![[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)](https://asset.asean.biz.id/-drop--supreme-world-s-system--sistem-dunia-tertinggi-.webp)
Ketika Zero mengklik gambar suatu setelan pakaian, partikel cahaya muncul dan menyelimuti Zero.
Secara perlahan, partikel cahaya itu mulai menghilang dan menampilkan pakaian baru.
Celana jeans kulit hitam mengkilap, jaket kulit hitam mengkilap yang cukup ketat dan di dalamnya kaos hitam. Terdapat aksesoris seperti rantai yang menjuntai di celana dan saku jaket.
Kulit putihnya yang mampu membuat iri para wanita, rambut hitam panjang dengan sedikit sentuhan ungu, iris mata hitam ungu dan setelan pakaian hitam — penampilan Zero sangat Stylish dan kontras.
Ketika Zero berbalik dan tersenyum, mata Zeus terbelalak lagi karena membalikkan badannya untuk melihat Zero. Meski pakaian ini sedikit aneh, entah kenapa membuat darahnya bergejolak.
Dia merasa … kagum!
Jauh di dalam hatinya, dia merasa pakaian yang dikenakan Zero itu keren!
Heh heh, pada akhirnya, Zeus adalah seorang pria.
Tepat ketika Zeus masih terpana, Zero melambaikan tangannya dan menyuruh Zeus untuk menyingkir. Dia segera pergi ke sisi Zero.
Pada saat itu, Zero mengulurkan tangannya ke tempat kosong yang seharusnya menjadi lokasi Istana Olympus. Karena penghalang yang kuat, Istana Olympus mampu menyembunyikan penampilannya dari luar.
Zeus melihat ini dan tidak tahu apa yang direncanakan Tuannya.
Tiba-tiba, Energi Sihir yang kuat mengalir dari tangan Zero. Kemudian Energi Sihir itu menyebar mengelilingi seluruh penghalang. Meski ukuran Istana Olympus ini sebesar Benua Asia, Zero hanya membutuhkan waktu tiga detik untuk mencakup seluruh Istana Olympus.
Zero berseru pelan, "Card Item, Sealing Item!"
Tepat saat itu juga, penampakan Istana Olympus terlihat jelas. Kemudian, satu demi satu, Istana Olympus terurai menjadi partikel cahaya yang tak terhitung jumlahnya.
Partikel-partikel cahaya tersebut mulai membentuk sungai cahaya yang berkumpul di hadapan Zero, membentuk kartu.
Kemudian, Zero memegangnya dan memasukkannya dalam Penyimpanan Sistem.
Zeus melihat ini. Dia tahu kemampuan Zero yang tidak biasa. Tetapi, dia masih sedikit terkejut dengan kemampuannya.
Setelah menyimpan Item Card Istana Olympus, Zero berbalik dan menarik kerahnya sambil mengeluarkan semacam kartu di tangan yang lain.
Zero menjepit kartu itu diantara jarinya dan mengalirkan Energi Sihir ke dalamnya.
"Item Card Activate!" Tiba-tiba, kartu itu mengeluarkan cahaya yang terang. "Discharge!"
Kemudian, kartu yang mengeluarkan cahaya mulai terurai menjadi partikel cahaya yang tak terhitung jumlahnya.
Saat itu, lautan partikel cahaya mulai membentuk sesuatu yang besar.
Zero tersenyum tipis, sementara Zeus sepertinya mengetahui sesuatu dan tidak bisa menahan diri untuk tidak terkejut.
"Itu …" Zeus berseru ketika melihat sebuah Pesawat Tempur Ruang Angkasa yang besar, "Pesawat Tempur Ruang Angkasa!"
Zero telah mengubah Pesawat Tempur Ruang Angkasa di penyimpanan rahasia di Istana Olympus. Pesawat ini merupakan salah satu produk terbaik yang dimiliki suku Geolien. Namun, demi suatu transaksi, mereka harus menjualnya kepada Olympus.
Kemudian, Zero bertanya dengan acuh tak acuh, "Hei, Zeus, apa kau tahu nama benda ini?"
"Benda ini tidak memiliki nama, Tuan!" Zeus menjawab dengan sigap.
Zero merenung sebentar untuk memikirkan nama yang cocok.
"Hmm, benar juga, ya. Bagaimana kalau … Sagitarius? Black Pegasus? Argonaut?" Zero menyebutkan beberapa nama yang dipikirkannya.
"…!!" Zeus terkejut ketika mendengar nama Argonaut.
Argonaut adalah nama pahlawan manusia yang berpetualang dengan kapal. Namun di sini, jelas legendanya lebih besar. Sementara itu, Argonaut adalah nama Pesawat Tempur Ruang Angkasa milik suku Geolien yang lain!
Suku Geolien membuat 2 versi Pesawat Tempur Ruang Angkasa terbaik. Biaya dan kesulitannya sangat tinggi. Oleh karena itu, pesawat ini dianggap sebagai harta yang berharga.
Zeus menyela, "Tu-tuan …"
__ADS_1
"Hm?" Zero melirik Zeus. "Ada apa?"
"Um … begini … Argonaut adalah nama dari Pesawat Tempur Ruang Angkasa yang lain." Zeus menjelaskan dengan ragu.
"Jadi?"
"Jadi … itu … umm … kita harus menggunakan nama yang lain."
Zero memandang Zeus dengan aneh, "Memangnya kenapa?"
Di tempat ini, nama adalah hal yang penting. Itu tidak boleh disamakan, bahkan untuk sebuah benda. Jika ada dua orang yang bernama sama, maka kedua orang tersebut harus bertarung untuk memperebutkan nama itu. Namun, Zero bukan berasal dari dunia ini. Alhasil, Zero tidak paham apa maksudnya.
Zeus tahu ini. Tetapi tetap saja, Zeus merasa aneh.
Zero tidak tahu apa-apa, dia hanya menghela nafas. Dia tidak tahu maksud dari Zeus, akan tetapi dia sebaiknya menggunakan nama yang lain.
Yah, baginya juga ini tidak terlalu penting.
Zero mengangguk sebagai respon, "Baiklah, aku akan menamai ini sebagai Black Pegasus."
Saat itu, Zero tiba-tiba terpikir sesuatu, "Ngomong-ngomong, bagaimana cara kita masuk?"
Zeus dengan cekatan menjawab, "Ambil ini, Tuan!"
Dia mengulurkan tangannya yang memiliki sebuah cincin dengan permata hitam seperti bintang-bintang di langit malam.
Zero mengerutkan kening dan mengambil cincin tersebut. "Apa ini?"
"Ini … cincin ini semacam kunci untuk membuka geladak pesawat," jawab Zeus. "Ini juga dapat digunakan untuk memobilisasi fasilitas di dalam pesawat."
Zero segera memindai-nya, "Mystery Appraisal!"
[Controller Ring (Cincin Pengontrol)
Cincin khusus buatan suku Geolien yang mampu mengontrol fasilitas Pesawat Ruang Angkasa terbaik.]
Kemudian, dia mengalirkan Energi Sihir ke dalamnya hingga tingkat tertentu.
Tiba-tiba, bintik-bintik cahaya seperti bintang-bintang yang bertebaran di langit malam di batu Controller Ring mulai berputar-putar dan berkumpul di tengah-tengah. Selanjutnya, sinar cahaya menembak dan menyentuh Black Pegasus.
Sinar Cahaya menyelimuti sosok Black Pegasus dan Black Pegasus merespon dengan bunyi hembusan udara yang keluar dari celah pesawat.
CLIK!
Bunyi "klik" terdengar disertai hembusan angin dari dalam yang keluar ke ruang hampa. Pintu terbuka dengan ruang gelap di dalam.
Ketika hampir pintu pesawat hampir sepenuhnya terbuka, ruang gelap mulai menghidupkan lampu.
SWOOSH!
Hembusan angin keluar disertai aura futuristik yang kental dapat dirasakan ketika pintu pesawat telah sepenuhnya terbuka.
THUMP! THUMP! THUMP!
Detak jantung Zero semakin menguat dan cepat. Peredaran darahnya pun mulai dipercepat. Perasaan bersemangat akan pengetahuan dan pengalaman mulai muncul dalam diri Zero.
Di bumi, pesawat antariksa hanya bisa mencapai satu planet. Itupun hanya dengan ketentuan bahwa awak pesawat tersebut adalah robot. Jika astronot manusia yang ada di sana, perbekalan makanan harus banyak dan itu memakan banyak tempat. Jadi, pesawat antariksa di bumi masih terbatas.
Sekarang, Pesawat Tempur Ruang Angkasa di depannya adalah pesawat buatan suku Geolien dengan kecerdasan tinggi. Sebelumnya, Zero sudah melihat kemampuan cepat pesawat ini ketika awal pertempuran antara Transenden dan Dewa.
Meriam Energi dan kecepatannya sudah berada di level yang sama dengan Zeus!
Tanpa ragu-ragu, Zero segera terbang dan masuk ke dalamnya, sedangkan Zeus menyusul di belakang.
Saat memasuki pesawat, Zero merasakan kekuatan yang menarik dirinya ke bawah.
__ADS_1
Itu gravitasi!
Ternyata, teknologi buatan suku Geolien dapat menciptakan gravitasi di sini!
Zero segera mendarat dan menggunakan Controller Ring untuk menutup pintu.
Pintu segera bergerak menutup rapat, udara di dalam segera tenang, tidak keluar menjadi ruang hampa.
Melihat ke sekeliling, Zero merasakan atmosfir yang futuristik. Lampu panel yang khas pada cerita fiksi sains.
Mengamati sejenak, Zero terkejut karena masih ada udara di dalam. Seharusnya, udara sudah tersedot keluar ke ruang hampa. Namun, ini masih ada.
Sepertinya, ada semacam fasilitas yang mampu menghasilkan udara di pesawat ini.
Zero mengangguk paham. Tapi segera, dia merasa aneh.
Dia bertanya pada Zeus, "Zeus, bukankah seharusnya kita masuk dengan sinar atau semacamnya?"
Sebelumnya, Zero pernah melihat suku Geolien yang menembakkan laser cahaya dan orang tersebut bisa masuk atau keluar.
Tapi, kenapa tadi tidak menembakkan sinar cahaya?
Zero mengerutkan kening dan bingung.
Zeus segera menyeka keringat di dahinya dan berkata, "Soal itu … itu adalah Sinar Pemindahan." Zeus melanjutkan, "Sinar Pemindahan hanya bisa digunakan dari dalam. Jadi, kita tidak bisa menggunakan Sinar Pemindahan."
Kerutan pada kening Zero menjadi reda dan dia memahaminya. "Jadi, begitu."
Zeus mengkonfirmasi ekspresi Zero, dia langsung mengarahkannya ke salah satu koridor. "Lewat sini, Tuan. Ruang kendali ada di sana."
Zero mengangguk ringan dan berjalan. Dia bisa menebak bahwa Zeus pernah masuk ke sini sebelumnya.
.....
Setelah beberapa menit berjalan, mereka tiba di depan sebuah pintu.
Zero mengarahkan tangannya yang terdapat Controller Ring dan menembakkan sinar cahaya ke pintu.
Pintu segera merespon dan terbuka dengan pola melingkar.
Zero dan Zeus bergegas memasukinya.
Di dalam ruangan itu, terdapat 5 kursi kendali. ratusan tombol dan juga layar yang hitam terpampang.
Di kursi tengah, Zero melihat alat semacam setir dan di tengahnya terdapat permata hitam pekat.
Ini adalah ruang kendali!
Zero bertanya, "Permata apa ini?"
Dia menunjuk ke permata hitam di depan setir. Ukurannya cukup besar. Sekitar 5 kali ukuran bola basket. Permata itu memancarkan aura aneh yang tidak asing bagi Zero. Tetapi aura ini sangat aneh sehingga Zero sendiri tidak ingat kapan dia pernah merasakannya.
Zeus menjawab, "Oh, ini adalah Inti Cacing Semesta." Dia melanjutkan, "Inti Cacing Semesta ini mengandung kekuatan misterius yang mempengaruhi ruang. Dengan kata lain, Inti Cacing Semesta inilah yang bertanggung jawab terhadap ketahanan kecepatan yang menembus ruang, Sinar Pemindahan dan Lompatan Ruang."
Zero memahaminya dan sedikit tertarik. Dia bertanya lagi, "Bagaimana cara menggunakan pesawat ini? Apakah kau memiliki buku panduannya?"
***
Tekan like jika kamu suka cerita ini.
Tekan love jika kamu suka novel ini.
Dukung author dengan vote dan hadiah.
Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.
__ADS_1
Terimakasih