
*Pasukan Kerajaan Siluman (PKS)*
Setelah Alma Fatara dan pasukan Kerajaan Singayam berhasil memberantas kelompok Bajak Laut Ombak Setan dan pemimpinnya yang berjuluk Hantu Dasar Laut, Alma Fatara melanjutkan perjalanannya untuk misi penyelamatan Ketua Perguruan Jari Hitam yang bernama Rereng Busa.
Dalam perjalanan itu, Alma Fatara bersama dengan keempat sahabat kental dan saudara seperguruannya, yaitu Anjengan, Gagap Ayu, Juling Jitu dan Iwak Ngasin. Selain itu, ikut serta Cucum Mili yang menyamar sebagai Putri Angin Merah dan Riring Belanga, murid utama Rereng Busa. Saat itu Alma Fatara belum memproklamirkan diri sebagai Ratu Siluman.
Namun, di tengah perjalanan, rombongan itu dikejar oleh Kembang Bulan, putri Adipati Adya Bangira yang cantik. Bukan adipatinya yang cantik, tapi putrinya. Jangan salah paham.
Gadis yang tidak memiliki bekal ilmu beladiri itu mengikuti dan bergabung dengan rombongan Alma Fatara dengan dalih ingin berguru. Satu-satunya orang yang tidak berkesaktian dalam rombongan Alma Fatara yang terbaru adalah Kembang Bulan, yang di masa depan namanya diabadikan sebagai produk obat gatal, bisul, koreng dan jerawat. Namun, pada kemudiannya di dalam Pasukan Genggam Jagad dia dididik dan dilatih oleh Cucum Mili. Dia pun naik pangkat sebagai Pembawa Pedang Sepuluh Siluman milik Alma Fatara. Pedang itu yang pernah nyaris membunuh Alma Fatara.
Setelah Kembang Bulan yang bergabung dalam rombongan Alma Fatara, ada tiga orang lagi yang bergabung di kemudian hari dan menyatakan mengabdi. Tiga orang itu adalah sisa anggota dari kelompok Bajak Laut Ombak Setan. Saat kelompok mereka dihabisi oleh Alma dan rekan-rekan, mereka berhasil menyelamatkan diri.
Ketiga orang itu bernama Kulit Jeruk, Alis Kuning dan Karang Genit.
Karang Genit wanita berkulit hitam yang berusia empat puluhan tahun. Mantan anggota bajak laut bersenjata tombak itu identik dengan hidungnya yang pesek. Sedangkan Alis Kuning wanita berkulit sawo matang yang identik pada alisnya yang nyaris tidak ada. Meski perempuan, dia ahli bermain senjata golok. Adapun Kulit Jeruk adalah lelaki usia empat puluhan yang identik berwajah penuh jerawat karang dan dia ahli dalam memanah.
__ADS_1
Setelah ketiganya mengabdi, Alma Fatara kemudian mengganti nama Kulit Jerut menjadi Tampang Garang. Pada kemudiannya di dalam Pasukan Genggam Jagad, dia diberi kedudukan terhormat sebagai Panglima Sayap Panah Pelangi, yang membawahi sepuluh wanita cantik ahli panah. Posisinya membuat para lelaki yang lebih tampan darinya menaruh iri.
Sedangkan Karang Genit diganti namanya menjadi Penombak Manis. Pada kemudian di dalam Pasukan Genggam Jagad, dia diberi kedudukan terhormat sebagai Panglima Mata Dewa karena dia memiliki Sisik Putri Samudera. Pusaka yang ada di antara kedua alisnya itu membuat Penombak Manis memiliki mata yang terlalu tajam.
Alis Kuning pun namanya diganti oleh Alma Fatara menjadi Alis Gaib. Dia kemudian berposisi sebagai Pembawa Panji Sayap Pelangi dalam Pasukan Genggam Jagad.
Setelah meninggalkan Kadipaten Guruput, pada hari berikutnya Alma Fatara mengumumkan status barunya sebagai Ratu Siluman. Dia juga mendeklarasikan Kerajaan Siluman yang bercita-cita memiliki rakyat dan pasukan di mana-mana meski tanpa Istana dan wilayah. Dia pun mendeklarasikan bahwa orang yang mengabdi kepadanya disebut Pasukan Genggam Jagad.
Deklarasi dan mengambilan janji suci para pengikutnya yang pertama kali, Alma namakan Janji Suci Tiga Jalan. Nama itu dipilih karena saat itu mereka berada di sebuah pertigaan jalan.
Saat itulah Alma Fatara mengangkat Anjengan sebagai Panglima Pasukan Genggam Jagad dan Mbah Hitam sebagai pengawal pribadinya yang kemudian hari jabatannya bernama Tangan Kanan Ratu Siluman.
Di Alas Kutu, Alma Fatara berhasil menundukkan Ugel, si Siluman Gagak Biru dan putri cantiknya Lugina, Siluman Gagak Cantik yang berusia enam ratus tahun. Putri Siluman Gagak Biru kemudian dinikahkan dengan sahabat dan saudara seperguruan Alma yang bernama Iwak Ngasin, murid Pemancing Roh yang menjuluki dirinya dengan nama Pendekar Ombak Hitam. Faktor pernikahan dan membangun rumah tangga dengan gadis siluman itulah yang membuat Iwak Ngasin harus berpisah dengan Alma Fatara.
Di Alas Kutu, seorang pendekar tua berjuluk Pendekar Tongkat Roda yang merupakan sahabat Ki Ramu Empedu, menyatakan tunduk berbakti kepada Ratu Siluman. Namun, Pendekar Tongkat Roda tidak ikut Alma Fatara dalam perjalanannya, tetapi dia ditugaskan membangun sebuah perguruan tongkat di Alas Kutu.
Dalam perjalanan menuju Perguruan Bulan Emas untuk menyelamatkan Ketua Perguruan Jari Hitam, Alma Fatara dan rombongan menyelamatkan Gede Angin, seorang lelaki tinggi besar berkepala botak. Saat itu, mantan anggota Kelompok Tinju Botak tersebut sedang terluka parah dan terancam oleh dua pendekar nenek kembar. Raksasa kecil itu kemudian berjanji setia kepada Ratu Siluman. Pada kemudiannya, di dalam Pasukan Genggam Jagad dia berposisi Pembawa Bendera Kerajaan Siluman.
__ADS_1
Dalam perjalanan yang sama, Alma Fatara dan rombongannya menolong seorang bocah hitam gendut berambut kribo. Anak yang bernama Belik Ludah itu ternyata seorang tabib sakti yang memiliki cara pengobatan yang aneh, karena selalu mengandalkan gayung batok kelapa. Belik Luda yang berjuluk Tabib Bocah sudah tidak memiliki kedua orangtua karena mati dibunuh. Pada kemudiannya, anak ajaib yang cengeng dan penakut itu menjadi Tabib Kerajaan Siluman.
Dalam perjalanan itu pula, Alma Fatara dihadang dan harus bertarung dengan Pengemis Kaya, kakak dari Pengemis Batok Bolong yang telah dibunuh oleh Alma dua tahun lalu. Namun, pertarungan dimenangkan Alma Fatara dan akhirnya Pengemis Kaya berjanji setia kepada Ratu Siluman. Dia tidak ikut Pasukan Genggam Jagad, tetapi dia ditugaskan untuk membangun sebuah perguruan pengemis.
Sebelum pergi ke Perguruan Bulan Emas, rombongan Alma bertemu dengan Arung Seto, putra tertua Adipati Adya Bangira alias kakak dari Kembang Bulan. Arung Seto ditugaskan oleh ayahnya untuk mengejar adiknya yang kabur ikut rombongan Alma Fatara. Namun kemudian, pemuda yang ditaksir oleh Gagap Ayu itu justru ikut rombongan juga. Pada kemudiannya, Arung Seto yang pernah menjabat di kemiliteran Kerajaan Singayam tersebut dipercaya sebagai Panglima Sayap Laba-Laba dalam Pasukan Genggam Jagad.
Gagap Ayu harus bersaing cinta dengan Nining Pelangi yang pecemburu. Nining Pelangi adalah salah satu murid utama Perguruan Jari Hitam. Karena faktor bucin, Nining Pelangi jadi ikut dalam Pasukan Genggam Jagad di saat saudara-saudara perguruannya memilih pulang ke perguruan. Dia takut jika Arung Seto direbut oleh Gagap Ayu.
Setibanya di Perguruan Bulan Emas, Alma Fatara berhasil mengalahkan ketua perguruan yang bernama Wulan Kencana. Guru perempuan itu lalu kabur meninggalkan perguruannya yang kemudian direbut kendalinya oleh Alma Fatara dan Pasukan Genggam Jagad. Dengan kalahnya Wulan Kencana, maka Ketua Perguruan Jari Hitam bisa dibebaskan.
Di momentum inilah, banyak murid perguruan memilih berjanji setia kepada Ratu Siluman. Dalam penaklukannya, Alma Fatara memberi kebebasan kepada murid-murid Perguruan Bulan Emas untuk memilih, apakah memilih tunduk kepada Ratu Siluman yang berarti tetap tinggal di perguruan, atau memilih tidak tunduk yang berarti harus pergi meninggalkan perguruan, atau memilih melawan yang berarti akan mati. Ternyata lebih banyak murid perguruan yang memilih tunduk dan sebagian kecil pergi meninggalkan Perguruan Bulan Emas, tidak ada yang memilih memberontak.
Di masa inilah, tiga orang sakti penting berjanji setia kepada Alma Fatara. Mereka adalah Cucum Mili alias Ratu Kepiting alias Ketua Bajak Laut Kepiting Batu alias Putri Angin Merah, Rereng Busa alias Ketua Perguruan Jari Hitam dan Nenek Balito Duo Lido.
Pada akhirnya, Rereng Busa kembali ke perguruannya bersama murid-muridnya yang juga sudah berjanji setia kepada Alma Fatara. Nenek Balito Duo Lido juga akhirnya pulang ke desanya karena dia merupakan tetua di salah satu desa di Kadipaten Balongan.
Alma Fatara lalu merekrut empat murid utama Wulan Kencana yang cantik-cantik sebagai pengawal pribadi yang dinamai Lima Dewi Purnama. Tugasnya sebagai pengawal Ratu. Keempatnya bernama Semai Cinta, Tabir Gemas, Jing Menari dan Sukma Senja. Keempat gadis cantik dan muda itu sebelumnya adalah empat murid dan pengawal utama Wulan Kencana.
__ADS_1
Mereka berempat diketuai oleh Gagap Ayu yang mendadak sakti karena memiliki ilmu Raja Mata Elang. (RH)