![[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)](https://asset.asean.biz.id/-drop--supreme-world-s-system--sistem-dunia-tertinggi-.webp)
Benua Karazmal.
"Hei, bagaimana kabar gadis-gadis itu?"
Seorang Orc berbadan kekar dan besar, bertanya pada rekannya. Dia memiliki penampilan yang buas, tapi tidak seperti babi.
Sepasang gigi taring panjang di bawah keluar dari mulutnya. Kulitnya berwarna hijau, seperti goblin. Sebagian besar tubuhnya ditutupi bulu rambut yang hitam dan kasar.
Sebagai prajurit dan makhluk berakal, tentu saja dia mengenakan armor ringan dan senjata seperti kapak.
Di sebelahnya adalah Orc lain yang memiliki karakteristik sama, hanya saja menggunakan senjata pentungan dari batang kayu yang besar.
Orc pembawa gada terkekeh, "He-he-he, tenang saja. Meski kita telah bermain banyak, mereka tetap bisa bertahan dan jumlah mereka juga tidak kalah dengan kita."
Orc bersenjata kapak tertawa, "Ha-ha-ha, kau benar. Seperti yang diharapkan dari Bangsa Beastman, mereka benar-benar tahan lama."
Entah apa yang mereka bicarakan, aku tidak tahu.
Mereka berdua bertugas sebagai penjaga pintu benteng yang dibuat sederhana. Walaupun dikatakan sebagai benteng, itu hanyalah bekas desa hasil invasi yang kemudian dijadikan pos dengan pertahanan pagar kayu yang sederhana.
Goblin yang berdiri di menara pengawas secara tidak sengaja mendengar percakapan mereka. Dia hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan tidak senang.
Pasukan Goblin mungkin memiliki jumlah yang banyak, tetapi itu terbatas pada kuantitas. Mereka tidak memiliki terlalu banyak dalam kualitas.
Hanya Goblin Elit saja yang bisa dihormati dan berpengaruh dalam jalannya pertempuran. Tanpa adanya kemampuan dan kualitas, mereka hanya bisa menjalankan tugas-tugas kecil.
Dalam pertempuran, mereka harus bisa bekerja sama sebagai tim untuk mengalahkan satu musuh. Itu benar-benar sulit!
Akhirnya, mereka mau tidak mau terpaksa memiliki Jasa Militer yang kecil. Hasilnya, mereka tidak mudah mendapatkan wanita dan hasil rampasan perang.
Untuk makan pun, mereka tidak bisa menikmatinya.
Berbeda dengan Orc yang berbadan kuat, Goblin dapat dianggap sebagai umpan meriam saja.
Menyadari hal ini membuatnya iri dengan pasukan yang lain.
Dalam hati yang dilanda rasa iri dan dengki, Goblin pengawas melihat sesuatu bergerak di dalam hutan. Dia menyipitkan matanya dan tiba-tiba terbuka lebar.
Dia membuka mulutnya dan berteriak, "Mus—!"
Kalimatnya terpotong oleh sesosok bayangan hitam yang tiba-tiba melesat ke arahnya dan memotong arteri di lehernya. Di bawah, Orc penjaga gerbang tidak tahu apapun.
Darah hijau pekat tampak berwarna hitam di malam itu.
Namun tiba-tiba, tanpa ada angin atau hujan, terdengar suara dari semak-semak, kemudian diikuti beberapa sosok hitam dengan cepat mempersempit jarak diantara mereka.
"Apa!?"
"Musuh!!"
Kedua Orc berteriak. Mereka segera menyiapkan senjata dengan sigap.
Salah satu Orc pemegang kapak tanpa ragu mengayunkan kapaknya ke salah satu sosok hitam.
"Mati kau!" seru Orc itu.
Tapi tidak seperti ekspektasi, sosok hitam dengan cepat menghindarinya dan meregangkan tangannya.
__ADS_1
Terdengar bunyi "Siing" seperti pedang ditarik dari sarungnya. Tangan sosok itu memiliki cakar yang berkilat tajam.
"—!?"
Orc tersebut terkejut, tapi sebelum menyadari, lehernya telah terkoyak oleh tangan itu.
Rekan Orc yang lain memiliki nasib yang kurang lebih sama. Setelah memberikan pukulan pentung secara vertikal, wajahnya tercakar oleh sosok hitam. Kemudian lehernya dikoyak oleh sosok hitam yang lain.
Splat!
Cairan hijau pekat memercik ke segala arah dari leher Orc itu.
Tanpa penundaan setelah pertarungan, sekelompok sosok hitam bergegas memasuki pagar.
Dalam sekejap, mereka menerobos masuk pertahanan Bangsa Iblis dan memasuki desa.
Memasuki desa, kelompok bayangan menemukan banyak Bangsa Iblis yang berasal dari berbagai jenis ras.
Ada puluhan Goblin, belasan Orc dan beberapa Ogre.
Goblin hanya memiliki tinggi 100 sampai 130 cm saja dan kekuatan mereka cukup rendah. Orc memiliki tinggi manusia normal, berkisar antara 150 hingga 200 sentimeter.
Sedangkan untuk Ogre mereka sangat tinggi dan kekar. Kekuatan mereka sangat tangguh, setara dengan Pejuang Elit para Beastman.
Dengan tinggi 2 meter sampai 3 meter, dan badan yang lebar, itu menimbulkan banyak intimidasi bagi lawannya.
Setelah melalui pertempuran yang tak
terhitung jumlahnya, dia semakin bertambah kuat. Dan dari pengalamannya, dia bisa merasakan adanya penyusup yang masuk.
Kemudian, dia mengeluarkan raungan yang menggelegar.
Roar!
Raungan menggetarkan udara, para Goblin dan Orc yang sedang beristirahat dan berjaga-jaga mendapati tubuh mereka bergidik ketakutan.
Semuanya langsung bangun dan bersiap untuk pertempuran.
Sekelompok bayangan sedikit tersentak juga. Mereka telah menyembunyikan hawa kehadiran, tetapi tidak menyangka bahwa ada Ogre keluar dan mengeluarkan raungan. Jelas, Iblis itu mengetahui keberadaan mereka.
Sosok terdepan dalam kelompok bayangan melihat ke mata sosok yang lain dan Ding mengangguk.
Seketika itu juga, mereka berpencar ke segala arah.
Ogre yang bertubuh besar mengambil pedang di punggungnya, siap bertarung.
Sekelompok bayangan langsung mengelilingi dirinya. Tapi Ogre itu tidak takut sedikitpun.
Tiba-tiba, pedangnya mengeluarkan cahaya merah terang, api yang berkobar menyelimuti pedangnya.
Ogre itu menyeringai dan meraung lagi. Raungan yang keras mengganggu telinga kelompok bayangan.
Memanfaatkan kebingungan musuh yang tidak lama, dia mengayunkan pedangnya yang diselimuti api.
Swoosh!
Pedang berayun secara horizontal, menargetkan beberapa musuh sekaligus.
__ADS_1
Pada target pertama, tangannya dikeluarkan dari jubah. Itu mirip seperti tangan manusia, tetapi memiliki kuku-kuku yang tajam dan panjang.
Namun tiba-tiba, tangan berkulit manusia membengkak dan muncul bulu-bulu tebal berwarna hitam, sementara cakarnya menjadi lebih panjang dan berkilat lebih tajam.
Ogre yang menyerang segera memperhatikan kelainan tersebut, dia merasa telah menghirup udara dingin dan berseru rendah, "Beastification!"
Yap, seperti namanya. Itu adalah transformasi Bangsa Beastman untuk menjadi lebih mirip dengan binatang buas.
Kekuatan fiisik mereka akan lebih meningkat, tetapi mereka kehilangan akal sebagai bayarannya, walaupun ada beberapa Beastman yang mampu mempertahankan kewarasan.
Tapi dalam kasus kali ini, tampaknya hanya tangan saja yang bertranformasi.
Clang!
Percikan bunga api bertebaran dengan suara dentang logam yang membuat ngilu. Kekuatan pada serangan Ogre sangatlah besar, jadi sosok bayangan yang kecil itu tidak dapat bertahan lebih jauh.
Sosok bayangan tersebut terhempas sejauh belasan meter. Tapi dia dengan terampil mampu mendarat dengan mulus, meski tangannya yang menangkis pedang mengalami cedera ringan.
Dengan dengusan, Ogre menghentikan serangan. Dia tahu jika dilanjukan, sosok bayangan lain paling tidak bisa menghindari serangannya. Itu akan membuang-buang usaha saja.
Kembali ke posisi bertarung, alisnya berkerut dalam dan menjadi berhati-hati.
Dia pernah mendengar pasukan Beastman yang terdiri dari sosok hitam.
Pasukan Bayangan!
Menghadapi pasukan elit semacam ini, dia mau tidak mau merasa kesulitan.
Di suatu bangunan yang cukup besar juga tidak berbeda. Itu dipenuhi bau tak sedap dan pengap.
Sekumpulan wanita bertelinga hewan dan berekor sedang telanjang dengan cairan berbau tak sedap menodai tubuh mereka.
Beberapa Goblin, beberapa Orc dan dua Ogre mengenakan zirah ringan mereka dan mengambil kembali senjata mereka.
"Sial*n, ada-ada saja." Salah satu Ogre mengutuk.
"Benar itu, sungguh menjengkelkan ketika ada serbuan malam begini. Apalagi ketika di tengah-tengah permainan." Ogre yang lain juga tampak tidak senang dan melirik para gadis Beastman yang terengah-engah.
Walau mereka diberitahu untuk mundur oleh atasan, jalur yang menghubungkan dua benua belum muncul. Jadi, mereka hanya bisa bertahan di posisi sambil menunggu jalur darat penghubung telah muncul.
Oh, ada lagi, sifat buruk mereka, terutama beberapa hal yang 'kurang mengenakan' tidak bisa hilang selama mereka bisa melakukannya.
Jika mereka kembali ke benua pusat yang kini tidak ada pertikaian, dapat dipastikan bahwa mereka tidak akan melakukan pelanggaran seperti pemerkosa*n, pembunuhan, penjarahan dan lain-lain.
Lagipula, Bangsa Iblis memiliki kecenderungan mengikuti sifat pemimpin mereka. Karena Raja Iblis Margus pada dasarnya memiliki sifat baik yang diturunkan ayahnya, Bangsa Iblis yang lain tidak akan berbuat banyak kejahatan.
***
Tekan like jika kamu suka cerita ini.
Tekan love jika kamu suka novel ini.
Dukung author dengan vote dan hadiah.
Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.
Terimakasih
__ADS_1