Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Perang


__ADS_3

Arga pun kembali ke kamarnya.


" Gue kira tadi Lo cuma becanda mau ngeprank gue Chik." kata Arga yang duduk di pinggir ranjang sebelah Chika duduk.


" Lo tuh selalu becanda terus, lagian apa untungnya gue pura-pura pingsan." Tanya Chika menatap Arga.


" ya siapa tau Lo pengen gue gendong, jadi Lo pura-pura pingsan deh." kata Arga santai.


" Lagian apa spesialnya digendong Sama Lo." kata Chika.


" ya siapa tau pengen digendong sama Arga yang ganteng ini." kata Arga cengengesan.


" Terus aja banggain diri, oh ya gue kok bisa di kamar Lo." tanya Chika sambil mengingat kejadian tadi.


" tadi Lo lagi bersihin kamar gue, terus tiba-tiba Lo terkesima Sam kegantengan gue, eh tiba-tiba Lo pingsan deh." kata Arga sambil ketawa.


" PD banget sih Lo, terus kenapa gue ada di tempat tidur Lo." tanya Chika.


" ya tadi gue sama bibi panik, terus kata bibi suruh di Baringin di tempat tidur gue." kata Arga.


" Cie panik, Lo pasti khawatir sama gue kan." kata Chika menyenggol tangan Arga.

__ADS_1


" apaan sih, orang gue takut aja ntar mama marah kalo liat gue biarin Lo pingsan." kata Arga mencari alasan.


" ah masak." kata Chika sambil liatin wajah Arga yang bingung.


" beneran, gak percaya ya udah." kata Arga.


" yaudah iya gue percaya-percaya Ar, oh ya gue mau balik ke kamr gue aja." kata Chika sambil mencoba bangun walau masih seperti orang mabuk.


" eh Lo mau kemana." kata Arga menyusul Chika


" Lo emangnya gak denger, gue mau ke kamar gue." jawab Chika.


" Lo masih lemes aja sok-sokan mau jalan ke kamar sendiri." kata Arga sambil membantu Chika jalan.


" ya ini juga udah pelan-pelan." kata Arga


" oh ya, ntar bibi siapa yang bantuin masak." tanya Chika.


" Biarin bibi masak sendiri, Lo gak usah mikirin, mending Lo istirahat aja dulu." kata Arga membantu Chika duduk di kasur.


"Ar tunggu." panggil Chika.

__ADS_1


" kenapa lagi??" tanya Arga


" Lo gak sakit juga kan." tanya Chika heran dengan perlakuan Arga ke dia.


" emangnya kenapa? tanya Arga bingung.


" ya aneh aja, kenapa Lo tiba-tiba baik sama gue, sok perhatian juga lagi." kata Chika.


" eh Lo itu gue baikin Lo salah, gue jailin Lo salah, Gue harus gimana Chika Adhiraaa..? tanya Arga kesal.


" ya tumben aja gitu." kata Chika.


" ya gue lakuin ini juga karna Lo masih sakit, kalo Lo udah sembuh ntar perangnya dilanjutin lah, masak berhenti gitu aja." kata Arga cengengesan.


" Yee.. kirain beneran udah tobat, ternya... yaudahlah sana keluar, gue pengen istirahat." kata Cika mendorong Arga untuk keluar.


" iya-iya ini juga mau keluar, oh ya kata dokter Sandra jangan sampai Lo telat makan, dan obatnya juga diminum." kata Arga mengingatkan Chika.


Arga pun pergi meninggalkannya kamar Chika.


" Andai aja Lo baik sama gue kaya sekarang ini, kan gue jadi nyaman gak perlu marah- marah lagi." Kata Chika berandai-andai.

__ADS_1


" oh ya Tapi obat gue kan masih dikamar Arga." kata Chika.


" Masak gue ke kamar Arga lagi sih, mana kepala belum bisa diajak kompromi lagi, atau gue telfon Arga aja biar ambilin, tapi gue gak punya nomor hp nya. kata Chika bingung


__ADS_2