[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 161 ~ Pak Tua Ini Mengenalku


__ADS_3

Keadaan Makishima cukup menyedihkan, setelah komentator mengumumkan pemenang, aku menyembuhkan Makishima kembali seperti semula.


Aku tidak tahu apakah dia menderita trauma mental atau tidak, tapi aku meninggalkan arena dengan orang-orang yang membuat keributan.


Lagipula, penyiksaan yang aku lakukan benar-benar menunjukkan ketidakberdayaan dan keputusasaan Pahlawan.


Kaisar Kekaisaran tidak datang, tetapi beberapa keluarga Kekaisaran seperti pangeran dan putrinya datang untuk menonton, terutama bangsawan kelas atas.


Mereka saling berdiskusi tentang asal-usul diriku, dan membahas apakah aku lawan atau kawan.


Meskipun aku dijadikan lawan, mereka harus membayar harga yang mahal. Jadi mereka sepakat memutuskan untuk tidak menyinggung diriku sebisa mungkin.


Lalu sebuah pemikiran terlintas, "Apakah Zack yang telah membunuh Duke Igy?"


Sepertinya 'babi' yang aku bunuh adalah bangsawan tingkat atas. Yah, aku tidak terlalu peduli, sih.


Itu salahnya sendiri karena tertarik dengan Dyne—maksudku Viona.


Aku kembali ke ruang tunggu.


Tidak seperti sebelumnya, ruang tunggu kali ini bersifat personal.


Para peserta semakin menipis, jadi tidak heran untuk menjaga moral gladiator—maksudku peserta turnamen untuk mendapatkan perlakuan yang cukup istimewa.


Aku duduk diam sambil memejamkan mata, dan menggunakan indera pendengaran yang telah ditingkatkan untuk mendengar keributan yang menarik perhatianku di antara para penonton.


Tiba-tiba ada percakapan yang menarik perhatianku.


"Hoho, apa ini? Bukankah dia Mygard Ally?"


Ally tampaknya telah menyaksikan pertandinganku bersama pengikutnya di tempat duduk VIP.


Mari kita dengarkan percakapan mereka.


"Tidak aku sangka Tuan Zack itu sangat kuat." (Regard)


Aku ingat pria bernama Regard yang pingsan karena melawan bandit. Tapi dia cukup berani dan loyal, dia berani berkorban demi tuannya.


Aku akan menghargainya.


Ngomong-ngomong, dia tampaknya menyukai tuannya, Ally.


"Benar, bahkan Tuan Pahlawan tidak bisa dikalahkan tanpa cedera. Perbedaannya terlalu jauh." (Vintage)


Dan di sebelahnya ada Vintage, dia adalah kesatria veteran yang cukup kuat.


Dari yang aku lihat dari deskripsi statusnya, dia sedikit cemburu dengan Regard yang dapat melayani dan menjaga Ally. Tapi dia tidak memiliki perasaan khusus kepada Ally.


Hanya saja dia merasa tidak terima oleh Regard yang merupakan anak yatim piatu bisa melayani bangsawan tingkat atas seperti Ally.


Mengesampingkan perasaan pribadi, dia masih menjalankan tugasnya dengan baik. Dia tidak akan membuat perasaan pribadi mempengaruhi kinerja dan kesetiannya sebagai kesatria.


Ally yang menyaksikan kekejaman dan penyiksaan tampaknya masih belum terbiasa.


Buktikan adalah tubuhnya yang gemetar itu.


Sebelumnya dia telah jatuh cinta atau mungkin kagum saat menyelamatkan nyawanya.


Tapi karena pertandingan tadi, dia memiliki kontradiksi di dalam hatinya.


Di satu sisi dia menyukaiku, tapi di sisi yang lain sebagai orang religius, dia tidak mengizinkan perilaku kejam seperti itu.


Yah, aku tidak terlalu peduli, sih.

__ADS_1


Ngomong-ngomong, teknik Zeus untuk menghilangkan ingatan cukup bagus.


Biasanya aku menggunakan hipnotis dan sugesti kepada target untuk menghilangkan ingatan.


Kelemahannya adalah hipnotis tidak bisa digunakan pada orang yang memiliki psikologi kuat, maksudnya memiliki pemikiran logika yang menentang fantasi dan khayalan. Oh dan juga, hipnotis tidak bisa digunakan pada target yang memiliki fokus pada sesuatu.


Dan lagi, teknik hipnotis masih memungkinkan untuk dapat memulihkan ingatan, jadi itu cukup berisiko.


Sementara Zeus, dia menggunakan gelombang listrik untuk menghapus ingatan secara permanen maupun sementara.


Teknik yang sangat bagus, tapi cukup sulit digunakan … bagiku. Aku tidak tahu bagaimana orang lain akan menggunakannya, mungkin bagi mereka itu adalah hal yang mustahil dilakukan.


Itu adalah salah satu hal yang aku bicarakan dengan Zeus di penginapan saat malam hari.


Sejauh ini aku belum pernah tidur, lagipula aku tidak pernah merasa ngantuk.


Walaupun aku tidur, aku tidak akan bisa menikmatinya.


Tapi sekarang, di dunia ini teknik hipnotis bekerja secara berbeda.


Dengan skill, aku dapat memanipulasi orang berdasarkan tingkat pengendalian Energi Sihir. Selama target tidak dilindungi Sihir, aku dapat dengan mudah menggunakan teknik hipnotis.


Di dunia ini juga aku dapat menghipnotis untuk menghilangkan ingatan, dan menguburkannya dalam-dalam di alam bawah sadar hingga tidak pernah ada.


Oke, beberapa jam berlalu.


Kini masuk ke pertandingan kedua hari ini.


Biasanya setiap pertandingan akan diadakan sehari dua kali untuk setiap peserta. Tapi mulai besok, pertandingan akan diadakan sehari dua kali.


Mungkin sekarang sudah masuk bagian di mana tersisa 25 orang. Satu orang beruntung sepertinya dapat menuju ke babak berikutnya yang akan diadakan esok hari.


Seseorang mendatangi ruang tunggu ku dengan ketakutan hanya untuk memberitahu pertandinganku yang selanjutnya.


Aku sempat berpikir untuk menjadi orang beruntung yang melaju langsung ke babak berikutnya tetapi tidak seperti itu kelihatannya.


Aku pun berjalan keluar dan melewati lorong gelap menuju arena.


Di arena, komentator telah berbicara dan memberi isyarat bagiku untuk naik ke arena.


Sorak-sorai penonton menjadi riuh saat aku naik.


Hm? Apa ini?


Kenapa mereka begitu bersemangat?


Para penonton sepertinya menantikan adegan kekerasan yang ekstrim, ya


Dasar orang-orang psikopat.


Bagaimana bisa negeri ini berdiri saat semua orang menjadi psikopat?


Yah, biarlah. Mari kita lihat lawanku.


"Di sisi barat, orang yang berjuang di ambang batas tetapi selalu menang di akhir waktu, mari kita beri tepuk tangan kepada … peserta Eksu!"


Komentator itu sepertinya sangat bersemangat.


Apa dia juga psikopat?


Lalu, pria paruh baya naik ke arena dengan pakaian yang cukup rusak.


Hm? Aku tidak melihat adanya yang spesial dari pak tua ini, tetapi aku merasakan sesuatu yang aneh.

__ADS_1


Saat aku melihat dengan Mysteri Appraisal juga tidak ada yang aneh. Statusnya memang cukup tinggi, tetapi tidak ada yang spesial.


Tapi, apa-apaan dengan perasaan aneh ini?


Pria tua itu membuka mulutnya dan berbicara, "Hei, bocah, bagaimana kabarmu?"


Pak tua ini … dia memanggilku bocah!


"Yah, baik-baik saja kurasa."


"Begitukah? Lalu, kenapa kau tampak seperti psikopat saja? Menyiksa lawan yang tidak berdaya, ish, ish, ish. Mental mu mungkin sudah rusak."


Pak tua itu menggelengkan kepalanya dengan heran.


Sepertinya dia mengetahui pertandingan ku sebelumnya.


Tapi kenapa dia tidak terlihat takut?


Status dan statistiknya lebih rendah dari Makishima, dan tidak ada skill yang menonjol.


Apa dia memiliki teknik bela diri?


Menarik, mari kita lihat bagaimana kemampuan pak tua ini.


Aku berkata, "Pak tua, sepertinya kau memiliki kemampuan. Tidak merasa takut sedikitpun setelah mengetahui apa yang terjadi di pertandingan sebelumnya. Kemampuan apa yang kau miliki?"


Pak tua itu berkata, "Hei, 'pak tua' apa? Jangan panggil aku 'pak tua'. Ahem, yah, lupakan saja. Itu sudah sifat mu dari dulu, ya."


Pak tua itu marah-marah dan tampak linglung ketika akhirnya mengingat sesuatu, kemudian berdeham.


Aku adalah orang yang teliti, pak tua ini mengatakan sesuatu yang aneh seolah-olah telah mengenalku.


'Itu sudah sifat mu dari dulu, ya.'


Itulah yang dikatakan pak tua ini. Apa dia mengenalku?


Seharusnya tidak, penampilan ku memiliki perbedaan yang cukup besar dibandingkan diriku saat bepergian dahulu, termasuk saat hidup menjadi Murata Manabe.


Mungkin ada beberapa orang yang sadar akan karakteristik kami, jika dia memiliki keterikatan yang khusus denganku.


Tapi, aku tidak merasa pernah melihat pak tua ini. Aku sendiri bahkan dapat mengingat setiap kejadian dengan detail, yah, bisa dibilang aku memiliki kemampuan Perfect Memories.


Aku ingin bertanya tentang itu sambil membalas untuk tidak memanggilku bocah, tetapi dia membuatku terkejut dengan kalimat berikutnya.


Pak tua itu terkekeh dengan tawa otentik dan berkata seolah mengetahui apa yang hendak aku katakan, "Hehehe, baiklah, aku tidak akan memanggilmu 'bocah' juga. Tapi, haruskah aku memanggilmu Zack ataukah … Crhono Zero?"


Wajahku yang selalu tenang dan datar, seketika mengalami perubahan. Mataku terbuka lebih lebar dan mulutku terbuka.


Dia mengenalku!


Siapa pak tua ini!?


***


Tekan like jika kamu suka cerita ini.


Tekan love jika kamu suka novel ini.


Dukung author dengan vote dan hadiah.


Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2