![[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)](https://asset.asean.biz.id/-drop--supreme-world-s-system--sistem-dunia-tertinggi-.webp)
Pertempuran antara Bangsa Iblis dan Beastman pecah. Pertahanan Bangsa Iblis hanya berupa pagar kayu saja, jadi itu tidak menutup kemungkinan bahwa itu tidak akan berpengaruh.
Akibat raungan Raja Singa Api, pasukan Bangsa Iblis mengalami efek penurunan statistik yang siginifikan. Panca indera mereka, terutama pendengaran, tidak berfungsi dengan baik.
Komandan Iblis, berasal dari suku Ogre Merah, dia bernama Orgreg. Kepalanya mengalami pusing yang parah, matanya berkunang-kunang dan pendengarannya terganggu akibat frekuensi suara tertentu, dia hanya mendengar suara dengungan tinggi yang mengganggu.
Setelah menggelengkan kepalanya sejenak, dia mengembalikan kesadarannya.
Dia melihat kondisi pasukannya.
"Benar saja, Raja Singa Api ini bukan lawan yang bisa aku hadapi."
Banyak Bangsa Iblis, terutama para goblin yang memiliki kekuatan rendah tidak mampu menahan banyak efek raungan tadi. Kuping, mata, hidung dan mulut mereka mengeluarkan darah berwarna hijau. Mereka jatuh tersungkur dan berguling-guling kesakitan.
Meski Suku Ogre Merah juga memiliki kemampuan raungan serupa, Raja Singa Berapi jauh lebih unggul daripada kepala sukunya.
Ini membuat Komandan Iblis Orgreg menjadi menggigil. Namun, dia tidak menyerah.
Meski banyak yang mengalami kerusakan dan tidak dapat bertarung lagi, tapi itu masih termasuk sebagian kecil.
Bagaimanapun, Skill raungan Raja Singa Berapi merupakan skill yang mencakup area luas. Meski itu sangat berpengaruh pada mereka yang lemah, tapi jika sedikit lebih kuat dari itu, mereka hanya mengalami sedikit penurunan statistik.
Singkatnya, raungan tersebut hanya gertakan.
Zero yang melihat situasi pasukan Iblis berkomentar, "Ini benar-benar kacau. Tapi Bangsa Beastman ini memang seperti namanya. Setiap hewan memiliki cara tersendiri untuk 'menakuti' lawannya."
Viona membalas, "Benar. Seperti yang dikatakan dari Master. Bahkan hewan kecil dan lemah sekalipun memiliki cara unik untuk menakuti lawan. Kucing yang menegakkan bulu-bulunya; landak yang menyebarkan duri-durinya; merak yang mengembangkan bulu-bulunya. Selain dengan kelebihan fisik, ada pula hewan yang menakuti lawan dengan suara mereka. Anjing yang menggonggong; serigala yang melolong dan singa yang mengaum."
Zero mengangguk dengan penjelasan detail Viona.
"Itu benar sekali. Kelihatannya Beastman benar-benar memiliki hubungan hewan. Mungkin ini salah satu bentuk 'penyimpangan' dari evolusi suatu hewan, seperti Teori Evolusi Darwin yang menyebutkan bahwa, 'Manusia berasal dari kera.'."
Viona yang mendengar tentang Teori Evolusi Darwin tidak bisa diam. Dia berkata, "Memang benar Teori Evolusi Darwin itu benar-benar unik dari segi tertentu. Tapi menurutku, itu adalah teori yang salah tentang evolusi manusia dari kera. Dari hasil penelitianku selama ini, disimpulkan bahwa manusia tidak pernah mengalami evolusi."
Dia menegaskan, "Manusia beradaptasi dengan pengetahuan mereka. Mereka tidak berevolusi."
Memang benar, manusia tidak benar-benar mengalami evolusi, tetapi mereka juga mengalami perubahan. Salah satu alasan mengapa manusia tidak berevolusi, menurut Viona dikarenakan manusia sendiri beradaptasi dengan tempat tinggal, atau dunia mereka tinggal dengan pengetahuan dan kecerdasan yang mereka miliki, bukan pada tubuh mereka.
Pada dasarnya, teori evolusi dikemukakan karena adanya perubahan berskala mengenai adaptasi suatu makhluk hidup dengan tempat tinggalnya. Fisik mereka akan berubah untuk dapat beradaptasi dan bertahan hidup di lingkungan mereka tinggal. Tentunya, itu akan memakan waktu lama.
Kondisi keras yang memaksa itulah yang mendorong makhluk hidup untuk berubah. Dan perubahan itu manusia sebut sebagai 'evolusi'.
Tetapi, manusia adalah makhluk yang berakal. Bagaimanapun, mereka adalah makhluk yang tidak menyukai penderitaan. Karena itu, secara sadar tidak sadar, mereka akan berusaha untuk menemukan cara agar menyelesaikan masalah yang mereka hadapi.
Dengan kata lain, evolusi mereka tidak secara materi atau fisik, melainkan secara abstrak, yaitu pengetahuan dan peradaban.
__ADS_1
Dalam kasus yang berbeda, Viona pernah menjelaskan salah satu hasil penelitiannya tentang leluhur manusia berdasarkan gen atau DNA.
Memang ada benarnya bahwa gen manusia dengan kera atau hewan primata lain memiliki kemiripan tertentu. Namun, itu hanya berasal dari struktur fisiknya saja.
Asal mereka benar-benar berbeda.
Menurutnya, perubahan yang dialami manusia sejak zaman purbakala hingga masa sekarang, adalah ukuran dan umur.
Itu dipengaruhi oleh kondisi alam saat itu yang mengalami perubahan seiring berkembangnya zaman.
Alam memiliki siklus penghancuran dan pemulihan.
Tanpa atau dengan adanya manusia, alam itu sendiri suatu saat pasti akan mengalami kerusakan. Tapi, alam itu sendiri akan memulihkan diri mereka sendiri.
Manusia sendiri sebenarnya mempercepat kerusakan alam, tapi mereka masih belum bisa mengimbangi pemulihan alam.
Menurut Viona, manusia purbakala memiliki ukuran fisik dan umur yang jauh lebih tinggi dan unggul dari manusia modern. Ini diasumsikannya berdasarkan fosil dinosaurus atau hewan purba yang memiliki ukuran raksasa.
Dengan kata lain, manusia mungkin sudah ada sejak zaman dinosaurus. Karena itu, manusia memiliki ukuran raksasa yang tidak kalah dengan dinosaurus. Jika manusia tidak memiliki ukuran serupa, mana mungkin mereka bisa bertahan hidup di lingkungan luar biasa keras seperti itu?
Menurut perkiraannya, manusia zaman itu memiliki ukuran puluhan meter, sekitar 20 sampai 30 meter. Umurnya pun sangat panjang, berkisar antara ratusan hingga ribuan tahun.
Karena ini hanya berupa teori dan asumsi, tentunya tidak bisa dikatakan benar. Bukti-bukti yang dia miliki hanya untuk menegaskan teorinya.
Benar atau tidaknya, kita harus menanyai manusia purba itu secara langsung.
Dalam kasus genetik ini, Viona menyimpulkan teori asal manusia yang bukan muncul secara alami atau tiba-tiba.
Dengan kata lain, ada suatu keberadaan yang menciptakan manusia itu sendiri. Viona bukanlah seorang ateis, meskipun dia tidak memiliki kepercayaan terhadap agama tertentu, dia meyakini ada keberadaan di luar nalar yang menciptakan segala sesuatu.
Dia mempercayai adanya Tuhan. Tetapi, dia tidak tahu dengan pastinya. Dengan sekian banyaknya agama dan kepercayaan yang ada, mana yang benar, dia tidak tahu. Aku pun tidak tahu.
Saat Zero masuk ke dalam pemikirannya sendiri, suara menembus udara terdengar dari bawahnya, yaitu di atas medan perang.
Whoosh! Whoosh! Whoosh!
Para Goblin di menara pengawas dan di belakang pagar melepaskan anak panah mereka.
'Ups, sial, kelihatannya aku terlalu mendalami percakapan tadi. Aku terlalu tenggelam dalam pikiran. Dari hewan, beastman, evolusi dan asal manusia ... tidak aku sangka akan sampai sejauh itu. Mungkin ini yang terjadi pada Viona saat dia tertarik akan sesuatu.'
Setelah kembali ke kenyataan, Zero mengamati situasi perang.
Dari sisi beastman, ada sekumpulan pria kekar berlari dengan cepat menuju pangkalan iblis.
Saat mereka melihat anak panah yang tak terhitung jumlahnya menuju ke arah mereka, mereka meneriakkan hal yang sama dengan serentak.
__ADS_1
"Beastification!"
Seketika, mata Viona gemetar, matanya melebar saat melihat perubahan yang terjadi. Zero dan Alexander pun tercengang.
Sekumpulan pria kekar yang berlari dalam garis horizontal itu meneriakkan hal yang sama. Saat itu juga, fisik mereka mengalami perubahan.
Kulit mereka yang tadinya seperti manusia menjadi lebih tebal dan berwarna abu-abu. Anggota tubuh mereka membengkak dan lebih kekar.
Tampak pula struktur tulang mereka berubah. Terutama kaki dan kepala mereka.
Kaki telanjang mereka berubah menjadi berkuku tebal dan berat. Kepala mereka memanjang menjadi bentuk suatu hewan. Dua tanduk muncul di atas hidung mereka.
Dari penampilan itu, Zero menyimpulkan bahwa dasar penampilan mereka adalah badak.
Kulit tebal dan keras, kaki besar dan berat dengan kuku tebal, serta dua cula di atas hidung.
Tidak salah lagi. Itu adalah badak.
Anak panah datang, menghujani para beastman badak. Namun, kecepatan mereka sama sekali tidak menurun.
Langkah kaki mereka terasa lebih berat dan keras hingga meninggalkan jejak di tanah.
Dengan kulit yang tebal dan keras, anak panah tidak mampu menembus pertahanan alami mereka. Meski menancap, itu tidak menembus hingga melukai daging.
Tanpa rasa takut, mereka mendekati pagar pangkalan iblis di mana Raja Singa Berapi menunggu kedatangan mereka.
Setelah melihat kedatangan mereka, Raja Singa Berapi menghadap ke depan. Tangannya di acungkan ke atas dan dia berteriak, "Serang!"
"Oooooouuuu!"
Seruan keras bergema hingga ke langit. Kecepatan beastman badak tidak berkurang sama sekali.
Dengan keras, mereka menabrakkan diri mereka sendiri ke pagar kayu. Pagar kayu pun hancur dan pasukan Iblis di belakang pagar terkejut.
"Apa!?
Tetapi segera, mereka diseruduk dan ditusuk oleh cula para beastman badak.
"Kugh!!"
Pasukan Beastman lain di belakangnya ikut masuk setelah pagar yang menghalangi hancur. Peperangan yang kacau dimulai.
Komandan Iblis Orgreg menyaksikan itu dengan keterkejutan yang tidak bisa disembunyikan dari wajahnya. Tubuhnya gemetar ketakutan, tetapi dia masih memegang erat pedang besar di tangannya.
Komandan Iblis Orgreg berteriak, "Serang!"
__ADS_1