[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 60 ~ Balph dan Lamy


__ADS_3

Crhono Zero, orang yang terpanggil ke dunia lain yang dilakukan oleh orang-orang Kerajaan Goethe di Dunia Karaztam. Dia adalah pembunuh bayaran yang tidak pernah terekspos sedikitpun.


Demi memenuhi keinginan yang membuat detak jantungnya di luar kendali, dia mengalahkan dewa dan pergi ke dunia dewa. Namun, ada musuh yang ternyata lebih kuat dari dewa itu sendiri, yaitu Titan.


"Baiklah, apa yang harus aku lakukan sekarang, ya?"


Setelah sarapan, Zero berdiri dan meregangkan tulang-tulangnya, seperti habis bangun tidur.


"Oh, ya. Omong-omong apa kau tahu informasi dunia ini, Balph?" tanya Zero.


"Hm? Maafkan saya, Tuan. Saya tidak tahu apa-apa tentang dunia ini. Saya hanya tahu beberapa nama tempat dan pengetahuan." jawab Balph saat sedang makan.


"Begitu, ya. Sepertinya kau terlalu lama terkurung di Great Forest Berm."


"Iya, Tuan. Aku hanya disuruh tinggal di sana saja. Dan juga, aku hanya berkeliling di hutan untuk sekedar menjaga ekosistem."


"Baiklah, kau lanjutkan makanmu dulu


Aku akan pergi sebentar."


"Baik, Tuan!"


Zero berjalan pergi meninggalkan para serigala yang masih makan.


'Sepertinya aku harus memanggil System,' pikir Zero.


Zero berjalan pergi dan bersender di pohon raksasa sambil melihat para serigala.


Zero memanggil System.


'System, beri aku informasi umum yang diketahui para dewa mengenai dunia ini.'


[Permintaan Anda diterima.]


[Mencari jawaban.]


[Jawaban telah ditemukan.]


[Saat ini, Anda berada dunia tingkat 4.2, Dunia Olympus.]


[Dunia ini terdiri dari 12 konstelasi besar dan 10 konstelasi kecil.]


[Anda saat ini tinggal di konstelasi 'Dewa Perang.']


[Kode planet yang Anda tinggali saat ini adalah 4R35 1203 atau disebut Planet Ares.]


[Satu hari di planet ini, setara dengan 50 jam di planet bumi.]


[Satu bulan di planet ini setara dengan 40 hari di sini.]


[Satu tahunnya ada 10 bulan.]


[Saat ini, Anda sedang berada di Kekaisaran Barbossa yang merupakan satu dari tiga negara penguasa Planet Ares.]


[Meskipun semua negara di Konstelasi 'Dewa Perang' berada di bawah kekuasaan yang sama, Ares mengizinkan adanya perebutan wilayah dan kekuasaan.]


[Setiap hari, terjadi pertempuran di perbatasan antar negara. Di sisi lain, mereka juga memiliki musuh yang sama, yaitu Titan.]


[Meski begitu, peperangan yang mereka lakukan sama sekali bersih. Tidak ada yang melanggar aturan berperang yang diberikan oleh Konstelasi 'Dewa Perang'. Karena, para dewa-]


Saat itu Zero tiba-tiba merasakan adanya bahaya yang mengarah dari belakang.


Duar!


Pohon itu meledak ketika Zero melompat untuk menghindar.


'Apa itu?'


Zero menyipitkan matanya dengan penuh kehati-hatian. Balph yang menyadari hal itu langsung berlari dan melindungi Zero dan begitu juga dengan serigala lain.


"Grrrr"


Geraman Balph terdengar berbeda. Dia benar-benar marah akan sesuatu..


Zero melihat kembali ke dalam kepulan debu. Dia tidak sapa merasakan apapun, meski telah mengaktifkan tingkat menengah.


'Tapi, apa-apaan itu? Padahal aku sudah mengaktifkan divine detector dan aku tidak bisa bergerak saat mengaktifkannya. Namun, kenapa aku tidak bisa mendeteksinya?'


Berbagai pertanyaan muncul di benak Zero ketika kumpulan debu mulai tersingkir. Zero melihat sesosok raksasa dengan wujud manusia di atasnya dan dan sesuatu yang panjang ke belakangnya seperti ekor. Itu sesuatu seperti ular.


"Balph, makhluk apa itu?"


Dengan penuh kemarahan, Balph membuka mulut, "Itu ... Makhluk itu adalah 'Lamia descendant.'"


"Apa? Keturunan Lamia?"


Lamia, dia adalah salah satu nama yang ada pada mitologi Yunani yang pernah Zero baca. Seorang gadis rupawan yang merupakan ratu dari Libya.


Dia bercinta dengan Zeus dan menghasilkan keturunan. Namun, Hera, istri dewa Zeus mengetahui hal ini. Hera cemburu dan membunuh semua anak Lamia.


Lamia hanya bisa menyaksikan kejadian hal itu dan berubah menjadi iblis atau monster setengah ular. Dia kerap memakan anak-anak dari ibu orang lain karena iri.


Itulah kisah singkat dari Lamia. Namun, di hadapan Zero sekarang ini, ialah anak dari Lamia, Lamia Descendant.


"Sudah lama kita tidak bertemu ... Balph."


Suara merdu nan menggoda terdengar ketika wujud raksasa setengah kali lebih besar dari Balph terlihat. Dia adalah keturunan dari Lamia yang memiliki kecantikan serta wujud setengah ular dan manusia.


***

__ADS_1


Kemarin malam.


Lamia Descendant sedang tertidur dengan nyenyak di dalam sebuah gua dengan kasur yang terlihat empuk. Namun, dia terbangun karena terkejut.


"...!"


Dia merasakan hawa kehadiran yang tidak asing, memasuki teritorialnya.


"Kehadiran ini ... Apakah serigala kecil itu datang?"


Senyum mengerikan muncul di wajah cantik Lamia Descendant.


"Kukuku ... Apakah anak anjing itu sudah menjadi lebih lezat sekarang?"


Lamia Descendant menjilat bibirnya.


"Aku tidak akan melupakan rasa itu. Rasa yang menggugah hati dan sangat, sangat, sangat ... Kyaaa!"


Lamia Descendant itu bergumam dan tertawa sendiri sambil memeluk dirinya sendiri.


"Uhhh, bahkan, aku sampai menggigil dengan membayangkannya saja."


"Aku akan pergi menemuinya besok."


"Aku tidak sabar melihat ekspresi anak itu."


Lamia Descendant memtusukan untuk tidur terlebih dahulu dan pergi menemui Balph di keesokan harinya.


***


"SIALAN! DASAR BAJ*NGAN! Kau masih hidup ternyata."


Balph mengeluarkan kata kutukan dengan keras. Dia tampak geram dan sangat marah.


Zero menepuk tubuh Balph.


"Hei, Tenang~ Tenang~ Apa yang terjadi? Bisa kau beritahu Tuanmu ini?"


"Tuan ..." Wajah Balph tampak terdistorsi dan seolah-olah akan menangis.


Balph berusaha menenangkan amarahnya dan menarik nafas dalam-dalam.


"Tuan, ketika aku dan rasku tinggal di hutan ini, kami hidup dengan damai. Namun, suatu hari, Lamia Descendant datang ke hutan kami ..."


***


"Hai! Penghuni Great Forest Danaus!"


Seekor Lamia Descendant datang dan melambaikan tangannya ke arah ras Great Wolf, termasuk Balph.


"Siapa kau?! Berani-beraninya kau memasuki kawasan kami!"


"Aku adalah Lamy dari ras Lamia Descendant."


Lamia Descendant memperkenalkan dirinya dengan hormat.


"Lamia kau bilang?! Semuanya! Ada iblis di sini!"


Serigala penjaga berteriak memberitahu serigala lain.


"Lamia?! Apa benar-benar ada Lamia?!"


"Tu-tunggu! Aku bukanlah ibl-"


Lamy tidak dapat menyelesaikan kalimatnya karena serigala lain menunjukkan taring ke arahnya dengan sikap permusuhan.


"Beraninya iblis memasuki hutan kami yang agung ini. Pergilah! Dasar Iblis! Jika tidak, kami akan memusnahkanmu!"


"A-apa?!"


Para Great Wolf melompat ke arah Lamy dan berniat menyerangnya.


"Lamia charm!"


Aura merah muda berbentuk '❤' terpancar dari tubuh Lamy dan menyebar ke segala arah. Charm tingkat dewa berhasil membuat para serigala jantan berhenti di tengah jalan. Namun, tidak untuk serigala betina.


Semua serigala jantan seperti terhipnotis dan akan memenuhi semua perintah Lamy.


"Serigala, serang!"


Lamy mengarahkan telunjuknya kepada serigala betina yang hendak menyerangnya. Namun, hal itu dihentikan oleh serigala jantan yang terpesona.


Lamy menutupi mulutnya sambil tertawa, "Ahahaha! Dasar pejantan bodoh! Kalian memang benar-benar bodoh! Jika kalian memiliki mental yang lemah, maka akan percuma saja kalian melawanku. Tanpa adanya keinginan kuat, kalian tidak akan menang melawanku!"


Lamy tertawa terbahak-bahak melihat pertarungan antar serigala.


"Sayang! Sadarlah! Apa kau akan kalah hanya dengan pesona iblis itu?!"


Berbagai kalimat dilontarkan serigala betina. Namun, usaha mereka sia-sia.


Ketika serigala betina sedang menahan serangan pasangan mereka, Lamy berhenti tertawa dan bergumam.


"Haah, kenapa semua orang selalu memusuhiku dan menjauhiku, ya?"


Lamy tampak sedih dan hanya melihat kedua tangannya. Tidak ada yang melihat hal itu. Namun, tanpa dia sadari, ada serigala kecil yang sedang melihat fokus ke arahnya.


"Tapi, siapa peduli? Mereka duluan yang memusuhiku. Aku hanya perlu membalas mereka saja, bukan?"


Lamy mensugesti dirinya sendiri untuk melindung dirinya dari rasa bersalah.

__ADS_1


Kemudian, semua serigala tewas, kecuali para serigala jantan yang saling bertarung dan anak-anak serigala yang bersembunyi.


Kemudian, Balph-


"Stop, stop!"


Cerita kembali fokus pada masa sekarang. Zero menghentikan cerita Balph.


"Bukankah kau menjelaskan terlalu spesifik?"


"Eh? Benarkah? Saya tidak menyadarinya. Ma-maafkan saya, Tuan."


"Baiklah, baiklah. Jadi, si ... siapa tadi? Lamy?"


"Benar, Tuan."


"Jadi, Lamy-lah yang menghancurkan desa dan membunuh semua ras Great Wolf, kecuali kau dan semua serigala ini, benar?"


"Benar, Tuan"


Zero menghela nafas lega.


"Baiklah, aku sudah tahu garis besarnya."


Zero berpikir, 'Dari cerita yang aku dengar dari Balph, dapat aku simpulkan kalau si Lamy ini ... lemah! Aku tidak usah melihat statusnya. Para Great Wolf ini mungkin dapat mengatasi makhluk itu.'


Lamy yang dari tadi hanya ikut mendengarkan cerita Balph angkat bicara.


"Hei, ayo lanjutkan ceritamu!"


Zero membuka mulut tanpa memperdulikan keinginan Lamy.


"Lamy, apa tujuanmu datang kemari? Kau sudah berusaha menyerangku, jadi aku tidak akan membiarkanmu bertindak seenaknya."


"Haah? Apa yang makhluk kecil ini bicarakan? Kau pikir aku peduli dengan dirimu? Aku hanya ingin memanen mangsa itu saja."


Lamy menjilat bibirnya dengan tatapan penuh hasrat. Zero memperhatikan hal tersebut dan berkata, "Aku tidak akan mengizinkan pelayanku menjadi mangsamu. Ayo, hadapi mereka dulu."


"Haah? Pelayan? Apa yang kau bicarakan? Aku tidak tahu, tapi ... mana mungkin Great Wolf akan tunduk dengan makhluk kecil sepertimu, bukan? Benar tidak, Balph💕?"


Lamy menggoda Balph dengan sedikit menggunakan pesona. Namun, ...


"Beraninya ... beraninya kau menghina Tuanku! Dasar jal*ng!"


Tubuh Balph gemetar karena marah dan menerkam Lamy yang setengah kali lebih besar daripada dirinya.


"Kwaaargh!"


Balph mengayunkan cakarnya dan membuka taringnya.


"Huh! Dasar pejantan! Lamia charm!"


Lamy mengaktifkan skill Charm-nya dan aura merah mudah berbentuk ❤ menyebar ke segala arah.


"Lihatlah pesonaku!"


"Kwaaargh! Peduli setan dengan pesonamu! Kau harus merasakan akibatnya kalau menghina Tuanku!"


"Ap-?!


Cakar Balph menyerang Lamy sebelum dia dapat bereaksi terkejut. Namun, hanya lengannya saja yang terluka.


"Beraninya, kau!!!"


Lamy memasang wajah yang mengerikan dan menyerang Balph dengan sabetan ekornya. Balph bereaksi dengan hal itu. Dia melompat ke atas, namun salah satu kaki belakangnya terkena sedikit. Hal itu menyebabkan tulang kakinya patah.


"Ku hahahaha! Sepertinya ribuan tahun terakhir kau tidak pernah berkembang, ya! Kenapa kau masih sama seperti dulu-?!"


Ketika Lamy tertawa, belasan Great Wolf maju secara bersamaan untuk menyerangnya.


"Apa?! Kalian juga tidak terpengaruh?!"


Lamy dibuat terkejut. Zero sudah menduga hal ini.


'Untuk mengalahkan pesona atau sesuatu yang mengalihkan kefokusan, kau harus memiliki tujuan yang jelas dan juga hasrat lain yang lebih besar. Namun, aku tidak tahu penyebab setiap aku membangkitkan sesuatu, mereka akan melayani ku. Satu hal yang pasti, kesetiaan mereka mutlak. Mereka sendiri juga tidak tahu kenapa mereka setia padaku. Justru karena kesetiaan yang mutlak itu, mereka tidak akan dapat terpengaruh dari 'pesona' Lamy.' pikir Zero.


Di sisi lain, Lamy berhenti terkejut.


"Aku tidak tahu bagaimana bisa kalian tidak terpengaruh dengan pesonaku, tapi ... Selama ribuan tahun ini, aku terus semakin kuat dan kuat. Tidak seperti kalian yang terus stagnan, aku telah menjadi lebih kuat!"


Tanah berguncang dan pohon-pohon bergetar. Para Great Wolf kebingungan dengan hal yang terjadi.


Sedangkan situasi tak terpikirkan terjadi. Bola-bola air mulai berkumpul di sekitar Lamy dan tali api melingkari tubuh Lamy seperti pegas.


Lamy melanjutkan, "Aku telah belajar banyak sihir dan juga statistik-ku telah banyak meningkat. Aku ... aku adalah penguasa Great Forest Danaus yang sesungguhnya!"


Sekarang, angin-angin berputar mengelilingi dirinya dan melintas cepat. Seolah-olah tidak mengizinkan siapapun untuk melewatinya.


Zero bergumam, "Bukankah ini menjadi menarik?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tekan like jika kamu suka cerita ini.


Tekan love jika kamu suka novel ini.


Dukung author dengan vote dan hadiah.


Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2