Alma3 Ratu Siluman

Alma3 Ratu Siluman
PKS 24: Menyerang Pengepung


__ADS_3

*Pasukan Kerajaan Siluman (PKS)*


 


Peri Nila kini berhadapan dengan Setoro Beksi, salah satu saudara seperguruan Aliang Bowo. Dia tidak menemukan pemanah yang dikejarnya, tetapi justru menemukan seorang pemuda yang tampannya sudah kadaluarsa.


Setoro Beksi sendiri dalam posisi tegang. Pasalnya, selain berhadapan dengan seorang wanita cantik, dia juga sedang dikepung oleh pasukan panah yang sudah mengarahkan mata-mata anak panahnya kepada dirinya. Jika puluhan anak panah itu dilepaskan serentak, mungkin akan matilah dia.


Namun, Setoro Beksi tidak perlu khawatir, dirinya adalah umpan belaka. Teman-temannya tidak mungkin membiarkannya celaka.


“Di mana pemanah itu, Kisanak?” tanya Peri Nila.


“Di hatiku,” jawab Setoro Beksi sambil memainkan alisnya sekali loncatan.


“Kurang...!” maki Peri Nila yang terputus.


Set set set...!


Tiba-tiba dari sisi barat melesat sejumlah anak panah yang membokong barisan prajurit panah.


“Akk! Akk! Akh...!” jerit sejumlah prajurit yang membelakangi arah barat saat punggung-punggung mereka menjadi sasaran.


Set set set...!


Namun, seiring serangan itu, para prajurit yang lain juga melepaskan anak panahnya ke arah Setoro Beksi sebagai respon spontan.


Setoro Beksi sudah siap dan sudah memikirkan cara selamat.


Secepat kilat Setoro Beksi melompat ala kucing ke depan, tepatnya bermaksud menyerang kaki Peri Nila. Pastilah pasukan itu tidak mungkin memanah ke arah Peri Nila sebagai orang sendiri.


“Akk! Akk! Akk...!” jerit para prajurit. Dengan menghindarnya Setoro Beksi, panah-panah mereka justru saling menyasar rekan sendiri. Entah panglima siapa yang melatih mereka memanah dalam posisi mengepung seperti itu.


Para prajurit itu bertumbangan sebagian.


Daks!


Pergerakan Setoro Beksi yang menerkam ke arah kakinya, membuat Peri Nila cepat menyepakkan kaki ke arah wajah pemuda itu. Namun, tangkas Setoro Beksi menangkis dengan telapak tangan sambil tubuhnya terangkat ke belakang.


Selanjutnya, Setoro Beksi memutar gerakan kakinya meluncur menyerang badan atas Peri Nila. Wanita itu bisa menghindar.


Set set set...!


Dari arah barat jauh kembali melesat sembilan anak panah yang membunuhi para prajurit panah yang bingung.


“Seraaang!” teriak banyak prajurit tombak yang datang dalam jumlah puluhan.


Pasukan yang baru tiba itu jadi terdiam saat melihat banyak rekan-rekan mereka yang tergeletak, sedangkan musuh hanya ada sebiji orang, yaitu Setoro Beksi. Namun kemudian, mereka terus melakukan barikade pengepungan dua lapis, menggantikan pasukan panah yang tinggal beberapa orang saja.


“Hati-hati ada penyerang dari belakang!” teriak seorang prajurit panah mengingatkan pasukan tombak.

__ADS_1


Peringatan itu membuat pasukan tombak lapis luar segera berbalik dan memerhatikan area di sekeliling mereka.


Set set set...!


“Akk! Akk! Akk...!”


Baru saja sebagian prajurit itu berbalik, dari arah barat kembali melesat sembilan anak panah dari orang-orang yang tidak terlihat. Sembilan prajurit pun menjadi korban. Seketika pasukan itu tegang atas bawah karena menjadi target pemanah gelap dan jitu.


Blar!


“Aaak...!” jerit Peri Nila karena tiba-tiba kaki kanannya meledak, menghancurkan kulit, daging dan tulangnya.


“Aaa!” pekik sejumlah prajurit, murni terkejut karena mendengar suara ledakan.


Peri Nila terjatuh kesakitan karena tidak bisa berdiri dengan satu kaki yang hancur.


Setoro Beksi sama teganya dengan Aliang Bowo yang sebelumnya meledakkan tangan Peri Genang. Dengan ilmu yang sama, Jerat Ledak-Ledak, Setoro Beksi menghancurkan kaki Peri Nila.


Sebelumnya, saat Setoro Beksi menangkis sepakan Peri Nila dengan telapak tangannya, pada saat itulah ilmu Jerat Ledak-Ledak ditempelkan pada kaki Peri Nila.


Set set set...!


Meski jumlahnya mendominasi, tapi puluhan prajurit itu semakin dilanda horor saat lima belas anak panah melesat dari arah barat.


Sebanyak itu pula prajurit bertumbangan terkena panah.


Ses ses ses...!


Dari telapak tangan mereka berlesatan sinar-sinar biru berwujud garis putus-putus. Itu ilmu Gelang Cekik Setan.


“Ekk! Hekk! Ekh...!” jerit tertahan lebih dua puluh prajurit, ketika sinar-sinar itu membelit leher-leher mereka. Mereka memilih menjatuhkan senjatanya demi memegangi energi padat yang mencekik leher mereka.


Ses ses ses!


Sementara Setoro Beksi melesatkan ilmu Gelang Cekik Setan kepada Peri Nila yang kesulitan untuk bertarung. Beberapa garis sinar biru menjerat leher, kedua lengan, kedua pergelangan tangan, kedua paha, dan satu pergelangan kaki Peri Nila.


Jeratan ilmu Gelang Cekik Setan membuat Peri Nila dicekik keras. Selain membuat si wanita kesulitan bernapas, dia juga dibuat lemas tenaga pada tangan dan kaki. Semakin lama cekikan itu semakin membuat sengsara.


Setelah menjerat Peri Nila, Setoro Beksi lalu beralih bertarung menyerang para prajurit.


“Seraaang!” Tiba-tiba terdengar teriakan komando dari sisi utara.


“Seraaang!” Tiba-tiba pula muncul ratusan prajurit berseragam merah gelap dari balik semak-semak tinggi.


Pasukan kadipaten yang dipimpin oleh pendekar yang bernama Badak Ireng, berlarian menyerbu pasukan kerajaan yang berseragam hitam. Pertempuran pun terjadi.


Banyaknya kematian dari pasukan kerajaan sebelumnya, membuat mereka kalah jumlah dari Pasukan Kadipaten Gulangtara. Itu diperparah dengan kondisi mental yang sudah jatuh duluan.


Di saat pertempuran tidak seimbang itu, Peri Nila mati lemas setelah tidak sanggup lagi bernapas.

__ADS_1


Dalam waktu singkat, kemenangan pun diraih. Setelah menang, barulah tiga orang sosok pemanah gelap yang punya peran penting muncul keluar. Mereka adalah Embun Bunga, Aren Jingga dan Janda Belia, anggota Sayap Panah Pelangi.


Di tempat lain di pinggiran Kadipaten Sengat. Ki Paling dipertemukan kepada putrinya, Indah Bening. Indah Bening bersama dengan rombongan Adipati Patok Anggara.


“Ayaaah!” teriak Indah Bening sambil berlari kepada ayahnya yang datang bersama Tengkorak Telur Bebek, Kolong Wowo, Yuyu Serindu dan sejumlah warga yang didominasi kaum perempuan.


“Beniiing!” sebut Ki Paling yang begitu mengkhawatirkan hilangnya putrinya. Dia menyambut putrinya dengan pelukan erat.


“Kau ada di sini, Nisanak?” tanya Tengkorak Telur Bebek terkejut karena mengenali Indah Bening, padahal dia tidak dikenali oleh gadis itu.


“Kalian saling kenal?” tanya Ki Paling terkejut, tapi tersenyum.


Belum lagi kedua muda mudi itu menjawab, Ki Paling sudah berkata lagi.


“Indah Bening adalah putriku satu-satunya, Pendekar. Dia belum menikah,” kata Ki Paling.


“Ayah,” sebut Indah Bening jadi malu-malu meong.


“Hahaha!” tawa Tengkorak Telur Bebek, seolah melihat celah untuk memasukkan cintanya.


“Ibu di mana, Ayah?” tanya Indah Bening.


“Ayah terpisah dengan ibumu. Saat kami kabur, ibumu sedang mencuci perlengkapan para prajurit di sungai,” jawab Ki Paling.


“Terima kasih, Kakang. Sudah menyelamatkan ayahku,” ucap Indah Bening kepada Tengkorak Telur Bebek. “Siapa nama Kakang?”


“Sebut saja aku Telur Bebek,” jawab pemuda botak ganteng itu.


Terkejutlah Indah Bening mendengar itu. Dia ingin tertawa, tapi ditahannya, jadi dia hanya tersenyum, membuat Tengkorak Telur Bebek turut tersenyum.


“Apakah kau baik-baik saja, Ki Paling?” tanya Adipati Patok Anggara yang menghampiri orang kaya itu.


“Aku tidak apa-apa, Gusti,” jawab Ki Paling setelah menjura hormat. “Maafkan hamba karena menentang kebijakan, Gusti Adipati.”


“Tidak apa-apa, Ki. Sekarang kita dibantu oleh pasukan Gusti Putra Mahkota dan pasukan pendekar. Kita akan menang,” kata Adipati Patok Anggara optimis.


Pada saat yang sama, pasukan kerajaan yang dipimpin oleh Komandan Tugiyo disergap oleh pasukan Sayap Pelangi yang dipimpin oleh Nining Pelangi.


Meskipun pasukan pendekar wanita itu berjumlah sepuluh orang saja, tetapi mereka bisa membuat puluhan prajurit berguguran dalam waktu singkat.


Mereka adalah para pendekar berkesaktian di atas rata-rata, sangat bukan tandingan bagi para prajurit biasa.


Pada pertempuran itu, Komandan Tugiyo gugur di tangan Ineng Santi, pendekar tersakti dalam pasukan Sayap Pelangi. (RH)


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ayo baca novel baru Author yang gak kalah seru!


__ADS_1


__ADS_2