
*Pasukan Kerajaan Siluman (PKS)*
Tong gentong-gentong, Kerajaan Siluman!
Tong gentong-gentong, ratunya Ratu Siluman!
Ser beser-beser, cantiknya seperti apel!
Ser beser-beser, saktinya seperti jengkol!
Suara nyanyian orang banyak itu terdengar berasal dari balik tebing yang menjadi tikungan jalan berbatu di bibir jurang itu.
Isi pesan lagu itu sangat sederhana, yaitu memberi tahu tentang sebuah kerajaan bernama Kerajaan Siluman yang dipimpin oleh Ratu Siluman. Ratu itu cantiknya seperti apel dan saktinya seperti jengkol.
Sesederhana itu. Namun, siapa yang bisa mengilustrasikan suatu kecantikan dengan bermodal membayangkan buah apel? Dan siapa yang bisa mengilustrasikan suatu kesaktian dengan bermodal referensi buah jengkol?
Nyanyian ini belum populer dan belum pernah di tangga lagu pekanan, itu karena usianya baru beberapa hari. Namun demikian, nyanyian ini telah menjadi lagu wajib satu pasukan pendekar yang besar, yaitu Pasukan Genggam Jagad.
__ADS_1
Tong gentong-gentong, Kerajaan Siluman!
Tong gentong-gentong, ratunya Ratu Siluman!
Ser beser-beser, cantiknya seperti apel!
Ser beser-beser, saktinya seperti jengkol!
Suara nyanyian orang banyak yang terdiri dari suara kelompok lelaki dan kelompok perempuan itu, semakin keras terdengar.
Sepertinya banyak yang harus diceritakan ulang untuk memancing ingatan di masa lalu.
Kerajaan Siluman adalah sebuah kerajaan yang tidak memiliki fisik kerajaan dan wilayah kekuasaan, tetapi memiliki pemimpin seorang ratu, punya pasukan dan rakyat. Jangan tanya kenapa itu bisa terjadi! Terlalu panjang dan letih untuk diceritakan secara lengkap.
Ratu Kerajaan Siluman tidak lain tidak bukan yaitu Alma Fatara yang berjuluk Dewi Dua Gigi yang juga Ratu Siluman Ikan di Telaga Emas, murid dari Pemancing Roh dan Pangeran Kumbang Genit. Kini usianya sudah bertambah dua tahun dengan kecantikan yang semakin matang dan sempurna, meski usianya masih terbilang belia.
Alma Fatara telah menobatkan diri sebagai Ratu Siluman, ratunya Kerajaan Siluman yang tidak punya tahta dan istana. Meski demikian, para sahabat dan orang yang dia taklukkan telah mersumpah setia menjadi abdinya. Para abdi itulah yang kini tergabung di dalam Pasukan Genggam Jagad dan sebagian besar menjadi rakyatnya di beberapa perguruan.
__ADS_1
Lalu siapa saja yang ada di dalam Pasukan Genggam Jagad? Jangan dijawab!
Ada tiga sahabat masa kecil Alma Fatara yang sekaligus saudara seperguruan dari guru Pemancing Roh dan Pangeran Kumbang Genit. Mereka sama-sama putra Desa Iwaklelet di Pantai Parasemiris.
Pertama, sahabat sekaligus kakak angkat Alma Fatara yang bernama Anjengan. Sosok wanita bertubuh gemuk berlemak dan berlipat-lipat. Semua anggota tubuhnya terlihat empuk, dari kedua pipinya hingga kedua kakinya. Meski kulitnya agak gelap, tetap saja wajahnya terlihat menggemaskan untuk dicubit atau digigit. Pada era itu belum ada yang namanya sedot lemak, jadi belum ada yang tertarik untuk menyedotnya. Anjengan menjuluki dirinya dengan nama Dewi Laut. Wanita berpakaian kuning itu dipercaya sebagai Panglima Besar Pasukan Genggam Jagad. Meski kesaktiannya masih di bawah kesaktian sejumlah pendekar di dalam pasukan, tetapi faktor kedekatan dengan sang ratu membuatnya dipercaya sebagai Panglima Besar. Dia dibekali pusaka Pedang Macan Setan warisan mendiang Tengkorak Pedang Kilat yang mati terhormat di tangan Alma Fatara.
Kedua, seorang gadis cantik setengah rasa dan bertubuh indah ideal. Paras dan penampilannya cantik dengan pakaian merah terang, tapi tidak begitu cantik. Dia juga tidak bisa disebut jelek, karena pada wajahnya masih ada aura kecantikan. Berbeda dengan Alma dan Anjengan, dia lebih suka berbedak dan bergincu merah. Rambut sebahunya dihiasi dengan jepit rambut yang indah. Dia bernama Gagap Ayu yang menggelari dirinya dengan julukan Putri Tinju Karang. Ada “Gagap” pada namanya karena dia memang memiliki kelebihan gagap. Kesaktian barunya dari batu Raja Mata Elang dan kedekatannya dengan sang ratu, membuat Alma memercayai Gagap Ayu sebagai Ketua Lima Dewi Purnama yang merupakan pengawal pribadi Alma.
Ketiga, seorang pemuda tampan bertubuh proporsional sebagai seorang pendekar yang gagah dan berotot. Namun, ketampanan pemuda berbaju putih, bercelana biru dan berikat kepala putih itu harus terkurangi oleh fitrah matanya yang juling. Pantaslah jika namanya Juling Jitu. Ia berjuluk Pendekar Tampan Iwaklelet. Meski juling, dia tidak perlu khawatir lagi untuk urusan jodoh, karena kini dia berstatus sebagai suami dari Penombak Manis, mantan anggota bajak laut yang memiliki poisisi penting di dalam Pasukan Genggam Jagad. Di dalam Pasukan Genggam Jagad, Juling Jitu berstatus sebagai anggota Pasukan Sayap Laba-Laba.
Selain ketiga saudara seperguruannya, Alma Fatara memiliki satu orang lagi yang sangat dekat dengannya, yaitu pengawal pribadinya yang sangat tampan dan menjadi taksiran setiap wanita, kecuali Alma seorang. Pengawal berfisik seorang pemuda tampan itu bernama Mbah Hitam, seorang siluman ular yang berusia ratusan tahun. Ketika dia berwujud sebagai manusia, dia sosok pemuda berpakaian hitam-hitam seperti Alma Fatara. Tubuhnya wangi aroma daun pandan. Wujud aslinya adalah ular hitam besar. Dia menjadi abdi setelah dikalahkan oleh Alma Fatara di Mata Air Pahit, tempat keberadaan Keris Pemuja Bulan. Mbah Hitam terkadang mengawal Alma dalam wujud manusia, terkadang mengawal dengan senyap, maksudnya tidak terlihat oleh mata manusia.
Selain Mbah Hitam orang yang memiliki kesaktian tinggi, ada satu wanita cantik yang juga berkesaktian tinggi, tetapi sudah tunduk kepada Alma Fatara dan mengakuinya sebagai ratu.
Wanita itu adalah Ketua Bajak Laut Kepiting Batu yang bernama Cucum Mili dan berjuluk Ratu Kepiting. Usianya jauh lebih tua dari Alma Fatara. Jika jauh lebih tua, maka kecantikannya pun tidak akan bisa menyaingi kecantikan Alma yang lebih segar.
Cucum Mili kini berpenampilan seperti muslimah bercadar merah. Ia menutupi wajah cantiknya dan hanya menyisakan sepasang mata yang terlihat indah. Bisa disebut dia bajak laut yang bertobat. Hormatnya Alma kepada dirinya membuat sang ratu memberinya pusaka Pedang Tengkorak Malam warisan mendiang Tengkorak Pedang Kilat. Sejak dia bersumpah setia kepada Alma Fatara, dia pun dipercaya sebagai Panglima Laut Pasukan Genggam Jagad.
Meski berstatus sebagai panglima, tetapi Cucum Mili belum memiliki satu orang pun anak buah. Namun sebenarnya, dia memiliki banyak anak buah bajak laut di lautan, tetapi mereka belum bergabung dalam Pasukan Genggam Jagad.
Selain kelima orang yang sudah disebutkan, masih ada puluhan pendekar yang tergabung dalam Pasukan Genggam Jagad yang menjadi pasukan induk Kerajaan Siluman.
__ADS_1
Sejauh ini, Kerajaan Siluman baru memiliki tiga orang abdi dari kalangan siluman. Selain Mbah Hitam sebagai siluman ular, ada pula ayah dan anak perempuannya sebagai siluman burung gagak. Namun, siluman burung gagak tidak bergabung dengan pasukan. (RH)