![[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)](https://asset.asean.biz.id/-drop--supreme-world-s-system--sistem-dunia-tertinggi-.webp)
Zero mengalihkan perhatiannya ke Noir. Kemudian, dia mengangguk dengan senyum tipis dan misterius.
Mengetahui arti anggukan Zero, Noir ikut mengangguk dan mulai menghadapi Zeus.
Meski Zeus adalah Dewa terkuat, dia tidak bisa mengalahkan Leonidas, Transenden terkuat sendirian. Kekuatan Leonidas memang tidak bisa diremehkan. Kekuatan 2%-nya saja dapat membunuh Legendary-God dengan mudah. Namun, Zeus juga tidak bisa dianggap remeh.
Kekuatan Zeus mungkin hanya setara 50% dari kekuatan Leonidas saja. Tapi, itu adalah kekuatan yang sangat besar. Dan lagi, kemampuan asli Zeus adalah pengendali petir, atau dengan kata lain itu adalah listrik.
Meski listrik tampak sederhana, listrik adalah salah satu elemen paling penting. Listrik dapat dikatakan sebagai penghubung antara jiwa dan tubuh. Dengan listrik, kita dapat bergerak dan juga merasakan.
Setiap makhluk hidup pasti memiliki listrik. Entah itu sedikit maupun banyak.
Hal ini sudah cukup untuk mendefinisikan kekuatan Zeus, jika Anda memang pintar.
Kemudian, Zero memutuskan untuk pergi dengan sangat cepat. Tujuannya adalah tempat para Transenden dan 12 Dewa Olympus pengkhianat yang sedang bersama.
Beberapa detik telah berlalu. Akhirnya, Zero tiba di tempat tersebut.
"Hai, semuanya! Kita akan menjalankan rencana 'itu'!" seru Zero.
Semua orang mengalihkan perhatiannya kepada Zero yang datang tiba-tiba tanpa disadari siapapun.
'Hooo~ Jadi ini, manusia yang mereka bicarakan itu! Tidak kusangka, diriku ini bahkan tidak dapat merasakan kehadirannya!'
Seseorang Dewa yang telah mengecilkan ukurannya hingga seukuran manusia, tertarik pada Zero dan memujinya. Dia adalah Hermes. Dewa berjiwa bebas yang suka melakukan apa yang menurutnya menarik.
'Meski begitu, apa yang membuat para Transenden ini percaya padanya?'
Hermes dipenuhi pertanyaan akan diri Zero. Namun, itu bukan hal yang penting untuk sekarang.
Kemudian, seorang gadis cantik berambut cokelat menghampiri Zero.
"Zero, aku sudah menjelaskan rencana ini pada mereka. Sekarang, tinggal ke tahap berikutnya!" ujar gadis itu.
"Baiklah, kerja bagus. Terima kasih, Mary." Zero berterimakasih kepada gadis yang bernama Mary itu.
"Tidak, ini bukan apa-apa."
Tiba-tiba—
"Tunggu!!"
Seseorang berteriak dengan keras. Akibatnya, semua orang mengalihkan perhatian pada orang itu.
"Ada apa, Athena?" tanya Zero.
"Kenapa … kenapa kau tidak memberitahu kalau suku Geolien akan ikut membantu!?" tanya Athena dengan nada yang tinggi. Dia tampak marah karena tidak mengetahui hal ini. Namun, Zero saja baru mengetahui hal ini setelah evolusinya.
Dengan kata lain, tepat sebelum pertempuran, Zero baru mengetahui identitas suku Geolien yang membantu para Transenden saat ini.
"Hmmm, ini akan sulit. Bagaimana aku menjelaskannya, ya." Zero bergumam dan berpikir sejenak.
'Athena ini … dia sepertinya tidak berhubungan dengan konspirasi Dewa dan suku Geolien. Dari ekspresinya, dia tampak tidak memperkirakan kemungkinan ini terjadi.'
Zero telah mendapatkan beberapa informasi dari perilaku Athena.
'Aku tidak perlu mewaspadainya. Kalau begitu, masalah utamanya adalah tiga orang yang lain ini.'
Sesaat, perhatian Zero teralihkan oleh Dewa-Dewi yang lain.
'Artemis, Hephaestus dan … Hermes.'
Zero menempatkan Hermes pada bagian akhir. Itu tidak lain karena alasan yang kurang bagi dirinya untuk berkhianat terhadap Olympus.
'Orang ini … apa alasan dirinya untuk membantu kami? Aku mendengar bahwa dia adalah Dewa berjiwa bebas yang hanya mencari hiburan, tapi … apakah hanya sebatas itu saja? Dia tampak merepotkan.'
Kepribadian dan perilaku Hermes sangatlah merepotkan bagi Zero. Ini akan sulit untuk diantisipasi. Dia juga memiliki kemungkinan ada hubungan dengan konspirasi Dewa dan suku Geolien.
Hermes ini … sifatnya benar-benar mengerikan. Dia adalah tipe orang Munafik yang merepotkan.
Setelah berpikir dalam sepersekian detik, Zero menjawab.
"Seperti yang kau lihat, aku telah berevolusi. Aku rasa kau telah menyadarinya. Saat evolusi-ku berlangsung, mereka datang karena permintaan Noir dan keinginan mereka sendir!" jelas Zero.
"—!?"
Athena yang mendengar hal itu, dikejutkan oleh penegasan Zero.
'Jadi, benar! Dia berevolusi!? Tapi, hanya dalam waktu ini!? Hanya beberapa jam saja!? Apakah ini mungkin!?'
Athena terkejut dengan kecepatan evolusi Zero. Pada umumnya, semakin tinggi tingkatan yang akan diraih, proses evolusi akan semakin lama.
'Tidak, ini bukan waktunya untuk terkejut dengan hal ini. Yang paling penting sekarang adalah rencana yang akan kami kerjakan.'
Athena berusaha membuang jauh akan keterkejutannya. Dia memprioritaskan rencana yang telah dijabarkan, dibanding keegoisan dirinya.
__ADS_1
Seperti yang diharapkan dari Dewi paling bijaksana.
"Baiklah, kalau begitu. Aku akan pergi dulu!" seru Zero.
Dengan cepat, dia meninggalkan para Dewa dan Transenden.
"Serahkan saja pada kami! Kami mengandalkanmu, Zero!" balas Mary terhadap seruan Zero.
Dalam perjalanan untuk memulai rencana, Zero terpikirkan sesuatu.
'Benar juga, aku memiliki skill telepati sekarang.'
Dia mendapatkan skill telepati dari hadiah evolusi. Namun, dia belum mencobanya.
Mengingat bahwa komunikasi dan informasi sangatlah penting dalam pertempuran, Zero teringat akan hal ini dan melihat deskripsi skill.
[Telepathy
Tipe: Pasif
Skill yang diperoleh dari makhluk superior pada tingkatan tertentu.
Fungsi:
-Memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi dengan orang lain.
-Komunikasi dapat dimungkinkan tanpa mengeluarkan suara. Anda hanya perlu berpikir dalam hati dan berniat menyampaikannya.
Syarat:
-Anda mengetahui nama dan wajah dari penerima komunikasi.
-Tingkat konsentrasi Anda saat mengaktifkan telepati, akan di kurangi setengahnya.
Pemakaian sumber daya: 1MP/meter × detik.]
Biar aku jelaskan secara singkat.
Skill telepati ini hanya dapat digunakan pada target yang telah diketahui nama dan wajahnya. Dan untuk pemakaian sumber daya, setiap satu meter dan detik, akan dikali.
Contohnya, bila jarak Zero dengan target telepati sejauh 100 meter, maka MP yang dikonsumsi sebanyak 100 MP dikali satu detik. Jadi, setiap detik, MP yang dikonsumsi adalah 100.
Setelah memahami fungsi keseluruhan skill ini, Zero teringat dengan Hagle.
Kemudian, Zero berhenti terbang dan menutup mata.
'Mari kita lihat. Transenden yang dapat aku andalkan untuk masalah ini ... oh!?'
Zero memeriksa informasi Transenden yang dia ingat dan mencapai kesimpulan.
'Mary, ya. Aku rasa dia cukup cocok. Kepribadiannya mudah bergaul dan juga … aku rasa dia cukup cerdas.'
Setelah itu, Zero mencoba skill telepati.
"—!?"
Blink!
Tiba-tiba, muncul perasaan seperti tersengat dan sesuatu terhubung dengannya.
-Mary! Apa kau bisa mendengarku?
Zero berusaha menyapa Mary melalui telepati.
-!? Oh, apa ini? Zero? Apa ini kau?
Mary yang terkejut, bertanya balik.
-Iya, ini aku, Zero.
-Ooohhh, ini mengejutkan sekali. Jadi, ada apa?
Tanpa berbicara omong kosong, Zero langsung ke intinya.
-Apakah di sana ada Hermes?
-Iya, dia ada di sini. Tapi, memangnya kenapa?
-Aku ingin kau mengawasi Hermes itu. Dia tipe orang yang sulit diprediksi. Jadi, aku membutuhkan bantuanmu untuk mengawasi dia. Apakah kau bisa melakukannya?
-Hmmm, baiklah. Aku akan menghubungi dirimu lagi, jika dia melakukan sesuatu yang mencurigakan.
-Bagus! Aku mengandalkanmu, Mary.
-Iya, tidak apa. Tidak perlu sungkan. Baiklah, aku sudahi.
__ADS_1
Kemudian, pembicaraan mereka selesai dan Zero membuka matanya.
"Kemungkinan terjadinya kendala telah diantisipasi. Sekarang, di mana 'orang itu' sekarang, ya?"
Setelah memutuskan tujuan di mana rencananya dimulai, Zero sedang mencari keberadaan targetnya.
Kemudian—
Swiish!
"...."
Tiba-tiba, sesuatu melewati Zero, tepat di depannya.
'A-apa itu?!'
Terkejut dengan sesuatu yang melewatinya, Zero mengalihkan perhatiannya ke tempat sesuatu yang melewatinya.
Benda itu benar-benar cepat. Bahkan Zero hanya bisa melihat itu dengan sekilas, dan itu belum jelas.
Splash!
Tiba-tiba, ada air yang menabrak wajah Zero dengan keras.
"Air …? Apakah 'orang itu' ada di sini?!"
Akhirnya, sesuatu itu terhenti dan wajahnya terlihat. Zero sontak melihat wajah orang itu.
"Noura!" seru Zero.
***
Setelah dimulainya pertempuran, Transenden terkuat setelah Leonidas, Mizan Noura, langsung didatangi oleh Dewa Penguasa Laut atau Dewa Lautan, Poseidon.
"Poseidon!" seru Noura.
"…."
Namun, Poseidon hanya memasang wajah dingin tanpa ekspresi. Bahkan, pasukan yang dia bawa, memiliki suasana yang terbilang suram.
Tidak ada yang berbicara dan bercanda. Mereka seolah diciptakan tanpa emosi dan itu membuat lawan bicara merasa tidak nyaman.
Kemudian, tanpa memedulikan hal lain, Poseidon menggerakkan tangannya ke samping.
"...."
Dengan tangan seolah menggenggam sesuatu, tiba-tiba pusaran air muncul dan itu memanjang seperti tongkat. Selanjutnya, salah satu ujung tombak air itu mulai bercabang menjadi 3 bagian.
"Datanglah, Trident!!" seru Poseidon.
Suara yang sangat indah dan tenang, namun penuh dengan kekosongan dapat dirasakan. Suara itu benar-benar dalam seperti lautan dan memberikan kesan aneh pada pendengarnya.
Itu adalah perasaan yang dapat membuat semua orang merinding. Bahkan, Noura yang merupakan Transenden juga mengalami hal yang sama.
'Trident!?' seru Noura dalam hati.
Dia terkejut. Trident adalah trisula yang menjadi simbol penguasa lautan, Poseidon. Itu adalah senjata yang berasal dari jiwanya atas pengakuan dunia atau sering disebut dengan item soul.
Kemudian, Trident mulai menunjukkan wujudnya. Warna biru-perak yang mengkilap memberikan kesan elegan dengan pola spiral pada batas batang trisula dengan ujungnya. Semua mata terpesona melihat penampilan indah itu. Namun, tidak untuk Noura.
Dia memiliki firasat buruk.
'Sepertinya ini akan sulit,' gumam Noura dalam hatinya.
Kemudian, Poseidon mengayunkan Trident dan mengacungkannya ke arah Noura.
"Lawanmu adalah aku," ujar Poseidon dengan tatapan dinginnya.
Itu adalah kalimat singkat yang akan membuat Noura kesulitan.
Musuh alami dari keahliannya datang dan dia harus menghadapinya. Dia hanya bisa tersenyum pahit menerima kenyataan itu.
'Sepertinya, rencana itu akan sedikit sulit.'
Noura merasa sedikit tertekan. Kekuatan Poseidon terbilang kuat. Dia termasuk dalam 5 Dewa terkuat yang diisi oleh Zeus, Hades, Poseidon, Ares dan Apollo.
Kekuatannya sekitar 45% dari kekuatan penuh Leonidas. Yang artinya, itu 5% lebih lemah dibanding Zeus.
Mengetahui hal itu, Noura mulai menarik pedangnya dan siap dalam posisi kuda-kuda.
"Kemarilah! Akan aku temani dirimu bermain!" seru Noura dengan energik.
Pasukan yang dibawa Poseidon tampak tenang dan begitu pula dengan pasukan pesawat tempur luar angkasa milik suku Geolien.
Pertarungan penghancur planet dan penguasa lautan dimulai!
__ADS_1