[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 157 ~ Igard Charles


__ADS_3

Siang setelah dimulainya Turnamen Tarung hari ke-2.


Pasukan Kesatria Kuning, kesatria terbaik di Kekaisaran Paliji telah sampai di tujuan dan membuat kamp tidak jauh dari kamp Kekaisaran Selestial yang menjajah daerah Kekaisaran Paliji.


Kekaisaran Selestial dengan pasukan campur antara Iblis dan Manusia telah berhasil menginvasi wilayah musuh. Dipimpin oleh Crhono Alexander, mereka menempati beberapa kota hanya dalam dua hari sejak invasi.


Kesatria Kuning yang telah mencapai daerah terdekat memutuskan untuk menyelidiki kekuatan lawan. Mereka adalah veteran pertempuran, yang mana adalah hal wajar untuk mengetahui kemampuan tempur lawan.


Igard Charles, dia adalah seorang pria, pewaris dari salah satu dari 4 Keluarga Duke terkemuka, Igard. Dia menjadi kapten dari Kesatria Kuning yang dikatakan terbaik.


Di kamp yang telah dia bangun, dia mengamati peta untuk mencari lokasi strategis.


Menyesap teh sedikit, dia terus berpikir.


Tiba-tiba sebuah suara keras dan tegas keluar dari luar tenda.


"Izin melapor!"


Suara itu tidak asing bagi Igard Charles. Jadi dia berkata, "Masuklah!"


Lalu seorang kesatria dengan zirah didominasi warna kuning masuk.


"Permisi."


Kesatria itu datang menghampiri Igard Charles.


"Bagaimana laporan pengintai?" tanya Igard Charles.


Kesatria itu menjadi sedikit gugup.


Sesaat setelah tiba di sini, Charles mengirimkan pasukan pengintai untuk melihat situasi pasukan musuh. Waktu yang ditentukan telah melewati batas beberapa jam lalu.


Seharusnya kesatria ini datang untuk memberi kabar mengenai hal tadi.


"Lapor …," Kesatria itu menunduk takut, "Pasukan pengintai … telah dimusnahkan!"


Charles yang hendak menaruh pion yang mewakili salah satu pasukan untuk menandai peta langsung tertegun dan pion tersebut jatuh.


Dia melirik ke arah kesatria dengan penuh keterkejutan dan kemarahan.


"Apa katamu? Dimusnahkan?"


"Be-benar! Karena pasukan pengintai belum kembali setelah melewati batas yang ditentukan, kami mengirim tim untuk mencari mereka. Tapi tidak ada keberadaan mereka lagi, hanya ada noda darah yang tersembunyi. Bahkan tidak ada tanda-tanda telah terjadi pertempuran."


"Apa!?" Charles terkejut. Laporan kesatria itu menegaskan bahwa pasukan pengintai dimusnahkan tanpa perlawanan dengan tidak ada tanda-tanda pertempuran sebagai bukti.


Charles mau tidak mau menggertakkan giginya dengan kuat dan menggigit kuku jarinya.


Kluk.


Suara 'kletukan' terdengar ketika dia menggigit kukunya.


"Sampaikan perintah pada semua member Kesatria Kuning dan seluruh pasukan yang tersedia! Kita akan berangkat menuju pertempuran sekarang!"


"Baik!"


Kesatria itu buru-buru menjawab dan undur diri.


Di tenda yang sepi, Charles diam-diam menahan amarah.


"Kekaisaran Selestial, oh, Kekaisaran Selestial … kau benar-benar berani menginjakkan kaki ke wilayah suci Kekaisaran Paliji. Aku akan mengajarimu untuk tetap diam di rumah!"


Matanya memperlihatkan kilat cahaya penuh amarah.


Beberapa jam kemudian, pasukan berangkat.


Jarak kamp mereka dengan kamp musuh tidak terlalu jauh. Kamp Kekaisaran Paliji didirikan di hutan yang tidak jauh dari sebuah kota yang kini dijadikan benteng Kekaisaran Selestial.


Jadi hanya butuh kurang dari 2 jam untuk sampai dengan membawa 20.000 pasukan prajurit.


Kedatangan 20.000 prajurit tentu telah disadari oleh pasukan Kekaisaran Selestial.


Crhono Alexander secara kebetulan berada di kota tersebut. Berada di ruang mantan wali kota, dia memeluk jarinya satu sama lain di atas meja.

__ADS_1


Dia menyandarkan kepalanya di atas tangannya yang saling memeluk dan menyeringai.


"Para cecunguk itu sudah datang, ya."


Di luar benteng kota, 20.000 pasukan berbaris dengan rapi saat keluar dari hutan. Crhono Alexander menaiki tangga ketika seorang prajurit berdiri tegap dan memberi hormat.


"Bagaimana situasinya?" tanya Alexander.


"Pasukan musuh telah muncul, jumlah perkiraan adalah 20.000 pasukan!" jawab prajurit itu.


"20.000 pasukan, ya. Itu jumlah yang banyak. Sepertinya mereka memusatkan penyerangan, ya. Yah, setidaknya kita telah mendapat informasi dari pasukan pengintai musuh."


Empat Jenderal Iblis berada di kota lain untuk menjaga pertahanan. Sementara itu, Alexander telah menangkap sebagian pasukan pengintai dan menahannya untuk mengorek informasi.


Dengan metode rahasia, Alexander berhasil mendapatkan informasi dalam waktu singkat.


Pasukan terbaik Kekaisaran Paliji, yaitu Kesatria Kuning telah datang dengan banyak pasukan.


Pasukan yang dimiliki Alexander saat ini hanya berjumlah 2.000 atau 3.000 kurang lebih. Itu adalah sepuluh kali lipat lebih rendah dibandingkan pihak lawan. Tapi tidak ada pasukan yang gentar.


Prajurit manusia memang tidak begitu kuat, tetapi prajurit Iblis memiliki fisik yang unggul hingga mampu menghempaskan manusia dengan mudah. Ini adalah perbedaan rasial mereka.


Saat mengamati medan perang, kuda perang melaju dari pihak musuh dan memimpin pasukan.


"Kekaisaran Paliji tidak akan membiarkan makhluk kotor menginjakkan kakinya di sini!"


Kesatria berkuda berhenti. Armornya berwarna kuning dengan pola hiasan yang elegan. Kemudian dia menghunus pedangnya ke atas.


"Aku, Igard Charles, Kapten Kesatria Kuning akan menghabisi sampah Kekaisaran Selestial!"


Matanya tidak kenal takut ketika melihat deretan prajurit lawan yang bersiap menyerang di atas benteng.


Saat itu, pandangannya teralihkan oleh sesosok pemuda berambut perak di atas benteng. Kharisma kuat yang tidak bisa dijelaskan menyebar ketika melihat sosoknya.


Charles mengerutkan kening.


"Orang itu …."


Namun, dia mengingat laporan bahwa ada pemuda berambut perak yang telah memusnahkan Kesatria Hitam.


"Ternyata kamu!" teriak Charles.


Kemudian dia mengarahkan pedangnya ke arah Alexander.


"Aku tidak tahu siapa kamu, tapi … sepertinya kamu adalah pemimpinnya. Aku menantangmu untuk duel satu lawan satu denganku!"


Mata Alexander dingin, pandangannya seolah melihat Charles seperti serangga sepele. Meski jauh, Charles bisa merasakannya.


"Brengsel*k …!" Dia berseru rendah sambil menggertakkan gigi.


Tiba-tiba suara yang tegas dan berkharisma menyebar ke segala penjuru.


"Aku, Crhono Alexander, Komandan Kekaisaran Selestial sekaligus Perdana Menteri Kekaisaran Selestial, menerima tantanganmu!"


Setelan militer Alexander berkibar saat dia melompat dari atas benteng.


Bugh!


Alexander mendarat tanpa cedera dan menghampiri Charles secara perlahan. Dia sangat santai hingga membuat Charles merasa tidak enak.


'Apa? Pemuda ini adalah komandan? Yang benar saja!' Charles terkejut dan merasa tidak percaya.


Alexander tampak tidak membawa apapun, hanya satu pedang yang terlihat di pinggang. Dan lagi, Alexander tidak mengenakan setelan baju besi, melainkan kain tenun.


Alexander jelas menyadari hal ini dan mencibir dalam hatinya.


'Setelan ini dibuat oleh John, dia sangat ahli dalam membuat barang. Sudah jelas kalau setelan ini tidak biasa.


Alexander akhirnya berhenti tidak jauh dari Charles, kira-kira jaraknya sekitar 10 meter.


Charles tiba-tiba menyadari sesuatu.


'Begitu, jadi begitu. Kau takut dengan Energi Kuning, ya.'

__ADS_1


Energi Kuning memiliki sifat korosif terhadap benda, terutama logam.


'Sepertinya dia tahu diri juga.'


Tampaknya, Charles menganggap bahwa Alexander tidak mengenakan armor karena merasa bahwa Energi Kuning akan merusaknya dan sia-sia.


Namun, apakah demikian?


"Kalau begitu, kita mulai!"


Alexander berlari ke depan dengan cepat. Charles juga buru-buru mengendalikan kudanya untuk berlari.


Jarak 10 meter dipersempit dalam sekejap. Alexander langsung mengeluarkan pedang untuk menusukkannya ke kuda, sementara Charles berusaha menebasnya.


Dengan gerakan minimal, Alexander berhasil menghindari lintasan pedang lawan. Bukannya kecewa karena serangannya meleset, Charles menyeringai penuh arti.


"Berkah Energi Kuning!"


Aura berwarna kuning melonjak menutupi kuda dan dirinya. Saat memasuki area aura kuning, pedang yang hendak menusuk kuda mengalami perubahan.


Pedang tersebut menjadi berkarat dengan cepat sehingga mudah rusak. Alexander mengangkat alisnya melihat hal ini.


'Menarik,' kata Alexander dalam hati.


Clang!


Dentingan logam terdengar ketika pedang Alexander menusuk armor kuda. Tidak banyak perlawanan, pedang itu patah dan terpental jauh karena kekuatan yang diberi Alexander.


Pada posisi ini, kuda bisa menabraknya. Dia bergegas menendang kuda sebagai pijakan dan melompat mundur dengan gaya atletik.


Kemudian, Alexander melihat pedang yang dipegangnya. Pedang tersebut telah berkarat hingga tidak akan bisa digunakan lagi.


"Jadi informasi itu benar. Untungnya aku menggunakan pedang biasa. Jika menggunakan pedang berharga, itu akan membuat rugi."


Charles yang gagal menabrak Alexander telah berada di sisi lain, kemudian dia mengontrol kudanya untuk berbalik hingga merintih.


"Hahaha, bagaimana? Senjatamu tidak akan pernah bisa melukaiku!"


Charles tertawa dan mengejek Alexander. Tapi, Alexander tidak menggubris dan balik menatap.


"Yah, Energi Kuning milik Kekaisaran Paliji memang merepotkan. Aku tidak bisa menggunakan pistol untuk menyerangmu. Tapi … bagaimana dengan ledakan?"


Saat berbicara, Alexander membuka setelannya. Ada beberapa granat yang tergantung di dalamnya. Kemudian dia mengambil salah satu granat, menarik pemicu dan melemparkannya tanpa menunggu Charles merespon.


"Apa!?"


Charles terkejut, meski dia tidak tahu apa yang dilempar Alexander, dia bisa merasakan ancaman dari itu. Granat jatuh di bawah kuda.


Beberapa detik kemudian, Charles yang berusaha menggeser kudanya menyadari bahwa ada ledakan yang terjadi di bawah.


Boom!


Ledakannya begitu kuat, kudanya merintih sebelum akhirnya tercerai-berai oleh ledakan dan mati. Beruntung, Charles telah melompat menjauh dari kuda.


Karena ledakan, Charles terhempas cukup jauh. Dengan keterampilan dan pengalamannya selama bertahun-tahun, dia mampu bertahan dengan baik.


Kemudian, dia mendarat dengan posisi menguntungkan yang tidak menyebabkan banyak kerugian.


"Kurang ajar, beraninya kau melakukan ini padaku."


Charles menyeka darah yang keluar di sudut mulutnya. Meski dia telah berlevel 400 ke atas, dia masih terbatas oleh fisik manusia. Tidak peduli bagaimana, dia akan mengalami cedera fatal jika tidak mati karena ledakan granat tadi.


Berbeda dengan Alexander yang merupakan High-Human. Dia telah berhasil melampaui batas manusia biasa.


Dalam hatinya, Charles merasa cemas.


'Apa-apaan itu tadi?! Aku tidak merasakan Energi Sihir atau mendengarnya mengucapkan mantra, lho! Bagaimana bisa dia menghasilkan kekuatan sekuat ini?!'


Nampaknya, serangan Alexander membuat Charles kesulitan dan terkejut. Begitu pula dengan para penonton.


Alexander sedikit tersenyum dan berkata, "Yah, boleh juga untuk seukuran manusia."


***

__ADS_1


__ADS_2