![[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)](https://asset.asean.biz.id/-drop--supreme-world-s-system--sistem-dunia-tertinggi-.webp)
Raja Iblis Margus dan Barosa. Mereka adalah pelayan-pelayanku yang akan pergi ke Kastil Iblis di Benua Iblis, Karazbis. Saat ini, mereka telah melewati gunung terti?nggi di dunia. Gunung tersebut bernama Koluba yang merupakan perbatasan antara Kerajaan Goethe dan Kekaisaran Paliji. Lebih tepatnya, mereka berada di 150 mil dari gunung tersebut.
Itu adalah tempat dataran tinggi dan terbentang hamparan bukit yang hijau karena hutan-hutan rindang. Di atas ketinggian awan, Raja Iblis Margus yang terbang mulai kelelahan.
"Ba-Barosa. Bisa kita turun sebentar?" Tanya Raja Iblis Margus.
"Heh! Dasar lemah. Mau bagaimana lagi. Baiklah, kita akan istirahat dulu."
Barosa menanggapi dengan sinis untuk pertama kalinya.
"Hei, siapa yang bilang aku ingin istirahat? Ja-jangan salah paham, ya. Mana mungkin 'penguasa iblis' kelelahan hanya dengan perjalanan seperti ini?" Bantah Raja Iblis Margus dengan tegas. Dia masih mempertahankan harga dirinya tanpa mengetahui bahwa Barosa sudah mengetahuinya.
"Iya, iya."
Mereka akhirnya turun di sebuah lembah yang dipenuhi dengan pohon-pohon yang tinggi dan lebat.
"Huftt ... Huftt ..."
Napas Raja Iblis Margus terengah-engah setelah sampai di tanah. Sayap Iblis-nya disembunyikan dan duduk bersandar di sebuah pohon.
'Haah, melelahkan sekali,' keluh Raja Iblis Margus.
Sedangkan Barosa, Barosa sama sekali tidak kelelahan dan mengamati keadaan sekitar. Kemudian, dia melihat seekor burung berwarna-warni dari jarak sekitar 100 km jauhnya.
'I-Itu,kan ... !' Mata Barosa melebar. Dia telah melihat makhluk legendaris.
Benar. Itu adalah Hagle. Seekor burung yang diciptakan olehku berkat bantuan pengetahuan dari ingatan yang tersegel di dalam jiwaku.
Barosa pernah melihatnya di Istana Goethe. Pada saat itu, ia hendak menjadikan Hagle peliharaannya. Secara kebetulan, Hagle tengah berburu dan tidak merasakan kehadiran Barosa. Barosa sengaja menyembunyikan hawa kehadirannya agar tidak mengganggu ekosistem lingkungan tersebut. Namun, tidak untuk Raja Iblis Margus. Dia tidak menyembunyikan hawa kehadirannya dan membuat lingkungan sekitar menjadi mencekam. Tidak ada binatang buas ataupun monster yang mendekati mereka.
Oleh karena itu, Hagle yang diciptakan olehku di Kastil Iblis, pernah merasakan hawa kehadiran Raja Iblis Margus dan mengenalnya.
Sementara itu...
"Mengingat bahwa aku memiliki misi dari system, aku harus menyelesaikannya dalam 2 minggu saja."
"Prioritas utama ku adalah untuk memiliki tubuh yang mampu menahan ingatan yang tersegel dalam jiwaku. Karena, kekuatan jiwa akan meningkat drastis dan kemungkinan tubuh akan hancur jika tidak cukup kuat."
...[ Misi.]...
...[ Tingkat \= Bab I C+.]...
...[ Nama \= Rahasia dunia dan penguasaan.]...
[ Syarat penyelesaian\= mengetahui informasi di balik penyerangan dan menghentikannya serta kuasai-lah Benua Karazbis dan Kerajaan Goethe.]
[ Batas waktu \= 6 bulan.]
[ Hadiah \=10 000 000 000 poin system,Semua Statistik +100 000 000 , menjadi penguasa Kerajaan Goethe dan mempersatukan semua ras serta Extra skill flame's Controll (dapat mengendalikan segala jenis api sesuai keinginan,meskipun melawan dewa api skill ini dapat mengalahkannya) dan legendary skill Hellfire(mengeluarkan api yang sangat panas, 1 tetes api tahap akhir skill ini dapat menghanguskan separuh planet dan mengeringkan samudra).]
"Hmmm, mengetahui informasi dibalik penyerangan sudah, menghentikannya juga sudah dan sekarang ... tinggal masalah menyebarkan informasi 'pergantian Raja Iblis' dan menguasai Kerajaan Goethe saja, ya!"
Kemudian, aku pergi terbang dari pulau terpencil dan bergegas untuk menyusul Barosa dan Raja Iblis Margus. Kecepatanku saat ini melebihi kecepatan Barosa, lebih tepatnya statistik kecepatanku pada angka 1 milyar. Pada dasarnya, Barosa seharusnya sudah sampai di kastil iblis saat ini. Namun, karena dia hanya mengikuti kecepatan Raja Iblis Margus, dia bahkan belum sampai di benua iblis, Karazbis.
Padahal, 3 jam telah berlalu sejak evolusi ku berlangsung. Seharusnya, dia sudah sampai tujuan dalam 2,5 jam yang lalu. Namun, aku belum mengetahuinya.
"Aku harus bergegas!"
Whooosh!
Kecepatanku meningkat lagi oleh sihir angin. Awan-awan di bawah yang dilalui ku menjadi terbelah. Kecepatannya melebihi petir yang menggelegar saat badai.
__ADS_1
......................
"Kyaaack!"
Hagle sedang terbang menyusuri hutan untuk menemukan mangsa. Kemudian, dia melihat banyak monster dan binatang buas yang berlarian ke arahnya. Mereka sama sekali tidak bertarung sama lain. Seolah-olah mereka menjadi bersatu karena satu tujuan. Benar, ini adalah saat dimana mereka bersatu karena insting mereka sama. Itu adalah ketakutan akan kematian dan keinginan untuk hidup.
'Apa-apaan ini?!' Hagle terkejut.
'Apakah ada sesuatu yang berbahaya disana?'
Benar saja. Dengan instingnya, dia merasakan hawa kehadiran yang dikenal olehnya. Itu adalah hawa kehadiran dari Raja Iblis Margus yang membuat monster dan hewan buas berlari ketakutan.
Tanpa basa-basi, dia langsung terbang menuju ke Raja Iblis Margus. Tapi dia tidak tahu kalau dia sedang di perhatikan oleh Barosa yang menekan hawa kehadirannya.
......................
Sekarang, aku telah mencapai perbatasan Kekaisaran Paliji dan Kerajaan Goethe dengan kecepatan yang setara dengan sepersepuluh dari kecepatan cahaya. Dengan statistik wawasan yang tinggi, aku mampu merasakan keberadaan Raja Iblis Margus dan Barosa yang berjarak 150 mil. Yang mengejutkan lagi, ialah keberadaan Hagle yang sedang menuju ke mereka berdua.
"Sepertinya aku harus memperkenalkan Barosa padanya."
Dalam beberapa detik, aku telah berada di atas tempat Barosa. Kemudian, aku turun dengan cepat.
Swiiish.
Booom.
Tanah berguncang menjadi hancur dan meledak. Asap menutupi tempat jatuh ku dan menyebabkan Raja Iblis Margus dan Barosa menjadi terkejut.
"Tu-tuan!"
Mereka berteriak dengan serentak dan langsung berlutut.
"Phiiit!"
"Kyaaack!"
Itu adalah Hagle. Dia menanggapi siulan-ku dan langsung bergegas pergi ke arahku. Setelah sampai, di bertengger di bahuku.
Barosa yang melihat hal tersebut menjadi lebih terkejut. Burung yang membuatnya tertarik malah bertengger di bahu tuannya.
"Tu-tuan, i-itukan ... !"
"Oh, ini. Perkenalkan, dia bernama Hagle. Seekor burung tingkat legendaris yang aku ciptakan sendiri."
". . . !"
Raja Iblis Margus yang memperhatikan percakapan kami menjadi terkejut dan mengajukan pertanyaan.
"Di ciptakan Anda?"
"Ya. Ini adalah burung yang aku buat saat tinggal di kastil-mu menggunakan sihir penciptaan."
"A-apa?!"
Raja Iblis Margus dan Barosa menjadi sangat terkejut dan hampir pingsan.
"Yah, memang sulit untuk menggunakan sihir penciptaan. Kau harus sangat fokus dan harus memahami unsur, sifat dan bentuk dari makhluk yang ingin kau ciptakan ... Bla bla bla."
Aku terus melanjutkan penjelasanku sedangkan mereka berdua membuat ekspresi rumit. Mereka hanya mendengarkan suaraku dari satu telinga dan langsung keluar ke telinga lainnya. Barosa yang mendengarkan penjelasan yang tidak dapat dimengerti mengubah perhatiannya kepada penampilanku.
'Ohhh. Jadi ini, wajah asli Tuan. Tidak kusangka dia sangat muda. Eh?'
__ADS_1
Barosa merasa ada yang janggal. Begitupula dengan Raja Iblis Margus.
'A-apakah seperti ini, warna rambutnya?!'
Pertemuan Hagle dengan Raja Iblis Margus dan Barosa telah selesai dan kami langsung pergi lagi. Dengan bantuan Barosa, Hagle dan Raja Iblis Margus dapat sampai di luar Hutan Darest hanya dengan beberapa menit saja.
Karena aura iblis yang tebal dan pekat, hal ini menyebabkan Hutan Darest dipenuhi dengan energi kutukan yang merugikan makhluk lain selain iblis. Namun, hal ini juga menjadi keuntungan bagi bangsa iblis.
"Baiklah, kalian berdua tunggu di sini dulu," suruh aku pada Hagle dan Barosa.
"Baik, Tuan!"
"Kyaaack!"
Mereka menjawab dan Hagle turun dari bahuku.
"Margus, kita akan pergi ke kastil-mu."
"Baik, Tuan!"
Raja Iblis Margus dan aku memasuki Hutan Darest yang sama sekali tidak ada jalan setapak. Energi kutukan yang menyebabkan tanaman dan makhluk-makhluk selain iblis menjadi tidak berdaya, membuat suasana mencekam.
Sesampainya di sana, kami memasuki kastil dan di sambut oleh Jenderal Iblis Malgrim yang membungkuk dengan penuh hormat.
Sesuai rencana yang sudah kurencanakan, kami bertiga pergi ke ruang aula.
.......................
Ruang Aula — ruang aula di kastil iblis cukup luas. Meski hanya ada satu meja bundar yang sangat besar saja, itu merupakan ruang aula yang hanya digunakan oleh eksekutif atau orang-orang terpilih yang ada di benua iblis, Karazbis.
Terdapat 9 tempat duduk yang digunakan dalam satu meja. Pertemuan di tempat tersebut biasa disebut dengan 'Konferensi Meja Bundar Iblis.' Namun, sekarang hanya digunakan oleh tiga orang saja.
Benar, itu adalah aku, Crhono Zero serta Raja Iblis Margus dan Jenderal Iblis Malgrim.
Biasanya, konferensi dihadiri oleh 4 Jenderal Iblis, 4 duke yang memimpin wilayah dan Raja Iblis sendiri.
"Margus, seperti yang kau tahu. Malgrim telah menyetujui persyaratan untuk membebaskanmu dari pengendalian Dewa Barosa. Karena itulah, aku ingin kau mengirimkan berita tentang pergantian Raja Iblis yang baru, yaitu aku."
Aku menggunakan kata 'membebaskan' agar terdengar lebih sopan meski sebenarnya aku membebaskannya dengan 'membunuhnya.' Yah, pada akhirnya, itu juga merupakan belas kasihanku kepada Jenderal Iblis Malgrim meski permintaannya adalah membebaskannya dari penderitaan, jadi aku menghidupkannya kembali.
Gulp.
Raja Iblis Margus menelan ludahnya dan berkata dengan terbata-bata, "Te-tentu saja, saya mengetahuinya, Tuan. Kalau begitu, saya akan menyuruh Malgrim untuk menyebarkan berita kepada pemimpin-pemimpin daerah."
Dia bergumam dalam hatinya yang gugup dan ketakutan. 'Bukankah ini seperti ... perjanjian dengan Iblis saja, ya?'
"Baik, aku terima. Nah, sekarang aku harus memahami detail kondisi, wilayah, iklim, geografis, ekonomi, peradaban dan sebagainya darimu."
"Tentu saja, Tuan!"
Pembicaraan tersebut berlangsung dengan penjelasan rinci yang diberikan oleh Raja Iblis Margus. Sampai matahari mulai tenggelam dan langit biru berubah menjadi oranye.
"Baiklah, kita akhiri pembicaraan di sini."
Kami membubarkan diri dan memberitahu Raja Iblis Margus dan Jenderal Iblis Malgrim bahwa aku akan keluar untuk beberapa hari sampai para anggota 'Konferensi Meja Bundar Iblis' berkumpul di sini.
Setelah berpamitan, aku langsung pergi ke tempat Barosa dan Hagle yang masih menunggu.
"Hai, kalian sudah menunggu cukup lama. Ayo kita pergi!"
"Baiklah!"
__ADS_1
"kyaaack!"
Di hari sore yang cerah, rambut oranye-ku selaras dengan latar belakang matahari yang terbenam. Kami menuju ke Barat untuk pergi ke benua manusia, Sarte.