Alma3 Ratu Siluman

Alma3 Ratu Siluman
DAS 15: Menjebak Tiga Buah


__ADS_3

*Dendam Anak Senopati (DAS)*


Ketika Nanas Neraka mengejar Putri Manila Sari yang berlari kembali mundur ke posisi tugasnya, Lingkar Dalam yang melihat sang putri terancam segera melempar sebatang tombak ke arah Nanas Neraka dari samping.


Set set!


Serangan itu membuat Nanas Neraka menahan laju tubuhnya dan mengelebatkan dua celuritnya membacok tombak tersebut, sehingga tombak terpotong tiga bagian.


Serangan itu membuat Manila Sari semakin jauh jaraknya dari kejaran.


Setelah lemparan tombak, Lingkar Dalam berkelebat dengan kesaktian tertingginya, yaitu ilmu Tali Cekik Nyawa.


Pada kedua tangannya masing-masing ada tali sinar biru menyala seperti cemeti sinar. Untuk menghadapi kesaktian itu, Nanas Neraka membuat kedua celuritnya menyala merah seperti celurit neon.


Ctas ctas!


Kedua tali sinar itu melesat bermaksud membelit leher dan pinggang Nanas Neraka, tetapi kedua celurit sinar merah membacok tali sinar yang menimbulkan letupan sinar kecil yang mementalkan kedua tali.


Sus sus!


Ketika Lingkar Dalam hendak menyerang lagi, dari arah belakang datang Kelapa Berbulu dan Jambu Pembunuh yang melesatkan dua bola sinar jingga dari ilmu Jeruk Pengantar Maut.


Lingkar Dalam cepat menghindar dengan berkelebat menyusul Manila Sari.


Nanas Neraka mengejar Lingkar Dalam yang mundur ke tengah kampung. Di belakang menyusul Kelapa Berbulu yang bersenjata rantai besi panjang dan Jambu Pembunuh yang bersenjata dua kapak hitam gagang pendek.


Manila Sari sudah berhenti dan berdiri di posisi sebelumnya di tanah lapang. Sementara Lingkar Dalam berhenti di titik yang sebelumnya di tempati oleh Alma Fatara. Pada titik itu, Lingkar Dalam bersiap menyambut kedatangan ketiga lawannya.


Melihat Lingkar Dalam sudah bersiap, ketiga anggota Buah Kematian berhenti dua tombak di depannya. Kelapa Berbulu sudah membuat rantainya membara biru dan Jambu Pembunuh sudah membuat kedua kapaknya membara kuning.


Nanas Neraka lalu memberi isyarat kepada kedua rekannya agar menangkap Manila Sari.


Fwiiit! Fwiiit!


Tiba-tiba dari jauh terdengar suara siutan dua kali sebagai tanda, membuat ketiga buah itu terdiam dan saling pandang sebelum menyerang Lingkar Dalam dan Manila Sari.


“Minyaaak!” teriak Lingkar Dalam tiba-tiba di saat ketiga musuh saling berkomunikasi dengan gerakan alis mereka.


Seorang lelaki yang sudah siap di salah satu pangkal jaringan pipa bambu cepat membuka penutup saluran minyak.


Siruuup!


Tiba-tiba terdengar suara aliran air yang kencang, membuat Nanas Neraka, Kelapa Berbulu dan Jambu Pembunuh memandang ke sekitar, terutama kepada jaringan pipa bambu yang mengelilingi tanah lapang.


Fwiiit! Fwiiit!

__ADS_1


Di saat itu, kembali terdengar suara siutan panjang dua kali dari arah sekitar benteng. Itu siutan dari Salak Gempur yang memerintahkan seluruh personel 13 Buah Kematian untuk mundur.


Cur cur cucur!


Di saat ketiga anggota Buah Kematian saling bersepakat dengan anggukan, tiba-tiba dari lubang-lubang yang dibuat di pipa bambu sebelumnya mengucur deras minyak-minyak seperti kencangnya air seni lelaki yang kebelet.


Minyak itu mengucur keluar dari banyak lubang pipa yang mengelilingi posisi Lingkar Dalam dan ketiga lawannnya. Minyak mengalir ke tanah yang telah dibuat pola kerukan yang dangkal, sehingga minyak mengalir pada pola tersebut. Pola itu membentuk lingkaran minyak besar.


Sementara posisi Manila Sari berada di luar lingkaran.


Sus sus usus!


Yakin bahwa mereka bertiga masuk dalam jebakan, Nanas Neraka, Kelapa Berbulu dan Jambu Pembunuh kompak melesatkan ilmu Lurus Menuju Kematian.


Ilmu Lurus Menuju Kematian adalah lesatan sinar cokelat bening tebal dan lurus dari kepalan tangan.


“Hiaat!” pekik Lingkar Dalam sambil melompat bersalto di udara berusaha menghindari tiga tembakan sinar itu, sementara tubuhnya dililit oleh dua tali sinar biru yang berfungsi sebagai pelindung.


Bsus!


“Akh!” jerit Lingkar Dalam saat satu sinar tidak sanggup dihindarinya sehingga menghantam tubuhnya.


Tubuh Lingkar Dalam terpental hebat lewat di sisi Manila Sari.


Bluap!


Pada saat itu juga, para pemanah yang bersembunyi di berbagai tempat melepaskan anak panah api yang jatuh di lingkaran minyak. Maka pagar api besar yang cukup lebar dan tinggi menyala dengan cepat, mengurung Nanas Neraka dan kedua rekannya.


Adapun Manila Sari berdiri di luar lingkaran api. Ia segera mundur agar tidak begitu merasakan panas.


Nanas Neraka memandang kedua rekannya dengan senyuman mengejek. Itu karena kurungan api tersebut bukan hal sulit untuk mereka lewati.


Tanpa mempedulikan lagi rencana untuk menculik Manila Sari, Nanas Neraka dan kedua rekannya segera berbalik dan berkelebat pergi. Ketiganya berlari di udara menerabas lidah-lidah api yang tidak begitu membahayakan.


Sezt sezt!


Bsess! Zeng zeng!


“Hukh!”


Di saat mereka naik mengudara dan berlari melampaui ketinggian lidah api, dari arah depan melesaat cepat dua sinar kuning yang rapat.


Karena merasa dirinya yang ditargetkan, Kelapa Berbulu sontak mengaktifkan ilmu perisai Sarang Lebah Penolong. Muncullah lapisan sinar hijau berpola sarang lebah.


Dua hantaman sinar sabit kuning pada sinar hijau membuat tubuh Kelapa Berbulu terlempar balik ke belakang.

__ADS_1


Di saat Nanas Neraka dan Jambu Pembunuh melesat meninggalkan lingkaran api, dari arah berlawanan melesat sosok Alma Fatara.


Sambil melintas, Nanas Neraka menebaskan celuritnya yang sudah tidak bersinar. Sama halnya dengan Jambu Kematian, dia mengapakkan satu kapaknya mengicar leher Alam Fatara yang melintas di antara mereka,


Tus tus!


“Aw! Aw!” pekik nyaring Nanas Neraka dan Jambu Pembunuh bersamaan, ketika Alma Fatara terlalu lihai mengelaki serangan dua senjata itu dan lewat di tengah-tengah keduanya. Pada saat yang sama, kedua lelaki berpakaian merah tersebut merasakan bokong mereka disuntik jarum sampai ke tulang bokong.


“Hahaha!” tawa terbahak Alma Fatara mendengar jeritan kompak kedua lelaki itu.


Setelahnya, ketiganya saling menjauh meninggalkan lawan. Nanas Neraka dan Jambu Pembunuh meninggalkan Kelapa Berbulu, sementara Alma Fatara masuk ke dalam kurungan api dan mendarat di hadapan Kelapa Berbulu yang baru saja bangkit dengan bibir berlumur darah.


Creeek!


Kelapa Berbulu melesatkan rantainya yang sudah dia buat menyala biru menyerang gadis cantik yang datang.


Alma Fatara dengan gerakan yang cepat lagi lihai, mengelaki serangan rantai panas tersebut. Bahkan ketika rantai itu dihentak sehingga meliuk mencoba mendera tubuh Alma, si gadis bisa mengelak sambil  maju mendekati lawannya.


Di saat rantai besi meliuk-liuk di udara, Alma Fatara maju memepet tubuh Kelapa Berbulu, tetapi Alma tidak langsung menyerang.


Creeek! Cruk!


“Hakh!”


Karena Alma terus mendesaknya tanpa melakukan serangan tangan atau tendangan, Kelapa Berbulu meliukkan ujung rantainya sehingga melesat mengincar punggung Alma Fatara.


Namun, insting Alma Fatara sebagai pendekar sudah sangat jadi. Meskipun tanpa melihat datangnya serangan yang membokong, dengan gerakan yang tiba-tiba dia bergeser posisi, membuat ujung rantai justru menghantam dada tuannya sendiri.


Seperti bara rokok menyundut plastik tipis, itulah perumpamaan ujung rantai ketika menabrak dada Kelapa Berbulu. Memang tidak menjebol dada, tetapi itu memberi luka kulit yang parah.


Tus tus!


“Aaak!” jerit Kelapa Berbulu saat merasakan sakit yang sangat pada kedua lututnya, karena ada tusukan seperti jarum.


Dug! Creeek!


Kelapa Berbulu jatuh terlutut dengan kedua lututnya. Sambil menjerit menahan sakit, dia masih mampu menghentakkan rantai bersinar birunya.


Namun, lagi-lagi Alma Fatara bisa menghindarinya dan cukup menghindarinya.


Karena rantainya tidak bisa diandalkan dan justru mengenai diri sendiri, Kelapa Berbulu melepas rantainya begitu saja sehingga tergeletak di tanah tanpa menyala lagi.


Dalam kondisi yang kini duduk bersila, Kelapa Berbulu telah menggenggam tombak pendek yang diselimuti sinar merah menyilaukan.


Tusukan Benang Darah Dewa telah membuat kedua lutut Kelapa Berbulu lumpuh. Jadi, Kelapa Berbulu sudah tidak bisa berdiri. Namun, dia tetap berusaha melawan. Jiwa juangnya patut diacungi jempol kaki. (RH)

__ADS_1


__ADS_2