[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 134 ~ Perbatasan (Frontier)


__ADS_3

Di suatu tempat yang disebut Perbatasan, ribuan prajurit dan ratusan kesatria berjuang dalam menghadapi Magic Beast.


Magic Beast (Binatang Sihir) — seperti namanya, ketika hewan buas mencapai level tertentu, atau statistik Intelligent (Kecerdasan) mencapai titik tertentu, hewan buas itu akan mengalami 'Kebangkitan Status'.


Keseluruhan statistik akan meningkat dan banyak skill akan terbuka. Tidak hanya itu, insting dan kecerdasan mereka dipertajam!


Dengan kata lain, mereka adalah hewan buas yang cerdas!


Kekuatan tempur yang sangat tinggi menjadikan mereka sulit dihadapi. Ke berasa mereka cukup langka. Namun di tempat bernama Hutan Terlarang, Magic Beast adalah eksistensi yang biasa. Hampir semua makhluk di sana adalah Magic Beast. Meski ada beberapa hewan yang masih cacat secara mental.


"Tuan Lesskart! Bagian kami sudah tidak bisa menahannya lebih lama lagi! Jika terus seperti ini, kita semua akan dihabisi!" Seorang kesatria berteriak sambil menahan serangan Magic Beast. Magic Beast itu dikerumuni beberapa kesatria dan menyerbu Magic Beast secara serentak.


Wilayah Mygard adalah wilayah yang damai. Namun, kali ini wilayah tersebut mengalami krisis yang hanya terjadi pada saat terbunuhnya Penguasa Hutan. Perebutan tahta menjadikan Magic Beast lemah keluar dari Hutan Terlarang untuk sementara.


Manusia, siapa yang tahu pikiran Magic Beast?


Mereka menganggap bahwa datangnya Magic Beast adalah malapetaka.


Slash!


Mygard Lesskart menebas jatuh seekor Magic Beast, darah terciprat ke armor-nya yang megah. Tubuhnya yang sigap dengan tampilan paruh baya berusia pertengahan tiga puluh, beberapa luka cakaran dan gigitan menghiasi.


Mengusap keringat di dahi, dia menoleh ke suara kesatria sebelumnya.


Banyak prajurit yang menjadi korban dan beberapa Magic Beast berhasil lolos. Meski Magic Beast di sini berniat untuk kabur dari perebutan tahta hutan, mereka pasti tetap akan membantai manusia sebagai makanan.


Melihat ketidakberdayaan pasukannya, Mygard Lesskart menghela nafas berat dan menjentikkan pedangnya. Darah di pedang terciprat dan dia memasukkannya kembali ke sarung.


Saat ini, Kekaisaran Paliji tengah gencar dalam menginvasi Kekaisaran Selestial terbentuk baru-baru ini. Dikabarkan bahwa Kekaisaran Selestial bersatu dengan ras iblis dan Kekaisaran Paliji tidak bisa membiarkan mereka berkembang.


Alhasil, bantuan logistik dan banyak prajurit direkrut untuk pergi ke medan perang di Lembah Koluba.


Menatap ke kedalaman Hutan Terlarang, Mygard Lesskart segera berbalik dan berteriak pada pasukannya sambil menaiki kuda di belakangnya, "Semuanya, mundur!"


Situasi saat ini sangat buruk. Pasukan miliknya tidak akan bisa menahan pertempuran ini lebih lama. Dia hanya bisa meminta bantuan dari ibukota.


Saat suara pemimpin mereka terdengar, semua pasukan berlari mundur dengan cepat. Beberapa Magic Beast mengejar mereka. Para prajurit itu berjuang keras untuk pergi sementara rekan mereka dijadikan tumbal untuk menghambat laju Magic Beast.


Mygard Lesskart telah membuat keputusan. Daerah penduduk di sekitar Hutan Terlarang akan dievakuasi ke kota terdekat untuk sementara.


.....


"Hei, Zeus, tadi kau bilang sesuatu tentang Transformasi Petir, 'kan?"


Di tengah perjalanan, Zero tiba-tiba bertanya. Zeus menjawab, "Benar, Tuan. Apakah ada sesuatu?"


"Ya, aku ingin mendengar tentang detailnya." Zero menjawab sambil sedikit tersenyum.


Setelah itu, Zeus menjelaskan rincian tentang Transportasi Petir dan beberapa Transformasi. Dalam perjalanan itu, mereka hampir keluar dari Hutan Terlarang. Dengan kecepatan mereka yang cukup lambat bagi mereka tetapi cepat bagi penduduk dunia ini, 30 menit dibutuhkan untuk sampai ke titik terluar.


Selama perjalanan, Zero dan Zeus terus berbincang. Barosa dan Balp mendengarkan dengan seksama. Barosa dan Balph tidak tahu siapa Zeus ini, tetapi mereka tahu bahwa orang ini sangat kuat.


Hingga 30 menit kemudian, cahaya yang cukup terang muncul di depan. Tidak ada pepohonan besar dan akar besar yang mencuat keluar lagi.


"Ah, itu batasnya!" Zero berseru.


Semua orang menatap ke depan dan secara bersamaan keluar dari Hutan Terlarang.


"Hm? Apa ini? Darah?" Zero tiba-tiba mengerutkan kening. Dia melihat keadaan sekitar dan menemukan banyak tulang belulang dan darah merah yang berceceran.


Di antara darah dan tulang belulang tersebut, terdapat mayat Magic Beast yang tersisa.

__ADS_1


"Apakah ada pertempuran di sini?" Zeus bertanya.


Barosa menoleh dan berkata, "Sepertinya begitu, dilihat dari kondisinya … pertempuran terjadi beberapa saat yang lalu."


Zero tiba-tiba bertanya, "Apakah memang sering terjadi pertempuran di sini?"


Barosa telah tinggal di Karaztam selama ribuan tahun. Secara alami, dia mengetahui banyak rahasia dan pengetahuan tentang dunia ini.


Barosa menggelengkan kepala, berbalik ke belakang dan melihat ke kedalaman Hutan Terlaran. Dia berkata, "Tidak, seharusnya jarang terjadi pertempuran antara Magic Beast dan manusia di sini."


Jeda, dia melanjutkan sambil menatap Zeus, "Kejadian seperti ini hanya terjadi saat Penguasa Hutan terbunuh dan terjadi perebutan tahta hutan."


Zeus mengangkat satu alisnya dan menunjuk jarinya ke dirinya sendiri, "Aku?"


Barosa mengangguk dan menjelaskan, "Iya, sepertinya singa waktu itu adalah Penguasa Hutan di sini."


Semua orang tiba-tiba mengerti. Itu adalah alasan mengapa terjadi pertempuran antara 4 Magic Beast kuat dan mereka tidak melihat penghuni Hutan Terlarang selain Penguasa Hutan dan 4 Magic Beast.


Zero menatap ke kejauhan, padang rumput yang luas dan dia bisa melihat hingga ke cakrawala dengan jelas. Di sana, dia melihat ribuan prajurit berlari sementara jauh di belakangnya kawanan Magic Beast mengejar.


Zero melihat ini, secara alami yang lain juga sama. Zero tiba-tiba tersenyum dan berkata, "Baiklah, kalau begitu … kita akan ke sana. Aku ingin mencoba beberapa hal."


Dalam sekejap, sosok Zero menghilang. Semua orang juga berlari mengikuti Zero dengan kecepatan seperti petir. Namun, gerakan mereka sama sekali tidak merusak lingkungan. Langkah yang halus dan tepat.


Beberapa saat kemudian, hanya beberapa detik.


Zeus dan kelompoknya tiba-tiba muncul di kawanan Magic Beast. Melihat munculnya tiga pria dan satu serigala tanpa peringatan, kawanan Magic Beast berhenti secara serentak.


Tidak ada hawa keberadaan sama sekali, seolah-olah kelompok di depan mereka tidak pernah ada.


Magic Beast merupakan hewan buas dengan cukup akal. Mereka juga merasakan kejanggalan dan berhenti untuk mengamati.


Grrr.


Tiba-tiba, Zero mengulurkan tangannya ke depan. Kekuatan Ruang yang dikonversi dari Energi Sihir melalui pengetahuannya mulai berfluktuasi. Kekuatan Ruang seketika menyebar dan menutupi kawanan Magic Beast.


"—!!"


Semua Magic Beast terkejut. Mereka tidak bisa bergerak!


Sementara itu, Zero menerima notifikasi Sistem.


[Anda telah memperoleh skill 'Pemadatan Ruang'.]


Ternyata, ruang di sekitar kawanan Magic Beast menjadi padat. Mereka tidak bisa bergerak sedikitpun! Bahkan udara tidak bisa bergerak.


Mereka tidak bisa bernapas dan bersuara. Seluruh area itu dikunci. Udara tidak bisa bergerak, suara tidak bisa menyebar.


Kawanan Magic Beast yang tadinya hendak mengaum dan menggeram, mereka terbungkam dan tubuh mereka membeku, tidak bisa bergerak.


Zero mengangkat alisnya dan menarik tangannya, "Hee, lumayan juga. Aku harus mengeksplorasi potensi Kekuatan Ruang ini."


Zero, dia telah mencapai kekuatan tertinggi yang pernah ada di dunia itu. Peningkatan fisik menjadi Fisik Titan Tiada Tanding, Energi Sihir melimpah dan statistik yang tinggi berkat Infinite Perfect Growth. Belum lagi, status rasnya sebagai God-Human, yang memungkinkan dirinya menjadi semakin kuat seiring banyaknya hal yang dia kuasai.


Dia sekarang menguasai alam semesta. Tekanan aura dan keberadaannya saja sudah cukup untuk membuat makhluk rendahan hancur menjadi kabut darah. Namun, Zero menekan kekuatan. Dia ingin bereksperimen dengan banyaknya keajaiban di dunia ini.


Tanpa disadari, Zero menganggap dunia ini sebagai tempat untuk bereksperimen tentang hal-hal di luar nalar yang tidak akan pernah terjadi di Bumi.


Saat itu, Zero mengangkat tangannya dengan terbuka. Kemudian perlahan menutupnya seolah-olah sedang meremas sesuatu.


Di tempat kawanan Magic Beast, tubuh mereka tiba-tiba sedikit menyusut.

__ADS_1


Krak!


Suara keras dari tulang yang patah terdengar.


Splash!


Di saat bersamaan, beberapa Magic Beast yang lemah menyemprotkan darah dari tubuhnya. Seketika, ruang yang padat menjadi mengecil. Akibatnya, makhluk di dalamnya tertekan oleh Kekuatan Ruang yang tak kasat mata.


Aarrgghh!


Kyaack!


Kuack!


Teriakan dan erangan keluar dari banyak Magic Beast. Ketika darah mulai menggenang di bawah Magic Beast, Zero menurunkan tangannya dan melepas Kekuatan Ruang.


Seketika juga, ruang yang menekan Magic Beast kembali seperti semula. Semua Magic Beast menderita dan mengeluarkan banyak keringat.


Setelah mencoba hal ini, Zero tersenyum kecil dan berkata, "Oke, sudah cukup. Aku tidak bisa membunuh kalian semua." Jeda, Zero melanjutkan, "Ekosistem dunia itu penting. Jika kalian semua musnah, akan terjadi hal yang tak diinginkan. Pergilah!"


Dengan lambaian tangan, semua Magic Beast buru-buru bangkit. Zero yang memiliki Universal Lengaegue, perkataannya diterjemahkan dan Magic Beast memahaminya. Magic Beast yang terluka parah bahkan berusaha mati-matian untuk segera pergi. Beberapa Magic Beast yang memiliki rasa sesama yang tinggi, membantu sesamanya untuk pergi.


Hanya dalam beberapa saat, semua Magic Beast menghilang dan menyebar ke segala arah. Yang tersisa adalah genangan darah. Yah, untungnya tidak ada korban jiwa pada eksperimen kali ini.


Setelah semua itu, Zero berbalik dan melihat ke kejauhan.


Di sana terdapat beberapa pemukiman desa dan kota yang seharusnya berada di Wilayah Mygard.


Area 100 kilometer dari Hutan Terlarang disebut Perbatasan (Frontier) dan tidak ada satu orang pun yang tinggal. Pasukan Mygard Lesskart yang tersisa terus memacu kuda untuk pergi dari area Perbatasan dan mengevakuasi penduduk.


Di area Perbatasan, Zero dan yang lainnya berlari lagi. Melaju dengan kecepatan 100 km/jam dan santai.


.....


Dua jam berlalu.


Di sebuah kota bernama Igard, terdapat sebuah kediaman milik penguasa wilayah.


Kota Igard merupakan kota yang cukup besar. Itu adalah kota dari Kekaisaran Paliji, menempati urutan ke-3 berdasarkan kekuatannya.


Itu adalah ibukota Wilayah Mygard!


Di gerbang sebelah barat, penjaga gerbang yang berjaga terkejut. Dia melihat ribuan pasukan berkuda dengan banyak luka dan darah di baju perangnya datang.


Melihat Mygard Lesskart, penjaga gerbang segera bersiap untuk menyambut kepulangannya.


Ketika Mygard Lesskart datang, dia berkata pada penjaga gerbang, "Cepat, beritahu putriku, Ally! Katakan padanya untuk pergi ke ibukota! Kita membutuhkan bantuan untuk melawan Magic Beast!"


Mygard Lesskart saat ini berada dalam kondisi lemah. Ada beberapa luka di tubuhnya. Meski tidak parah, itu tetap menghambat bagi seukuran manusia.


Memahami kondisi Mygard Lesskart, penjaga gerbang langsung menjawab, "Baik, Tuan Lesskart!"


Segera, dia bergegas pergi menuju kediaman Keluarga Mygard.


***


Tekan like jika kamu suka cerita ini.


Tekan love jika kamu suka novel ini.


Dukung author dengan vote dan hadiah.

__ADS_1


Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.


Terimakasih


__ADS_2