ini."


High-God itu berbicara dengan tubuh yang berantakan karena luka-luka.


Darah keluar dari kedua tangan yang menggantung lemas di tubuhnya dan beberapa mengalami pendarahan internal yang parah.


"… Jadi kau, orang yang mengganggu kami selama ini," kata Kapten Barla dengan senyum yang bersemangat.


"...! Hoho, kau bisa bertahan rupanya. Tapi, apa kau bisa menyerang dan bertahan lagi?" Zero melesat dan pergi ke arah Barla dengan cepat.


"Yah, mana aku tahu kalau belum berakhir?!"


Barla seketika sembuh dan tubuhnya kembali sehat tanpa luka sedikitpun.


'Apa-apaan itu? Bagaimana dia bisa sembuh dalam sekejap? ' tanya Zero dalam benaknya.


Seharusnya, energi sihir Barla telah habis dari mentransfer sihir ke inti energi Hera. Namun, secara mendadak, Barla kembali sembuh seperti tidak terjadi apa-apa.


Mengetahui hal itu, Zero sontak terhenti dari lajunya. Namun, Barla yang sembuh malah pergi ke arah Zero berada.


"Kau pasti bingung, bukan? Kenapa aku bisa sembuh dengan cepat meski hanya ada sedikit energi sihir yang tersisa? Hahaha, kau akan tamat sekarang, nak. Itu balasan untuk orang yang telah menghabisi kolegaku!" ujar Barla sambil melaju.


Tubuh Barla menyusut menjadi seukuran manusia. Kemudian, dia mengeluarkan tombak yang ada di belakang punggungnya dan berusaha menyerang Zero.


"...!" Zero yang merasakan bahaya dari serangan itu mulai memprediksi gerakan.


Sesaat, kilatan cahaya keluar dari mata tombak.


Swish!

__ADS_1


Tombak yang menusuk dengan kecepatan 10 kali kecepatan cahaya, menyerang kepala Zero. Namun, Zero berhasil menghindarinya dan berusaha menangkap tombak itu.


'Hoo, lumayan juga dia. Tapi ….' Barla terkejut dengan respon cepat dari Zero.


Tanpa dilihat Zero, Barla menunjukkan senyum misterius.


Tap!


Zero menangkap tombak itu.


"Muncullah, duri tombak!" seru Barla.


"...!"


Tiba-tiba, muncul duri tipis yang panjang dari gagang yang dipegang Zero.


Sruk!


Puluhan duri menusuk tangan Zero. Aura yang menyelimuti dirinya tidak mampu melindunginya dari serangan duri itu.


Kemudian, darah keluar dari tangannya dan itu terserap oleh tombak.


'Apa!?' seru Zero dalam hatinya.


Melihat hal itu, Zero segera melepas tombak itu dan mundur beberapa langkah.


'Dia cukup cerdik. Tidak seperti lawan yang aku hadapi selama ini, dia memiliki taktik dan statistik yang unggul dari tingkatan yang sama dengan dirinya. Mari kita lihat sedikit lebih lama, seberapa kuat High-God ini.'


Sekarang, Zero berniat untuk mengamati High-God, Barla.


Setelah itu, luka Zero sembuh dalam sekejap berkat manipulasi energi sihir yang menciptakan kembali sel-sel tubuhnya yang rusak.


Di sisi lain, Barla yang tersenyum, sekarang masih mempertahankan senyuman itu.


"Kenapa kau dari tadi tersenyum?" tanya Zero.


"Ah, tidak ada. Hanya saja …," Barla bersiap menyerang dengan tombaknya, "… Kekalahanmu telah ditentukan!!"


"…!"


"Kutukan darah, Blood Paralyze!"


Seketika, Zero tidak bisa bergerak.


'Ada apa ini? Apakah aku terkena efek paralyze? Kapan aku ... Ah!'


Zero teringat ketika darah miliknya terserap oleh tombak.


Kemudian, notifikasi terdengar.


[Peringatan!]


[Peringatan!]


[Peringatan!]


[Anda telah diikat oleh Kutukan Darah tingkat 7!]


[Kendali darah Anda akan diambil alih!]


[Salah satu efek utama Infinite Perfect Growth telah terbuka.]


[Anda akan terlepas dari kendali Kutukan Darah dalam 2 menit!]


[Anda akan kebal dari Kutukan Darah tingkat 7 dalam 2 menit!]


"2 menit!?"


Zero tidak tahu dia bisa bertahan atau tidak. Tapi yang pasti, tombak yang mengarah kepadanya itu sungguh berbahaya.


Swiish!


Ribuan kilatan merah pada mata tombak terlihat.


Swiish! Swiish! Swiish!


Itu adalah ribuan tusukan tombak yang dilakukan dengan sangat cepat.


"Tarian kematian tombak Rachel, Higanbana Flowers!"


Serangan yang membentuk bunga kematian dari Jepang, Higanbana, terlihat begitu indah sekaligus mematikan.


Zero yang tidak bisa bergerak, hanya bisa memanfaatkan keunggulannya.

__ADS_1


"System …!" seru Zero.


__ADS_2