![[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)](https://asset.asean.biz.id/-drop--supreme-world-s-system--sistem-dunia-tertinggi-.webp)
BOOM!
Ketika Zero menolak permintaan Zeus, suara ledakan yang memekakkan telinga terdengar.
WOOSH!
Saat ini, tempat di mana Zero dan Zeus sebelumnya berada telah menjadi kawah besar.
"Oi, oi, apa-apaan ini? Hahahaha, sepertinya kau terlalu bersemangat!" Zero tertawa di udara setelah mundur dari ledakan.
Ekspresi Zeus yang sekarang tampak penuh kemarahan, namun juga tampak tenang. Itu benar-benar menakutkan.
Aura yang mengerikan terus mengalir keluar dari Zeus.
Ketika suasana canggung berlangsung dalam diam, Zero mengeluarkan Pedang WSA dari Penyimpanan Sistem. Pedang WSA yang dalam bentuk katana digenggam Zero dengan erat.
Mengalirkan Energi Sihir di dalamnya, kemudian melesat cepat.
CLANG!
Dentuman logam yang keras terdengar. Zero dalam sekejap telah menyerang Zeus, namun Zeus memblokirnya hanya dengan tangannya.
'Bagaimana bisa sekeras ini?'
Di waktu yang bersamaan, energi sihir terkumpul di tangan Zeus yang lain.
SWOOSH!
Dengan intensitas kekuatan sihir yang besar, Zero langsung menyadari pergerakan Zeus. Jadi, dia mundur beberapa langkah.
BUGH-BOOM!
Ketika Zero memikirkan untuk mundur …
"Kuack!"
… Darah menyembur keluar dari mulut Zero.
Pukulan mematikan yang keras dan menyebabkan membuat Zero terhempas jauh.
'Tidak boleh begini!'
Karena Zero tidak memiliki indera perasa, dia jadi tidak merasakan sakit sama sekali. Dengan pemikiran yang cepat, Zero mengeratkan giginya.
'Salah satu hal yang penting dalam pertarungan adalah … kekuatan rahang!'
Dalam setiap seni bela diri, kekuatan rahang sangatlah penting. Mungkin beberapa ahli seni bela diri tidak menyadarinya. Tapi, kekuatan rahang — ketika seseorang memaksakan kekuatan diri atau merasakan sakit, maka orang tersebut secara reflek pasti akan membuka mulutnya. Namun, jika seseorang mengeratkan gigi-giginya, maka kekuatan yang dihasilkan akan lebih besar.
Manfaat lainnya adalah mengurangi rasa sakit dari pengeluaran kekuatan yang berlebihan ataupun rasa sakit dari yang lain. Karena hal itu, selain posisi kuda-kuda, kekuatan rahang ini juga cukup penting.
TUK!
Setelah mengeratkan giginya, Zero mengeluarkan Energi Sihir yang besar dan dalam sekejap, dia menyetabilkan postur tubuhnya di udara.
HUFT!
Dengan kemampuan regenerasi seorang makhluk superior, tubuh Zero langsung pulih sepenuhnya. Ini juga karena tidak adanya Energi Kosmos yang terkandung dalam serangan itu.
Meski begitu …
SWOOSH!
Zeus muncul di hadapan Zero. Dia menarik tangannya, menumpulkan kekuatan dan melontarkannya ke kepala Zero.
"Ugh!"
Secara spontan, Zero membangun perisai sihir dan menutupi kepalanya dengan tangan.
BOOM!
Ledakan besar terjadi. Kawah besar muncul dan debu-debu naik menutupi area kawah.
Di tengah-tengah kawah, sesosok orang terbaring dengan tanah yang mengecap bentuk tubuhnya.
"Uhuk, uhuk!"
Tiba-tiba, orang itu bangkit dan batuk-batuk sambil menyapu-nyapu debu di udara.
"Ck, ck, ck, dia lumayan juga." Zero berkata dan menyebarkan Energi Sihir untuk menyingkirkan debu.
Kemudian, dia menepuk-nepuk seragam sekolah yang berdebu, namun tidak rusak karena pelindung sihir yang kuat. Dia mengelap darah di sudut bibirnya dan berkata, "Bisakah kita mengganti tempat bertarung?"
Zero menatap ke atas, tempat di mana sesosok pria bertubuh elegan. Mengenakan celana panjang yang tebal dan tubuh atasnya hanya di beri selendang panjang. Matanya dingin dan tajam.
Saat berikutnya, lingkungan sekitar menjadi memuai. Pandangan Zero berubah menjadi di sebuah tempat yang luas dengan lantai balok batu yang keras dan besar.
Di ujungnya yang jauh, sebuah tembok raksasa yang melengkung ke dalam terlihat.
Ini seperti ...
"Koloseum!" seru Zero.
Ukuran ini ...
__ADS_1
"Tidak salah lagi ini sebuah Koloseum!"
Meski ukurannya lebih besar dan besar, arsitektur ini memang benar-benar Koloseum. Diameter arena sejauh ribuan kilometer dan tembok pembatas yang menjulang tinggi ...
"Heh, ini benar-benar arena untuk pertarungan Dewa!"
Ketika Zero melihat sekeliling, Zeus turun ke tanah dengan momentum yang luar biasa. Aura tak terlihat terpancar dan membuat jiwa berguncang.
Meski Zero tidak terpengaruh, ini sudah cukup untuk membuat Myth-God yang lain menjadi tertahan.
"Apakah tempat ini sesuai dengan keinginanmu?" tanya Zeus tiba-tiba dengan dingin.
Zero menujukkan senyum dan menjawab, "Ya, ini lebih dari cukup!"
Mendengar jawaban Zero, Zeus memejamkan mata dan mengangguk lega. Dia menunjukkan senyum tipis dan menggerakkan tubuhnya.
"Kalau begitu … tunjukkan padaku," Zeus memasang postur bertarungnya, "… kekuatanmu yang sesungguhnya!"
WOOSH!
Tiba-tiba, angin yang kuat berhembus dari Zeus menuju ke sekitar. Rambut Zero terombang-ambing dan dia juga mulai bersiap bertarung. Menyimpan Pedang WSA dan mengamati sekitar, termasuk Zeus dengan seksama.
Di dalam hatinya, Zero berpikir, 'Zeus ini … ternyata, dugaanku benar. Aura aneh yang keluar darinya selama ini bukanlah kekuatan tak berdasar. Melainkan kekuatan Seniman Bela Diri!'
Mengetahui hal ini, Zero melihat postur tempur Zeus. Aura aneh yang mengisyaratkan bahwa tidak adanya celah di sana, membuat Zero kesulitan untuk melakukan gerakan.
THUMP! THUMP! THUMP!
Tanpa disadari, detak jantung Zero menjadi cepat. Kini, jantung Zero berdetak dengan sendirinya, seolah menanggapi sesuatu.
Ini adalah fenomena yang terjadi ketika Zero memenuhi kondisi tertentu. Perasaan aneh yang jarang ia rasakan.
Tanpa disadarinya, detak jantung dan organ-organ dalam yang biasanya dia operasikan sendiri, kini beroperasi secara otomatis, layaknya makhluk biasa.
BANG!
Seketika, Energi Sihir yang kuat terpancar keluar dari Zero. Dia memajukan kaki kirinya dan mengangkat kedua tangannya di depan.
'Heh, mari kita lihat kemampuan kickboxing yang aku kembangkan!'
Dengan kaki di depan yang terangkat, Zero diam-diam memeriksa Zeus.
Dia berdiri lurus tegak, seolah-olah tidak bersiap sama sekali. Namun, aura tak terlihat yang intens dapat dirasakan oleh Seniman Bela Diri yang benar-benar ahli.
'Aku rasa ini akan sulit.' Zero tersenyum dan keringat keluar di wajahnya.
Di dalam keheningan, sosok Zeus menghilang. Menyisakan after-image dan hembusan angin yang kuat di sekitar. Mata Zero terbelalak menyaksikan itu.
Saat berikutnya, suara benturan yang keras terdengar.
BAM!
"Tendangan-mu kuat juga!" kata Zero.
Dia memblokir tendangan Zeus yang mengarah ke kepalanya. Kaki belakangnya menekuk karena tekanan yang kuat, tapi tidak cukup untuk membuat lutut Zero menyentuh lantai.
SWISH!
Kemudian, Zero langsung melepaskan tinjunya ke kepala Zeus. Namun, itu hanya memukul udara kosong. Meski begitu, angin kencang yang dihasilkan dari pukulannya mampu menciptakan badai besar di belakang Zeus.
WOOSH!
Rambut Zeus terombang-ambing oleh angin dan ekspresinya masih santai.
Seketika itu juga, Zeus berubah menjadi kilat. Kakinya yang menempel di tangan Zero, kini ditarik dan dia menghilang dari hadapan Zero.
Dengan kilat indah di mata Zero, dia bisa melihat pergerakan Zeus. Tiba-tiba, Zeus yang menghilang sekarang berada di belakang Zero.
BUGH!
Zeus memukul Zero, namun Zero berhasil menangkisnya dan mengubah lintasannya. Setelah menangkis, Zero memutar tubuhnya dan menendang kepala Zeus.
BAM!
Suara hantaman yang keras bergema di Koloseum. Hembusan angin kencang tercipta dan asap putih muncul karena gerakan yang luar biasa cepat.
Di dalam asap, Zeus berkata dengan senyum di wajahnya, "Ini seru. Bisa kau lebih serius lagi?"
Setelah asap hilang, Zeus terlihat menahan tendangan Zero.
Mendengar pernyataan Zeus, Zero berkata, "Heh, tentu!"
Setelah mengkonfirmasi niat masing-masing, mereka berdua berubah menjadi kilat cahaya yang saling bertabrakan.
***
Setelah tabrakan tinju Zero dan Zeus, ledakan yang besar terjadi. Kemampuan Zero yang mampu mengimbangi Zeus membuat keributan di semua pasukan.
Sementara perbincangan mengenai Crhono Zero dan Zeus berlangsung, di sebuah asteroid raksasa yang melayang tak tentu arah, terdapat lubang besar di sana.
Melihat lebih dalam, di sana terlihat seseorang yang sedang pingsan. Tubuhnya besar dan tangannya menggenggam erat sebuah great-sword.
Tiba-tiba, jari-jarinya bergerak-gerak.
__ADS_1
"Ugh ..."
Kali ini, matanya bergerak. Berusaha untuk terbuka.
'Di mana ini?'
Ketika membuka matanya, pandangan sekitar masih kabur. Kesadarannya masih terganggu.
Tiba-tiba, dia membuka matanya lebar-lebar. Dia telah mengingat hal yang telah terjadi sebelumnya.
BOOM!
Energi Sihir yang kuat melonjak keluar dari tubuhnya secara mendadak. Asteroid itu kini hancur berkeping-keping dan sosok lengkapnya terlihat.
Di tengah-tengah ruang angkasa yang hampa, seorang pria kekar dengan great-sword di punggungnya terlihat. Energi Sihir yang luar biasa dapat dirasakan dari kejauhan.
Dia adalah Gorm!
Salah satu Transenden!
Sebelum terjadinya perang, dia telah berkelahi dengan Dewa Perang Ares. Namun, karena kekuatan yang berlebihan, keduanya terpental jauh hingga terhenti, menabrak asteroid raksasa.
"Hmm …"
Saat ini, ekspresinya tampak bingung.
"Kenapa banyak sekali orang-orang kuat?" tanya Gorm pada dirinya sendiri.
Setelah dia memeriksa sekitar dengan skillnya, dalam radius miliaran kilometer, banyak keberadaan-keberadaan kuat yang dideteksi. Dari rekan-rekannya, para Transenden hingga musuh-musuhnya, para Dewa Olympus. Serta suku Geolien yang jarang berinteraksi dengan dunia luar.
Di sisi yang berseberangan, Dewa Perang Ares juga baru tersadar dengan kondisi yang sama seperti Gorm.
Keduanya bertanya akan hal yang sama meski berjauhan, "Apa yang sedang terjadi?"
***
BOOM! BOOM! BOOM!
Dentuman kuat di udara terus terjadi.
WOOSH! WOOSH! WOOSH!
Hembusan angin yang kuat terjadi di mana-mana, menyebabkan angin topan yang tak terkendali.
Bersamaan dengan itu semua, kilat petir terus menyambar memenuhi seluruh area.
"Extreme Thunder Kick!"
"Falling The Sky!"
Zeus melesat ke atas menjadi guntur raksasa. Kakinya di bawah dan bersiap untuk menendang. Sementara Zero di atas, memanifestasikan Energi Sihir menjadi gelombang api di kakinya.
Dia mengangkat kakinya tinggi-tinggi dan melesat ke bawah seperti meteor. Momentumnya seperti guntur besar yang menolak jatuhnya langit!
Saat berikutnya, Zeus yang menjadi guntur melesatkan tendangan yang penuh kekuatan ke atas. Bersamaan dengan Zeus, Zero mengayunkan kakinya ke bawah dengan cepat.
Gelombang api yang mendadak kuat menambah kecepatan Zero yang jatuh.
Momen berikutnya …
BOOM!
Ledakan besar terjadi. Kedua telapak kaki mereka bertemu dan saling memberi energi penolakan yang luar biasa.
Segalanya tersapu ke tembok batas Koloseum. Angin topan yang sebelumnya terjadi, kini digantikan oleh gelombang angin dahsyat dari ledakan itu.
Lantai Koloseum yang kokoh, yang bahkan mampu menahan kekuatan normal seorang Myth-God menjadi retak. Beberapa saat kemudian, itu pecah menjadi serpihan.
Bersamaan dengan itu, daya ledak yang semakin kuat dan membesar mulai menyentuh bumi.
Duaaaar!
Cahaya yang menyilaukan pun menyelimuti seluruh area.
Di tengah-tengah kejadian itu, seseorang berteriak, "Belum! Ini belum cukup!"
Itu adalah Zeus!
Di inti ledakan, kaki Zero dan Zeus menempel erat, meski gaya tolak mereka menyebabkan ledakan dahsyat.
Gelombang api masih menyelimuti Zero, sementara kilat petir menyelimuti Zeus.
Keduanya sama-sama tersenyum. Keduanya tampak sudah lama menantikan hal seperti ini!
Kemudian Zero membalas, "Tentu! Ini akan mulai seru!"
***
Tekan like jika kamu suka cerita ini.
Tekan love jika kamu suka novel ini.
Dukung author dengan vote dan hadiah.
__ADS_1
Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.
Terimakasih