![[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)](https://asset.asean.biz.id/-drop--supreme-world-s-system--sistem-dunia-tertinggi-.webp)
"Jadi, apa pilihanmu ... Raja Agnous von Goethe?"
Suasana kembali mencekam, bulu kuduk mereka berdiri dengan sendirinya. Mereka semua kemudian mengalihkan pandangannya pada raja.
Lalu aku berkata, "Aku akan memberimu dua pilihan."
Perhatian teralihkan kepadaku lagi.
"Pertama, jika kalian menyerahkan kerajaan kalian, maka aku tidak akan membunuh keluarga kerajaan, kecuali jika orang itu memiliki sifat yang buruk."
"..."
Raja Agnous hanya terdiam dengan tubuh yang gemetaran dan berkeringat dingin. Kemudian, aku melanjutkan, "Yang kedua, jika kau tidak menyerahkan, maka aku akan membunuhmu dan menyingkirkan semua orang yang memberontak."
"Jadi, apa pilhanmu?"
Di tengah-tengah ketegangan, sekelompok yang berisi wanita dan pria masuk ke ruang takhta. Mereka adalah anak-anak dari Raja Agnous von Goethe beserta kesatria mereka sendiri.
Ada tiga pangeran dan dua puteri. Anak pertama, sang pangeran memimpin didampingi oleh kesatrianya.
"Ada apa ini?"
Pangeran pertama, Kesh von Goethe, bertanya di tengah-tengah suasana yang tegang. Nadanya begitu arogan dan penuh percaya diri.
Kemudian dia melirikku dan bertanya, "Siapa kamu?"
Senyum kecil muncul di wajahku.
"Oh, kebetulan sekali. Kau pangeran pertama, Kesh von Goethe, bukan?"
Mata Kesh menyipit dan memiliki arti yang mendalam. Lalu, kesatrianya maju dan berbicara.
"Kurang ajar, beraninya kau tidak menjawab pertanyaan pangeran!"
Kesatria itu membentakku dengan keras. Semua orang yang ada di ruangan sebelum aku masuk, mendapati wajah mereka menegang.
Aku mendengus, "Heh, berani-beraninya anjing penjaga membentakku."
"Diam."
Slap.
Kemudian aku menjentikkan jari. Tiba-tiba kepala kesatria itu meledak dan darah berceceran di mana-mana.
Splat.
[Anda memperoleh 320 poin exp.]
[Akumulasi pengalaman akan dijumlahkan dengan efek title dan skill yang Anda miliki.]
Bunyinya seperti semangka yang pecah karena tertekan oleh karet yang banyak. Tubuhnya jatuh tanpa daya dan tergeletak.
"Kyaaa!"
Orang-orang dengan mental yang lemah berteriak, termasuk teman sekelasku yang merupakan seorang otaku pria dengan kacamata. Sungguh aneh dan lucu memang, tapi itu menjadi ciri khasnya sendiri.
Kemudian, Puteri Ceril von Goethe, orang yang memiliki skill 'soul eyes' baru melihatku karena tadi tertutup oleh kesatria Kesh. Dia melihatku tanpa memperhatikan kesatria yang tewas di depannya.
"Tuan Murata Manabe!"
Puteri Ceril memanggilku dengan keras. Orang-orang langsung melirik Puteri Ceril. Ini adalah pertama kalinya Puteri Ceril yang pemalu berteriak.
Seakan-akan semua orang lupa dengan kesatria milik Kesh, Raja Agnous bertanya pada Putrinya, Ceril.
"A-apa yang kamu katakan tadi?"
Sekali lagi, orang-orang dibuat bingung. Begitu pula dengan Putri Ceril. Dia tidak menyangka kalau aku ternyata masih hidup. Padahal, mereka telah memakamkannya hari itu.
"Sheesh. Sudah aku bilang kalau aku bukan Murata Manabe."
"Ta-tapi, kan-"
Kalimat Putri Ceril terhenti, karena aku berkata, "Aku tahu maksudmu. Tapi, aku bukanlah Murata Manabe."
Seperti yang dikatakan olehku, aku bukanlah Murata Manabe. Melainkan, Crhono Zero yang meminjam identitas Murata Manabe.
Meski begitu, memang benar akulah yang telah dilihat Putri Ceril sebagai Murata Manabe. Karena, dia melihat jiwaku yang masih berwarna putih dan titik hitam di bagian tengahnya.
Orang-orang tidak tahu dengan arah pembicaraan ini. Tapi, satu orang mengetahui arti dari kalimatku. Dia adalah Ayane Sasane.
"Apakah ... Jangan-jangan ..."
Ayane Sasane terguncang hatinya. Kemudian, aku mengalihkan pandangan ke arahnya. Aku mengetahui kalau Ayane Sasane telah mengetahui arti dari kalimatku.
"Seperti yang kalian tahu, Murata Manabe telah tewas."
"....."
Lalu aku melanjutkan, "Tapi, bukan di dunia ini."
"Apa?!"
Pikiran semua orang dipenuhi dengan kebingungan. Pertama, aku datang ke sini dan mengatakan kalau aku akan mengambil wilayah Kerajaan Goethe. Dan yang terakhir, Ayane Sasane dan Putri Ceril mengatakan kalau aku adalah Murata Manabe yang telah dimakamkan.
"Baiklah, sudah cukup pembicaraan mengenai Murata Manabe. Sekarang, aku akan mendengarkan pilihanmu ... Raja Agnous."
"..."
Keringat menetes dari wajah Raja Agnous yang terdiam. Mulutnya tampak terangkat dengan ragu-ragu.
"Satu ... dua ..."
Aku menghitung waktu hingga Raja Agnous angkat bicara.
"Aku ... aku tidak akan pernah menyerahkan kekuasaanku."
Slap.
"Tiga."
Dengan dinginnya, aku menjentikkan jari. Hal itu menyebabkan kepala Raja Agnous meledak seperti semangka.
__ADS_1
[Anda telah membunuh Raja Kerajaan Goethe, Agnous von Goethe.]
[Anda mendapatkan title 'Regicide.']
[Anda memperoleh 1200 poin exp.]
[Akumulasi pengalaman akan dijumlahkan dengan efek title dan skill yang Anda miliki.]
"Ayah!"
Anak-anaknya menjerit penuh kejut, termasuk Putri Ceril. Mereka melewatiku dan mendekati mayat Raja Agnous yang duduk di singgasana.
"Baiklah, dengan ini aku akan Kerajaan Goethe akan runtuh. Sekarang, seluruh wilayah Kerajaan Goethe akan menjadi wilayah kekuasaanku. Apakah ada yang ingin protes?"
Suasana menjadi dramatis. Tidak ada yang menyangka, aku akan membunuh Raja Agnous.
"Oh, iya, iya. Aku lupa. Kalian ..." Aku menunjuk pada teman sekelasku.
"....."
Ekspresi mereka tidak bagus. Wajah mereka penuh dengan ketakutan, saat aku melirik mereka.
"Hei, hei, ada apa dengan ekspresi kalian?"
"....."
Aku bertanya kepada mereka dengan mata tanpa dosa. Mereka mundur selangkah karena ekspetasi mengerikan mereka sendiri.
"Ayolah, aku hanya akan mengembalikan kalian ke bumi saja. Apa kalian tidak mau?"
Aku memberi mereka harapan dengan nada mengejek. Tapi, kebanyakan dari mereka tidak peduli. Mereka hanya memfokuskan pada kalimat 'mengembalikan kalian ke bumi' saja.
"A-apakah kau benar-benar dapat mengembalikan kalian ke bumi?" Masaki Toiko sang pahlawan bertanya kepadaku.
"Seperti yang diharapkan dari seorang pahlawan. Tentu saja, aku dapat mengembalikan kalian ke bumi. Tapi, ada dua syarat."
Gulp.
Masaki Toiko menelan ludah sebelum bertanya, "Apa ... syarat-syarat yang kau inginkan?"
"Pertama, kalian harus menunggu beberapa hari dulu. Yah, paling sampai aku resmi menjadi penguasa Kerajaan Goethe."
"O-oh, ka-kalau itu kami tidak masalah." Masaki Toiko merasa lega dengan syarat pertamaku.
Yah, setidaknya aku harus menguasai Benua Karazbis dan Kerajaan Goethe untuk mendapatkan point system yang cukup untuk mentransfer mereka ke bumi dengan teleportasi system tanpa batasan.
"Yang kedua!"
"...!" Masaki Toiko tersentak kaget karena aku mendadak berkata.
"Ingatan kalian tentang Murata Manabe dan dunia ini akan kuhapus sepenuhnya. Jika tidak ... kalian akan kubunuh." Aku memberi persyaratan kepada mereka dengan sedikit niat membunuh. Tapi, sepertinya mereka tidak memperdulikannya.
Masaki Toiko melihat sekeliling untuk melihat keputusan teman-temannya. Teman-temannya mengangguk kepadanya dengan wajah ceria. Meski ada ada satu orang yang memiliki pendapat berbeda.
Kemudian, Masaki Toiko berkata, "Kami bersedia memenuhi syarat yang Anda berikan."
Aku menatapnya sebentar sebelum membuka mulut, "Yah, itu bagus untuk kalian. Setidaknya, itu jika mereka setuju untuk menyerahkan wilayah mereka.
Aku menunjuk para petinggi kerajaan dan keluarga kerajaan yang menangisi kepergian Raja Agnous. Tapi, hal yang di luar nalar mereka terjadi.
"A-apa ini? Apa yang terjadi?" Kesh bertanya-tanya.
Di saat bersamaan, pesan system keluar.
[Anda telah memperoleh 'Card item: Xarl.]
[Anda telah memperoleh 'Card item: Agnous Von Goethe.']
[Card item: Xarl.]
[Item Card
Nama : Xarl
Ras : Manusia
Tingkat Kelangkaan : E---
Umur : 36
Level : 380/1000
Statistik:
Att : 1870
Def : 1798
Agi : 1810
Hp : 18 300/13 300
Mp : 5482/5482
Soul power : 0
Jurus pamungkas : ....
Gelar : Kesh's Knight, ....
Penampilan dan latar belakang :
Seorang pria paruh baya berusia 36 tahun dengan penampilan ....
• • • • • • • • • •
Dia menjadi kesatria terbaik Kesh von Goethe, pangeran pertama Kerajaan Goethe.]
[Card item: Agnous von Goethe.]
[Item Card
__ADS_1
Nama : Agnous von Goethe
Ras : Manusia
Tingkat Kelangkaan : E---
Umur : 65
Level : 480/1000
Statistik:
Att : 1290
Def : 1070
Agi : 960
Hp : 9000/9000
Mp : 4490/4490
Soul power : 3
Jurus pamungkas : ....
Gelar : The King of Goethe Kingdom ....
Penampilan dan latar belakang :
Seorang raja dari Kerajaan Goethe. Memiliki rambut beruban ....
• • • • • • • • • •
Statistiknya menurun karena usia.]
Atmosfer ruang takhta menjadi aneh. Mereka melihat mayat menjadi partikel cahaya, kemudian menjadi kartu dan menghilang. Tentu saja itu membuat mereka bingung.
Item card itu masuk ke dalam system's storage secara otomatis. Kemudian, aku mengeluarkan kedua kartu itu dari system's storage dan menyelipkannya di antara jari-jari.
"Uhum, uhum, semuanya, bisa minta perhatiannya sebentar?" Aku berdeham di tengah suasana yang membingungkan untuk mengambil perhatian.
Semua orang mulai melirik ke arahku dan melihat aku sedang memegang dua kartu. Kemudian, aku berkata pada kumpulan petinggi kerajaan dan keluarga kerajaan, "Semuanya, apa kalian dapat melihat apa yang aku pegang ini?"
Aku mengangkat tangan sambil melambai-lambaikannya untuk dilihat semua orang. Tapi, Kesh, pangeran pertama, menyelaku dengan nada keras.
"Berani ... berani-beraninya kau membunuh ayahku!" Kesh melompat dan menarik pedangnya. Dia mengangkat pedangnya ke atas dan mengayunkannya ke arahku dengan sekuat tenaga.
"Matiii!"
Aku memdecakkan lidah untuk menandakan kekesalan. "Ck, aku harus menghabisi seseorang lagi."
Slap.
Aku menjentikkan jari dan Kesh mendapati tubuhnya meledak. Dia juga berubah menjadi kartu lagi.
[Anda memperoleh 'Item card: Kesh von Goethe.']
"Apakah ada yang ingin menyela lagi?" Aku menatap para petinggi kerajaan dan keluarga kerajaan lagi.
"....."
Aku telah memastikan kalau tidak ada yang akan menyela lagi. Kemudian aku melanjutkan perkataanku.
"Baiklah, tidak ada yang menyela lagi. Aku membutuhkan persetujuan kalian semua untuk menyerahkan kekuasaan kerajaan Goethe. Sebagai gantinya, aku akan memberi kalian keselamatan."
Semua orang mulai mendengarkan dengan seksama.
"Aku akan membiarkan keluarga kerajaan hidup. Mereka akan menjadi bangsawan. Tapi tergantung situasinya, aku akan memberi mereka pangkat yang tinggi."
Aku melanjutkan, "Aku akan menghukum mati semua bangsawan atau petinggi yang buruk."
Ekspresi beberapa petinggi kerajaan memburuk seperti ketakutan dan beberapa yang lain tampak sedikit senang. Lalu, aku bertanya kepada mereka.
"Jadi, silahkan angkat tangan kalian, jika kalian setuju."
Mereka saling memandangi satu sama lain dan akhirnya membuat keputusan. Seperempat dari mereka tidak mengangkat tangan.
Mereka yang tidak mengangkat tangan adalah petinggi yang korup dan buruk. Sedangkan petinggi kerajaan dan keluarga kerajaan yang lain mengangkat tangan.
Mereka tahu kalau tidak ada yang dapat mereka lakukan. Tidak ada yang dapat melawanku, mereka terlalu takut. Sebenarnya, mereka sangat bersyukur hanya dengan dibiarkan hidup. Tapi, aku memberi mereka proposal yang lebih.
"Baguslah kalau begitu."
Slap.
Aku menjentikkan jari dan membuat petinggi kerajaan yang korup tewas.
"Baiklah, terimalah perintah pertamaku. Sebarkan pengumuman ke seluruh wilayah kalau raja yang sekarang akan diganti. Besok kita akan mengadakan pengumuman di ibukota."
Semua orang menunduk di hadapanku.
"Aku akan pergi dulu. Kalian beristirahatlah kembali. Aku akan kembali setelah panggung disiapkan."
Swooosh.
Aku menghilang dari ruang takhta bagaikan kilat. Aku sekarang menuju ke Desa Kotora.
"Barosa itu ... aku harus membuatnya menunda pencerahan dulu."
Swooosh.
Malam itu, perubahan besar yang mendadak terjadi. Pada malam yang (tenang?) itu, Kerajaan Goethe akan hilang. Kekuasaan resmi pertamaku akan dimulai di sini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tekan like jika kamu suka cerita ini.
Tekan love jika kamu suka novel ini.
Dukung author dengan vote dan hadiah.
__ADS_1
Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.
...Terimakasih...