![[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)](https://asset.asean.biz.id/-drop--supreme-world-s-system--sistem-dunia-tertinggi-.webp)
Zero mengajak Alexander ke sebuah restoran teratas di Kota Hiera. Sebelumnya, Zero telah menyuruh Zeus dan yang lainnya untuk pergi ke restoran ini dan menyewa seluruh restoran tersebut.
Pergi ke lantai atas, beberapa sosok sedang duduk di meja bundar dengan banyak makanan di atasnya. Beberapa di antara mereka tampak bosan dan memainkan minuman dengan mengaduk-aduknya.
"Kamu …."
Langkah Alexander terhenti ketika dia melihat sosok wanita yang anggun nan cantik. Dialah Dyne, yang kini diberi nama Zero Sebagai Viona.
"Dyne!" seru Alexander.
Wanita anggun itu menoleh ke sumber suara. Dia sempat teralihkan oleh sosok Zero, tetapi terkejut ketika melihat Alexander.
"Alexander!" seru Viona.
Saat Viona tersegel dalam jiwa Zero dengan skill Sealing Servant, dia bisa melihat, mendengar dan merasakan semua yang Zero alami secara samar.
Jadi, dia juga tahu bahwa John atau Alexander telah berganti nama. Tapi, Alexander tidak tahu kalau Dyne telah memiliki nama Viona.
"Hei, hei, kalian masih akrab seperti biasanya, ya." Zero menengahi mereka berdua.
Entah kenapa, Zero merasakan permusuhan di antara tatapan mereka berdua. Tapi, tidak ada keinginan pasti untuk saling menyakiti.
Mengetahui hal ini, Zero berpura-pura tidak tahu.
"Mari duduk, Alex!" ucap Zero sambil menarik salah satu kursi dan duduk.
Sejauh ini, tidak ada peristiwa penting lainnya. Zero bisa bersantai sampai Sistem telah selesai menyinkronkan dunia ini.
Alexander duduk tidak jauh dariku.
Zeus, Barosa dan Balph yang kebosanan tampak tertarik dengan Alexander. Mereka bertanya-tanya tentang identitasnya. Sementara itu, Alexander juga memperhatikan mereka.
"Apa kau sudah sarapan, Alex?" tanya Zero sambil menepuk tangan, memberi sinyal kepada pelayan restoran untuk datang.
"Um, belum, Master."
Pada dasarnya, Zero dan Seven Servant yang lain hanya membutuhkan makanan beberapa hari sekali. Tapi juga jelas, jumlah makanan yang dibutuhkan lebih besar dari manusia kebanyakan.
Jadi, jadwal makan mereka tidak rutin setiap hari.
Pelayan datang dan Zero melihat daftar menu.
"Aku pesan kopi susu dan pancake-nya juga."
"Baik, Mister."
Pelayan itu mencatat dan membungkukan kepala. Alexander mengangkat tangan dan berkata, "Aku juga!"
Viona mengerutkan keningnya melihat Alexander.
Viona mencoba untuk berbicara, tangannya dilipat di depan seolah menahan pegunungan yang melimpah dan berkata dengan bangga, "Omong-omong, Alexander. Sekarang aku bukan Dyne lagi. Master telah memberi nama untukku."
"Apa!?" Seru Alexander terkejut sambil memukul meja dengan keras.
"Hei, hei, tenanglah. Bagaimana bisa kamu begitu tidak sopan?"
Viona menyeringai senang dengan reaksi Alexander. Sementara itu, Alexander merengut tidak senang seolah sesuatu yang penting telah diambil olehnya.
__ADS_1
Viona melipat kakinya, meletakkan kakinya divatas kaki yang lain. Stocking ketat yang menampilkan lekuk tubuh berisi memberikan kesan yang menggoda pada para pria.
Bahkan Zeus yang mencoba meminum kopi, terpaksa menghabiskan langsung segelas. Dan Zero menelan ludah sambil mengalihkan pandangannya.
Barosa sedang dalam pemikiran berbagai hal yang diajarkan Zeus. Sementara Balph, dia cukup rakus untuk memesan berbagai hidangan dan memakannya.
Piring-piring kotor menumpuk di sana. Para pelayan menjadi kesulitan menuruti permintaannya.
Viona mengangkat tangannya dan mengulurkannya ke dadanya, "Perkenalkan, namaku adalah Viona, Crhono Viona."
"….."
Alexander tidak bisa berkata-kata dan mengeluarkan suara seperti tercekik.
'Sungguh aneh, apa dia baik-baik saja? Aku akan meminta Viona memeriksanya nanti.'
Zero melihat Alexander dan mengalihkan pandangannya ke minuman yang dipesan sebelumnya.
Semua orang yang ada di sini sangat tampan-tampan dan sangat cantik.
Bahkan menurut Zeus dari perbincangan tadi malam, Viona adalah kecantikan tiada tara yang pertamakali dia temui.
Bahkan kecantikan Dewi Aphrodite tidak mampu menyainginya. Meski begitu, Zeus tidak akan memiliki nafsu tentangnya.
Sebenarnya, dia bisa mengendalikan hawa nafsunya. Dia sering bercinta dengan banyak wanita hanya untuk mengisi waktu luang saja.
Sungguh pria yang bejat.
Dia bermain-main dengan wanita sebagai hobi.
Meski di luar saat ini sedang ricuh karena Pasukan Kekaisaran Selestial memasuki kota, dan para warga ketakutan, beberapa perusahaan bisnis memiliki ide tentang memanfaatkan situasi ini sebagai peluang.
Benar-benar pebisnis yang memiliki jiwa kewirausahaan yang tinggi.
Nah, salah satu dari sekian perusahaan tersebut adalah pemilik restoran ini. Mereka tidak terlalu menganggap hal ini sebagai hal yang buruk.
Para pedagang memiliki jaringan informasi yang luas. Mereka mendapat informasi bahwa perlakuan Kekaisaran Selestial tidak begitu buruk. Mereka tidak akan menyakiti siapapun jika tidak melawan.
Setelah itu, Zero dan yang lainnya pun memulai obrolan kosong sambil sarapan di restoran itu.
.....
Selesai sarapan, mereka tidak kembali ke penginapan. Mereka menuju ke bangunan terbesar di kota ini, Istana Kekaisaran.
Sama seperti ibukota Kerajaan Goethe, um, apa namanya, ya. Ibukota Wolfgang kalau tidak salah.
Kota Hiera memiliki sistem pertahanan berupa dinding tiga lapis.
Tentunya, area dalam dinding itu memiliki kualifikasi; dari rakyat biasa, bangsawan dan keluarga kekaisaran.
Zero dan yang lainnya melewati kediaman para bangsawan yang kini sunyi. Semua bangsawan telah ditangkap dan siap untuk eksekusi secara publik esok pagi.
"Ngomong-ngomong, bagaimana situasi Kekaisaran Selestial?" tanya Zero pada Alexander di dalam kereta kuda bersama yang lainnya.
Sejak Kekaisaran Selestial didirikan, Zero sebagai sang Kaisar belum pernah menampakkan dirinya.
Yah, dia sebenarnya pernah menampakkan dirinya di alun-alun Ibukota Wolfgang, Kerajaan Goethe dahulu. Saat itu, dia memulangkan teman-teman sekelasnya dan kemudian memproklamasikan dirinya sebagai pemimpin baru dan mendirikan Kekaisaran Selestial.
__ADS_1
Dia sendiri belum pernah menampakkan diri lagi ke Bangsa Iblis dan Ras Manusia.
Belum lagi, Kekaisaran Selestial memulai ekspansi besar-besaran untuk menjajah Kekaisaran Paliji.
Jika itu negara biasa, kekacauan dan pemberontakan dapat dipastikan terjadi di segala tempat. Namun, Alexander pasti bisa menangani masalah tersebut.
Meski begitu, Zero masih harus memastikan.
Alexander segera menjawab dengan penuh semangat, "Tenang saja, Master. Tidak ada masalah di Kekaisaran Selestial!"
"Hoo, baguslah kalau begitu." Zero mengalihkan pandangannya ke jendela dan bergumam, "Tampaknya, sudah waktunya sang Kaisar menampakkan diri."
Setelah menyelesaikan semua urusan dan menunjukkan diri pada dunia bahwa dirinya adalah sang Kaisar, Zero berencana untuk bersantai selama sisa hari berada di dunia ini.
"Maaf mengganggu, Master. Apa yang perlu kita lakukan pada permaisuri dan selir di istana?"
Alexander menghentikan khayalan Zero.
Zero merenung, "Hm, benar juga."
Biasanya, Zero tidak terlalu peduli tentang kehidupan orang lain. Jika tidak ada hubungan atau manfaat untuknya, dia tidak akan peduli.
Tapi setelah mendapatkan emosi yang selama ini menjadi tujuannya, beberapa hal aneh mulai timbul, jauh di lubuk hatinya.
Zero mengayunkan tangannya berulang kali dengan tak peduli, "Biarkan saja mereka. Zeus, ambil mereka untuk menghabiskan waktumu."
"Saya?" kata Zeus dengan bodoh.
Zero telah mengamati orang-orang di sekitarnya. Tapi sejauh yang dia amati, Zeus ini tidak pernah tertarik apapun selain menuruti perintahnya.
Melihat kembali ke masa lalu dan mengingat hobinya, Zero akhirnya membuat keputusan ini.
"Tentu, serahkan pada saya, Tuan."
Zeus sedikit membungkuk setelah memahami situasi. Alexander hanya menatap Zeus seolah dia adalah makhluk aneh.
Ngomong-ngomong, mereka semua telah saling berkenalan di sesi sarapan pagi. Namun, aku memutuskan men-skip hal itu.
"Oke, apa ada urusan lainnya?" tanya Zero pada Alexander.
Biasanya, seperti zaman kerajaan dahulu, semua keluarga musuh harus dimusnahkan demi menjaga diri di masa depan dari kemungkinan balas dendam.
Namun, itu pasti membutuhkan waktu yang lama hingga beberapa generasi. Sementara itu, keberadaan dunia ini tidak akan bertahan lama.
Supreme World System sekarang telah tengah dalam proses sinkronisasi dengan dunia ini. Setelah sinkronisasi selesai, maka dunia ini akan hilang karena digunakan oleh Sistem sebagai fondasi untuk kebangkitan Sistem yang sebenarnya.
***
Tekan like jika kamu suka cerita ini.
Tekan love jika kamu suka novel ini.
Dukung author dengan vote dan hadiah.
Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.
Terimakasih
__ADS_1