[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 181 ~ Penyerbuan Beastman (3)


__ADS_3

"Alex, aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu."


Melirik Alexander yang sedang menatap Viona dengan marah, Zero bertanya tanpa memperhatikannya. Segera, dia langsung mendekatkan telinganya ke Zero.


"Apa Bangsa Iblis juga menginvasi para Beastman?" tanya Zero.


Memikirkan dan mengingat-ingat sejenak, Alexander mengangguk, "Sepertinya begitu, Bangsa Iblis telah menginvasi tiga benua lain, kecuali benua yang dihuni para naga."


Lalu dia melanjutkan, "Ah, tapi saya belum memberi perintah mundur mengingat kondisi rute menuju ke sana."


"Aku mengerti," Zero menganggukkan kepala, lalu mengangkat wajahnya dengan cahaya aneh yang memancar di matanya, "Kalau begitu, pemberhentian selanjutnya adalah Benua Karazmal!"


Dan tepat saat itulah, kereta berhenti di pemberhentian pertamanya, di Kerajaan Goethe.


.....


Suara menembus malam terdengar, bersamaan dengan nafas terengah-engah sesosok siluet makhluk kerdil sedang berlari putus asa. Di hutan yang gelap itu, dia terus memacu kakinya untuk berlari sekuat tenaga, seolah kehidupannya bergantung padanya.


"Sial, sial, sial!"


Makhluk itu terus mengutuk dengan bahasa yang tidak dapat dijelaskan.


Kilasan balik melintas di benaknya.


Beberapa saat yang lalu, dia sedang beristirahat dengan rekannya seperti biasa. Tapi entah mengapa, terjadi keributan yang cukup besar saat itu.


Salah satu pemimpin mereka, Ogre Merah yang kuat tiba-tiba membangunkan semua orang. Saat itulah dia melihat pertarungannya dengan beberapa sosok bayangan hitam.


"Para Beastman terkutuk itu ...!"


Setelah menyadari bahwa situasinya tidak memungkinkan, satu-satunya hal yang terlintas di pikirannya hanyalah kabur ke pos terdekat dan memberi kabar saat ini.

__ADS_1


Dia hanyalah goblin biasa yang lemah, tapi dia tidak terlalu bodoh.


Saat goblin kecil itu terus mengutuk dan berlari, dia tidak menyadari bahwa sesosok bayangan gelap mulai mendekatinya tanpa suara.


Slash!


Saat itulah dia merasa ada yang salah, pandangannya sedikit miring, dan dia merasakan sesuatu menyembur keluar dari lehernya.


Bola matanya bergeser, dunia terlihat melambat, hampir berhenti di pandangannya. Sesosok bayangan hitam memiliki cakar tajam dengan darah berwarna hijau, bulu-bulu hitam yang halus dan panjang melintas di sepanjang tangannya.


Saat berikutnya, goblin malang itu menyadari bahwa dia tidak bisa menggerakkan satu jarinya sedikitpun, kakinya kehilangan tenaga, otot-ototnya menjadi kaku, kemudian pandangannya menjadi kabur sebelum akhirnya jatuh tak bernyawa.


Sosok bayangan hitam menghentikan langkahnya setelah menghabisi goblin itu. Mengangkat tudung jubahnya, sepasang telinga hewan dengan taring di giginya terlihat, tapi tak diragukan lagi bahwa dia memiliki wajah seperti manusia.


Melihat mayat goblin di tanah, matanya dipenuhi warna jijik dan meludah padanya, "Cuih, dasar goblin kotor!"


Sesaat berikutnya, sosoknya menghilang dari hutan yang sunyi dan gelap itu. Hanya serangga malam yang tersisa, bunyinya menghiasi hutan gelap yang sunyi itu.


Banyak tenda sederhana yang terbuat dari kulit binatang dibangun di atasnya. Penghuni daerah itu tak lain adalah Bangsa Beastman.


Di tenda yang cukup besar, seorang Beastman yang tampak lemah, memiliki telinga hewan dengan kacamata sedang menuliskan laporan mengenai situasi saat ini di atas selembar pelepah pelepah kulit pohon.


Pria itu tak lain adalah Louw, seorang Beastman pintar yang kali ini diberi wewenang sebagai pengatur strategi. Wajahnya tampak dingin, namun jauh di kedalaman matanya, amarah dan kebencian tidak bisa disembunyikan.


Inilah Beastman yang memiliki kebencian terhadap Bangsa Iblis untuk beberapa alasan tertentu.


Whoosh!


Tepat saat itulah, suara angin berhembus kencang terdengar, kain pintu tenda berayun-ayun saat sesosok bayangan hitam melintas dengan sangat cepat.


Mengangkat matanya, Louw tidak tampak terkejut, dia meletakkan penanya, dan melihat sosok Beastman lain yang memiliki bulu hitam.

__ADS_1


"Bagaimana situasinya?" tanya Louw langsung ke intinya.


Beastman hitam menjawab singkat, "Sepuluh desa yang dijadikan pos Bangsa Iblis telah berhasil ditaklukkan."


Louw yang mendengar laporan itu mengangguk, kemudian senyum jahat melintas di wajahnya, "Bagus, teruskan strategi, jangan biarkan satu pun iblis brengs*k lolos, jika tidak, mereka pasti akan menjadi lebih waspada karena berita ini."


Beastman hitam hanya terdiam menanggapi omongan Louw. Dia adalah anggota Pasukan Bayang yang terdiri dari Suku Phanter, mereka jarang berkomunikasi, tetapi keahlian diam-diam mereka tidak perlu diragukan lagi.


"Kerja bagus, kembali!" Louw melambaikan tangannya, lalu melanjutkan pekerjaan menulis laporan.


Beastman hitam yang diinstruksikan langsung menghilang saat itu juga.


Beberapa bulan yang lalu, Raja Iblis Margus dikendalikan oleh Barosa untuk memimpin pasukannya sendiri ke benua sekitar. Tujuannya tentu untuk menaklukkan benua-benua tersebut, tapi dibalik itu semua, tujuan Barosa adalah mendapatkan jumlah jiwa yang cukup baginya untuk bisa berevolusi menjadi High God.


Tapi, rencana Barosa digagalkan Zero atas permintaan Jenderal Iblis Malgrim yang memimpin pasukan ke Benua Sarte (benua manusia) kala itu.


Melalui jalur yang muncul pada saat momen tertentu, pasukan Iblis bergerak melewati selat penghubung antar benua.


Sekarang, jalur itu telah menghilang kembali karena momen yang dimaksud telah berlalu, sementara penarikan pasukan Iblis belum diumumkan.


Hanya pasukan Iblis di benua Sarte yang beberapa di antaranya masih tertinggal, sementara yang lain telah berhasil melewati selat.


Pasukan Iblis di benua lain yang tersisa, tidak menerima kabar dari pusat dan tidak bisa berbuat apa-apa. Pemimpin mereka di sana , tapi setelah Alexander memimpin Bangsa Iblis dan Kerajaan Goethe menjadi Kekaisaran Selestial, dia memerintahkan pemimpin masing-masing pasukan untuk menghentikan invasi, bersikap defensif.


Mengingat tidak ada jalur 'tuk kembali, itu keputusan yang tepat.


Sayangnya, terjadi perlawanan dari musuh di sana yang marah. Bangsa Iblis yang telah sombong, tidak mengindahkan instruksi yang diberikan.


Alhasil, pertahanan mereka yang lemah menjadi sasaran musuh yang dijajah. Ini situasinya.


Tapi, apakah Bangsa Iblis akan berdiam diri saja? Tentu tidak, mereka pasti mencoba untuk melawan dengan alasan pertahanan diri. Jadi, mereka tidak melanggar perintah militer.

__ADS_1


__ADS_2