Alma3 Ratu Siluman

Alma3 Ratu Siluman
DAS 25: Kelompok Tombak Iblis


__ADS_3

*Dendam Anak Senopati (DAS)*


 


Kembalinya rombongan pengiriman yang dipimpin oleh Galian dalam kondisi semua terluka, kecuali sais, menimbulkan kegemparan di sarang Kelompok Tombak Iblis yang ada di dalam Pasar Bulieng.


Para anggota Kelompok Tombak Iblis yang malam itu berada di dalam pasar, segera berkumpul di markas mereka.


Kelompo Tombak Iblis adalah sebuah biro jasa kependekaran, menawarkan jasa kepada orang-orang yang membutuhkan penyelesaian masalah dengan cara kependekaran. Bisa jasa membunuh, menculik manusia atau hewan, merampok, keamanan, hingga jasa pengiriman barang atau makhluk.


Kelompok itu terdiri dari tiga tingkatan anggota. Pertama anggota pengawal yang terdiri dari pendekar biasa dengan ciri bersenjatakan tombak biasa. Kedua anggota pendekar yang berciri bersenjatakan tombak besi pendek berekor rantai. Khusus anggota pendekar, minimal mereka memiliki dua ilmu warisan dari guru atau ketua kelompok, yaitu Raja Tombak Iblis. Ketiga anggota pemimpin, yaitu beberapa orang yang memimpin kelompok itu di bawah Ketua.


Para anggota pemimpin kelompok tersebut adalah murid yang berguru penuh kepada Raja Tombak Iblis.


Baru saja tadi siang mereka digemparkan oleh kekalahan besar 13 Buah Kematian dengan tewasnya Jeruk Iblis dan Durian Kubur, serta tidak kembalinya Kelapa Berbulu. Di tambah terluka parahnya Alpukat Berbisa dan Jengkol Setan. Salak Gempur, Kates Kematian dan Belimbing Maut juga menderita luka dalam parah.


Dengar-dengar, katanya 13 Buah Kematian yang selama menjalani misi di Kampung Siluman tanpa kendala, dikalahkan oleh hanya seorang pendekar wanita belia.   


Akhirnya Galian berhasil ditemukan oleh rekan-rekan sekelompoknya dalam kondisi memprihatinkan. Dari kesaksian Galian dan sais, juka para anggota pengawal, orang yang menghancurkan rombongan mereka adalah seorang gadis cantik jelita berusia belia dan berjubah hitam. Gadis itu dipanggil dengan nama “Alma”.


Di aula besar yang diterangi oleh banyak lampu minyak di sepanjang dinding yang melingkar, telah berkumpul para pendekar Kelompok Tombak Iblis, termasuk anggota 13 Buah Kematian minus Alpukat Berbisa dan Jengkol Setan.


Di tengah-tengah ruangan itu ada sebuah tangga tiga undak yang menjadi tempat duduk bagi seorang lelaki berusia separuh baya lebih sebelas tahun. Lelaki itu berambut gondrong tipis dengan kepala bagian tengah botak licin. Sementara ia berikat kepala pita merah terang yang memiliki motif loreng berwarna merah gelap kegelap-gelapan. Sebagai lelaki, dia berjenggot rapi tanpa kumis serambut pun. Sepasang mata lebarnya bersorot tajam dan berwibawa.

__ADS_1


Lelaki itu adalah orang nomor dua di dalam kelompok dengan jabatan sebagai Wakil Ketua. Namanya Rajabali Gali. Ia duduk di puncak tangga dengan kaki kanan menekuk ke atas dan kaki kiri menekuk ke samping. Pemimpin mah bebas mau duduk gaya apa saja.


Di sisi kanan tangga itu berdiri wanita berbadan lebar yang sempat mengejar Alma Fatara bersama Cakar Panggang dan Taring Goreng. Namun, mereka hanya mengejar aura Bola Hitam di dalam kegelapan tanpa pernah menlihat wujud atau bayangan Alma Fatara, hingga kemudian mereka kehilangan sinyal keberadaan aura sakti yang mereka kejar. Mereka pun pulang dengan tangan kosong.


Wanita berbadan lebar itu bernama Cantik Gelap. Dia menjabat sebagai Penanggung Bidang Pengiriman. Sepangkat dengannya ada Penanggung Bidang Pembunuhan dan Penculikan, Penanggung Bidang Pengawalan, Penanggung Bidang Keamanan, Penanggung Bidang Keuangan, dan Penanggung Bidang Rumah Tangga. Semuanya adalah murid utuh Raja Tombak Iblis.


Setiap Penanggung memiliki anak buahnya masing-masing. Maka, orang yang paling bertanggung jawab atas kegagalan pengiriman enam gadis ke Kotakayu Darabisu pada malam itu adalah Cantik Gelap.


“Pendekar sakti yang telah menghancurkan 13 Buah Kematian telah berada di kotabatu ini, bahkan membuat Galian nyaris mati. Menurut Galian, gadis itu menantang semua anggota 13 Buah Kematian yang tersisa di gapura batu kedua besok pagi,” kata Rajabali Gali kepada para pendekar Kelompok Tombak Iblis yang berdiri berkumpul di depannya.


“Bagus, dia mencari matinya. Mengeroyoknya sekaligus akan mempercepat kematiannya!” teriak Sawo Ganteng yang memendam dendam atas kekalahan mereka di Kampung Siluman.


“Gadis itu mengancam akan memporak porandakan markas kita jika besok Buah Kematian datang kurang satu anggota pun,” kata Rajabali yang seketika direspon oleh reaksi para pendekar yang berjumlah lebih dua puluh orang. Itupun tidak semua pendekar Tombak Iblis hadir di kala itu.


“Sombong sekali!”


“Benar-benar mau mati konyol jika masuk ke sarang Tombak Iblis!”


“Dia pikir punya tiga nyawa cadangan!”


“Jika sampai dia masuk ke markas kita, akan aku robek-robek wajah cantiknya!”


“Akan aku perkosa dia!”

__ADS_1


Itulah beberapa kalimat reaksi dari para pendekar yang sudah melalui seleksi ketat untuk bisa dicantumkan.


“Kondisi Alpukat Berbisa dan Jengkol Setan jelas tidak mungkin turun bertarung. Namun, keduanya besok pagi harus dibawa ke gapura kedua. Itu bukan berarti aku takut dengan ancaman gadis itu yang akan mengobrak-abrik sarang kita ini. Jika sampai dia masuk ke sini, aku pastikan dia akan mati. Namun, aku tidak mau kehormatan kita diinjak-injak di saat Guru tidak ada di sini,” ujar Rajabali Gali.


“Aku juga akan turun bertarung untuk menuntut balas atas serangan gadis itu terhadap rombongan pengiriman!” kata Cantik Gelap yang menunjukkan wajah marah.


“Jangan. Kau lebih baik lakukan penculikan enam gadis di luar kotabatu sebagai pengganti keenam gadis yang kabur itu. Tebar Kembang tidak akan tahu bahwa gadis-gadis yang dikirim gelombang kedua bukanlah gadis Kampung Siluman,” kata Rajabali Gali. “Aku yakin, jika Buah Kematian mengeroyok pendekar itu, mereka sanggup mengalahkannya.”


“Baik, Wakil Ketua,” ucap Cantik Gelap patuh.


“Jika pendekar wanita itu siap bertarung besok pagi, kemungkinan keenam gadis yang dibebaskannya masih bersembunyi di daerah kotabatu ini. Cakar Panggang, Taring Goreng, dan kau, Petik Genit, lakukan pencarian malam ini juga di seantero kotabatu!” perintah Rajabali Gali.


“Baik, Wakil Ketua!” ucap kedua lelaki dan seorang wanita bersamaan.


“Pergilah sekarang!” perintah Rajabali Gali lagi.


“Baik, Wakil Ketua!” ucap ketiga orang itu lagi. Setelah itu mereka bertiga menjura hormat dan berbalik pergi.


“Lalu bagaimana dengan Guru?” tanya Gendong Taji, seorang lelaki berusia separuh baya berambut gondrong sebahu, tetapi dikepang tiga. Dia adalah Penanggung Bidang Pembunuhan dan Penculikan. Misi 13 Buah Kematian ada di bawah tanggung jawabnya.


“Berita buruk ini jelas akan membuat Guru marah besar. Tapi, biarlah aku yang menghadapi kemarahan Guru. Biarkan pendekar wanita itu ditangani oleh Buah Kematian. Setelah membunuhnya, kita akan menyerang Kampung Siluman untuk yang terakhir kali. Kita harus menyelesaikan pesanan yang diberikan oleh Tebar Kembang. Kita bantai habis penghuni Kampung Siluman,” kata Rajabali Gali dengan tatapan tajam ke pojokan aula, seolah-olah dia melihat penampakan setan di sana. “Sekarang, bubarlah kalian semua!”


“Baik, Wakil Ketua!” ucap mereka serentak patuh, tanpa ada seasson tanya jawab lebih dulu.

__ADS_1


Maka, mereka pun membubarkan diri, kecuali para anggota pemimpin yang tidak semuanya hadir pada malam itu. Yang hadir saat itu adalah Rajabali sendiri, Cantik Gelap, Gendong Taji, dan Kitil Sembur yang menjabat sebagai Penanggung Bidang Rumah Tangga.


Kitil Sembur seorang lelaki gemuk berusia separuh baya kurang satu tahun. Banyaknya anggota yang terluka, jelas malam itu menjadikannya sibuk luar biasa. (RH)


__ADS_2