Alma3 Ratu Siluman

Alma3 Ratu Siluman
PKS 3: Rahasia 10 Pemanah Cantik


__ADS_3

*Pasukan Kerajaan Siluman (PKS)*


 


“Awalnya, Suraya Kencani berkesaktian lebih tinggi dari kakaknya. Itulah dasar pokok yang menjadi penyebab kemalangannya, sebab Wulan Kencana memiliki rasa iri yang tinggi. Suatu hari Wulan mengajak Suraya ke salah satu kediaman seorang pendekar sahabat yang bernama Perkasa Rengkah. Entah bagaimana prosesnya, di sana Suraya diracun oleh Wulan sehingga menjadi lemah tanpa bisa menggunakan kesaktiannya. Di sana ….”


Tiba-tiba Rereng Busa berhenti bercerita karena ia tiba-tiba menahan gejolak batin yang begitu sedih. Hingga akhirnya, lelaki tua itu mengusap air matanya yang bergulir di pipi keriputnya.


Agak terkejut Alma Fatara dan Balito Duo Lido melihat Rereng Busa menangis. Sang nenek lalu mengusap-usap punggung sahabat yang sebenarnya selalu ia taksir, bahkan hingga di usia senja.


Setelah bisa mengendalikan emosinya, Rereng Busa kembali melanjutkan kisahnya.


Saat itu, Alma Fatara sedang menagih cerita dari Rereng Busa dan Balito Duo Lido tentang nasib buruk Suraya Kencani, pendekar wanita tua berfisik muda tapi gila dan usai dipenjara dua puluh tahun lamanya.


“Di sana Suraya Kencani diperkosa dalam kondisi lemah. Bukan hanya Perkasa Rengkah yang memerkosanya, tapi ada tujuh lelaki. Wakil Ketua Perguruan Bulan Emas yang kau usir tadi, adalah salah satu dari ketujuh lelaki itu ….”


“Biadab!” pekik keras Alma Fatara tiba-tiba.


Hal itu membuat Rereng Busa, Balito Duo Lido, dan keempat murid penjaga yang duduk di depan tirai, jadi terkejut. Mereka melihat wajah jelita dan mata sang ratu memerah. Alma Fatara terlihat sangat marah, satu ekspresi yang sangat jarang ia alami.


“Ketujuh lelaki itu harus mati!” geram Alma Fatara sambil menatap wajah Rereng Busa lekat-lekat, seolah-olah lelaki tua itu adalah salah satu pelakunya.


“Eh, Alma. Bukan aku pelakunya!” kata Rereng Busa cepat, mencoba mengingatkan Ratu Siluman.


“Ya, aku tahu, Kek!” ucap Alma Fatara sambil meredakan ekspresinya, membuat Rereng Busa lega. “Tapi sepertinya aku pernah mendengar nama Perkasa Rengkah hari ini. Siapa dia, Kek?”


“Perkasa Rengkah adalah Ketua Perguruan Amuk Bumi di Bukit Satu,” jawab Rereng Busa.


“Oooh ya,” ucap Alma yang baru teringat. “Jangan kau katakan bahwa lelaki-lelaki lainnya adalah ketua perguruan yang ada di bukit lain?”


“Benar. Kecuali Silang Kanga yang Gusti Ratu usir, enam lelaki lainnya saat ini berkuasa di enam bukit dari Bukit Tujuh Kepala,” jawab Rereng Busa.


“Baik … baik …. Aku akan membantu Nenek Suraya untuk membalas dendam. Akan aku beri kejutan orang-orang bejat itu pada hari pesta di perguruan ini,” kata Alma Fatara dengan nada menaruh dendam pula.


“Kebinatangan itu, apakah Wulan Kencana yang menjadi otaknya?” tanya Balito Duo Lido menerka.


“Benar,” jawab Rereng Busa dengan lemah dan sedih.


“Seharusnya aku membunuh Wulan Kencana hari ini,” sesal Alma Fatara. “Orang-orang jahat seperti mereka tidak bisa dibiarkan hidup!”

__ADS_1


“Lalu apa yang terjadi setelah petaka bagi Suraya itu?” tanya Balito Duo Lido.


“Silang Kanga melumpuhkan kesaktian Suraya. Kondisi itu membuat Suraya menjadi gila. Setelah kejadian itu, Wulan Kencana dengan mudah mengambil kitab Dewi Belia yang bisa membuatnya berubah dari tua menjadi muda. Namun, selama ini Suraya Kencani berusaha membangkitkan kembali kesaktiannya setelah lebih dua puluh tahun di penjara di perguruan ini ….”


Atas dasar kisah kelam inilah Ratu Siluman Alma Fatara menyusun siasat untuk membalas dendam Suraya Kencani kepada para penguasa Bukit Tujuh Kepala. Dendam itu kemudian dilakukan di saat Perguruan Bulan Emas mengadakan pesta perkenalan ketua baru kepada kekuatan-kekuatan yang berkuasa di Bukit Tujuh Kepala.


Pada saat pesta, terjadilah pertarungan besar antara kubu Ratu Siluman melawan ketua-ketua perguruan penguasa Bukit Tujuh Kepala dan murid-murid utamanya.


Pada pertarungan besar itu pula, Suraya Kencani yang sakit gilanya telah sembuh oleh pengobatan Tabib Bocah yang fenomenal, menyempurnakan dendamnya kepada orang-orang yang telah merenggut kesuciannya dan membuatnya gila selama puluhan tahun.


Setelah kesembuhannya, Suraya Kencani segera berjanji setia kepada Alma Fatara, sehingga dalam pertarungan besar itu dia tunduk kepada strategi Ratu Siluman.


Kubu Alma Fatara memenangkan pertarungan besar itu bersama orang-orang saktinya. Selain membunuh banyak musuh, banyak murid-murid yang menyerah dari perguruan yang ketuanya dibunuh.


Ada pula murid-murid yang tidak membantu gurunya dalam melawan kubu Ratu Siluman, setelah mereka tahu tentang dosa tak termaafkan guru-guru mereka.


Setelah pertarungan besar, Ratu Siluman mengumpulkan seluruh tamunya yang tidak memusuhi.


“Perguruan Bulan Emas tidak akan merebut Bukit Tujuh Kepala sebagai wilayah kekuasaan. Namun, aku sebagai Ratu Kerajaan Siluman menawarkan para tetua dan yang lainnya untuk bergabung ke dalam Kerajaan Siluman. Jika kalian menolak pun, aku tidak akan melakukan pemaksaan!” seru Alma Fatara kepada para tamunya.


“Kami sepuluh anggota Pemanah Ujung Pelangi dan juga murid Guru Kebo Pute, menyatakan ingin bergabung ke dalam Kerajaan Siluman dan mengabdi kepada Ratu Siluman!” kata Senyumi Awan menyambut seruan Alma Fatara. Wanita cantik berpakaian merah itu memimpin sembilan rekannya yang merupakan murid-murid mendiang Kebo Pute, Ketua Kelompok Pemanah Ujung Pelangi.


Sebagian orang dibuat terkejut oleh pernyataan Senyumi Awan. Bagaimana tidak? Baru saja guru mereka dibunuh oleh Alma Fatara, tapi kesepuluh wanita cantik penyandang panah itu justru sudi mengabdi kepada pembunuh guru mereka.


“Senyumi Awan, Gusti Ratu,” jawab Senyumi Awan.


“Nama yang indah!” celetuk Gede Angin tiba-tiba.


Tak!


“Adaw!” pekik Gede Angin.


“Jangan suka menggganggu suasana!” hardik Penombak Manis yang baru saja memukul kepala botak Gede Angin dengan tombak barunya.


“Hahaha!” tawa sebagian orang melihat nasib Gede Angin.


“Aku memang menyeru orang-orang untuk mengabdi kepadaku dan bersama-sama membangun Kerajaan Siluman, tapi aku bukan orang yang gila kehormatan. Aku akan selalu butuh alasan, mengapa seseorang ingin mengabdi kepadaku,” tandas Alma Fatara setelah suasana kembali agak hening.


“Memang ini terlihat tidak masuk akal, Gusti Ratu. Jika Tetua Suraya Kencani berani mengungkap luka masa lalunya, maka kami pun tidak memilih malu untuk mengungkap sebuah rahasia ….”

__ADS_1


“Katakan!” perintah Alma memotong perkataan Senyumi Awan.


“Kebo Pute memanglah guru kami, tapi kami pun adalah tahanan ranjangnya. Di balik tawanya yang sering terdengar, dia sebenarnya adalah kakek pemangsa perempuan. Jika Gusti Ratu bisa mengangkat kehormatan Tetua Suraya yang hancur, maka kami pun memiliki harapan yang sama,” ungkap Senyumi Awan.


Terbeliaklah Alma Fatara dan semua orang mendengar rahasia yang diungkapkan. Hati-hati para lelaki seketika merasa iba dan jika memungkinkan, mereka berhayal menjadi lelaki yang bisa memberikan obat mujarab bagi para wanita cantik nan muda itu.


Juling Jitu pun mencolek bokong Geranda diam-diam.


“Apaan?” tanya Geranda berbisik.


“Pasukan kita akan kebanjiran wanita cantik. Hihihik!” bisik Juling Jitu lalu tertawa seperti anjing yang licik.


“Jangan macam-macam kau, Jitu. Aku adukan kau kepada Manis, mati asmara kau nanti!” kata Geranda mengingatkan Juling Jitu.


“Aku sengaja mendukungmu, eh, kau malah mengancamku!” rutuk Juling Jitu.


“Kami sangat ingin meninggalkan bukit sejak lama, tapi apalah daya, kami tidak kuasa,” tambah Senyumi Awan.


“Baiklah. Luka kelam kalian akan aku kubur untuk selamanya dan berganti sepohon bunga yang harum,” ucap Alma menerima alasan Senyumi Awan.


“Terima kasih, Gusti Ratu!” ucap Senyumi Awan dan kesembilan rekannya bersamaan.


Setelah bergabung di dalam Pasukan Genggam Jagad, Senyumi Awan menjabat Wakil Panglima Sayap Panah Pelangi. Ia menjadi wakil Tampang Garang yang dihadiahi busur sakti warisan Kebo Putih oleh Alma Fatara.


Adapun kesembilan wanita cantik pemanah lainnya, di antaranya:


1.      Embun Bunga, Pembawa Panji Sayap Panah Pelangi.


2.      Aren Jingga, Anggota Sayap Panah Pelangi.


3.      Sekar Mekar, Anggota Sayap Panah Pelangi.


4.      Jentik Melati, Anggota Sayap Panah Pelangi.


5.      Bayu Semilir, Anggota Sayap Panah Pelangi.


6.      Yuyu Serindu, Anggota Sayap Panah Pelangi.


7.      Serintik, Anggota Sayap Panah Pelangi.

__ADS_1


8.      Janda Belia, Anggota Sayap Panah Pelangi.


9.      Bening Hati, Anggota Sayap Panah Pelangi. (RH)


__ADS_2