![[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)](https://asset.asean.biz.id/-drop--supreme-world-s-system--sistem-dunia-tertinggi-.webp)
Mizan Noura — kekuatan yang melampaui batas rasnya sebagai manusia, membuat dirinya menjadi makhluk superior, Transenden. Keberadaannya saja sudah dapat mengguncang satu galaksi. Namun, untuk beberapa alasan, dia menahan diri ketika bertarung melawan penguasa lautan, Poseidon.
"Sepertinya, aku harus menunjukkan kemampuan bertarung tangan kosong-ku!" kata Zero sambil menunjukkan senyum tipis.
Lawan Zero kali ini adalah seorang Myth-God, salah satu Dewa Olympus, Poseidon.
'Pedang WSA memiliki daya tahan tak terbatas. Jadi, dia tidak akan rusak. Meski daya serangnya tidak terlalu kuat, itu lebih dari cukup untuk mengatasi masalah tak terduga. Sekarang, evolusi Pedang WSA menjadi tingkat legendaris akan memakan waktu 90 detik. Selama waktu itu, aku akan bertarung dengan Poseidon tanpa menggunakan senjata,' pikir Zero.
Di tengah pemikiran itu, Noura membentaknya.
"Bocah bodoh! Menggunakan tangan kosong? Yang benar saja! Cepat kemari, aku sudah memiliki rencana sendiri! Kau cukup membantuku saja!" bentak Noura dengan keras.
Mendengar ocehan itu, Zero menengok ke belakang, tempat Noura berada dan tertawa.
"Ku, ku, ku! Tenang saja~! Aku hanya ingin mencoba beberapa hal~!" jawab Zero dengan santai.
"Brengsek ini …! Cepat kemari! Kita tidak memiliki waktu untuk itu! Jika tidak--!"
"Kau yang bilang, lhoo, Wanita Tua! Aku tidak akan membuang-buang waktu! Beri aku 200 detik! Aku akan mengalahkan orang ini untukmu!" kata Zero sambil mengalihkan perhatian kepada Poseidon.
"Siapa yang kau panggil 'Wanita Tua', hah!? Cepat kemari!"
Tanpa memedulikan hal lain, Zero mendekati Poseidon.
"Woi! Tunggu!"
Noura tidak bisa melakukan apa-apa dengan hal yang dilakukan Zero.
Di lain sisi, Poseidon yang mendengar keributan itu, merasa sedikit marah.
Ada perasaan terabaikan dan penghinaan dari perilaku Noura dan Zero.
Kemudian, dia mendapati dirinya sedang dihampiri oleh Zero.
"Hooo, jadi kau Poseidon, ya? Kemarilah, lawan aku! Aku dengar, kau penguasa lautan yang dapat mengendalikan air."
"…."
Poseidon hanya terdiam dengan mata dinginnya.
"Baiklah, aku yang akan menyerang duluan!"
Zero langsung melesatkan sebuah pukulan yang berisi energi sihir hitam miliknya ke wajah Poseidon hanya untuk memukul ruang kosong.
"…!"
Poseidon menghindari pukulannya dan mengangkat lututnya untuk menyerang Zero.
Tap!
Zero mengantisipasi hal tersebut dengan menekan lutut Poseidon menggunakan tangan satunya agar mengurangi dampak, atau menggagalkan serangan. Dalam kondisi itu, Zero segera berusaha menangkap kepala Poseidon dengan tangan yang sebelumnya dia gunakan untuk memukul.
Namun …
"Kuack!"
Zero mengerang secara tiba-tiba. Lalu, dia terpental jauh ke belakang sambil berputar dengan cepat.
Pakaian bagian tengah Zero berlubang, karena hal itu. Dan lagi, luka dengan bentuk pusaran dapat dilihat dengan jelas di sana.
Ternyata, sebelumnya, Poseidon menciptakan serangan dengan mengkonsentrasikan air bertekanan sangat tinggi dan membuat pusaran spiral, seperti bor di hadapan perut Zero. Kemudian, serangan itu dilepaskan hingga menghantam Zero dengan keras dan menyebabkan Zero mengalami kerusakan.
Itu semua terjadi dalam waktu yang sangat cepat. Alhasil, Zero tidak bisa mendeteksi adanya keanehan yang terjadi di sekitarnya dan Poseidon berhasil menyerang Zero.
'Sialan! Orang itu … dia mengendalikan air untuk menciptakan serangan yang kuat!' kata Zero dalam hatinya sambil mengelap air liur yang keluar dari mulutnya.
'Sepertinya, ini akan cukup sulit!' pikir Zero.
Terima kasih berkat kemampuan regenerasi God-Human dan beberapa skill, luka-luka yang diderita Zero langsung sembuh dalam sekejap.
'Pengendalian dan kekuatannya cukup kuat. Tapi, itu belum cukup untuk melawan ku!'
Setelah memberikan sedikit dorongan pada diri sendiri, Zero menarik nafas perlahan dan melesat kembali menuju Poseidon. Kemudian, saat itu, Poseidon membuka mulut.
"Menyingkirlah! Lawanku bukanlah kamu!" seru Poseidon singkat.
Dia mendorong trisula-nya berupa tusukan dan aliran air dalam bentuk spiral mulai melapisi trisula seperti bor.
__ADS_1
"Water Drill!" seru Poseidon dengan lantang.
Zero yang melihat itu tersenyum tipis dan bersiap untuk menghindari serangan Poseidon.
Swiiish!
Zero melesat dan menghindari serangan Poseidon dengan jarak yang sangat tipis. Dalam waktu ini, Poseidon akan kesulitan untuk melindungi dirinya. Segera, Zero memutuskan untuk menendang perut Poseidon dengan keras.
'Tidak peduli seberapa cepat dirimu, serangan yang kau kerahkan tadi memberikan jeda waktu. Dengan kata lain, ini adalah celah yang dapat aku gunakan!' ucap Zero dalam hati.
Bugh!
Kaki yang sangat keras dengan diberi peningkatan, menendang perut Poseidon tanpa ragu-ragu.
"Kuhack!"
Poseidon memuntahkan angin dan dia terpental jauh di ruang angkasa.
"Aku belum selesai, tahu!"
Zero tidak ingin memberikan waktu kepada Poseidon untuk memulihkan diri. Dia segera melesat, menghampiri Poseidon yang kehilangan keseimbangan sesaat.
Di tengah-tengah keadaan itu, Poseidon segera sadar dan berusaha menyetabilkan tubuhnya. Namun, dalam kilasan pandangan, dia melihat Zero tepat di hadapannya dan sedang bersiap untuk memukul.
Poseidon segera menutupi titik vitalnya dengan tangan dan mengendalikan air untuk menyerang Zero.
"Apa!?"
Zero terkejut dengan sadarnya Poseidon. Kemudian, dia melihat Poseidon yang menutupi area vital dan empat buah pilar air muncul di belakang Poseidon.
Zero segera menghentikan serangannya dan sekarang ia dalam kondisi bertahan.
"Kuh!"
Empat pilar air yang panjang menghantam Zero dengan keras. Zero hanya bisa bertahan dan terbawa arus air. Dia menjauh dari Poseidon dan kesulitan untuk lolos dari arus pilar itu.
'Tekanan air ini begitu kuat!'
Pilar air itu terus berputar dengan sangat cepat hingga membentuk spiral. Alhasil, tekanan air itu sangat tinggi, dan itu menyebabkan pilar air menjadi keras.
"Gaaaaa!"
Aura ungu gelap melapisi tangan Zero dan jari-jari yang mencengkram pilar air menjadi pintu untuk masuknya energi sihir Zero ke dalam pilar air.
'Pada dasarnya, energi sihir adalah energi yang dimiliki oleh semua makhluk. Meski begitu, tidak sedikit makhluk yang tidak dapat menggunakan sihir.
Energi sihir memiliki satu fungsi, yaitu manipulasi unsur. Seorang penyihir dapat mengubah udara menjadi api dan mengendalikannya. Namun, mereka tidak akan bisa mengendalikan unsur jika tidak mereka beri energi sihir milik mereka sendiri.
Tak banyak yang tahu akan hal ini. Mereka hanya tahu kalau mereka hanya dapat mengubah unsur dan mengendalikannya dengan energi sihir mereka. Hal ini menyebabkan pemborosan konsumsi energi sihir.
Namun, ada satu cara di mana seseorang dapat mengendalikan unsur tanpa menggunakan energi sihir. Itu adalah skill tipe 'kontrol'.' Itulah salah satu hal yang Zero ketahui mengenai sihir.
Kemudian, cerita dimulai kembali.
Energi sihir Zero mulai memasuki pilar air. Dengan berhasilnya itu, Zero merentangkan tangannya dan pilar air yang terus menghantam dirinya menjadi terbelah dan hanya melewatinya.
"…!"
Poseidon yang telah sembuh menjadi terkejut dengan hal itu.
'Airnya tidak menurut perintah ku?' Poseidon bertanya-tanya akan hal itu. Tubuhnya seketika bergetar tanpa disadari.
Untuk pertama kalinya, dia merasakan hawa dingin yang menusuk tulang belakangnya.
Poseidon yang penasaran, pergi menuju Zero yang terbawa pilar air.
Akhirnya, dia tiba di lokasi Zero berada. Dengan suara yang bergetar tanpa adanya ketenangan, Poseidon berbicara.
"K-kau … ba … bagaimana bisa … kau mengendalikan airku?" tanya Poseidon bergetar.
"… Hah?"
Lalu, secara mengejutkan, suara Poseidon yang bergetar menjadi kembali tenang dan penuh kewibawaan.
Suaranya begitu dalam dan mengancam. Itu tidak seperti sebelumnya.
Tidak, itu benar-benar sangat berbeda.
__ADS_1
"Jawab! Kenapa kau bisa mengendalikan airku?"
"…."
Zero yang bingung dengan perubahan kepribadian Poseidon, terdiam untuk sesaat.
'Ada apa dengan orang ini? Tadi nadanya seperti orang yang terkejut setengah mati, tapi sekarang menjadi seperti ini?'
Zero bertanya-tanya dalam hatinya. Namun, dia segera menjawab pertanyaan Poseidon dengan penuh kesombongan.
"Huh! Dasar orang bodoh! Pikirlah sendiri! Kau pikir, aku akan mengungkapkan trik yang aku miliki pada musuhku? Hahaha! Sungguh konyol!"
"Apa katamu!?"
Tiba-tiba, aura yang membuat tubuh sulit bergerak keluar dari Poseidon. Aura biru yang pekat dan penuh akan intimidasi.
"…!"
Zero merespon dengan posisi bertahan.
'I-inikah status superior?!'
Status superior — sebagai Myth-God, Poseidon termasuk ke dalam salah satu ras yang lebih unggul dari kebanyakan ras lain. Seperti seekor kambing yang takut dengan serigala, status superior dapat membuat semua makhluk di bawah rasnya menjadi terintimidasi.
Status superior hanya dapat diperoleh makhluk yang berada di puncak ras lain. Seperti Dewa, Titan dan lain sebagainya. Mereka adalah apa yang disebut dengan makhluk superior.
Namun, berkat segel yang berada di dalam jiwanya dan status-nya yang telah berada di ras God-Human, jiwa Zero tidak merasakan adanya perubahan.
'Apa!? Bagaiamana bisa dia tidak bergeming?!' kata Poseidon terkejut dalam hati. Seharusnya, status ras Zero tidak terlalu tinggi. Itu tidak bisa dibandingkan dengan status yang Poseidon miliki. Mungkin jika Zero telah menguasai banyak wilayah, kemampuan sesungguhnya dari God-Human akan membuat dirinya setara dengan Poseidon.
Status superior Poseidon menyebar ke segala penjuru dan itu menyebabkan adanya distorsi ruang.
Kemudian, Poseidon membuka mulutnya.
"Baiklah, aku mengakui kehebatanmu! Tapi, aku akan menghabisimu! Lawanku adalah Noura!" seru Poseidon.
"... Hehehe, kemari! Hadapi aku jika kau memang mampu!"
Di tengah-tengah situasi itu, Noura datang ke tempat Zero.
"Zero!" seru Noura.
Zero pun menengok ke belakang dan melihat Noura. Namun, Noura tiba-tiba bahu Zero.
"Apa yang sebenarnya kau lakukan!? Dia adalah salah satu anggota 12 Dewa Olympus, kau tahu!? Dia penguasa lautan, Poseidon! Dia bisa mengendalikan air sesuka hatinya!"
"… Hah? Tentu aku tahu."
"Kalau begitu, kenapa kau tidak mendengarkanku?! Kau bisa mati---!"
Noura berhenti berbicara ketika melihat Zero yang sedang menahan tawa.
"Apa? Apa yang lucu?!" tanya Noura dengan tatapan membunuh.
"Tidak, tidak! Hanya saja …," Zero berhenti tertawa dan menekankan suaranya, "Kenapa kau menganggu ku!?"
Nada yang mengancam dan mengintimidasi keluar dari mulut Zero. Noura sempat terkejut dan mulai mencengkram bahu Zero lebih erat.
"Kau …!"
Kemudian, karena situasi yang seperti ini, Poseidon menyerang mereka berdua.
"…!"
"…!"
Noura dan Zero menghindari serangan arus air yang hampir menghantam mereka.
"Ck, baiklah, akan mengurusmu nanti! Sekarang, kita harus menghadapi masalah utama!" kata Noura dengan jengkel.
"…."
Namun, Zero hanya menanggapi itu dengan diam.
'Wanita tua ini … dia sepertinya kurang mempercayaiku. Kekuatannya sangat dibutuhkan untuk saat ini. Dia tidak boleh menghabiskan banyak energi untuk cecunguk itu. Sepertinya, aku harus menggunakan 'itu' untuk mengatasi masalah ini,' pikir Zero dalam hati.
Demi rencana yang telah ditetapkan, Zero memutuskan untuk menggunakan salah satu skill dari class miliknya.
__ADS_1