[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 130 ~ Kembali ke Karaztam


__ADS_3

Di Dunia Karaztam, Zero telah menyatukan benua Karazbis dengan Kerajaan Goethe. Kemudian, dia menyerahkan tugas pengembangan pada Crhono Alexander yang sebelumnya hanya memiliki kode No. 179.


Sejak hari itu, Kerajaan Goethe dan kekuasaan Raja Iblis Margus menghilang. Keduanya digantikan oleh … Kekaisaran Selestial.


Proses pengembangan berjalan lancar. Teknologi dan budaya mulai bercampur antara ras manusia dan iblis. Secara bertahap, masyarakat mulai berasimilasi terlepas dari perbedaan ras dan fisik.


Peradaban manusia saat ini terbilang cukup maju. Mereka tidak terlalu bergantung pada sihir. Teknologi mesin uap telah meluas di beberapa kota besar.


Kereta api, pabrik dan sekarang ada pengembangan pembuatan kapal uap. Karena sebelumnya ada halangan antar benua, kapal uap tidak dibuat. Hanya ada kapal layar dan manual yang digunakan untuk berlayar di danau atau sungai.


Setelah penyatuan, transportasi antar benua juga penting. Namun, ada masalah pada saat ini.


Kekaisaran Paliji — sebagai negara ras manusia terbesar yang mendominasi negara lain, mereka memiliki kekuatan militer yang sangat besar. Setidaknya, mereka memiliki kekuatan hampir 2/3 benua manusia, Sarte.


Peradaban teknologi mesin uap memungkinkan transportasi antar daerah menjadi lebih mudah. Namun, ada kenyataan pahit di baliknya.


Pengerjaan proyek kereta api membutuhkan banyak sumber daya alam dan manusia. Banyak manusia dari kalangan rendah yang dieksploitasi dan dipaksa untuk bekerja.


Itu adalah kondisi Kekaisaran Paliji dan Kerajaan Geothe.


Namun sekarang, semuanya menjadi lebih makmur berkat kepemimpinan Crhono Alexander. Bangsa iblis memiliki kekuatan fisik dan jumlah yang luar biasa, dengan itu, Crhono Alexander memobilisasi sumber daya manusia dengan efisien.


Kekaisaran Selestial adalah negara yang makmur. Sementara itu, gengsi Kekaisaran Paliji terus mendesak diri mereka sendiri untuk menguasai seluruh benua Sarte. Alhasil, mereka berusaha merebut wilayah Kerajaan Geothe yang sekarang menjadi wilayah Kekaisaran Selestial.


Karena bentang alam Pegunungan Koluba yang menghalangi batas wilayah Kerajaan Goethe dan Kekaisaran Selestial, pertempuran berskala besar sulit dilakukan.


Lingkungan iklim yang keras membuat sulit bagi prajurit kelas rendah untuk bertahan. Dan lagi, hanya ada satu jalur yang bisa digunakan untuk saling akses.


Itu adalah Lembah Koluba. Terdapat area yang terbelah di antara Pegunungan Koluba yang menghubungkan Kekaisaran Paliji dan Kerajaan Geothe. Pertempuran di sana tidak pernah berakhir.


Hingga beberapa hari yang lalu, Kekaisaran Paliji sepertinya semakin gencar dalam penyerangan. Pasukan yang mereka kirim menjadi lebih kuat dan banyak. Alhasil, kondisi pertahanan di sana sangatlah kritis.


Menerima berita ini, Crhono Alexander memerintahkan 4 Jendral Iblis untuk pergi bersamanya. Di butuhkan waktu hingga tiga hari untuk sampai dari pusat benua Karazbis hingga ke ujung Kerajaan Goethe.


Itu adalah kecepatan yang mencengangkan. Mengingat jarak mereka lebih dari 1000 kilometer di zaman yang belum maju, Crhono Alexander dan yang lainnya mampu sampai ke sana dengan cepat.


Di lembah Koluba, tebing-tebing yang tinggi membatasi kedua sisi pada jalur. Di sana, terdapat sebuah benteng kokoh yang terbuat dari beton yang kuat.


Di sana, banyak manusia dan iblis yang menggunakan berbagai senjata sedang bersiap dalam pertempuran. Di atas benteng, seorang pria berambut perak dengan mata biru dan hijau berdiri dengan tegas. Sikapnya seperti pemimpin yang sangat handal, seolah-olah telah terbiasa. Meski umurnya masih 17 tahun, bakatnya dalam memimpin sangatlah tinggi.


Rambutnya yang keperakan berkibar, mata biru dan hijaunya tampak menyala.


"Jenderal Malgrim! Atur pasukanmu untuk menyerang di depan!" Crhono Alexander berbalik ke belakang dan memerintahkan.


Di atas benteng, ada empat orang yang sedang berada di belakang Crhono Alexander. 3 pria dari bangsa iblis dan satu wanita dari bangsa iblis.


Salah satu seorang yang di belakang maju satu langkah, menepuk dadanya dan berkata dengan tegas, "Infanteri ringan siap, Tuan Crhono!"


"Bagus, pergi dan atur pasukan!"


"Baik!" Jenderal Iblis Malgrim memberi hormat dan berbalik, turun ke pasukannya.


Crhono Alexander menyapu pandangannya ke arah tiga orang yang tersisa.


"Ogma, Gobken, kalian juga atur pasukan!" Crhono Alexander memberi perintah kepada dua pria yang tersisa.


Ogma yang bertubuh kekar dan tinggi dengan kulit merah maju satu langkah dengan Gobken seorang pria kecil bertubuh hijau. Keduanya menepuk dada masing-masing dengan satu tangan.


Ogma berasal dari ras Red Ogre, sedangkan Gobken berasal dari Goblin Rider.

__ADS_1


Ogma berkata, "Pasukan infanteri berat siap, Tuan Crhono!"


Gobken berkata, "Pasukan kavaleri siap, Tuan Crhono!"


Crhono Alexander mengangguk dan berkata, "Bagus, atur pasukan kalian!"


"Baik!"


Keduanya memberi hormat dan berbalik. Sekarang yang tersisa adalah seorang iblis wanita.


"Sirka, persiapkan pasukan pemanahmu di atas benteng!" Crhono Alexander berkata sambil berbalik, melihat pemandangan tempat yang akan menjadi medan tempur.


"Baik!" Jenderal Iblis Sirka pergi ke pasukannya.


Di depan, Crhono Alexander melihat pemandangan yang mengerikan. Salju yang menumpuk di medan perang, pedang dan armor dari jatuhnya pasukan masih tergeletak di sana. Darah merah masih samar-samar terlihat di kedalaman salju.


Angin dingin berbau amis menerpa penciuman Crhono Alexander. Lembah Koluba sangatlah dalam dan gelap.


Penerangan dari batu cahaya dan obor sangatlah penting.


Crhono Alexander menghela nafas dan bergumam, "Haah, sudah lama tidak mencium aroma semacam ini. Di Bumi dulu, terakhir kali aku merasakan hal seperti ini ketika melawan orang dari 100 target Master Zero."


Crhono Alexander mengingat Zero dan berbalik pergi. Jubah komandannya berkibar oleh gerakan tiba-tiba.


.....


Di suatu tempat di luar angkasa, tiba-tiba kelompok yang terdiri dari tiga orang pria dan satu serigala muncul.


"Haah, haah!" Barosa dan Balph terengah-engah dengan keras. Memegangi kepalanya dan berusaha menyeimbangkan tubuh. Sementara itu, Zeus hanya menggelengkan kepalanya dan memulihkan kesadarannya dengan cepat.


"Hei, ayolah, semangat. Kita tinggal melakukannya sekali lagi."


Melakukan teleportasi bersama bawahannya, Zero merasa sedikit kesulitan. Sebelumnya, dia bisa langsung berteleport sejauh 50.000 tahun cahaya. Tapi dengan Zeus, Barosa dan Balph, teleport yang dilakukan hanya sejauh 40.000 tahun cahaya.


Itu adalah perkembangan.


Pada teleportasi kedua, Zero mampu memobilisasi Kekuatan Ruang dengan lebih luas dan lebih baik. Nyatanya, teleportasi kedua tadi sejauh 70.000 tahun cahaya.


Itu perkembangan yang sangat tinggi dan ekstrim. Terimakasih kepada skill Infinite Perfect Growth yang memiliki sifat pasif pengembangan super.


Sekarang, tinggal selangkah lagi.


"Apa kalian sudah baik?" Zero bertanya.


Beberapa saat tidak menjawab, Zeus dan Balph tersadar. Mereka menjawab, "Kami sudah baik, Tuan!"


Meskipun teleportasi tadi tidak nyaman, mereka tidak bisa mengeluh.


Zero mengangguk dan berkata, "Baiklah kalau begitu. Ini adalah yang terakhir. Ingat, kalian harus menekan kekuatan, oke?"


"Baik!" Zeus, Barosa dan Balph berseru.


"Bagus, kita akan mulai!"


Tanpa basa-basi lagi, Zero memobilisasi Kekuatan Ruang dan menyelimuti kelompoknya. Setelah menetapkan targetnya, Crhono Alexander, Zero mulai menggunakan teleportasi.


"—!?" Tiba-tiba, Zero terkejut. Ada gangguan ruang yang besar terjadi di Karaztam.


Tujuan asli Zero menjadi ikut terdistorsi. Kemungkinan besar, target teleportasi akan berubah.

__ADS_1


"Ada apa ini?"


Zero tidak bisa membantu tetapi mengerutkan kening. Dia menjadi waspada dan mulai melindungi kelompoknya dari kemungkinan buruk yang terjadi.


.....


Karaztam memiliki 5 benua.


Benua barat, benua yang dihuni manusia, Sarte. Benua utara yang dihuni ras elf. Benua timur dihuni beast-man. Benua selatan dihuni naga. Dan yang terakhir, benua tengah, benua yang berada di pusat, dihuni bangsa iblis, Karazbis.


Di Karaztam, masing-masing benua memiliki wilayah terlarang yang sama. Namun, Benua Karazbis berbeda.


Benua Karazbis memang memiliki wilayah terlarang, namun itu bisa dimasuki oleh iblis yang kuat. Wilayah terlarang di benua Karazbis adalah Hutan Darest.


Hutan itu memiliki kekuatan misterius yang akan menyerap kekuatan orang yang memasukinya. Semakin lama masuk di sana, statistik dan level akan berkurang. Itu adalah Kekuatan Kutukan.


Sementara itu, benua lain berbeda. Wilayah terlarang itu sama-sama seperti hutan. Hutan itu mencakup seperdelapan dari total benua.


Hutan itu dihuni oleh makhluk buas yang sangat kuat, melebihi tempat lain. Terkadang, tempat itu dijadikan sebagai tempat bagi penjahat yang dihukum.


Di benua barat, Sarte, hutan terlarang berada di ujung barat. Di benua utara, hutan terlarang berada di ujung utara. Dan seterusnya …


Tidak ada orang yang pernah selamat dari sana. Pohon-pohon kuno di sana menjulang tinggi dan aura kuno, sunyi dan liar meresap ketika berada di dalamnya.


Banyak vegetasi aneh yang hidup di sana, namun tidak ada di tempat lain.


Pada saat ini, di hutan terlarang di Benua Sarte, cahaya yang menyilaukan muncul.


Tiba-tiba, sekelompok orang yang terdiri dari 3 orang pria dan satu serigala muncul dari cahaya itu.


"Aduuh." Barosa memegangi kepalanya yang pusing. Balph juga sama. Dia tergeletak di tanah, matanya tampak berputar-putar.


Sementara itu, Zeus menjaga postur tubuh yang stabil, dia hampir terjatuh tadi.


Zero masih baik-baik saja. Berkat penguasaannya terhadap Kekuatan Ruang, dia dapat bertahan dari efek samping teleportasi jarak jauh.


Zero mengerutkan kening. Navigasi dari Sistem masih berjalan. Crhono Alexander masih berada cukup jauh dari sini.


Seperti yang dia duga, target teleportasi berubah. Sebelumnya, dalam teleportasi, dia merasakan Distorsi Ruang yang sangat kuat terjadi di Karaztam. Dia tidak tahu dan tidak bisa memastikan apa yang terjadi saat itu.


Dia hanya bisa menstabilkan jalur teleportasi agar tidak rusak dan jatuh ke Dunia Ruang.


Zero bertanya-tanya, "Di mana ini?"


Kemungkinan besar, Barosa harus tahu lokasi mereka ada di mana. Barosa telah menjadi Dewa Pelindung Karaztam selama ribuan tahun.


Secara alami, dia telah memahami keseluruhan geografi Karaztam. Dia ingin bertanya padanya, tapi melihat kondisinya, Zero hanya bisa menunda.


Terima kasih kepada Distorsi Ruang tadi, efek samping yang diderita bawahannya menjadi sangat besar.


Butuh beberapa waktu untuk kembali sadar dan stabil.


***


Tekan like jika kamu suka cerita ini.


Tekan love jika kamu suka novel ini.


Dukung author dengan vote dan hadiah.

__ADS_1


Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.


Terimakasih


__ADS_2