[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 112 ~ Istana Olympus


__ADS_3

Tanpa memperlambat kecepatannya, Zero melesat menembus ruang waktu. Benda disekitar tampak memanjang dan satu-satunya target Zero yang jelas adalah Hades.


Seperti menggunakan teleportasi, Zero langsung tiba di sebuah Planet Mati. Tapi, dia masih melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi. Meski jarak Zero dengan tempat sebelumnya berjarak ratusan juta kilometer, Zero mampu menempuhnya hanya dalam waktu satu detik.


SWOOSH!


Zero melaju seperti meteor jatuh. Kakinya bersiap menginjak Hades dengan kekuatan dan kecepatan yang mengerikan, sementara lawannya masih tidak sadarkan diri.


Mengambil Energi Sihir dan Kosmos di kakinya, Zero menginjak tubuh Hades dengan keras.


BOOM!


Ledakan yang keras terjadi!


Zero terus melaju membawa Hades yang tidak sadarkan diri untuk menembus sampai ke inti Planet Mati.


Batuan dan magma cair dilewati seperti ikan berenang di air. Secara bertahap, Kaki Zero mulai menusuk tubuh Hades. Tanpa sadar, Hades mengerang kesakitan. Namun, Zero tidak memperdulikannya.


Dia terus mendorong kakinya hingga melewati inti Planet Mati. Sesaat berikutnya, gerakan Zero tersendat karena sesuatu.


Zero mengangkat salah satu alisnya dan menyadari bahwa inti planet yang padat mulai retak karena kekuatan dorongan Zero.


Dengan suara pecah, Zero menghancurkan inti planet. Dalam sekejap, gravitasi di Planet Mati itu menghilang. Menyisakan bongkahan planet yang melayang tanpa kekuatan seperti asteroid.


Melanjutkan dorongannya, Zero menembus hingga sisi lain Planet Mati.


Saat itu, kaki Zero telah menusuk hingga ke paru-paru Hades. Tanpa adanya halangan, Hades melesat sendiri tanpa di dorong Zero.


Mulutnya mengeluarkan darah hitam yang menjijikan dan begitu pula dengan tubuhnya. Luka-luka yang mengerikan terpampang jelas di setiap sudut tubuhnya.


Tanpa membuang nafas, Zero mengangkat kedua tangannya. Memanipulasi Energi Kosmos dan Sihir untuk menciptakan energi baru, Violet Star Energy.



Kemudian, secara bertahap, Violet Star Energy telah tercipta di salah satu tangan Zero. Dengan memanipulasi Energi Sihir pada Violet Star Energy, bola energi Violet Star Energy mulai berubah menjadi putih terang dengan inti ungu.


Buat petir tercipta dari gelombang elektromagnetik yang terpancar dari itu. Rasanya, itu mengandung kekuatan penghancur super dahsyat yang mampu menghancurkan bintang!


Di tangan sebelahnya, Zero juga masih menggabungkan Energi Sihir dan Kosmos. Partikel cahaya ungu dan biru terus berputar di tangan itu dengan pola spiral, membentuk pemandangan indah seperti galaksi.



Senyum melintas ketika Zero melihat Hades yang telah berada sangat jauh. Kira-kira jaraknya hampir satu miliar kilometer.


Kilat cahaya yang aneh muncul di mata Zero ketika dia mengangkat tangannya lebih tinggi.



Sesaat kemudian, Zero melemparkan kedua bola energi itu dengan kecepatan yang luar biasa. Keduanya saling berputar ketika melesat dalam jalur yang sudah ditentukan, Hades.


Di saat bersamaan, Hades membuka matanya dengan tergesa-gesa. Naluri bertahan hidupnya bangkit ketika tubuhnya merasakan bahaya yang besar mendekat kepadanya.


Memeriksa keadaan, Hades mendapati bahwa tubuhnya terluka parah dan didorong oleh kekuatan yang kuat. Jejak Energi Kosmos menghambat regenerasi tubuhnya. Namun, dia menyadari satu hal yang mengerikan.


Melihat ke depan, Hades menyempitkan matanya hanya untuk tersentak kaget.


Dua bola energi yang mengingatkan pada galaksi sedang melesat ke arahnya. Seolah-olah dua galaksi ini akan bertabrakan dan menyebabkan ledakan dahsyat.


Massa bola energi itu sangat tinggi, gravitasi yang kuat pun tercipta darinya; menyebabkan gangguan pada ruang.


Tidak memiliki kekuatan untuk bertindak, Hades menutup matanya tanpa daya. Menerima nasib yang menyedihkan!


Hades adalah penguasa Neraka!


Bagaimana bisa dia berakhir seperti ini!?


Hatinya dipenuhi kegundahan saat dirinya mengingat perjuangan yang telah dia lakukan untuk menjadi kuat. Namun, itu semua hancur oleh pemuda misterius dengan kekuatan yang sangat besar.


Membuka matanya kembali, dia melihat dua bola energi dan kemudian menghantamnya.


BOOM!


Suara ledakan yang teredam menggema dan merusak ruang disekitar. Cahaya yang menyilaukan terbentuk saat ledakan terjadi.


Meski di sana adalah ruang hampa, Zero dapat merasakan bahwa ruang di sekitar terdengar. Sementara itu, ledakan terus meluas dan meluas.


Radiusnya terus meluas, menghancurkan segala sesuatu yang masuk ke dalamnya seolah-olah monster yang akan memakan segalanya muncul.


Zero memandang peristiwa ini dengan acuh tak acuh.


Bersamaan dengan hal itu, suara notifikasi Sistem dan panel hologram-nya terus muncul.

__ADS_1


[Anda telah mengalahkan Hades, 149 kuadriliun EXP diperoleh.]


[Item Card Hades telah diperoleh.]


[Soul Taker telah mengambil jiwa Hades.]


[Anda memperoleh Underworld Lord Tattoo.]


[Akumulasi pengalaman akan dijumlahkan dengan efek title dan skill yang Anda miliki.]


[Gelar 'Lord of The Underworld' telah diambil alih berkat kelas Overlord.]


[Lord Lord Tattoo 2/3 akan bergabung dengan Underworld Lord Tattoo.]


[Fragmen Lord Tattoo telah terpenuhi 3/3.]


Tiba-tiba, sinar yang menyilaukan menutupi tubuh Zero. Cahaya itu sangat menyilaukan dan sepertinya dapat membutakan semua makhluk.


Sesaat kemudian, tiga cahaya berwarna Biru, Hijau dan Merah Tua muncul. Ketiganya seperti bola bercahaya, mengitari Zero sambil naik ke atas kepalanya.


Lalu, ketiganya bersatu membentuk cahaya menyilaukan lain. Segalanya terasa buram.


Saat ini, Zero masih berwajah tenang. Sesaat kemudian, beberapa pola tato mulai muncul di tubuhnya.


Itu adalah gabungan dari berbagai pola Ombak, Api dan Spiral seperti galaksi.


Bersamaan dengan itu, beberapa tato bercahaya mulai menyebar ke wajah tampannya.


Sesuatu seperti taring muncul di kulit kening hingga matanya. Pola api, pusaran dan trisula terbentuk di dahinya.


Pada saat ini, aura penguasa terpancar dari Zero menyelimuti bingkai sosoknya, membuat semua orang yang melihatnya tertegun dan tanpa sadar berlutut.


Beberapa saat kemudian, cahaya yang menyilaukan mulai meredup hingga sosok Zero dapat dilihat. Tato hitam dengan berbagai pola mulai terlihat di seluruh tubuhnya.


[Tato Penguasa (Lengkap) telah diperoleh.]


[Seluruh dunia berada di bawah kekuasaan Anda!]


Kemudian, tato hitam mulai memudar sebelum akhirnya tidak terlihat. Membuka matanya perlahan, pemandangan di depannya adalah sebuah ledakan besar yang meluas melahap asteroid raksasa dan beberapa planet hingga hancur.


Setelah ledakan hampir mencapainya, Zero berkata, "Sistem, bawa aku ke Olympus."


***


Istana Olympus.


Di tempat antah berantah, sebuah bongkahan tanah yang besar seperti benua melayang tak tentu arah di ruang angkasa yang luas. Posisinya berubah-ubah.


Di atasnya, sebuah istana megah yang memancarkan aura keagungan terlihat. Istana itu sangat luas. Hampir mencakup sebagian besar Benua Asia.


Di dalamnya, malaikat tingkat tinggi hingga di atasnya berjaga dengan jumlah yang tak terhitung. Biasanya, tempat ini cukup ramai dengan diisi oleh banyak Dewa teratas. Namun, hari ini, hanya ada para malaikat saja yang menjaga.


Meski ada bantuan Penghalang tak tertembus yang melindungi Istana Olympus, tidak ada satupun malaikat yang lalai dari tugasnya. Mereka masih bersiaga di tempatnya sembari menghabiskan waktu bersama rekan di posnya.


Dilihat dari tinggi fisiknya yang setinggi 100 meter, dapat dipastikan bahwa mereka adalah Malaikat tingkat Legendaris!


"Laiel, apakah kau tahu apa yang sedang terjadi? Kenapa para atasan pergi semua secara mendadak?" Salah seorang malaikat bertanya pada rekan di sampingnya.


Menanggapi hal itu, malaikat lain bernama Laiel itu menjawab sambil mengangkat bahunya, "Entahlah, aku juga tidak tahu. Aku tidak yakin apa aku mendengarnya dengan jelas. Tapi, ketika aku ditugaskan menjadi salah satu asisten atasan kemarin, aku sempat mendengar kalau para Transenden itu telah ditemukan."


"Apa!? Transenden!? Apakah salah satu dari mereka telah ditemukan?!" Malaikat yang bertanya itu tersentak kaget.


Selama beberapa dekade, para Transenden ini menyebar ke seluruh penjuru untuk alasan tertentu. Sementara itu, Olympus mencari mereka hingga jutaan tahun kemudian, mereka belum menemukannya.


Akhirnya, salah satu dari mereka ditemukan!


Laiel mengangguk dan melanjutkan, "Ya, dan itu adalah … Leonidas!"


GASP!


Rekan Laiel tersentak lebih keras.


"Leonidas!?"


Rekan Laiel mengingat kembali ingatan yang jauh di masa lalu.


Saat itu, dia dan Laiel hanyalah Malaikat biasa. Di hadapan kekuatan absolut Leonidas, malaikat yang tak terhitung jumlahnya telah tewas hanya dengan lambaian tangan. Beruntung, mereka masih selamat hingga hari ini.


Setelah Leonidas diserang oleh 12 Dewa Olympus, dia sudah dianggap lenyap. Sementara mereka masih hidup dan menjadi Malaikat tingkat Legendaris yang menjaga Istana Olympus.


Namun sekarang, Leonidas ini masih hidup!

__ADS_1


Malaikat itu menggigil ketika mengingat kejadian yang mengerikan itu. Namun, dia tidak melihat Laiel tampak ketakutan sedikitpun.


Meskipun malaikat itu memiliki kesetiaan mutlak terhadap tuannya, dia masih tidak bisa menahan diri untuk ketakutan!


Melihat Laiel tidak bergeming, malaikat itu bertanya dengan suara gemetar, "Kenapa … kenapa kau tampak santai?"


Kali ini, Laiel menoleh dan berkata, "Yaa, awalnya aku juga terkejut. Tapi, setelah mendengar lebih lanjut, ternyata Leonidas ini telah menjadi sangat lemah sebagai harga untuk selamat dari 'Serangan Agung' itu."


"Oh, ternyata seperti itu." Wajah malaikat itu menjadi lebih baik.


"Namun …" Sementara itu, wajah Laiel tenggelam. "Salah satu Transenden berhasil menemukannya dan memanggil Transenden lain ke sana."


"Apa!? Bukankah itu berarti …"


Laiel mengangguk, "Ya, Perang Agung dimulai lagi."


Ketika mereka selesai berbicara, anomali aneh terjadi di depan gerbang istana tanpa di sadari siapapun.


Di bawah perlindungan penghalang yang kuat, udara dapat bertahan di sini. Ketika ruang di tempat tertentu berkedip, lingkaran cahaya mulai muncul. Angin bertiup di tempat itu.


Seketika, hembusan yang cukup kuat muncul dan menyebar ke segala arah. Menyadari sesuatu yang aneh, Laiel menyempitkan matanya ke arah tertentu.


"Itu …" Laiel dan rekannya mengacungkan tombak yang mereka bawa.


Sesaat kemudian, sesosok pria muncul di sana. Aura keagungan terpancar dari orang itu. Rambut hitam ungunya yang panjang terurai, menampilkan keindahan pada wajah feminimnya.


Pandangan yang dingin dari pria itu menyapu ke sekitar sebelum menangkap keberadaan dua pasang kaki raksasa di depannya dan mendongak ke atas. Menyadari ukuran pria ini, kedua malaikat saling memandang.


Seolah-olah telah membuat keputusan yang sama, mereka mengangguk dan ukuran kedua malaikat itu mulai menyusut ke ukuran yang sama dengan sosok pria itu.


Zero memandangi sepasang malaikat ini dengan dingin dan acuh tak acuh.


Laiel berteriak, "Siapa kamu!?"


"….." Zero hanya terdiam dan melihat ke lingkungan sekitar.


Pintu gerbang yang setinggi beberapa kilometer dan tembok yang menjulang tinggi hingga puluhan kilometer. Zero mengamati ke sekitar hingga ke belakang.


"Um, ya, pantas saja tidak ada yang bisa menentukan lokasinya dengan pasti." Zero mengangguk paham akan sesuatu.


Sebelumnya, ketika Zero berkelana bersama Mizan Noura di Planet Ares sebelum bertemu Leonidas selama beberapa hari, Mizan Noura menceritakan beberapa hal tentang Transenden. Salah satunya adalah keberadaan tentang Istana Olympus yang berubah-ubah. Lokasinya tidak dapat ditentukan dan dilacak.


Dikatakan bahwa terdapat penghalang yang mampu memblokir pelacakan. Karena hal itu, Transenden tidak bisa menyerang Olympus dan mendapatkan Kebenaran Dunia.


"Kurasa tebakanku benar. Interface-nya ada di sini." Zero mengangguk sambil melihat ketinggian gerbang istana.


Sementara itu, malaikat terus berteriak memanggil Zero, namun terus diabaikan.


Hal ini membuat Laiel geram, dan begitu juga dengan rekannya.


Tanpa memedulikan hal lain, rekan Laiel mulai melangkah maju. Menuangkan Energi Sihir ke tombaknya, dia melesat dan mulai mengayunkan tombak yang bersinar cemerlang.


"Nak, aku tidak tahu bagaimana kamu masuk ke sini dan siapa kamu, tapi kamu harus mati di sini! Tidak ada siapapun yang diizinkan untuk tinggal di Istana Olympus selain Dewa yang telah diberkahi! Jadi, kamu harus …"


SPLAT!


Sebelum menyelesaikannya kalimatnya, malaikat itu mulai berubah menjadi kabut darah keperakan, meledak sebelum mencapai Zero.


"….." Laiel tercengang dan mulutnya menganga ke bawah. Tidak disangka, Malaikat tingkat Legendaris yang mampu bersaing dengan Dewa tingkat Tinggi dapat dibunuh semudah membunuh semut!


Bahkan tanpa perlu bergerak!


Ekspresi Laiel mulai serius saat dia berusaha menghubungi rekan lainnya untuk melaporkan kejadian ini melalui telepati. Namun, sesaat sebelum melakukannya, tubuhnya berguncang dan dia merasa bahwa dunia telah runtuh.


Tekanan yang sangat kuat menekan jiwa dan tubuhnya hingga dia berdiri kaku, bahkan tidak dapat berpikir dengan baik. Sesaat kemudian, tubuhnya mulai bergetar, mengembang dan meledak menjadi kabut darah keperakan.


Zero kemudian mulai berjalan melewati genangan darah menuju ke gerbang istana.


"Istana ini sangat besar juga."


***


Tekan like jika kamu suka cerita ini.


Tekan love jika kamu suka novel ini.


Dukung author dengan vote dan hadiah.


Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2