![[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)](https://asset.asean.biz.id/-drop--supreme-world-s-system--sistem-dunia-tertinggi-.webp)
Boom-boom-boom-boom!
Rentetan ledakan tercipta ketika Apollo dan Kas saling bertukar serangan. Ledakannya mungkin tampak tidak terlalu besar. Namun, jika seseorang mengenai salah satu serangan dari kedua orang itu, dapat dipastikan bahwa orang tersebut akan tewas seketika atau mengalami kerusakan yang fatal.
Dalam sepersekian detik, jutaan serangan telah dikerahkan tanpa harus menghela nafas panjang. Tubuh mereka telah beradaptasi dalam kecepatan itu hingga sirkulasi darah, kecepatan reflek dan kecepatan berpikir ditingkatkan hingga ke titik yang ekstrem.
Kemudian, setelah rentetan serangan itu, Kas pergi ke samping dan mengubah belati perak menjadi seukuran jari dan kemudian dilemparkan ke Apollo.
"...."
Apollo sudah menduga hal ini dan dia menghampiri Kas untuk mempersempit jarak.
Tang, tang, tang!
Bunyi logam yang saling bertabrakan terdengar. Pisau-pisau kecil milik Kas terpental ketika tombak Apollo mengubah arah lintasan. Kemudian, dia terus mendekati Kas hingga Kas berada dalam jarak serang miliknya.
"Star Spearmanship, thirth style …," Salah satu tangan Apollo memegang bagian tengah tombak dengan longgar dan tangan lainnya berada di ujung belakang, "The Flower Star!!!"
Tangan yang berada di ujung memutar tombak dengan sangat cepat dan konsisten.
Hal itu menyebabkan tombak berputar dan keelastisan tombak itu terlihat.
Swoosh-Swoosh!
"Kas! Rasakanlah serangan pamungkas yang tidak bisa kau tangani dahulu!" seru Apollo.
Ujung tombak berputar melingkar seperti roda. Bagian tengah yang dipegang dirinya menjadi tumpuan untuk memutar tombak dengan sangat cepat.
Aura kuning yang tercipta dari serangan itu sangat indah. Seseorang yang memiliki kekuatan jiwa lemah mungkin akan berhalusinasi kalau itu adalah bunga bercahaya yang indah dan menarik perhatian mereka. Namun, Kas adalah orang yang melihat hal itu.
Bagi Kas, dunia yang dia lihat selama ini hanya berwarna hitam dan putih. Begitu polos dan membosankannya.
Itu karena matanya memiliki kelainan pada matanya.
Namun, saat dirinya masih menjadi manusia inferior, dia melihat sebuah pertunjukkan.
Itu adalah Pantomim.
Dengan dilapisi warna hitam-putih, mereka tidak berbicara dan hanya melakukan gerakan. Meski begitu, semua orang dapat tertawa saat melihatnya. Namun, bagi Kas yang selama ini hanya melihat dunia hitam-putih, penampilan pantomim dengan warna hitam-putih begitu indah dan murni.
Setelah memasuki usia remajanya, Kas berdedikasi dalam seni pantomim dan mengikuti rombongan sirkus keliling. Dia telah merasa terpuaskan. Dia tidak bosan. Namun, kehidupan begitu sulit.
Keberadaan monster dan hewan buas menjadi kendala dalam perjalanan dirinya untuk memamerkan pantomim ke seluruh dunia.
Karena hal itu, mereka menyewa pengawal.
Suatu hari, saat dalam perjalanan menuju ke kota tujuan, banjir monster mendatangi mereka.
Pembantaian terjadi. Pengawal-pengawal kuat yang disewa tewas dan semuanya mati. Meski begitu, tidak ada monster yang melihat dan tertarik pada Kas.
Dia hanya melihat semua kejadian itu. Semua orang tewas dengan mengenaskan.
.....
Seharusnya seperti itu. Namun …
Slash!
Suara tebasan terdengar. Itu bukan dari serangan monster. Itu dari logam tajam yang mengoyak daging.
Kemudian, Kas mengalihkan perhatiannya ke asal suara itu.
Slash!
Kas melihat seniornya sedang dalam pose memegang pedang dan mulai mengayunkannya ke arah monster di depannya.
Slah!
"…!" Kas terkejut. Seniornya adalah pemain pantomim yang ahli. Namun, dia tidak tahu kalau seniornya memiliki keahlian seperti itu.
Seniornya itu, hanya memegang udara kosong. Namun, kenapa monster itu tersayat?
__ADS_1
Kas terheran-heran dengan kejadian itu. Kemudian, monster datang dari belakang Kas dan menghampiri seniornya.
Namun, seniornya salah paham dan melempar udara kosong ke belakang Kas dengan kuat.
Slub!
"Kiaaaack!"
Monster di belakang Kas merintih ketika matanya tertusuk sesuatu dan berdarah.
"...!"
Kas terkejut dan dia hanya bisa diam melihat seniornya menghabisi semua monster.
Kemudian, ingatan lama Kas terhenti di situ, dan serangan indah Apollo tepat berada di hadapannya.
'Huh! Sudah kuduga kalau kau tidak bisa menghindarinya. Aku tidak tahu balasan kau seperti ini, tapi … aku akan memanfaatkan ini dengan baik. Kemudian ….' Apollo yang melihat Kas terdiam telah menduga hal ini. Selama pertarungan dirinya dengan bayangan juga sama. Kas tidak bisa menghindari serangan ini.
'Ini mungkin ada kaitannya dengan masa lalu,' pikir Apollo.
Kemudian, Kas menutup matanya dan merentangkan kedua tangan dengan tenang. Dalam keadaan ini, pikiran Kas dan tubuhnya berakselerasi melebihi Apollo.
Kemudian, energi kosmos biru mengelilingi Kas dan membentuk bola. Setelah itu, energi transendental perak keluar dari telapak tangannya dan menyatu bersama energi kosmos.
Meski dikatakan menyatu, itu tidak sepenuhnya bersatu. Warna energi kosmos dan energi transendental masih mempertahankan warnanya. Hanya saja, masing-masing keunikan atau kelebihan kedua energi itu terserap ke energi lainnya.
Pantomim adalah seni pertunjukan yang menganggap ada sesuatu yang tidak ada. Namun, sebelum mencapai transendensi, Kas masih belum bisa untuk membuat hal itu.
Membuat ada sesuatu yang tidak ada.
The Secret Art of Pantomime …
Kemudian, Kas membuka matanya dan tekniknya berhasil selesai dalam sekejap.
Invicible Barrrier!
Dinding perak-biru menutupi Kas, namun masih Kas masih terlihat dari celah-celah itu.
Ledakan yang luar biasa terjadi. Apollo tidak melihat kejadian itu karena dia tidak mengaktifkan akselerasi pikiran tingkat tertingginya.
'Sudah berakhir. Kali ini, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama. Aku akan mengalahkamu dengan gerakan selanjutnya!' ujar Apollo dalam hatinya.
Dia menganggap bahwa Kas telah mengalami kerusakan yang cukup untuk memberikan celah yang besar. Dari hal itu, dia bersiap untuk menyambung serangan lain.
"Star Spearmanship … —!?"
Tiba-tiba, Apollo terkejut dan menghentikan gerakannya. Saat itu, asap ledakan telah menghilang dan penampakan Kas terlihat.
Kas baik-baik saja tanpa terluka sedikitpun.
Kemudian, Kas melihat Apollo dengan tatapan tajam dan seketika itu juga, Kas berada di belakang Apollo.
"—!?"
Menyadari hal itu, Apollo menoleh ke belakang dan mendapati Kas yang sedang mengayunkan belati perak dengan cepat.
'A-apa!?'
Menyadari adanya bahaya dari serangan yang akan keluar, Apollo mengaktifkan akselerasi pikiran tingkat tertingginya.
Star Mind Acceleration!
Serangan Kas menjadi terasa lebih lambat. Itu bukanlah penghentian waktu. Melainkan sudut pandang Apollo dipercepat dan dia melihat dunia menjadi lebih lambat sekitar seper-kuadriliun detik. Bahkan, cahaya yang cepat saja tampak seperti siput.
'Aku harus menyelesaikan ini secepat mungkin!'
Namun, kekuatan yang hebat itu pasti akan mengorbankan sesuatu.
'Sun body! Extreme reflect! The Will of The Star! Extreme occultism! Divine will! Divine body! Mind Acceleration! Magic barrier ! Increased attack! Increased physical defense! Increased magic defense! ….'
Apollo mengerahkan segala kemampuan pemberi buff ke dalam tubuhnya. Dari 'Sun body' yang meningkat pertahanan dan serangan, hingga peningkatan pertahanan fisik dan sihir.
__ADS_1
Star Mind Acceleration memakan banyak stamina dan membebani jiwa atau pikiran penggunanya. Karenanya, Apollo hanya menggunakan itu sebagai waktu untuk memberi buff penuh pada dirinya. Dia hanya bisa bertahan.
Bahkan jika dirinya mencoba untuk memberikan de-buff pada Kas, itu hanya memberi efek yang kecil. Apalagi, Kas adalah Transenden yang berada diluar kekuasan dunia.
Kemudian, dunia melaju lebih cepat dan akselerasi pikiran Apollo berada di seper-triliun. Selanjutnya, tubuh Apollo yang telah diberi berbagai buff menjadi lebih kuat.
Statistik pertahanan, kekuatan, kecepatan dan vitalitas-nya meningkat pesat. Namun, sebagai gantinya, Stamina dan Mana yang dikonsumsi sangat besar dan jumlah setiap penggunaan Stamina dan Mana dilipatgandakan secara eksponensial.
Kemudian, Apollo memanfaatkan itu dengan membawa tombaknya sebagai perisai.
Clang!
Bunyi nyaring dari tabrakan itu menyebar ke seluruh daerah. Namun, Kas telah menyadari kemungkinan terjadinya hal ini dan mundur kebelakang.
Setelah itu, dengan 'pose jari menembak', Kas menyerang Apollo. Namun, tidak ada yang keluar dan terlihat dari itu.
Swoosh-swoosh!
Mungkin tidak terlihat, namun Apollo dapat mengetahui itu dalam sekilas. Dia telah melihat serangan ini berkali-kali.
Itu adalah serangan tak terlihat yang membuat Apollo kesulitan. Tapi, itu dulu.
Dulu, sebelum dia terus melawan bayangan Kas.
Apollo tersenyum melihat itu.
'Apakah kamu sedang mengujiku? Ayolah, beri aku sesuatu yang telah kau kembangkan selama jutaan tahun terakhir ini!!'
Apollo ingin merasakan kekuatan Kas yang telah meningkat. Namun, selama ini, Kas hanya menggunakan serangan yang pernah digunakan saat pertarungan terakhir. Oleh karena itu, Apollo menganggap bahwa Kas sedang menguji dirinya.
Kemudian, bola-bola bercahaya kuning cerah mulai bermunculan di sekitar Apollo. Itu adalah manifestasi dari Energi Sihir Unik milik Apollo yang bernama Energi Sihir Bintang dengan Energi Kosmos yang tersebar di luar angkasa. Alih-alih lemah, bola sihir itu sangat kuat.
Dengan menggunakan metode seperti penciptaan bintang, yang merupakan gabungan dari awan molekul yang bereaksi untuk membuat satu atau lebih inti atom. Proses itu disebut Fusi Nuklir.
Ini adalah proses yang membuat bintang bersinar dan gas-gas angkasa menyatu. Ini juga proses yang sama dalam penciptaan bom nuklir.
Setelah kumpulan energi itu terbentuk hingga ratusan dalam sekejap, kumpul energi bergerak dan mengelilingi Apollo seolah menjaganya.
Kemudian …
Tang-tang!
Beberapa bola bergetar ketika ada suara hantaman. Itu karena serangan tak terlihat milik Kas.
"…!" Kas terkejut melihat hal itufm dan mengubah rencana. Dia telah mengakui perkembangan kemampuan Apollo. Dari hal itu, rumor yang mengatakan bahwa "Apollo tidak pernah bertarung selama jutaan terakhir dan bermalas-malasan," itu bohong.
Yang benar adalah Apollo selalu bertarung.
Kemudian, Kas yang telah menyadari hal itu mulai serius dalam menghadapi Apollo.
Namun, tiba-tiba sebuah bola ungu raksasa muncul di belakang Kas. Itu benar-benar besar.
"...!"
"...!"
Kedua orang itu terkejut dan mengalihkan perhatian pada bola raksasa.
Ternyata, di bawah bola itu, ada Transenden Noir yang menciptakan bola raksasa itu dan Hera yang tampak marah.
Selanjutnya, pertarungan sesungguhnya dari Myth-God Apollo sang Dewa Matahari dan Transenden Kas sang Pemain Pantomim dimulai.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tekan like jika kamu suka cerita ini.
Tekan love jika kamu suka novel ini.
Dukung author dengan vote dan hadiah.
Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.
__ADS_1
Terimakasih