[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 80 ~ Kematian Barla dan Emosi Tidak Dikenal


__ADS_3

Ribuan serangan tombak dengan kilat merah menyerang Zero dengan menekan titik-titik yang fatal.


"Tarian kematian tombak Rachel, Higanbana Flowers!" seru Barla.


Serangan itu begitu indah dengan menyebar dari samping dan menukik ke dalam untuk menyerang titik lemah Zero. Itu adalah serangan yang sangat berbahaya.


Meski Zero memiliki statistik seperti Legendary-God dan telah menggunakan energi sihir untuk memperkuat pertahanan, serangan Barla masih dapat memberikan efek samping yang fatal.


Katakan saja bila Zero terkena serangan itu. Dia tidak akan mati. Namun, efek samping yang akan diberikan akan membuat situasi yang tidak menguntungkan bagi dirinya. Alhasil, dirinya mungkin akan mati tanpa ada perlawanan yang unggul.


Oleh karena itu, alih-alih bertahan dan menggunakan penyembuhan dari System, Zero meminta bantuan System sebelum terkena serangan.


"System …!" teriak Zero.


[Apa yang Anda butuhkan?]


Dengan status Human-God dan statistik Legendary-God, akselerasi pikiran Zero sangat dipercepat secara drastis.


'Jika aku menggunakan System untuk bertahan, peluang untuk serangan balik ku tidak akan besar. Namun, jika aku menggunakan System untuk menghindari serangan Barla atau membuat serangan Barla meleset, peluang diriku untuk menyerang balik akan cukup besar. Meski itu berbeda beberapa milidetik saja, itu sudah cukup untuk diriku dengan kecepatan saat ini.'


Kemudian, Zero telah memutuskan rencananya.


"… Ubah jalur serangan Barla itu ke arah kiriku hingga tidak akan mengenai ku."


[Permintaan diterima.]


[Mencari data dari 'individu Barla' yang dimaksud.]


[Menemukan data dari individu Redblood Barla.]


[System akan mengubah jalur serangan individu Redblood Barla secara real-time.]


Tiba-tiba, saat itu juga, serangan Barla yang menyebar dan menuju Zero menjadi bergeser dari posisi target seharusnya, yaitu Zero.


"...!"


Barla terkejut dengan hal itu.


'Apa?! Aku meleset?! Bagaimana bisa?! Bukankah tadi sudah tepat!?'


[10.000 ps telah dikonsumsi.]


Kemudian, Barla melihat wajah Zero yang tersenyum.


"...!" Barla segera menyadari arti senyuman dari Zero.


Memanfaatkan waktu jeda yang ada, Zero segera mengaliri kaki kanannya dengan energi sihir yang padat dan kaki kirinya dengan porsi yang lebih kecil.


'Taekwondo original style, 36.000° spin kick …."


Karena adanya sihir dan tempat dengan sedikit gravitasi, Zero memanfaatkan sihir untuk mendorong tubuhnya agar dapat bergerak bebas. Kemudian, Zero melesatkan tendangan kaki kanannya dengan sangat cepat dan menghantam kepala bagian belakang Barla.


Buuugh!!


"Aack!"


Kepala Barla yang terkena serangan menjadi sedikit menunduk ke depan. Namun, itu belum selesai.


"One Hundred Times!" seru Zero.


Zero segera menyambung dengan tendangan belakang kaki kiri atau back-kick ke kepala Barla lagi.


Bugh, bugh, bugh, bugh, …!


Suara hantaman keras dari setiap tendangan yang di keluarkan Zero terdengar jelas, berkat sihir yang digunakan sebagai media rambat.


"...." Barla yang terkena itu tidak dapat berpikir dan mengerang. Pikirannya telah hilang atau mungkin dapat dikatakan dalam istilah nge-blank.


Itu adalah salah satu tendangan dalam taekwondo yang disebut Dolke Chagi.

__ADS_1


Sebenarnya, dolke chagi adalah tendangan di mana seseorang berputar 360° dan kemudian menendang lawannya. Itu adalah tendangan yang dilakukan satu kali. Namun, karena kekuatan fisik Zero yang melampaui manusia pada umumnya, Zero memodifikasi teknik tersebut agar cocok untuknya.


Akhirnya, Zero berhasil menciptakan teknik itu dengan beberapa cerita fantasi sebagai referensi.


Teknik itu memungkinkan Zero untuk menyerang lawan ketika sedang berputar. Dan Zero mampu berputar sebanyak 10 kali dalam sekali lompatan. Jika master taekwondo pada umumnya menyerang 360° hingga 1080° dengan serangan salah satu kaki, Zero mampu menyerang musuh sebanyak 2 hingga 6 kali. Itu karena Zero terus menyerang dengan kedua kaki saat sedang berputar.


Alhasil, Zero menyerang setiap 180° dengan tendangan. Jadi, Zero telah menyerang sebanyak 200 kali, jika dia berputar sebanyak 36.000°.


"Sebelumnya aku hanya bisa sampai 15 kali saja, tapi … yah, terimakasih telah menjadi samsak latihan." Zero melihat tubuh Barla yang melayang di luar angkasa dengan wajah yang tampak telah kehilangan jiwa.


"Kau harus merasa terhormat dengan itu."


Kemudian, suara notifikasi System terdengar.


[Anda telah mengalahkan High-God, Redblood Barla.]


[Anda memperoleh 11 triliun poin EXP.]


[Akumulasi pengalaman akan dijumlahkan dengan efek title dan skill yang Anda miliki.]


[Anda telah memperoleh card item: Redblood Barla.]


Tubuh Barla berubah menjadi partikel cahaya dan menjadi kartu yang disimpan dalam System's Storage.


Noir tercengang dengan hal yang dilakukan oleh Zero.


"Zero … kamu …."


Noir tidak menyangka kalau Zero cukup kuat untuk melawan Barla yang berada di puncak High-God. Dia bahkan lebih terkejut lagi karena mengetahui bahwa Barla adalah High-God yang mampu mengalahkan Legendary-God normal.


Di sisi lain, Hera menundukkan kepala dengan tubuh gemetar. Dia menghadap ke arah Zero dengan tangan mengepal sekuat mungkin.


"…." Zero hanya menyadari itu dan memperhatikan Hera.


'Apakah dia marah?' tanya Zero dalam hati.


Dia adalah Myth-God. Dewa tingkat mitos. Tidak mungkin seorang Myth-God untuk menangisi pasukannya. Itu karena Myth-God dikenal sebagai Dewa yang egois.


Mereka hanya mementingkan apa yang mereka inginkan. Namun, benarkah demikian?


Lalu, kenapa tubuhnya gemetar?


Dia tampak marah, jika dilihat.


'Perasaan apa ini!? Rasanya sangat aneh! Seolah-olah ada yang menyerang jiwaku. Siapa orang yang mampu melakukan hal ini pada Myth-God!?' kata Hera dalam hatinya.


Memang benar bahwa Hera hanya menghabiskan sedikit waktu dengan pasukan High-God yang Zero musnahkan. Namun, bagi perasaan atau jiwa Hera yang terdalam, dia merasa tertolong berkat mereka yang membantu melawan Noir.


Itu adalah momen sesaat. Bukan satu tahun, bukan satu bulan. Bukan satu minggu, bukan satu hari. Itu satu jam.


Mereka hanya bertemu satu jam yang lalu. Namun, hati Hera entah kenapa tersentuh oleh bantuan mereka.


Meski begitu, emosi yang dirasakan Hera saat terasa sangat asing. Itu bukanlah kebahagiaan atau penderitaan.


Itu adalah kesedihan dan amarah yang tercampur aduk.


Beberapa saat kemudian, Zero melihat Hera yang mengeluarkan air mata.


'A-apa ini!?' tanya Hera dalam benaknya sambil mengusap air mata.


'Apakah ini air mata? Tidak, tidak mungkin seorang Myth-God menangis. Tapi, ... apa-apaan ini!? Ada apa dengan perasaan ini!?'


Emosi. Itu adalah satu kata yang sederhana, namun memiliki pengertian yang rumit jika dijelaskan.


Sebagai bagian dari emosi, menangis adalah salah satu proses pengeluaran atau peluapan emosi. Sebagian besar orang menangis karena hal yang diinginkan tidak terjadi. Namun, itu salah.


Yang benar adalah seseorang menangis karena mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang bisa dilakukan. Ketika seseorang marah, ada 3 kemungkinan pengeluaran emosi yang akan dilakukan.


Satu, itu adalah mengamuk. Orang yang marah dan tertelan oleh emosi itu pasti akan mempersembahkan tubuhnya pada emosi itu. Hanya keinginan untuk menghancurkan hal yang tidak diinginkan, yang ada dalam visi orang tersebut.

__ADS_1


Kedua, itu adalah pemendaman. Seseorang yang memiliki hati yang dapat menahan amarah biasanya dapat memendam rasa amarah itu. Sehingga, orang tersebut akan bersabar dan berusaha untuk menggunakan amarah untuk hal yang bermanfaat. Namun, itu cukup berbahaya. Itu seperti bom waktu. Jika orang tersebut memendam terlalu banyak amarah, maka hasrat orang tersebut tidak akan dapat dibendung lagi. Alhasil, orang itu akan berada di opsi yang pertama atau menangis. Orang itu akan mengamuk, atau bahkan lebih parah lagi. Namun, mereka juga dapat menangis sebagai penghilang stres.


Yang ketiga dan terakhir adalah menangis. Orang yang marah akan menangis jika terlalu banyak menahan emosi. Itu bukan karena tidak tahu apa-apa. Melainkan karena tidak tahu ingin melakukan apa. Mereka bingung.


Jika mengamuk, itu hanya merugikan diri sendiri. Namun, jika dia diam, hal yang tidak dia inginkan akan terus terjadi. Meski begitu, ekspresi wajah yang berubah karena hati yang bingung menyebabkan otot wajah menjadi kaku dan bergerak sendiri. Otot-otot wajah itu bereaksi terhadap emosi dan berusaha untuk menangis. Itu adalah sebagai pelepasan hormon untuk menjaga imunitas tubuh dan juga hati. Pada akhirnya, menangis terjadi karena suatu perasaan telah disangkal oleh diri yang lain tanpa disadari.


"Hatinya sedang kacau, ya. Aku akan memanfaatkan timing ini."


Namun, itu adalah bukan hal yang akan dibahas lebih lanjut.


Noir yang dibelakangi Hera tidak tahu kalau Hera menangis. Dia hanya melihat Hera yang bergetar. Bagi dirinya, itu mungkin amarah.


Itu memang benar. Tapi, itu kurang tepat. Hera juga merasa kehilangan. Namun, bagian dari dirinya yang lain, berusaha menyangkal perasaan itu. Jadi, Hera menangis.


Kemudian, Zero melesat menuju Hera yang tengah kebingungan dengan perasaan yang dia alami.


'Myth-God tampaknya lebih rapuh dari yang aku duga. Tapi, kenapa para Dewa tidak memiliki skill pasif yang memungkinkan untuk mempertahankan kerasionalitasan, ya.'


Aura hitam yang terkadang berwarna ungu naik. Sebagian besar berkumpul di tangan kanan Zero.


Itu adalah energi sihir yang dikumpulkan. Kemudian, energi sihir itu menyelimuti tangan kanan Zero hingga bahu. Namun, energi sihir itu masih tampak bergerak-gerak atau bergejolak. Itu artinya, energi sihir belum sepenuhnya diproses. Itu baru di tahap pemindahan. Namun, itu tetap dapat meningkatkan pertahanan dan serangan.


'Waktunya pemadatan dan penyatuan.'


Kemudian, secara bertahap, gejolak energi sihir perlahan memudar dan menjadi tetap, tidak bergerak sedikitpun. Itu hanya menempel pada kulit, seolah bagian dari kulit itu sendiri.


Setelah itu, penyatuan dilakukan. Energi sihir yang berasal dari tubuh Zero, diedarkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah arteri. Kemudian dikeluarkan melalui pori-pori yang berada di kulit. Namun, itu tidak sepenuhnya dapat berasimilasi dengan darah dan daging. Itu perlu diproses terlebih dahulu, di luar tubuh.


Oleh karena itu, energi sihir yang menyelimuti Zero mulai masuk ke dalam tubuh melalui pori-pori untuk dapat berasimilasi dengan tubuh. Itu semua dilakukan untuk meningkatkan kinerja dan kekuatan darah, daging dan tulang.


Kemudian, dalam seper-miliar detik, Zero telah berada di hadapan Hera. Energi hitam yang kadang terlihat ungu menyelimuti Zero dengan tenang.


Zero Void … Smash!


Pukulan kekosongan yang menghilangkan segala keberadaan melesat ke arah Hera yang tengah menutupi wajahnya karena menangis.


Namun, tiba-tiba …


Jjedar!


Suara petir yang menggelegar terdengar di luar angkasa yang kosong.


Swiish!


"…!" Zero terkejut ketika pukulannya tidak mengenai apapun. Kemudian, suara pria yang tenang dan mengintimidasi terdengar di telinga Zero.


"Aku bermaksud untuk datang sedikit lebih lambat, tapi … tidak aku sangka kau akan berada dalam situasi seperti ini ...."


"…!"


Zero segera mengalihkan pandangannya ke belakang.


'Siapa … itu?' tanya Zero dalam benaknya.


Dia merasakan energi sihir yang sangat kuat dan peringatan bahaya selalu terasa. Itu adalah momen ketika tubuhnya bereaksi dengan sendirinya.


Biasanya, Zero selalu mengendalikan setiap anggota tubuh, baik itu organ dalam maupun luar, termasuk jantung. Itu adalah hal yang biasa karena dia melakukan itu sendiri sejak dia masih bayi.


Namun, untuk pertama kalinya, tubuh Zero merinding dan bulu kuduknya berdiri. Meski Zero tidak merasakannya, dia tahu kalau orang di hadapannya sangat berbahaya.


"… Kakak," lanjut pria itu.


Zero menelan ludah saat itu juga.


"Zeus!" seru Hera


'Zeus!?' seru Zero dalam hati, bersamaan dengan seruan Hera.


Pria raksasa berambut putih itu menggendong Hera dengan senyum yang lembut, namun penuh kewaspadaan.

__ADS_1


__ADS_2