
*Dendam Keluarga Tombak (DKT)*
Entah bagaimana caranya Bungkuk Gila memberi perintah kepada kedua wanita boneka setianya, sehingga mereka bisa bertarung normal tapi tidak bisa menolak bahwa lawan mereka adalah rekan sendiri.
Seperti Lirik Lirik Yo yang harus berhadapan serius melawan Guru Cambuk Emas yang merupakan rekan satu grupnya. Meski demikian, pertarungan keduanya serius untuk saling membunuh, bukan adegan film laga yang hanya sekedar serius di depan kamera.
Guru Cambuk Emas yang cambuk kuningnya sudah diselimuti listrik sinar biru kebiru-biruan, bergerak memutari posisi Lirik Lirik Yo sambil memainkan cambuknya tanpa henti. Cara itu membuat Lirik Lirik Yo seolah-olah dikurung oleh cambuk berdaya listrik tegangan tinggi yang berseliweran di sekelilingnya.
Namun, Lirik Lirik Yo memiliki cara sendiri untuk menangkal kepungan cambuk listrik itu. Dia melakukan gerakan berputar dengan menjadikan satu kakinya sebagai poros. Sementara kedua tangannya yang bersinar merah bergerak mengibas ke sana dan ke mari, menangkis setiap serangan cambuk petir.
Uniknya, kedua tangan Lirik Lirik Yo antisetrum, mungkin karena kedua tangan itu tidak terbuat dari logam.
Merasa gagal dengan jurus Kurungan Cambuk Penyengat, Guru Cambuk Emas tidak patah semangat, dia masih punya kesaktian yang lebih menggigit.
Ctass! Sessts!
Ketika Guru Cambuk Emas melakukan lecutan baru dengan gaya tertentu, satu tali sinar emas melesat terbang seperti punya nyawa dan melilit tubuh Lirik Lirik Yo, lengkap dengan kedua tangannya. Bukan hanya satu lilitan, tapi lima lilitan. Itu membuat Lirik Lirik Yo terbekuk dalam posisi berdiri. Wajahnya mengerenyit, tapi tidak menjerit kesakitan.
Blass!
Lagi-lagi ada jalan keluar bagi orang cantik, meski Lirik Lirik Yo hanya merasa cantik.
Tubuh wanita pesek berambut rapi itu meledakkan sinar merah, membuat tali sinar emas yang melilit tubuhnya sirna.
Ses ses ses!
Setelah itu, Lirik Lirik Yo balas menyerang dengan melesatkan tiga sinar merah berekor panjang.
Ctas! Blarr!
Sambil menghindari dua sinar merah, Guru Cambuk Emas menangkis satu sinar dengan lecutan cambuknya yang begitu lihai.
Ledakan terjadi nyaring. Koordinat ledakan yang lebih dekat kepada Guru Cambuk Emas membuat gelombang ledakan energi lebih mengenai lelaki berjenggot itu. Ledakan energi membuatnya terdorong dua tombak, tapi dia mendarat sempoyongan dan berusaha tidak jatuh.
Ternyata kondisi itu dimanfaatkan oleh Lirik Lirik Yo untuk mencari jodoh dengan cara melesat mendekat dan merapat.
Blass!
__ADS_1
Rupanya dia mendekati Guru Cambuk Emas bukan untuk pedekate, tapi untuk meledakkan diri. Bukan meledakkan diri seperti bom bunuh diri, tapi hanya meledakkan sinar merah seperti sebelum-sebelumnya. Selevel Bungkuk Gila saja bisa dibuat terpental keras, apalagi selevel Guru Cambuk Emas yang tingkat kesaktiannya di bawah Bungkuk Gila.
Ledakan sinar merah itu membuat Guru Cambuk Emas terpental deras.
Badak!
Ses ses ses! Blar blar blar!
Tubuh Guru Cambuk Emas menghantam dahan besar pohon yang sudah tumbang sebelumnya. Ternyata, tubuh Guru Cambuk Emas yang terpental ke pohon, diikuti oleh tiga sinar merah berekor panjang.
Rapatnya jarak waktu membuat Guru Cambuk Emas tidak bisa menghindari tiga ledakan yang menghantam pohon tumbang itu.
Pohon itu hancur mementalkan serpihan kayunya ke segala arah, kehancuran pohon lengkap dengan dedaunannya.
Namun, dari kehancuran itu kemudian bangkit berdiri sosok Guru Cambuk Emas dengan tubuh terkurung sinar hijau pekat berbentuk telur ayam raksasa. Meski sinar itu pekat, tetapi masih bisa memperlihatkan sosok di dalamnya.
Ternyata Lirik Lirik Yo tidak berhenti. Sepertinya dia diprogram untuk tidak berhenti.
Wanita pesek itu kembali berkelebat dan mendarat di dekat posisi Guru Cambuk Emas.
Clap! Pak!
Pras! Blar!
Dengan seenaknya, Bungkuk Gila memukulkan ranting berdaunnya yang selalu dia pegang ke dinding sinar hijau. Sinar hijau pekat yang mengurung tubuh Guru Cambuk Emas meledak. Lelaki berpakaian putih itu kembali terpental, tapi hanya dua tombak.
Terlihat bahwa Guru Cambuk Emas sudah mengeluarkan darah dari mulutnya dan mengotori jenggotnya.
“Berhentilah bertarung. Kalian sudah kalah dan kau sudah terluka. Jika kau masih mau bertarung, jangan salahkan aku jika aku mengejekmu!” perintah Bungkuk Gila lengkap dengan ancamannya.
Guru Cambuk Emas bangkit dengan sempoyongan.
“Baiklah, aku kalah,” ucap Guru Cambuk Emas.
Dug!
Guru Cambuk Emas kembali jatuh terlutut karena persendian dan otot kakinya sangat sakit dan lemas. Ia akhirnya memilih duduk beristirahat dengan bersandar pada sisa pokok pohon yang ada.
__ADS_1
Sementara itu, Guru Cambuk Merah beberapa kali menghajar Cantik Gelap dengan setruman cambuk merahnya.
Meski Cantik Gelap beberapa kali tersengat dan mengejang, tapi tidak membuatnya menjerit. Sepertinya pelayan setia Bungkuk Gila memang diprogram tidak menjerit meski sakit.
Clap!
Tiba-tiba Bungkuk Gila muncul memeluk Guru Cambuk Merah dari belakang. Pelukan kedua tangannya sangat kuat, membuat lelaki muda itu sulit untuk berkutik.
“Bunuh orang ini, Cantik Terangku!” perintah Bungkuk Gila.
Bsorss! Bsork!
“Aaak!”
Cantik Gelap lalu melepaskan ilmu Lurus Menuju Kematian, menunjukkan bahwa berulang kali sengatan cambuk tidak membuatnya lemah daya.
Segaris tebal sinar cokelat tebal dan bening melesat dari kedua tangan Cantik Gelap yang menyatu. Karena dipeluk dengan kuat oleh Bungkuk Sakti, Guru Cambuk Merah tidak bisa berbuat apa-apa. pelukan si kakek bungkuk itu sangat bertenaga dalam sakti.
Tanpa ampun, Guru Cambuk Merah menjerit panjang saat sinar itu menjebol perutnya. Bukan hanya perut Guru Cambuk Merah yang jebol, sinar cokelat itu juga menembus tubuh Bungkuk Gila.
“Cambuk Meraaah!” teriak Guru Cambuk Emas melihat apa yang menimpa saudara atau sahabatnya.
“Berisik!” bentak Bungkuk Gila yang justru ada di dekat Guru Cambuk Emas. Dia memukul Guru Cambuk Emas seenaknya dengan ranting berdaunnya.
Guru Cambuk Emas pun jatuh terkulai tidak sadarkan diri.
Jika Bungkuk Gila tidak apa-apa di situ, lalu siapa yang tadi tubuhnya ikut dijebol oleh ilmu Lurus Jalan Kematian Cantik Gelap? Jangan dijawab!
Itulah kehebatan ilmu Raga-Raga Gila milik Bungkuk Gila. Jangan heran jika melihat Bungkuk Gila sedang sibuk berbuat mesum, tahu-tahu sedang minum kopi di tempat lain pada saat yang bersamaan.
“Ayo, Sayang-Sayangku! Hahaha!” panggil Bungkuk Gila kepada Lirik Lirik Yo dan Cantik Gelap.
Kedua wanita itu datang mendekat kepada sang kakek dengan wajah tegak dan pandangan lurus, benar-benar tidak tertarik untuk mencari kepeng yang mungkin saja ada yang tercecer di tanah.
Seperti seorang Godfather yang dikawal dua wanita cantik, Bungkuk Gila berjalan memasuki kawasan Sarang Betina Ranjang sambil terkekeh-kekeh.
Pangeran Arguna, Manila Sari, Lingkar Dalam, Geladak Badak, dan Lilia Seharum sepakat pergi ikut masuk ke Sarang Betina Ranjang.
__ADS_1
“Ayo!” ajak Panglima Kirat Ipok kepada wakilnya.
Kedua punggawa berkuda itu harus turun dari kudanya karena jalan masuk ke Sarang Betina Ranjang hancur berantakan dan terhalang pepohonan yang ambruk. Mereka harus memastikan apa yang akan dilakukan oleh Alma Fatara dan rekan-rekannya. (RH)