
“ Mama belum balik Chik?" tanya Arga menuruni tangga.
“ Belum Ar." kata Chika.
Dimas dan Refan datang.
“ Hey Ar, kok Lo semalem gak Dateng sih." kata Dimas.
“ Gak dibolehin sama Asisten gue." kata Arga melirik Chika.
Mereka bertiga duduk bersama Chika.
“ Siapa? Chika? tumben banget mau dengerin Chika." kata Refan.
“ Mau minum apa dim Fan?" tanya Chika tidak mau mendengarkan obrolan mereka bertiga.
“ Apa aja Chik." kata Dimas.
Chika pergi ke dapur membuatkan minuman untuk Dimas dan Refan.
“ Chika kenapa Ar? kok keliatannya gak kaya biasanya." kata Dimas.
“ Gue juga gak paham sama dia, gue tanya apa dia marah sama gue, tapi dia bilang enggak, tapi dari tadi diemin gue terus." kata Arga menjelaskan.
“ Mana ada cewek kalo ditanya marah apa enggak, terus jawab Marah, ya aneh lah goblok." kata Refan.
“ Ya terus?" kata Arga.
“ Nih gue kasih tau ya sahabat gue yang katanya ganteng ini, cewek itu sekalipun marah, dia gak bakalan bilang dia lagi marah argaaa." kata Dimas.
“ Gitu ya, terus gue harus lakuin apa biara Chika gak marah sama gue" kata Arga.
“ Ya kasih apa gitu, terus ajakin bicara baik-baik, bukannya malah di diemin,Aneh." kata Dimas.
Chika datang membawa 3 minuman.
“ Kok cuma 3 Chik minumannya, Lo gak mau minum." kata Arga.
__ADS_1
“ Enggak, gue mau ke belakang." kata Chika.
” Ntar dulu Chik, sini ikut gabung aja, kita mau bahas acara liburan ke Bandung." kata Arga
“ Iya Chik, abis ini juga Vivi mau ke sini." kata Refan.
“ Yaudah disini. dulu aja Chik." kata Arga.
Akhirnya Chika duduk, tapi dia tak ikut bicara sedikit pun.
” Oh ya ntar kita mau naik motor apa mobil?" tanya Refan.
“ Naik motor aja, biar sekalian ntar nyari tempat balapan disana." kata Dimas.
“ iya gue setuju tuh." kata Arga.
“ terus penginapannya gimana dim, Lo udah bilang sama Tante lo." kata Refan.
“ Tenang aja gue udah bilang kok." kata Dimas.
“ Hai semuanya, hai Chik." sapa Vivi.
“ Hai Vi, sini duduk Vi" kata Chika.
“ iya makasih Chik." kata Vivi.
“ Oh ya kalo gitu biar gue buatin minum dulu ya." kata Chika.
Chika membawakan Vivi minuman.
“Makasih ya Chik." kata Vivi.
“ Oh ya kamu dianter sama siapa sayang?" tanya Refan.
“ Sama mama, katanya mama mau sekalian pergi." kata Vivi.
“ Yaudah ntar pulangnya biar aku anterin ya." kata Refan.
__ADS_1
“ Iya, oh ya jadinya ke Bandung kapan?" tanya Vivi.
“ Besok Vi, Lo jadi ikut kan?" kata Dimas.
“ Gue ikut kalo Chika juga jadi ikut." kata Vivi.
“ Chika ikut kok Vi," kata Arga.
“ Vi gue ke belakang dulu ya mau buat kue brownies." kata Chika.
“ Gue ikut donk Chik, sekalian mau minta ajarin buat kue." kata Vivi.
“ yaudah yuk." ajak Chika kepada Vivi.
mereka berdua membuat kue. Sedangkan para cowok sibuk ngobrol.
“ Chika kok Lo disini?" Tanya Vivi.
“ Terus gue harus dimana Vi, kan gue kerja disini jadi asisten rumah tangga."jawab Chika.
“ ternyata Lo pembantunya Arga?" kata Vivi.
“ Iya Vi, pasti Lo nggak mau kan temenan sama pembantu Kaya gue gini." kata Chika.
“ Enggak kok Chik, lagian gue kalo cari temen gak pernah Mandang dia mau anak orang kaya atau dia gelandangan pun gak papa, yang penting bisa terima gue dengan baik sebagai temannya." kata Vivi.
“ Makasih ya Vi." kata Chika.
“ Gue juga pengen kaya Lo, bisa ngerjain semuanya." kata Vivi.
“ Gue juga kadang minta bantuin bibi pembantunya Arga." kata Chika.
“ Gue kira Lo itu ceweknya Arga Chik " kata Vivi.
“ enggak Vi, lagian seorang Arga yang orang kaya masak mau Sama gue yang pembantu." kata Chika.
“ Tapi kalo Arga kayaknya gak Mandang kaya atau miskin Chik, dia juga anaknya baik, jujur menurut gue kalian cocok banget, Lo nya cantik Arga nya ganteng." kata Vivi sambil membantu Chika membuat adonan.
__ADS_1