Alma3 Ratu Siluman

Alma3 Ratu Siluman
DKT 16: Sarang Betina Ranjang (21+)


__ADS_3

*Dendam Keluarga Tombak (DKT)*


 


Terletak di pinggiran utara Kotakayu Darabisu, di situlah tempat prostitusi resmi Sarang Betina Ranjang berada dengan kemegahannya.


Sarang Betina Ranjang berwujud kompleks bangunan kayu yang memiliki banyak hiasan janur dan lambaian kain-kain lima macam warna.


Bangunan-bangunan kayu itu seperti deretan-deretan kontrakan. Satu bangunan kayu saja bisa memiliki sepuluh pintu, sedangkan jumlah bangunan yang posisinya tertata rapi ada lebih dari lima belas. Setiap pintu mewakili milik seorang atau dua orang Betina Ranjang.


Para Betina Ranjang yang siap menerima pelanggan hidung blaster, pintu kamarnya terbuka lebar dan sang betina ranjang duduk atau bertelekan di ranjang indahnya yang bisa dilihat langsung dari luar pintu.


Bagi Betina Ranjang yang belum siap melayani pelanggan atau sudah mendapat pelanggan, pintu kamarnya akan tertutup. Bagi yang belum siap, dalam arti si Betina Ranjang tidak ada di kamar, ada papan warna hitam yang ditempel di pintu. Bagi yang sudah mendapat pelanggan dan sedang melayani, pintu kamarnya memiliki tanda papan warna merah.


Di depan setiap kamar pasti ada dipasang kain berwarna. Kain warna cokelat melambangkan bahwa Betina Ranjang pemilik kamar berusia tiga puluh lima hingga empat puluh lima tahun. Itu Betina Ranjang yang harganya murah dan peminatnya paling banyak bagi para lelaki yang kepengnya terbatas.


Betina Ranjang yang berusia lebih dari empat puluh lima tahun, akan dijual sebagai budak ke negeri lain yang tidak kalah kejam dalam urusan perbudakan perempuan.


Kamar yang di depannya ada kain warna biru menunjukkan bahwa Betina Ranjang yang ada adalah golongan yang mengedepankan keagresifan dalam berkuda. Kamar berkain hijau menunjukkan Betina Ranjang dari golongan yang mengutamakan “kebesaran”.  Kamar berkain kuning adalah Betina Ranjang yang mengutamakan kecantikan dan keindahan tubuh.


Sementara yang berkain putih adalah Betina Ranjang yang masih sangat baru dan masih perawan. Inilah Betina Ranjang yang paling mahal.


Jika ada pengiriman gadis yang baru datang, stok Betina Ranjang bendera putih akan ada banyak dan biasanya, pelanggan berkepeng melimpah sudah order di muka.


Terkadang pula, stok Betina Ranjang bendera putih habis. Betina Ranjang yang sudah diambil keperawanannya akan dipindahkan ke kelompok Betina Ranjang berbendera lain.


Tempat ini selalu ramai oleh pelanggan lelaki seperti pasar malam saja. Cara pelanggan dalam memilih Betina Ranjang termasuk mudah dan sederhana.


Setelah melaporkan kedatangan kepada petugas di pos tamu yang ada di gerbang Sarang Betina Ranjang, pelanggan diizinkan memilih. Pelanggan tinggal berjalan di koridor lewat di depan kamar-kamar yang pintunya terbuka. Urusan warna bendera mereka sudah mengerti maksudnya. Dari depan pintu kamar mereka hanya melihat ke dalam, melihat wujud Betina Ranjang yang sedang berada di atas ranjangnya dengan berbagai jenis pakaian. Bahkan ada Betina Ranjang yang sudah memasang pose tanpa pakaian demi menarik air liur para lelaki hidung blaster.


Tidak cukup dengan kamar-kamar resmi, Sarang Betina Ranjang ternyata juga menyediakan bilik-bilik terbuka yang banyak tersebar di bagian belakang kompleks pelacuran itu. Bilik terbuka itu hanya sebuah kamar kain tertutup berbentuk segi empat setinggi dada, tanpa atap.


Bilik-bilik kain milik para Betina Ranjang itu tersebar di area pinggir sungai yang lebar tapi dangkal. Suasananya selalu sejuk. Para Betina Ranjang pemilik bilik kain itu bergolongan harga lebih murah dari Betina Ranjang berkain cokelat. Meski murah, kualitas tidak dijamin lebih bagus dari pemilik kamar papan.


Betina Ranjang model ini akan melayani pelanggan di bilik kainnya itu. Tidak jarang bilik itu rubuh karena terlindas adegan yang terlalu liar, membuat adegan jadi terbuka bebas.


Bisnis yang besar tentunya dilindungi oleh sistem keamanan yang besar dan kuat pula. Pasukan keamanan sudah berlapis-lapis ditempatkan di lingkungan Sarang Betina Ranjang tersebut. Pasukan keamanan ada dua kelompok. Kelompok berseragam ungu dan kelompok berpakaian bebas ala pendekar.

__ADS_1


Khususnya keamanan pendekar, demi benar-benar menjamin keamanan bisnis ini, dipilih para pendekar yang menegah ke atas hingga pendekar yang benar-benar pilih tanding tapi mau dijadikan orang suruhan.


Sarang Betina Ranjang dipimpin oleh seorang pendekar sakti, orang kepercayaan Tebar Kembang. Namanya Baling Bangba yang lebih ternama dengan gelar Raja Betina. Jangan ditanya kenapa rajanya betina, bukan jantan!


“Aaak...!”


Tiba-tiba suasana Sarang Betina Ranjang yang penuh tawa-tawa genit dari berbagai sudut, baik itu tawa genit para lelaki hidung blaster ataupun para Betina Ranjang yang sudah enjoy dengan profesinya, dikejutkan oleh satu teriakan kencang dan panjang dari salah satu kamar berbendera putih. Kamar itu pintunya tertutup dengan tanda papan warna merah. Artinya, status di dalam kamar adalah Betina Ranjang sedang melayani pelanggannya.


Brak!


“Aaak...!”


Pintu kamar itu dibuka keras sehingga pintunya ikut menjerit. Lalu keluarlah dengan berlari seorang lelaki berpenampilan buto sambil menjerit kesakitan.


Lelaki yang berusia kisaran separuh baya berperut gendut itu, berlari ke halaman berumput halus sambil memegangi sesuatu di bawah perutnya yang mengucurkan darah dengan deras.


Orang-orang terdekat segera memusatkan perhatiannya untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi. Para Betina Ranjang yang belum mendapat pelanggan, segera berkeluaran dari kamarnya untuk melihat apa yang terjadi, termasuk beberapa pelanggan yang sedang asik berkuda di kamar yang tertutup, ikut membuka pintu dan melongokkan kepalanya saja.


Sejumlah personel keamanan segera berdatangan dan mendatangi si lelaki yang terus menjerit dan bingung harus berlari ke mana lagi, seperti ayam jago yang sedang disembelih. Dia berhenti, berdiri setengah membungkuk di tengah halaman berumput.


“Ada apa, Majikan Perkasa?” tanya salah satu prajurit berseragam ungu yang mengenali pelanggan berusia tua itu.


Darah terus mengucur dari posisi ayam yang dibekap.


“Tenang, Majikan. Coba kami lihat ayam jagonya,” kata si prajurit sambil membungkuk di depan Majikan Perkasa, seperti sedang membujuk anak kecil.


Keenam prajurit dan sejumlah pendekar yang sudah merapat ke lokasi memusatkan perhatiannya kepada kedua tangan Majikan Perkasa, yang merupakan seorang juragan buah kelapa.


Sambil terus merintih, Majikan Perkasa melepas tangannya yang berlumur darah merah.


“Waaa!” pekik para prajurit dan pendekar personel keamanan tempat itu, saat melihat anggota tubuh bawah perut Majikan Perkasa.


Mereka semua tidak melihat keberadaan ayam jago atau burung elang di sana. Yang mereka lihat adalah luka potongan yang mengucurkan darah.


“Ke mana ayam jagomu, Majikan?” tanya salah satu pendekar.


“Digigit sampai putus oleh Betina Ranjang ituuu! Aakk!” jawab Majikan Perkasa dengan berteriak kesakitan.

__ADS_1


Gemparlah semua orang yang mendengar itu.


“Seret keluar Betina Ranjang itu!” perintah seorang pendekar yang menjabat sebagai Kepala Juru Aman.


Sebanyak enam prajurit berpakaian ungu segera berlari ke satu kamar yang pintunya terbuka. Di dalam kamar yang kotor oleh ceceran darah, ada seorang wanita cantik berpakaian putih minim sedang duduk berjongkok meringkuk di sudut kamar. Namun, wajahnya kotor belepotan oleh darah.


“Ayo keluar! Dasar Betina Ranjang mau cari penyakit!” bentak seorang prajurit yang menarik paksa wanita cantik jelita itu.


“Lepaskan! Lepaskan!” jerit gadis berkulit bersih itu sambil berusaha meronta.


Kepala Juru Aman yang bernama Kubil Gersang segera mendatangi pula Betina Ranjang yang diseret ke luar kamar.


“Aaak!” jerit wanita itu saat Kubil Gersang menjambak rambutnya dan menariknya dengan paksa ke tanah berumput.


“Sudah berapa kali kau membuat masalah, Lilia Seharum!” bentak Kubil Gersang sambil mendorong jatuh tubuh wanita yang bernama Lilia Seharum.


Sekedar pemberitahuan. Lilia Seharum adalah adik dari Lingkar Dalam, gadis yang membuat Alma Fatara dan rekan-rekannya datang ke Kotamkayu Darabisu itu.


Dia berada di tempat itu sudah hampir sepekan, tetapi dia gigih memberontak, sehingga tiga kali dia mendapat pelanggan, dia berhasil membuat pelanggannya gagal merenggut kesuciannya. Namun, itu harus dibayar dengan hukuman.


“Aku tidak mau menjadi Betina Ranjang!” teriak Lilia Seharum yang berurai air mata.


“Diam kau! Jika kau tidak mau keperawananmu diambil secara lembut, maka keperawananmu akan diambil secara paksa dan kejam!” bentak Kubil Gersang. Dia lalu memberi perintah kepada prajuritnya, “Ambil ayam jagonya Majikan Perkasa di dalam kamar!”


“Baik, Kepala!” ucap seorang prajurit, karena untuk mengambil kepala ayam yang terpotong hanya butuh satu orang.


“Aku minta ayamku digantiii!” teriak Majikan Perkasa.


“Tidak usah berisik lagi, Majikan! Nanti akan kami ganti dengan kepala ayam jago sungguhan!” teriak Kubil Gersang kesal.


“Hahaha!” tawa orang banyak mendengar teriakan Kubil Gersang.


“Bawa Lilia Seharum ke kamar panas!” perintah Kubil Gersang kepada anak buahnya.


Sebanyak enam orang prajurit segera menyeret dan mengawal Lilia Seharum untuk dibawa ke kamar panas.


Kamar panas bukanlah kamar yang panas oleh gairah asmara, tetapi kamar hukuman yang berhawa panas seperti open. Orang yang dikurung di kamar itu tidak akan sampai mati, tetapi akan tersiksa kepanasan.

__ADS_1


Ada aturan di Sarang Betina Ranjang. Betina Ranjang yang bandel tidak boleh disiksa dengan siksaan yang bisa merusak tubuh karena mereka menjual keindahan tubuh perempuan. (RH)


__ADS_2