![[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)](https://asset.asean.biz.id/-drop--supreme-world-s-system--sistem-dunia-tertinggi-.webp)
Tampaknya, Mizan Noura kurang mempercayai Zero sebagai rekan seperjuangan. Zero pun tidak terlalu memedulikan hal tersebut. Namun, sekarang dia terseret ke dalam situasi yang mengharuskan dirinya melawan penguasa alam semesta, 12 Dewa Olympus.
Pertemuan dirinya dengan Mizan Noura lah yang mengawali semua ini. Lalu, itu disusul dengan terungkapnya keberadaan Leonidas sang Transenden terkuat. Hal ini menyebabkan pertumbuhan kekuatan Zero menjadi sangat cepat. Namun, itu bukanlah hal yang bagus.
Jalan yang dilalui Zero kini menjadi sangat sulit. Masalah yang kian bercabang karena berbagai sebab yang belum diketahui dan ini semua disebabkan oleh pertemuan tak terduga.
'Aku akan menggunakan skill dari kelas Water Bender!' pikir Zero.
Kemudian, energi sihir Zero meluap dan keluar ke segala penjuru.
"…!"
"…!"
Poseidon dan Noura terkejut karena merasakan energi sihir Zero. Tanpa adanya air di tempat itu membuat Zero harus menciptakan air dari unsur lain.
Pada akhirnya, dia menemukan asteroid berdiameter 3 km yang sedang melaju ke arah tempat mereka. Untuk memberikan kesan khusus, Zero menampilkan senyum misterius.
Seperti yang diduga, Noura dan Poseidon bingung dengan perilaku Zero. Mereka menjadi sedikit waspada dengan apa yang akan terjadi.
'Aku akan kesulitan mengendalikan air yang dikendalikan Poseidon. Sepertinya, ini disebabkan oleh dirinya yang juga memiliki skill control water. Meski aku bisa menggunakan energi sihir untuk mengambil alih air milik Poseidon, itu akan merepotkan. Jadi, aku lebih baik menciptakan air yang aku miliki sendiri,' pikir Zero.
Untuk saat ini, level skill control water Zero hanya berada di tahap pemula level 7. Sedangkan berdasarkan pengamatan Zero, kemampuan Poseidon sepertinya telah mencapai tahap kaisar atau dewa.
Perbedaannya memang besar. Urutan tahap skill dan class, disusun sebagai berikut:
Beginner >> Intermediate >> Expert >> Advanced >> King >> Emperor >> God.
Karena tidak mengetahui alasan tersenyum-nya Zero, Poseidon memutuskan untuk menyerang Zero.
"Apa!?"
Noura telat merespon dan ratusan tombak air sedang melesat untuk membunuh Zero. Namun, asteroid yang melaju telah sampai dalam area di mana Zero melepaskan energi sihir.
Kemudian, dalam waktu singkat, asteroid itu berubah menjadi gumpalan air raksasa yang siap menenggelamkan siapa saja. Itu adalah hal yang sama seperti kemampuan Noir untuk mengubah materi menjadi energi kosmos. Namun, itu sedikit berbeda dengan yang asli.
Tidak ada yang menyadari itu, karena jarak yang cukup jauh di belakang Zero. Setelah air yang dia punya telah siap, Zero berupaya untuk menghindari serangan tombak air Poseidon.
"…."
Zero berbalik ke belakang dan melesat untuk mendekati air yang telah dia ciptakan sambil menghindari serangan Poseidon. Namun---
"Apa!?"
Tombak air yang telah Zero hindari ternyata masih mengejar Zero.
'Apakah itu serangan tipe penargetan!? Sial!'
Zero mengutuk di dalam hatinya. Namun, dia tetap tenang dan dia hampir berada di dekat tujuan.
Saat itu---
Byur!
Zero berhasil menarik gumpalan air raksasa dan menjadikannya perisai dengan tekanan luar biasa untuk mencegah serangan tombak air Poseidon. Meski itu masih bisa menembus penghalang terluar air, tombak air malah menyatu bersama air yang Zero kendalikan.
Dari tempat yang jauh.
'Apa itu!?'
"Apa itu!?"
Poseidon terkejut, namun dia menyimpannya di dalam hati. Sedangkan Noura tidak bisa mengendalikan keterkejutannya.
'A-apa maksudnya ini? Bagaimana bisa dia menetralkan serangan ku?' tanya Poseidon dalam hati.
Entah karena apa, tubuh Poseidon kembali menggigil. Kepribadiannya berubah dari yang tenang menjadi penakut.
'Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?'
Meski begitu, penampilan fisiknya masih tetap berwibawa. Namun, beberapa orang dapat menemukan keanehan yang terjadi pada Poseidon.
Di lain sisi, Noura …
"Bocah itu … bagaimana dia bisa menetralkan serangan Poseidon dengan air?"
Noura kesulitan memahami situasi.
__ADS_1
Tidak, mungkin lebih tepat jika disebut bahwa dia tidak mengakui kemampuan Zero.
Meski begitu, Noura merasa lega. Orang yang dia bawa, tidak membawa masalah bagi para Transenden.
Setelah itu, Zero melesat maju mendekati Poseidon dengan gumpalan air raksasa yang mengikuti. Lalu, Poseidon kembali menjadi tenang.
Matanya menatap tajam ke arah Zero. Lalu, dia mengangkat tangannya perlahan dan mengarahkannya ke Zero.
"Serang!" seru Poseidon.
Kemudian, air-air muncul di sekitar Zero. Mereka membentuk berbagai senjata tajam seperti, anak panah, tombak, pedang dan lain-lain. Lalu, ratusan air yang membentuk senjata dilepaskan ke arah Zero berada.
"…!"
Zero sempat bingung dengan apa yang terjadi.
Bagaimana bisa Poseidon menciptakan air dari kekosongan?
Namun, itu bukan masalah utama saat ini. Yang paling sekarang adalah bagaimana cara mengalahkan Poseidon sekaligus mencegah Noura untuk ikut bertarung.
Setelah itu, Zero membuat penghalang dari air dengan tekanan tinggi yang menyebabkan air itu menjadi padat. Serangan Poseidon terus berlangsung.
Beberapa serangan berhasil menembus pertahanan, namun itu kehilangan kekuatan setelah menghancurkannya. Segera, penghalang yang hancur dipulihkan secara otomatis.
Meski begitu, serangan lain terus berdatangan. Ketika gelombang pertama hilang, gelombang kedua datang.
Itu terus terjadi dan membuat Zero kesulitan untuk menyerang balik.
Di lain sisi, Noura hanya menyaksikan adegan pertarungan berat sebelah itu hanya untuk terheran-heran dengan sikap Zero.
"Eh …?"
Saat itu juga, di tempat Zero berada.
...[Pemahaman Anda akan kendali sihir telah mencapai batas.]...
...[Anda telah memperoleh 'Class skill: Water Control ']...
...[Pemahaman Anda akan kendali sihir telah mencapai batas pemahaman tingkat menengah.]...
...[Anda telah memperoleh 'Class skill: Water Control ']...
...[Anda telah memperoleh 'Class skill: Water Control ']...
...[Pemahaman Anda akan kendali sihir telah mencapai batas pemahaman tingkat lanjut.]...
...[Anda telah memperoleh 'Class skill: Water Control ']...
...[Syarat telah terpenuhi!]...
...[Kelas Anda, 'Water Bender' telah naik tingkat menjadi tahap .]...
...[Selamat! Anda memperoleh hadiah skill 'Water Pressure' atas naiknya tahap kelas.]...
...[Syarat telah terpenuhi!]...
...[Kelas Anda, 'Water Bender' telah naik tingkat menjadi tahap .]...
...[Selamat! Anda memperoleh hadiah skill 'Water Temperature' atas naiknya tahap kelas.]...
...[Syarat telah terpenuhi!]...
...[Kelas Anda, 'Water Bender' telah naik tingkat menjadi tahap .]...
...[Selamat! Anda memperoleh hadiah skill 'Water Creation' atas naiknya tahap kelas.]...
Rentetan notifikasi berdering di kepala Zero. Ketenangan yang tampak di wajah Zero membuat Noura kebingungan. Tapi, itu bukan masalah.
Di tengah-tengah serangan yang terus berlangsung, Zero mengamati semua jendela notifikasi yang menghalangi bidang pandangnya.
Di sana, Zero melihat jendela notifikasi dengan simbol 'kotak hadiah' yang saling tumpang tindih.
"Huh, mari kita lihat … apa yang aku dapat dari ini."
Kemudian, satu simbol 'kotak hadiah' terbuka dan jendela notifikasi yang berisi hadiah muncul.
...[Extra skill: Water pressure.]...
__ADS_1
...[Anda dapat mengatur tekanan air yang berada di bawah kendali Anda. Bahkan Anda dapat mengubah tekanan air hingga titik di mana air menjadi padat!...
...Konsumsi sumber daya: Stamina mental.]...
...[Extra skill: Water Temperature.]...
...[Anda dapat mengatur temperatur atau suhu air yang berada di bawah kendali Anda. Bahkan Anda dapat membuat air beku dan mendidih!...
...Konsumsi sumber daya: Stamina mental.]...
...[Extra skill: Water creation.]...
...[Anda dapat menciptakan air dengan mengubah energi sihir Anda atau mengubah materi dengan stamina mental. Bahkan Anda dapat menciptakan air di dalam kekosongan!...
...Konsumsi sumber daya: Energi sihir atau stamina mental.]...
"Wooow …!" Zero terkagum-kagum.
'Heh, jadi ini alasan kemampuan Poseidon sangat luar biasa,' tebak Zero tentang asal kekuatan Poseidon.
Kemudian, Zero melanjutkan pikirannya.
'Tunggu, bukankah ini akan jadi mudah?'
Zero telah menyusun rencana dalam sekejap di dalam otaknya.
'Hehehe, baiklah! Mari kita sudahi bermain 'kura-kura dalam cangkang'-nya!'
***
Di tempat Poseidon …
"Hahahaha! Rasakanlah! Rasakanlah serangan ku ini! Matilah! Mati!!"
Poseidon berteriak seperti orang gila dan dia tampak kehilangan rasa wibawanya. Ketenangan yang dia tunjukkan saat mulai menyerang telah hilang seolah tidak pernah ada. Beruntungnya, tidak ada seorang pun yang memperhatikan dirinya.
Setelah beberapa detik berlalu sejak dirinya menyerang Zero secara membabi buta, Poseidon mengehentikan serangannya.
Partikel-partikel air yang pecah menjadi kecil, berterbangan dan membuat semacam kabut yang membuat Poseidon tidak bisa melihat ke dalamnya.
"Fiuh," Poseidon membuang nafas lega, "Hehehe, tidak mungkin bocah itu bisa selamat dari pembombardiran itu! Hahaha, aku menang! Aku adalah penguasa lautan!"
Poseidon berteriak kegirangan dengan raut wajah yang menjengkelkan. Itu sama sekali tidak menunjukkan keagungan maupun kharisma yang seharusnya ditunjukkan makhluk superior seperti Dewa. Namun, segera dia mengatur raut wajahnya menjadi tenang dan kegilaannya menghilang.
Kemudian, Poseidon mendecakkan lidahnya karena beberapa alasan.
"Ck! Sialan! Kenapa 'itu' harus terjadi sekarang?"
Poseidon tampak tidak senang. Namun, dia segera melupakannya.
"Yah, tidak apa. Lagipula, dia sudah mati. Aku tidak perlu khawatir jika 'itu' akan timbul lagi."
Karena menganggap masalah telah selesai, Poseidon menghadapkan tubuhnya ke arah Noura dan mengacungkan trisula nya ke arah Noura.
Akhirnya, Poseidon berniat untuk memanggil Noura. Namun, …
"Noura---!"
Poseidon segera mengalihkan perhatiannya ke tempat dia fokuskan sebelum ke Noura.
'Dia ini …!'
Tubuh Poseidon kembali menggigil dan keringat keluar melalui pori-pori nya. Namun, dia tidak memedulikan hal sepele ini.
Yang menjadi masalah adalah dia merasakan keberadaan Zero, Crhono Zero.
Kabut air tiba-tiba mulai menghindari satu titik dan penampilan Zero menjadi terlihat.
"Hai, bagaimana kabarmu?" tanya Zero sambil melambaikan tangannya.
"…!"
Poseidon yang melihat itu menjadi naik darah. Pembuluh darah timbul di leher dan beberapa tempat di wajahnya. Ekspresinya mengeras dengan dahi mengerut.
Poseidon menggertakkan giginya.
Kletuk!
__ADS_1
"Majulah! Bocah sialan!" seru Poseidon.
Dia melesat maju dengan sangat cepat dan kemarahannya berada di puncak, karena beberapa hal.