[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 147 ~ Kesatria Hitam


__ADS_3

Salju putih menumpuk, tapi kini dicemari oleh warna merah darah.


Di Lembah Koluba, cuaca di sana cukup dingin. Namun, rasa dingin di sana tidak bisa membuat para prajurit berdiri diam di medan perang.


Kematian, penderitaan dan berbagai hal menyakitkan terjadi di medan perang. Tidak ada yang pandang bulu, bisa saja kalian tewas tanpa disadari, bisa saja kalian terkena serangan tanpa disadari.


Segala macam hal buruk dapat terjadi kapan saja. Saat ini, pasukan berkuda hitam milik Kekaisaran Paliji, Kesatria Hitam melaju di sepanjang medan perang.


Sebelum mencapai wilayah musuh, mereka melihat seorang pemuda berusia belasan tahun dengan rambut perak. Dia membawa koper hitam besar dan mengambil sesuatu darinya.


"Hei, siapa anak muda itu?" Salah satu Kesatria Hitam bertanya.


"Entahlah, kurasa hanya anak yang tidak tahu luasnya dunia. Dia bahkan berani menghadang jalan Kesatria Hitam." Orang di sebelahnya menjawab.


Orang yang bertanya menampilkan senyum kejam di balik helm besinya, "Hehehe, biar aku ***** anak itu."


Orang tersebut langsung menambah kecepatan kudanya ke arah Crhono Alexander. Sementara itu, pemimpin Kesatria Hitam yang bernama Pertago mengerutkan kening. Dia merasa bahwa pemuda yang menghalangi jalan ini tidak sederhana.


Tapi, jika dipikirkan dengan akal sehat, tidak mungkin ada anak muda yang dapat mengalahkan salah satu Kesatria Hitam yang berlevel 400 ke atas. Selama peperangan besar dimulai sejak 3 hari lalu, tidak ada yang pernah melihat keberadaan Komandan musuh.


Jadi, Pertago tidak mengenal Crhono Alexander.


Sesaat kemudian, wajah Pertago menampilkan keterkejutan yang tidak bisa terbendung.


"Itu adalah …"


Pertago melihat Crhono Alexander dengan wajah tenang mengangkat dua benda. Itu adalah pistol.


Pertago pernah datang ke penelitian teknologi dan melihat benda yang mirip dengan pistol. Itu memang masih dalam tahap pengembangan, tetapi orang berlevel rendah dapat dipastikan menang dengan senjata tersebut.


Pistol kecil ini tidak diragukan lagi persis dengan senjata yang sedang dikembangkan Kekaisaran. Apakah ada yang membocorkan informasi penelitian itu?


Pertago tidak bisa tidak terkejut, senapan yang dikembangkan di penelitian teknologi memiliki kemampuan menembus baju besi. Jika itu ditembakkan, meski Kesatria Hitam berlevel 400, itu tidak bisa bertahan melawannya. Satu-satunya cara adalah dengan menangkis atau memblokir dengan senjata.


Sebelum memperingati bawahannya yang maju, suara tembakan terdengar.


Bang!


Seketika itu juga, kuda bawahannya kehilangan kendali dan tersungkur. Belum sempat bereaksi, suara tembakan terdengar lagi.


Satu per satu bawahan Pertago terjatuh dengan cepat, sementara posisi tembakan mulai menuju ke arahnya. Pertago mengambil tombak di belakangnya dan mengayunkan ke depan.


Clang!


Peluru yang menuju ke arahnya terpental oleh ujung tombak, sementara tombaknya bergetar kuat dan berdengung. Kekacauan terjadi di pasukan Kesatria Hitam.


Anggota yang jatuh menjadi halangan bagi anggota yang dibelakang, kemudian mereka akhirnya jatuh, disusul yang dibelakang lagi.


Pertago berhenti dan mengerutkan kening, ekspresinya sangat serius.


Sementara itu, Crhono Alexander terhenti sesaat ketika Pertago berhasil memblokir tembakannya. Crhono Alexander dapat dengan tepat menembak kepala musuh dengan cepat, meski mereka bergerak. Tapi Pertago ini berhasil memblokirnya.


Crhono Alexander menyembunyikan senyumnya dan berbisik, "Menarik …."


Pasukan Kesatria Hitam berjatuhan, Pertago tidak mempedulikannya. Dia hanya menatap Crhono Zero dengan tatapan rumit tidak percaya.


Kesatria Hitam yang brutal dikacaukan oleh pemuda tak dikenal …


Jika berita ini tersebar, dapat dipastikan kalau Kesatria Hitam akan diolok-olok.


Menekan amarah di hati, Pertago membuka mulutnya dan berkata, "Pertago, pemimpin Kesatria Hitam! Siapa kamu?"


Crhono Alexander mengangkat alisnya, lalu tersenyum merendahkan dan mengacungkan jari telunjuknya ke bawah.


"Hah? Apa maksudmu menunjuk ke bawah? Apa kau bisu atau semacamnya? Jawab aku!" Pertago menjadi semakin tidak sabar.

__ADS_1


Crhono Alexander hanya menggelengkan kepalanya. Pertago berbicara di atas kuda, itu menunjukkan bahwa Crhono Alexander berada di bawahnya.


Bagi Crhono Alexander, satu-satunya yang layak berada di atasnya adalah Crhono Zero. Pertago kentut ini, beraninya dia tidak hormat?


Crhono Alexander pun mengabaikannya, dan hanya memberi isyarat untuk setara atau di bawah. Jika Pertago tidak sadar, tidak masalah.


Amunisi di pistol masih tersisa beberapa tembakan lagi, sementara amunisi cadangan tersisa dua batch. Crhono Alexander mengarahkan pistolnya ke Pertago.


Di atas kuda, Pertago sedikit mengernyit, dia tidak tahu arti Crhono Alexander menunjuk ke bawah. Tapi, melihat musuhnya hendak menyerang, dia tidak bisa tinggal diam.


Bang!


Crhono Alexander menembak, Pertago memfokuskan indera nya hingga kondisi puncak.


"High Sense!" Pertago berseru pelan.


Indera Pertago meningkat, dia merasakan segalanya dengan lebih jelas. Menentukan perubahan pada angin, dia menusuk tombaknya ke udara.


Clang!


Peluru dan mata tombak bertemu, menciptakan suara yang tajam. Gelombang udara kecil menyebar, sementara peluru terhenti dan tertancap di mata tombak.


Tapi, sebelum santai, Crhono Alexander telah menembakkan pistol yang lain dengan jeda yang minimal. Pertago kesulitan untuk menggerakkan tubuhnya karena telah bergerak di luar batas untuk melawan peluru pertama.


Walaupun demikian, pengalaman selama puluhan tahun di medan perang tidak membuatnya menyerah. Pertago telah memprediksi serangan berikutnya yang mengarah ke kepalanya.


Dengan sedikit perubahan posisi pada ujung tombak, peluru kedua terpental.


Clang!


Crhono Alexander menembak sebanyak dua kali berturut-turut, dia langsung berlari ke tempat Pertago dengan cepat. Selama ini, dia belum mengerahkan kekuatan penuhnya, termasuk sihir.


Menaruh pistol di pinggang, dia melompat ke atas. Lompatannya cukup tinggi untuk bisa melewati kepala kuda.


Clang!


Pertago, meski terkejut, dia berhasil memblokir serangan belati menggunakan gagang tombak. Di udara, Crhono Alexander memutar tubuhnya dan menendang kepala Pertago dengan keras.


Bugh!


Pertago pun kehilangan keseimbangan, dan hampir terjatuh. Crhono Alexander mengambil tubuh kuda yang tidak seimbang sebagai pijakan.


Dengan lompatan, dia bergegas menuju Pertago yang kehilangan keseimbangan.


"Ah!" Pertago berteriak pelan, dia langsung memutuskan untuk jatuh ke belakang demi menghindar.


Di waktu yang singkat itu, dia tidak menyangka ada pemuda yang begitu kuat.


Berapa level anak ini?


Dalam konfrontasi tadi, dia dapat dengan samar merasa bahwa Crhono Alexander setara atau mungkin lebih kuat dari pada dirinya. Hal ini membuatnya tercengang sekaligus senang.


Sudah berapa lama dia tidak melawan orang yang setara dengannya?


Paling-paling itu berada di tahun-tahun awal. Sejak menjadi anggota Kesatria Hitam, dia hanya membantai lawan tanpa adanya ketegangan.


Pertago berputar di udara dan menstabilkan tubuhnya ketika jatuh. Crhono Alexander sudah turun dan berdiri dengan sepasang belati di tangan.


'Gerakannya gesit, kekuatannya kuat … dia adalah tipe petarung serba bisa,' pikir Pertago.


Pengalaman selama bertahun-tahun membuatnya bisa menganalisis lawan. Sebelum istirahat sejenak, Crhono Alexander sudah melesat dengan wajah dingin.


Pertago heran, lawannya tidak pernah mengambil waktu untuk istirahat. Jika seperti ini, pertarungan hanya akan berakhir singkat.


Tapi, siapa yang tahu kalau Crhono Alexander memiliki teknik pernafasan yang memungkinkan dirinya untuk bergerak dengan tahan lama?

__ADS_1


Masternya, Crhono Zero sempat mengajarinya ini di Bumi.


Dengan serangan belati, Crhono Alexander bergerak dengan gesit, menyerang pergelangan tangan musuh. Pertago tidak sempat bergerak dan akhirnya terluka.


Darah menyembur keras, dia hanya bisa mengatupkan gigi dan mengerang pelan, menahan rasa sakit.


Bagian pergelangan tangan memiliki celah di zirah besi, jadi Crhono Alexander memanfaatkannya. Kemudian, dia memutar posisi dan menancapkan satu belati di bagian belakang kaki Pertago.


Clup!


Belati tersebut menembus zirah besi yang kokoh dan menusuk betisnya, Pertago tidak kuasa dan jatuh berlutut. Sementara itu, bawahannya yang terjatuh dari kuda karena kekacauan, kini melihat hal peristiwa tersebut.


Semua orang tidak bisa tidak terpana. Seseorang segera tersadar dan berteriak, "Cepat bantu kapten!"


Orang lain kembali ke akal sehatnya dan buru-buru menghampiri Crhono Alexander dan Pertago.


Pertago yang jatuh berlutut, menggunakan tombaknya untuk menyokong tubuh. Crhono Alexander dengan perlahan berdiri di belakang Pertago sambil menaruh belati yang lain di leher musuh.


"Namaku Crhono Alexander, komandan Kekaisaran Selestial. Pertago, ingat ini di dunia bawah, itulah namaku. Kau tidak layak berbicara dengan sombong!"


Splat!


Crhono Alexander menggorok leher Pertago tanpa belas kasih. Matanya acuh tak acuh ketika melihat darah menyembur keluar dari leher Pertago. Kemudian, tubuh Pertago terjatuh tanpa daya ketika Crhono Alexander melepaskan tubuhnya.


Saat itu, Pertago menyadari bahwa lawannya, Crhono Alexander, menganggap dirinya tidak layak berbicara dengannya.


Bawahannya yang hendak datang menjadi merah matanya. Amarah yang tak terbendung, meluap.


"Kapten!" Satu per satu anggota Kesatria Hitam berseru.


Dengan amarah yang meluap-luap, mereka mengerahkan segenap tenaga dan kemampuan mereka untuk menyerang Crhono Alexander.


Di pusat, Crhono Alexander tersenyum kecil dan berkata, "Kemarilah!"


Menjatuhkan belati, dia mengambil pistol di pinggangnya dan membunuh Kesatria Hitam di dekatnya. Tubuh Kesatria Hitam berjatuhan, tetapi hal tersebut tidak menghentikan laju pasukan Kesatria Hitam.


Crhono Alexander menjatuhkan wadah amunisi yang habis dan mengisinya kembali dengan gesit. Setelah selusin tembakan, pistol kehabisan peluru.


Sementara itu, anggota Kesatria Hitam masih tersisa 20 orang lebih. Menghadapi ini, Kesatria Hitam yakin kalau Crhono Alexander tidak akan menang.


Tapi, siapa yang menyangka kalau Crhono Alexander menjatuhkan pistol dan mengeluarkan pedang dari sarungnya. Setelah beberapa saat, pembantaian satu sisi terjadi.


Tubuh yang dimutilasi berserakan. Beberapa masih hidup dengan tubuh terpotong-potong.


Ketika sedang berjuang, sebuah pedang tertancap di kepalanya. Dia pun mati dan berhenti bergerak.


Darah mengalir, menghiasi salju kotor dengan darah.


Di atasnya, Crhono Alexander berwajah dingin bergumam, "Sudah saatnya kuakhiri."


Rambutnya melambai-lambai, matanya yang berbeda warna mengeluarkan cahaya aneh.


Berita kekalahan Kesatria Hitam menyebar ke segala penjuru hingga sampai di Kekaisaran Paliji hanya dengan beberapa jam setelah kejadian.


Di ruang audiensi Kekaisaran Paliji, seorang pria tua selesai membaca berita tersebut di singgasana kaisar. Menurunkan kertas sedikit, dia menatap bawahannya yang berlutut di bawah.


"Apa berita ini benar?" tanya sang Kaisar.


"Benar, berita ini telah diverifikasi kebenarannya, Paduka!" jawab sang bawahan.


Kaisar mengerutkan kening, kemudian tatapannya berpindah ke gadis cantik jelita di samping audien. Gadis itu duduk menunggu dengan dua kesatria di belakangnya.


Mygard Ally, Vintage dan Regard!


Sesaat, wajah Kaisar dipenuhi kerumitan.

__ADS_1


__ADS_2