![[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)](https://asset.asean.biz.id/-drop--supreme-world-s-system--sistem-dunia-tertinggi-.webp)
Malaikat tingkat tinggi, Bariel. Dia adalah malaikat yang dimiliki oleh Dewa Barosa dengan tugas mengawasi Raja Iblis Martus. Perkembangan dan kekuatannya adalah yang paling hebat diantara sekian banyak malaikat yang dimiliki Dewa Barosa.
Dan saat ini, Bariel telah bersiap untuk melawan Raja Iblis Martus dengan rata-rata statistik 2,3 juta. Dia menjadi jarang menaikan level sejak dia berevolusi ke malaikat tingkat tinggi 5 tahun lalu. Namun, bukan karena kemalasan atau tidak ada waktu. Dia kesulitan naik level, karena poin EXP yang harus dipenuhi sangatlah banyak. Bahkan dia baru menaikkan 31 level saja.
Sedangkan Raja Iblis Martus, dia hanya berdiri tegak saja tanpa menyiapkan kuda-kuda ataupun senjata. Dia hanya memakai setelan hitam pekat yang mengkilap dan ketat. Selama Bariel mengawasinya, dia sama sekali tidak pernah melihat setelan tersebut dan tidak pernah melihatnya tidak menggunakan senjata.
Namun sekarang, Raja Iblis Martus tidak menggunakan senjata. Bariel merasakan hal yang aneh.
"Majulah!" kata Martus.
*Kruk
Tanah pijakan dari kaki kanan Bariel yang besar menjadi lebur dan dia menegangkan otot kakinya yang menekuk. Dengan daya tolak yang diberikan, dia melompat dengan sangat cepat.
*Whoosh
Bilah cahaya di tangan kanannya yang telah keluar mulai menebas ke arah leher Raja Iblis Martus secara horizontal. Namun, kecepatan Raja Iblis Martus diluar dugaannya. Raja Iblis Martus menghindari arah laju bilah cahaya ke bawah dengan cara menurunkan tubuh ke arah belakang.
Tubuh malaikat Bariel terlalu besar, sehingga kecepatannya berkurang dan sulit untuk menebaskan bilah cahaya di tangan kiri.
Raja Iblis Martus langsung melompat setelah mengambil posisi jongkok. Dia mengarah ke kepala Bariel yang tingginya 10 m.
*Whooosh
Tangan kanannya dikepalkan dengan erat dan menariknya ke pinggang.
*Kret
Setelah sampai di bagian leher, dia melesatkan tinjunya yang telah ditegangkan ototnya ke arah dagu. Tangan kanan yang ditutupi oleh setelan hitam juga menjadi keluar aura berwarna ungu.
"Pukulan aura!"
*Whooosh
*Bug
Pukulan yang sangat dahsyat telah dihasilkan. Kecepatan tangan dan lompatannya membuat udara disekitarnya membuka jalan dan membuat lingkaran tekanan angin.
Bariel yang memiliki tubuh yang besar langsung terpental ke atas. Dia pun menggunakan sayap peraknya yang memiliki panjang 7 meter di kedua sayapnya.
*Whoosh... Whoosh...
Angin yang berhembus sangatlah kuat, karena sayap Bariel yang besar, cepat dan kuat mampu membawa tubuh Bariel yang besar.
*Kletek kletek
Sedangkan Raja Iblis Martus kembali turun ke tanah dan dia menumbuhkan sayap Iblis dari punggungnya.
"Huh! Sepertinya... ini akan menjadi pertarungan udara, ya!" kata Raja Iblis Martus.
Sayap Iblis yang berbentuk seperti sayap kelelawar muncul dengan panjang 3 meter. Dia pun mulai mengepakkan sayapnya dengan cepat dan kuat.
*Whoosh
Hal itu menyebabkan batu-batu dan benda dibawahnya tergeser dari tempatnya. Tidak lama kemudian, dia telah berhadapan dengan Bariel kembali dengan ketinggian yang sejajar.
'Kuh! Dia benar-benar lawan yang kuat! Tidak kusangka kekuatannya disembunyikan sampai-sampai aku salah prediksi!' gumam Bariel.
"Baiklah, aku beri kau satu kesempatan lagi!. Katakan, siapa yang telah mengirimmu dan makhluk apa kamu?" kata Raja Iblis Martus.
"Huh! Kau pikirlah sendiri! Aku tidak akan pernah mengkhianati Tuanku! Meski aku harus menghadapi neraka terdalam sekalipun, aku akan tetap setia kepadanya!"
Bariel yang merupakan ras malaikat, membuat nya selalu setia pada tuannya meski dalam kondisi apapun.
'Tuannya? Sepertinya benar. Ada seseorang yang memerintahkannya untuk mengawasiku! Tapi, siapa orang itu? Sejauh aku berpetualang, aku tidak pernah menemukan musuh yang setara dengan diriku. Kira-kira... Siapa Tuannya, ya?' pikir Raja Iblis Martus dalam hatinya.
Barielpun mulai mempersiapkan diri. Bilah cahaya mulai menghilang dan dia mengeluarkan pedang cahaya yang panjang dari tangan kanannya. Pedang cahaya panjang di genggam dengan erat oleh kedua tangannya.
"Baiklah, jika itu maumu. Aku memujimu. Kalau begitu, matilah dengan tenang!" kata Raja Iblis Martus.
Raja Iblis Martus mengeluarkan bilah aura berwarna ungu dari tangan kanannya.
Mereka pun langsung melesat untuk bertarung dengan sangat sengit. Bariel terus menebaskan pedang cahaya panjangnya.
Satu kali perdetik, dua kali perdetik, tiga kali perdetik... sampai pada 100 kali perdetik Bariel menebas dengan sangat kuat dan kuat. Sedangkan Raja Iblis Martus hanya menghindarinnya tanpa menerima serangan ataupun menyerang.
2 menit telah berlalu sejak pertarungan udara mereka dimulai. Namun, hanya Bariel yang menyerang. Dia menyerang Raja Iblis Martus dengan membabi buta, karena serangannya tidak pernah mengenai Raja Iblis Martus.
Kemudian Raja Iblis Martuspun mulai bosan dan mulai menyerang. Tangan kanannya yang diselimuti aura biru mulai diayunkan secara diagonal. Dia telah memprediksi jalur laju dari serangannya, sehingga dia dapat menyerang dengan tepat.
*Sring
*Thud
*Pheesss
Tangan kanan Bariel telah terpotong dengan sangat rapi. Darah yang berwarna merah cerah terpancar keluar darinya. Dia secara reflek langsung memegang tangan bagian lengan atas, karena bagian sikutnya telah terpotong.
"Kuuhh! Urghhh!"
Dia terus menahan rasa sakitnya yang terus terasa ketika jantungnya terus berdetak hingga dia akhirnya menggunkan sihir api untuk menghentikan darahnya yang terus keluar.
Kesehatan(HP)nya yang tadi berada di angka 320 juta, kini berkurang seperlimanya.
Kini dia mulai semakin marah, sedangkan Raja Iblis Martus hanya melihatnya dari atas dengan tatapan yang dingin, kerena rasa sakit yang membuatnya sedikit kehilangan keseimbangan dalam terbang sehingga ketinggiannya turun sedikit.
Namun, tiba-tiba dia tersadar dan mengingat sesuatu.
'Kuh! Sial! Dia sangat kuat! Aku harus lari! Ah, Gawat!'
__ADS_1
Bariel merasa gugup dan ketakutan.
'Bagaimana bisa aku melupakan perintah beliau?! Ini gawat, aku diperintahkan untuk mengawasi Raja Iblis Martus sampai dia telah mengawasi seluruh daratan. Tapi aku,... aku malah mendatangi Barosa. Yang artinya... aku telah melanggar perintahnya! Yang lebih buruk lagi, aku gagal mengetahui rahasia dan kekuatan sesungguhnya dari Raja Iblis Martus bahkan sekarang aku tidak bisa Menyerangnya!'
'Ini benar-benar buruk. Setidaknya... aku harus melaporkan hal ini kepada beliau. Aku benar-benar lalai. Meskipun aku harus dihukum, aku akan tetap setia kepadanya.'
Karena merasa tidak dapat menang, Bariel memutuskan untuk kembali ke Istana Barosa. Dengan terpaksa, dia harus meminta maaf karena telah melanggar perintah Barosa.
"Sepertinya, kau beruntung kali ini... Raja Iblis Martus! Aku akan kembali lagi nanti! Bersiap-siaplah sampai aku kembali nanti, karena aku akan membalasmu saat itu juga!" ancam Bariel.
"Huh! Kau bodoh, ya! Jangan pernah berpikir kau dapat kabur dariku. Aku kan pernah berkata... "
*Whoosh
Tiba-tiba Raja Iblis Martus telah berada tepat di depan muka Bariel dengan kaki kanan yang berada di belakang. Kakinya tampak hendak menendangnya tanpa belas kasih.
"... Aku akan membunuhmu, jika kau tidak menjawab pertanyaanku." lanjut Raja Iblis Martus.
......................
Di sisi lain...
Di sebuah tempat yang hanya ada warna putih, kecuali seseorang yang sedang melihat layar monitor hologram dan hologram tersebut.
Dia adalah Barosa. Barosa merupakan satu-satunya ras dewa yang ada di Dunia Karaztam. Barosa hendak melakukan ritual pemanggilan dengan Bariel.
...Informasi!...
Barosa hendak melakukan ritual pemanggilan Tuan dan Pelayan. Ritual ini akan dilakukan dengan cara meneteskan darah dan menyebutkan nama pelayan dan berkata "Aku memanggilmu, wahai pelayanku! Patuhilah perintahku, dan datanglah padaku! ... (nama)".
Ritual ini hanya mengkonsumsi satu tetes darah Sang Tuan saja. Tapi hanya dapat dilakukan 2 minggu sekali dan ritual ini hanya dapat dilakukan jika Sang pelayan sedang tidak bertarung atau dalam kondisi tertentu.
...Selesai!....
Barosa melakukan ritual. Dia menggigit ujung jari telunjuknya sedikit. Kemudian darah menetas ketika dia mengarahkannya ke depan. Dia pun berkata, "Aku memanggilmu, wahai pelayanku! Patuhilah perintahku, dan datanglah padaku! Datanglah Bariel!"
Namun, Bariel tidak muncul. Dia berasumsi dan berpikir.
'Apa yang terjadi? Bukankah aku menyuruh Bariel untuk mengawasi Raja Iblis Martus? Kenapa dia tidak datang ke sini? Mungkin ada sesuatu yang terjadi. Aku harus pergi ke tempatnya'
Dewa Barosa akhirnya turun ke Planet Karaztam. Dengan kontrak Tuan dan Pelayan, Dewa Barosa dapat melacak keberadaan dari Bariel. Dia pun langsung pergi terbang ke lokasi Bariel.
Benua. Benua adalah daratan yang memiliki dataran yang luas. Benua memiliki karakteristik di setiap letak dan luasnya. Karena itulah, Benua manusia, Sarte menjadi tempat yang luas dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk ke sana.
Meski Dewa Barosa memiliki statistik kecepatan yang tinggi, dia masih membutuhkan waktu sekitar 10 menit. Luas Benua Sarte adalah 277, 988, 120 kuadrat. Dengan panjang dari timur ke barat sekitar 120 juta km.
Bariel saat ini berada di tengah-tengah Benua. Sehingga waktu yang dibutuhkan Dewa Barosa hanyalah 5 menit saja dan jarak yang ditempuh sekitar 60 juta km. Kecepatan terbangnya sangat luar biasa, bahkan pesawat supersonik yang ada di bumi tidak bisa dibandingkan dengannya.
Ketinggiannya melebihi tinggi awan di langit. Laju kecepatannya membuat awan-awan di bawahnya menjadi terpotong. Sayangnya, tidak banyak orang yang melihat kejadian tersebut, karena berada tepat tengah malam.
7 menit kemudian, Dia akhirnya sampai di tempat Bariel. Namun, pemandangan yang ia lihat di sana adalah Bariel dengan tangan kanan yang terputus sedang menghadapi seorang iblis dengan setelan pakaian hitam yang ketat dan berkilau tanpa memakai senjata. Sang Iblis memeluk kedua tangannya pada lengan atas di depan dada dengan sombongnya. Dia tidak lain adalah Raja Iblis Martus.
'Bariel kalah dengan Raja Iblis Martus? Bagaimana bisa? Aku harus menyelamatkannya dan menannyai dia!' kata Dewa Barosa dalam hatinya.
'Itu, kan?'
Dewa Barosa yang melihatnya, langsung pergi ke bawah untuk menghalau serangan dari Raja Iblis Martus. Raja Iblis Martus menyadari ada hawa keberadaan yang sangat kuat mendekatinya dan dia langsung mundur kebelakang dengan sayap Iblis besarnya.
Tiba-tiba Raja Iblis Martus melihat raksasa setinggi 60 meter-an turun ke depan Bariel.
"Tu-tuan! Apa yang Anda lakukan disini?"Huh tanya Bariel yang kebingungan melihat Tuannya, Barosa. Dia terkejut sekaligus merasa senang.
"Siapa kau?" tanya Raja Iblis Martus.
"Huh! Kau pikir siapa dirimu itu? Kau bahkan tidak berhak untuk mengetahuinya!" kata Dewa Barosa.
Dari sudut pandang Raja Iblis Martus, Dewa Barosa memiliki kekuatan yang sangat kuat. Bahkan dia adalah keberadaan terkuat yang pernah dia temui selama ini. Dia merasa bersemangat dan darahnya terasa mendidih.
Dia mulai memperlihatkan senyum kecilnya untuk pertama kalinya.
"Heh! Menarik! Bolehkah aku menantangmu untuk berduel?" tanya Raja Iblis Martus.
"Baiklah. Tapi sebelum itu, aku harus merawat luka pelayanku terlebih dahulu."
"Baiklah"
Dewa Barosa menyembuhkan luka-luka yang dialami oleh Bariel dengan sihir penyembuhan yang hebat.
"Menyinari kegelapan, memberi harapan, kekuatan suci. Penyembuhan besar, Great Heal!"
Seketika, tubuh Bariel di selimuti oleh cahaya hijau yang menghangatkan tubuhnya dan membuatnya merasa nyaman. Luka-luka yang diderita langsung sembuh dan tangan yang terpotong telah tumbuh kembali. Ini adalah sihir penyembuhan legendaris yang hanya dapat dilakukan oleh seorang Saint. Namun, dengan bakat alami dari Dewa Barosa, dia dapat menggunakannya dengan mudah.
'Hooh~ menarik! Dia dapat menggunakan sihir yang dapat membuat tangan yang telah terpotong tumbuh kembali ke bentuk semula'
Raja Iblis Martus memuji Dewa Barosa.
"Baiklah, bisa kita mulai?" tanya Raja Iblis Martus.
"Ya."
Dengan cepat, Raja Iblis Martus telah di pukul oleh tangan besar Dewa Barosa. Kecepatan Dewa Barosa melebihi kecepatan Raja Iblis Martus. Raja Iblis Martus dipukul seperti serangga yang sedang dipukul oleh manusia.
"K-kuagh!"
Raja Iblis Martus merasakan pukulannya dan terpental jauh ke arah atas bagian selatan. Setelan hitamnya membuat pertahanannya meningkat pesat dan mampu menahan serangan Dewa Barosa. Tapi, sifatnya yang fleksibel dan kekuatannya yang kurang dalam menahan kekuatan Dewa Barosa, membuatnya terpental jauh sampai menembus awan.
Tidaklah berlebihan untuk membuat Raja Iblis Martus terpental jauh dengan statistik serangannya yang berada di kisaran 879 juta.
Sayap Iblis Raja Iblis Martus membuatnya dapat menyetabilkan posisinya semula. Namun, Dewa Barosa tidak memberikan waktu baginya. Dia dengan cepat di tendang oleh Dewa Barosa ke bawah di bagian selatan secara diagonal.
__ADS_1
Diapun terlempar ke samudra di selatan Benua Sarte. Samudra itu bernama Samudra Nerte. Dia terjatuh di bibir pantai dengan sangat cepat dan menghasilkan ledakan pasir.
*Booom
"Uhuk uhuk!"
'Sial! Kecepatannya luar biasa sekali. Kira-kira dia setengah kali lebih cepat dariku. Apa dia meningkatkan statistiknya pada kecepatan? Tidak, dia juga dapat menggunakan sihir. Dia pasti ahli sihir juga. Meski kerusakan yang kuterima telah di kurangi sangat banyak oleh setelan ini, tetap saja... efek knockback-nya sangatlah menyebalkan'
Diapun bangun dari kondisi tersungkurnya. Namun, baru saja dia bangun dan Dewa Barosa telah tiba di depannya.
*Booom
Dia turun dan menyebabkan ledakan pasir yang lebih dahsyat dari ledakan pasir Raja Iblis Martus, karena dia memiliki tubuh yang lebih besar.
Mereka lalu terbang dan bertarung. Rata-rata statistik Raja Iblis Martus adalah 563 juta. Namun, dengan keahlian, kendali, teknik dan skillnya, dia mampu bertahan dari serangan Dewa Barosa.
Mereka saling menyerang hanya dengan adu pukul, namun itu hanya berlangsung 5 menit saja. Tidak bisa dipercaya, Dewa Barosa terpojok karena teknik yang dapat mengembalikan dan menyerangnya dengan statistik yang terlampau jauh di bawahnya.
Dewa Barosa akhirnya menggunakan sihir yang merupakan bidang keahliannya. Dia menggunakan berbagai sihir peningkatan statistik, peningkatan indra, sihir penyerangan, sihir pertahanan dan sihir pelemahan untuk diberikan kepada Raja Iblis Martus.
Pertarungan terus terjadi dengan sengit. Sampai akhirnya, Raja Iblis Martus yang memiliki statistik lebih rendah menjadi terpojok karena kelelahan. Staminannya terkuras habis. Dia tidak menyangka bahwa Dewa Barosa memiliki kekuatan sihir yang luar biasa dan kapasitas mp di luar nalar.
Tiga jam berlalu, Raja Iblis Martus terus menerus terpojok akibat dari sihir pelemahan yang diberikan kepadanya. Teknik dan gerakannya menjadi kacau, namun dia tetap dapat bertahan dan beradaptasi, meski itu hanya dapat memperpanjang waktu saja.
Di setiap jual beli serangan, Raja Iblis Martus terus memasang senyum bahagia dan senang. Untuk pertama kalinya, dia dapat bertarung dengan sekuat tenaga dan bertarung selama ini. Malam itu menjadi malam terpanjang yang pernah mereka alami. Dunia serasa berhenti, ekspresi bahagia ketika melawan orang yang lebih kuat adalah mimpi terbesarnya.
Dunia terasa berjalan dengan lambat dan merasa dunia ini adalah miliknnya. Dia merasa bahagia. Namun, dalam sekejap seluruh stamina Raja Iblis Martus telah terkuras habis. Tidak ada yang tersisa. Dia terjatuh dari ketinggian dan penglihatannya terlihat menjadi gelap.
Tubuh yang tidak dapat digerakkan, ini menjadi tantangan bagi Raja Iblis Martus. Jatuh di atas pasir yang dingin dengan permukaan yang halus. Tubuhnya tertidur dan menghadap ke langit.
Di langit, dia melihat bulan yang bersinar dan muncul sesosok raksasa yang menutupi sinar bulan. Raksasa itu mendekat, dia berpikir bahwa ini adalah akhirnya.
Betapa ironisnya. Baru sehari setelah keberhasilannya dalam menguasai dunia, namun dia harus mati pada hari itu juga. Tidak, lebih tepatnya keesokan harinya. Saat itu adalah waktu subuh dan langit berwarna biru yang sama dengan warna bulan.
Dia tidak ingin meninggal sebelum membuat dunia ini menjadi damai. Karena itulah, dia hendak bangun kembali. Tapi, ini adalah kenyataan. Dia bukanlah tokoh protagonis dalam sebuah cerita. Adanya keterbatasan, membuat adanya tanpa batas.
Dia hendak melampaui batas yang mustahil dapat dilakukan. Raksasa tersebut telah sampai di tanah.
"Kau sungguh menarik, Iblis! Bisa menggunakan bahasa para dewa. Dari mana kau tahu?"
"..."
Raja Iblis Martus yang telah kehilangan staminannya tidak bisa menjawab.
"Cih, baiklah. Aku tidak akan membunuhmu. Kau akan berguna bagiku. Jadi, tidurlah dengan nyenyak!"
Dewa Barosa menggunakan sihir untuk menghilangkan ingatan Raja Iblis Martus. Matahari telah terbit, akhirnya telah tiba. Dewa Barosa membawa Raja Iblis Martus ke istananya.
Semua telah berjalan sesuai rencana. Sampai akhirnya, insiden pembantaian persatuan 4 rasa besar dan dikendalikannya Raja Iblis Margus, Putra dari Raja Iblis Martus.
Dewa Barosa kemudian melanjutkan perburuan ke berbagai makam kuno, labirin besar dan berbagai macam makhluk yang kuat untuk menaikkan level. Sampai dia telah mencapai level 1000 dan membutuhkan jiwa yang banyak untuk berevolusi.
Di sisi lain, Raja Iblis Martus telah menemukan pasangan hidupnya dan menikahinya. Namun, Dewa Barosa kembali ke ruang putih untuk menyegel seluruh kekuatan makhluk yang lahir di planet Karaztam.
Sampai akhirnya, semua ingatan makhluk telah berubah bahwa seluruh statistik mereka telah berkurang drastis. Raja Iblis Martus yang memiliki rata-rata statistik 563 juta, sekarang menjadi 1 juta saja.
Tidak ada yang tau tentang hal itu, karena ingatan mereka telah diganti. Dia melakukan hal tersebut sebagai pencegahan agar dia dapat mendapatkan banyak jiwa dengan mudah.
Hanya tinggal menunggu waktu sampai penghuni-penghuni Dunia Karaztam yang memiliki akal telah mencapai jumlah yang mencukupi saja.
...****************...
...[ ANDA TELAH MENDENGARKAN KISAH DEWA BAROSA YANG BERBAKAT ]...
Dewa Barosa telah menceritakan pengalaman hidupnya kepadaku. Di lapangan yang sunyi dan tidak ada yang sedang sadar kecuali mereka. Itu adalah kisah hidup panjang yang diringkas menjadi 1 jam saja.
"Jadi, dengan kata lain... kau adalah penyebab semua kejadian ini, bukan? Pantas saja aku merasa aneh. Ras Iblis (Devil) dan malaikat adalah ras yang saling bertentangan. Namun, mereka memiliki rata-rata statistik yang sama seharusnya. Namun, karena kau... Ras Iblis menjadi lebih lemah. Benar tidak?"
Itulah kesimpulan dariku. Meski ada beberapa rahasia yang telah kuketahui dari cerita yang disingkat oleh Dewa Barosa.
"Be-benar."
...[ PEMAHAMAN ANDA TELAH MEMBUAT ANDA MENDAPATKAN KESIMPULAN YANG TEPAT ]...
...[ SYARAT PERTAMA QUEST RAHASIA DUNIA DAN PENGUASAAN MISI BAB I, C+ TELAH DIPENUHI ]...
'Syarat pertama telah terpenuhi, waktunya memenuhi syarat kedua, kah!'
...Misi \= Bab I...
...Tingkat \= C+...
...Nama \= Rahasia dunia dan penguasaan...
...Syarat penyelesaian \= mengetahui informasi di balik penyerangan dan menghentikannya serta kuasai lah Benua Karazbis dan Kerajaan Goethe....
...Batas waktu \= 6 bulan...
...Hadiah \=10 000 000 000 poin system,Semua Statistik +100 000 000 , menjadi penguasa Kerajaan Goethe dan mempersatukan semua ras serta Extra skill flame's Controll (dapat mengendalikan segala jenis api sesuai keinginan,meskipun melawan dewa api skill ini dapat mengalahkannya) dan legendary skill Hellfire(mengeluarkan api yang sangat panas, 1 tetes api tahap akhir skill ini dapat menghanguskan separuh planet dan mengeringkan samudra)....
...kegagalan \= runtuhnya Kerajaan Goethe dan hancurnya keseimbangan dunia serta pengguna hanya bisa mengeluarkan 1% kekuatan asli....
Bersambung...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Hai, readers!...
...Terima kasih telah membaca karyaku....
__ADS_1
...Ini hanyalah cerita fiksi dan karangan saya sendiri....
...Jika ada kesalahan kata atau tanda baca dan kata-kata yang kurang berkenan, saya mohon maaf....