[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 182 ~ Beastman


__ADS_3

Cahaya yang kuat merayap melintasi horizon ketika fajar tiba. Matahari yang menyilaukan menyinari hutan di Benua Karazmal.


Dalam semalam, saat seluruh pasukan Beastman yang dipimpin oleh masing-masing Penguasa Beastman bergerak, ratusan pos yang didirikan Bangsa Iblis telah ditaklukkan kembali oleh mereka.


Bangsa Iblis yang menginvasi saat itu telah menaklukkan banyak wilayah, lalu mereka mendirikan ribuan pos penjagaan untuk sementara sebelum mundur kembali ke benua asal mereka.


Namun, Bangsa Beastman yang terlampau marah, mereka menganggap ini sebagai kesempatan bagi mereka untuk menyerang balik. Bangsa Iblis yang tidak siap tentu saja dapat dikalahkan dengan mudah.


Saat berita ini sampai ke pos terdekat, Bangsa Iblis mulai bersiaga. Penjagaan yang ketat mulai didirikan.


Malam itu, pembantaian yang dilakukan hanyalah serangan diam-diam. Saat keesokan harinya, Pertempuran Besar Antar Ras yang sebenarnya di mulai.


Suku-suku dari Bangsa Beastman bersatu atas perintah Penguasa Beastman. Ratusan ribu Bangsa Beastman dengan berbagai suku di dalamnya memulai ekspedisi, bersatu dan menyerang balik musuh mereka.


Di puncak suatu gunung, tiga siluet muncul secara misterius. Dua di antaranya adalah laki-laki, dan satunya adalah perempuan.


Ada lelaki berambut hitam yang memakai pakaian serba hitam berjubah, lalu lelaki di kirinya adalah pria berambut perak dengan baju panglima militer, sementara yang wanita mengenakan pakaian kasual berjubah kedokteran.


Mereka melihat pemandangan di puncak gunung hingga mencapai cakrawala, semuanya dipenuhi oleh hutan yang rimbun. Aura kuno dan liar yang mungkin disebabkan karena jauh dari peradaban meresap di hati semua orang.


Lelaki berambut hitam panjang berkata dengan kagum, "Woah, jadi ini Benua Karazmal. Ini menakjubkan."


Lelaki berambut perak di sampingnya mengangguk, "Benar, di sini benar-benar menenangkan. Area seperti ini sangat langka, mungkin ada banyak sumber daya alam yang unik yang perlu ditelusuri."


Wanita cantik nan anggun di belakang memeriksa sekitarnya dengan cermat dan girang, seolah-olah mencari sesuatu, "Di mana para Beastman itu? Aku ingin meneliti tubuh mereka. Bagaimana bisa manusia memiliki karakteristik hewan?"


Masing-masing dari mereka menunjukkan ketertarikannya sendiri, dan mereka berangan-angan tentang banyak hal dari tempat itu.


Saat lelaki berambut hitam panjang, yaitu Zero, melihat pepohonan di area hutan yang jauh, hampir berdekatan di cakrawala, banyak pohon di sana bergerak-gerak, tampaknya ada sesuatu berjumlah besar sedang melewatinya.


Dengan penglihatannya, dia mampu melihat kumpulan Bangsa Beastman sedang berlari dengan liar melewati hutan. Ada yang melompati dari satu pohon ke pohon yang lain, ada pula yang berlari dan melewati semua rintangan alami yang menghalanginya.


Bangsa Beastman itu tampak sangat liar, ada yang memiliki kemarahan dan kebencian di antara mereka, dan ada pula yang bersemangat untuk bertarung.


Di antara mereka yang dipenuhi kemarahan dan kebencian, Zero menebak bahwa mereka mungkin salah satu dari Suku Beastman yang telah di invasi dan desa mereka ditaklukkan.


Dan untuk yang lain, paling-paling mereka hanya datang untuk bersenang-senang. Lagipula, mereka sangat menyukai pertarungan. Yah, sebut saja maniak tarung.


Setelah mengamati sejenak, Zero menyeringai dan berkata, "Ayo pergi!"

__ADS_1


Saat kata-katanya jatuh, dia sudah terbang menuju tempat para Beastman.


"Baik, Tuan!"


"Oke!"


Alexander dan Viona di belakangnya juga menyusul. Kecepatan terbang mereka terbilang tidak cepat ataupun lambat. Sepanjang menuruni gunung, mereka mengamati keindahan alam, dan keunikan flora-fauna yang ada di dunia ini.


Sungai yang jernih mengalir, bebatuan di sungai membuat suara gemercik air terdengar ketika cahaya matahari memantulkan permukaan air dengan kilauan bagaikan permata.


Terus terbang, Zero dan yang lain mengikuti jalur sungai yang searah dengan tujuan.


.....


Di sisi lain, di salah satu pos iblis; Ogre, Orc, Goblin dan beberapa jenis iblis lain berkumpul.


Setelah berita jatuhnya pos pertahanan terdepan menyebar, Bangsa Iblis mulai berkumpul dan bersiaga di garis terdepan. Mereka bersiap untuk pertempuran dua bangsa yang berbeda.


Saat ini, beberapa jam telah berlalu sejak matahari terbit. Jika di bumi, saat ini mungkin berada pada sekitar jam 8 pagi.


"Apa benar para Beastman itu berniat untuk perang?" tanya salah satu goblin.


"Hei, bukankah mereka sudah kalah? Beraninya mereka menyerang balik!"


"Tentu saja mereka berani, Beastman adalah bangsa yang liar. Mereka palingan menganggap kita remeh setelah Raja Iblis meminta kita untuk menghentikan invasi."


Saat para Goblin sedang berdiskusi, tiba-tiba pepohonan di kejauhan bergoyang-goyang dengan kuat. Semua perhatian iblis langsung tertarik olehnya, mereka mulai menggenggam senjata masing-masing dengan erat.


Roar!


Terdengar banyak langkah kaki yang cepat dan besar. Langkah kaki mereka tampak liar dan menggambarkan kebuasan binatang.


Aura kebencian dan niat membunuh membumbung dari kejauhan, yang mana menyebabkan banyak hewan lokal ketakutan dan melarikan diri.


"Mereka datang! Bersiaplah!" Salah satu Ogre berwarna merah berseru dengan nada rendah yang tampak mendominasi, tapi suaranya terdengar oleh semua iblis.


Tidak menunggu beberapa lama, Ogre Merah mengayunkan pedang besarnya dan berseru, "Serang!"


""Uooo!"" Semua iblis berseru.

__ADS_1


Pertama, karena mereka berada di pihak bertahan, tentunya mereka memiliki keuntungan geografis. Mereka telah membangun benteng yang cukup kokoh untuk menahan beberapa perseteruan dengan Bangsa Beastman.


Kedua, semua pasukan berada di posisi masing-masing. Terutama bagi goblin yang memiliki jumlah terbanyak, mereka menempati berbagai posisi yang beragam.


Ada yang menjadi pemanah, pelempar batu dan berbagai hal lainnya.


Sementara itu, Penguasa Beastman yang berasal dari Suku Singa Api, Raja Singa Berapi, telah melihat semuanya dari kejauhan. Dia berada di posisi terdepan pasukan Bangsa Beastman karena kekuatan dan kecepatan larinya yang luar biasa.


Tidak seperti pada perang umumnya, Bangsa Beastman berbeda dari manusia. Karena mereka memiliki sifat yang liar dan buas dari garis darah hewan, kebanyakan dari mereka memiliki kecerdasan yang sederhana.


Asalkan penguasa mereka memerintah, menunjukkan kekuatan dan kebrutalannya, moral pasukan di bawahnya akan meningkat. Mereka tidak takut mati, mereka menganut hukum rimba, di mana yang kuat merekalah yang berkuasa.


Satu-satunya kelemahan adalah jika penguasa mereka terbunuh, itu akan sangat mempengaruhi moral. Namun, itu kasus yang jarang terjadi, setiap Penguasa Beastman memiliki kekuatan yang sangat kuat, dan karakteristik yang berbeda-beda. Dan lagi, mereka memiliki pasukan yang rela berkorban demi penguasanya.


Jika ada yang melihat penguasa mereka dalam bahaya, pejuang tersebut akan memblokirnya dengan tubuhnya sendiri. Karena itu, kasus kematian Penguasa Beastman yang terbunuh dalam pertempuran sangat jarang.


Kebanyakan yang terbunuh hanya karena perebutan kekuasaan, atau karena usia.


Raja Singa Berapi berbadan kekar terus berlari dengan sangat cepat bersama pasukannya. Dia tertawa dengan sangat bersemangat, "Ayo, pejuang-pejuang Beastman! Rebut kembali tanah air kita, bersihkan aib yang mereka lemparkan pada kita!"


'"Ya!!""


Roar!


Dengan deru perang dari para pasukan, akhirnya kedua bangsa yang berbeda benua tersebut mulai bentrok.


Di atas langit, tiga sosok yang tidak diketahui melihat pertempuran yang terjadi dengan seksama, terutama pemuda berambut perak. Matanya yang berbeda warna memancarkan cahaya yang aneh, tampak sangat tertarik.


***


Tekan like jika kamu suka cerita ini.


Tekan love jika kamu suka novel ini.


Dukung author dengan vote dan hadiah.


Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2