![[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)](https://asset.asean.biz.id/-drop--supreme-world-s-system--sistem-dunia-tertinggi-.webp)
Di bumi.
"Aduh, duh, duh. Di mana aku?"
Puluhan orang bangun dari tanah di lapangan yang luas. Mereka adalah teman-teman sekelasku yang telah aku pulangkan kembali ke bumi.
Semua orang saling melirik satu sama lain.
"Apa ... apa yang telah terjadi pada kita?" Masaki Toiko-lah yang membuka mulutnya pertama kali.
"Bukankah tadi kita sedang berada di ruang kelas dan akan memulai pelajaran?"
Itu Ayane Sasane yang berbicara. Tapi, dia merasa kepalanya sakit dan pusing. Sehingga, dia memegangi kepalanya.
"Aduuuh."
Ternyata tempat mereka bangun, berada di lapangan olahraga sekolah. Hari itu, sekolah sedang libur. Jadi, sekolah sekarang sepi.
***
Di Dunia Karaztam.
Situasi semakin gawat. Aku tidak menyangka kalau perwakilan dari Keluarga Furry akan datang secepat ini.
[Sebuah 'Great portal' telah muncul.]
Atmosfer menjadi semakin berat, sejak portal muncul. Kaki yang lebih besar dari milik Barosa keluar.
[Kehadiran makhluk yang kuat membuat ruang terdistorsi dan berat.]
'Sialan! Padahal aku belum sempat mengambil alih 'world's system' Dunia Karaztam.'
Kaki itu benar-benar besar. Aku segera meminta bantuan system. Beruntungnya, aku telah menyiapkan rencana bila hal ini terjadi.
"System, ubah penampilanku menjadi malaikat tingkat tinggi, Bariel."
[Permintaan sedang diproses.]
[Mencari data individu yang bernama 'Bariel.']
[Data telah dikumpulkan.]
[Memilih data yang sesuai dengan ingatan Anda.]
[Data individu telah dikonfirmasi.]
[Memulai transformasi wujud ke malaikat tingkat tinggi, Bariel.]
[1300 poin system telah dikonsumsi.]
Seketika, aku tertutupi oleh cahaya. Tubuhku membengkak secara tidak wajar. Rambut oranye kini berubah menjadi kuning. Pakaianku juga berubah menjadi kain putih murni yang menutupi tubuh saja.
Sayap putih keluar dari punggungku dengan cepat. Ukuran tubuhku menjadi besar seperti Bariel. Tinggiku berubah menjadi sekitar 10 meter.
Tanah sedikit berguncang saat kaki itu keluar. Kemudian, sesosok raksasa setinggi 1,2 kali lebih tinggi dari Barosa muncul. Pakaian yang dipakai oleh raksasa itu sama seperti Barosa.
'Kuat!'
Tubuh yang kekar dan sempurna. Rambut cokelat gelap dan wajah yang tampan. Usianya seperti 30 tahunan lebih jika dia manusia. Itu adalah deskripsi singkat untuk penampilannya.
Dari hawa kehadirannya saja dia dapat membuat makhluk yang lebih rendah darinya pingsan atau lari tidak karuan. Sebuah eksistensi yang luar biasa.
Raksasa itu berbicara, "Selamat, Tuan Barosa. Anda telah berhasil."
Dari suaranya saja mengandung energi yang dapat membuat orang-orang di sekitarnya merasa pusing. Raksasa itu tampak sopan terhadap Barosa.
"Iya. Sudah lama, Kyrga," sapa Barosa.
Kyrga melihat sekitar dan berkata, "Ayo, Tuan muda! Portalnya akan di tutup sebentar lagi."
"Iya. Ayo, Tu-"
__ADS_1
Barosa melirik ke belakang untuk mengajakku hanya untuk berhenti karena terkejut. Penampilanku telah berubah menjadi salah satu malaikatnya, Bariel. Pemikiran Barosa langsung dapat memahami apa yang telah terjadi.
"Ayo, Bariel!" ajak Barosa.
Aku berlutut dan membuka mulut, "Baik, Tuan."
"....."
Kyrga menatapku seolah-olah sedang mengawasi ku. "Apa hanya ini malaikat yang tersisa?"
"I-iya, Kyrga."
"Hmmm."
Kyrga menatapku lagi dan terkejut.
[Individu 'Kyrga' mencoba melihat status Anda dengan paksa menggunakan 'God's eyes.']
[System telah memblokirnya.]
Meski tidak terlihat di raut wajahnya, aku dapat mengerti dari matanya yang bergetar.
'A-apa?! Bagaimana bisa aku tidak dapat menggunakan 'god's eyes' pada malaikat ini.'
Kyrga mulai menatapku dengan mata tajam yang sedikit bergetar. Barosa bertanya pada Kyrga, "Ada apa? Apa ada sesuatu dengan malaikatku?"
Kyrga menatapku untuk beberapa saat sebelum menjawab, "Tidak. Tidak ada apa-apa."
Kami akhirnya memasuki portal. Kyrga adalah orang yang terakhir memasuki portal.
***
Kerajaan Otto. Tempat di mana para dewa yang memiliki budaya dan ciri khas dari Yunani kuno. Itu adalah satu dari tiga kerajaan yang ada di alam dewa.
Aku sekarang menginjakkan kaki di alam para dewa. Tempat aku akan memanen poin exp dalam jumlah besar. Itulah yang seharusnya aku lakukan.
Aku, Barosa dan Kyrga masuk ke dalam portal dan aku mendapati pemandangan yang sangat indah. Layaknya potret dari mahakarya Yang Maha Agung yang melebihi keindahan dalam lukisan seni.
Deretan gunung, hutan belantara dan padang rumput yang menjadi berwarna jingga karena efek dari matahari. Ini benar-benar dapat menenangkan hati siapapun orang yang melihatnya.
'Yaahhh, meski tidak berguna untukku saat ini.'
Portal kami lewat tadi, sekarang menjadi mengecil dan semakin mengecil hingga menghilang.
"Silahkan lewat sini, Tuan Muda Barosa."
"Ah, iya."
Kami tiba ke sini di dalam kediaman Keluarga Furry. Tempat portal muncul tadi seperti gerbang yang hanya memiliki dua pilar di kedua sisinya.
Kami dibawa ke dalam mansion atau sesuatu seperti itu oleh Kyrga. Tempatnya begitu luas dan besar.
'Aku rasa luas Istana Barosa hanya memiliki 1% dari luas kediaman ini.'
Itu adalah kediaman di sebuah gunung yang tinggi. Aku harus terbang untuk menyesuaikan langkah para dewa ini.
Tok, tok, tok.
"Kami sudah sampai, Tuan. Bolehkah kami masuk?" Kyrga mengetuk pintu dan meminta izin kepada seseorang di dalamnya.
Akhirnya, kami tiba di sebuah ruangan yang besar. Di sana, terdapat seorang pria tua mengenakan kacamata yang sedang menulis di kertas.
Pria tua itu memiliki rambut abu-abu dan beberapa tumpukan kertas terpampang di mejanya.
Barosa membuka mulut dengan tersenyum pahit, "Sudah lama, Ayah!"
Pria tua itu adalah ayah dari Barosa, Furry Galrisa. Galrisa berhenti menulis dan menaruh kacamatanya.
"Iya, Barosa."
Kedua orang itu tampak sangat rindu. Hal itu terlihat hanya dari mata mereka.
__ADS_1
Galrisa berdiri dan menghampiri Barosa, "Kamu sudah berhasil."
Galrisa menepuk pundak Barosa yang tengah bergetar. Hatinya terasa berat dan air mata keluar dari matanya.
"... Ya."
'Bagaimanapun, pria besar ini seperti seorang anak berusia 10 tahun yang dibawa pergi dan bertemu kembali setelah 8 tahun.' Aku menatap Barosa yang sedang tersedu-sedu sambil mengelap ingus dan air matanya.
'Yang berbeda adalah, itu hampir 10 ribu tahun.'
Galrisa hanya menatap Barosa dengan senyum pahit. Galrisa bergumam dalam hatinya, 'Aku sudah tua.'
***
Setelah pertemuan dramatis itu, kami di bawah pergi untuk makan malam.
Ibu Barosa sekarang telah tiada, jadi hanya beberapa anggota keluarga yang ada di meja makan. Saudara-saudarinya pergi untuk membuat prestasi agar dapat mendapat warisan ayahnya.
"Jadi, Barosa. Bisa kau ceritakan hal yang terjadi di sana?"
"Baik, ayah. Darimana aku mulai? Pertama-tama ..."
Barosa menceritakan semua hal yang terjadi di sana, kecuali tentang pembantaian malaikat dan sesuatu yang berhubungan dengan diriku.
'Dia pandai membuat-buat cerita,' pikirku.
Makan malam telah selesai. Aku dan Barosa di antar ke kamar kami masing-masing.
Di kamarku, aku telah merencanakan semuanya.
"Pertama, aku akan membuat golem hidup yang memiliki penampilan Bariel."
Aku hendak menggunakan sihir penciptaan hanya untuk berhenti karena aku mengingat sesuatu.
"Tunggu ... tunggu dulu. Bukankah aku memiliki item card Bariel?'
Aku segera meminta system untuk mengeluarkan item card Bariel.
"System, keluarkan item card Bariel!"
[Permintaan diterima.]
Dalam sekejap, sebuah cahaya muncul melayang di hadapanku. Cahaya itu menghilang dan mengungkapkan kartu yang merupakan benda yang aku cari.
[Permintaan telah selesai.]
Aku mengambil kartu itu dan memulai cara untuk membangkitkan kembali Bariel.
"Item card 'Bariel.' ... Discharge!"
Kartu itu mulai berubah menjadi partikel cahaya dan pergi ke tanah. Partikel cahaya mulai membentuk wujud.
"System, carikan jiwa Bariel yang aku ambil dari soul taker!"
[Permintaan diterima.]
Segera, aku menyalurkan jiwa Bariel ke dalam cahaya tersebut. Tubuh mulai terlihat dan penampilan dari sosok malaikat tingkat tinggi, Bariel terlihat.
"Aku, Bariel. Akan melayani Anda dengan sempurna, Tuan.".
Bariel berlutut di hadapanku dan aku mulai mengatakan rencana yang telah aku persiapkan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tekan like jika kamu suka cerita ini.
Tekan love jika kamu suka novel ini.
Dukung author dengan vote dan hadiah.
Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.
__ADS_1
Terimakasih