Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Gue takut


__ADS_3

Diperjalanan Imelda dan Dimas.


“ Pegangan donk Mel, ntar kalo jatuh gimana?" kata Dimas.


“ Udah pegangan kok dim." kata Imel.


“ Pegangan apa?" tanya Dimas.


“ Pegangan sama motor." kata Imelda.


“ Astaga Imel, motornya nggak usah dipegangin udah gue pegangin, sini tangannya, pegangannya sini." kata Dimas melingkarkan tangan Imel ke perut Dimas.


“ Nggak papa dim?" tanya Imelda nggak enak.


“ Nggak papa lah Mel, lagian kalo nggak pegangan bisa jatuh nanti." kata Dimas.


“ Yaudah deh." kata Imelda.


Di pasar malam


Arga, Chika, Refan, dan Vivi berpencar. Arga bersama Chika dan Refan bersama Vivi. Chika ingin sekali mendapatkan boneka beruang yang ada di salah satu permainan di pasar malam.


“ Ar Boneka beruang itu bagus ya." kata Chika.


“ Lo pengen boneka itu?" tanya Arga.


“ Iya Ar gue pengen, tapi gue nggak bisa mainnya." kata Chika.


“ Tenang aja nanti biar gue yang main, kalo berhasil hadiahnya buat Lo." kata Arga.


“ Serius Ar?" kata Chika.


“ Iya tenang aja." kata Arga.


Arga memainkan permainan itu untuk bisa mendapatkan boneka yang Chika mau. Gelang terakhir dilempar oleh Arga, akhirnya masuk sasaran.

__ADS_1


“ Tessa, Kita berhasil Chik." kata Arga.


“ Silahkan mbak mau pilih hadiah yang mana?" tanya sang penjual.


“ Yang boneka beruang itu pak." kata Chika.


“ Ini mbak bonekanya, selamat ya, semoga hubungan kalian tambah langgeng." kata Sang penjual.


“ Iya pak pasti, makasih doanya ya." kata Arga dan Chika hanya diam


“ Kenapa Arga mengiyakan omongan penjual itu, padahal gue sama dia kan gak ada hubungan apa-apa." Batin Chika.


“ Yaudah yuk Chik." Kata Arga.


“ tuk Ar." kata Chika.


“ Kita mau main apa lagi?" tanya Arga.


“ Gue juga bingung Ar" kata Chika.


“ Nggak ah gue takut." kata Chika.


” Udah nggak papa ada gue, lagian hantunya paling juga bohongan." kata Arga.


“ Tapi gue takut Ar." kata Chika.


“ Nggak papa yuk."kata Arga menarik tangan Chika, dan Chika hanya pasrah.


Di dalam rumah hantu Chika benar-benar pegangan tangan Arga dengan kuatnya, karna baru pertama kali ini Chika masuk rumah hantu. Sampai akhirnya didalam rumah hantu Arga berjalan dulu dan Chika di belakang Arga, Chika di belakang merasa merinding, pundak dia ada yang menepuk, setelah Chika menoleh ternyata ada Hantu yang wajahnya menyeramkan, Chika langsung lari sambil menjerit mendahului Arga.


“ Chika, tunggu Chik." kata Arga mengejar Chika.


Chika bener-bener ketakutan, Samapi dia menangis karna baru kali ini dia masuk rumah hantu. Arga pun mengejar Chika yang sudah keluar dari rumah hantu.


“ Kok lari kenapa Chik?" kata Arga dan Chika masih terus berjalan.

__ADS_1


“ Chik tunggu, kenapa lari, lagian cuma hantu bohongan kali Chik ngapain mesti takut." kata Arga.


“ Itu menurut Lo, tapi beda menurut gue yang baru pertama kali masuk ke rumah hantu." kata Chika berhenti berjalan menatap Arga.


“ What ya kali Lo baru masuk rumah hantu, Ternyata Chika yang katanya jagoan itu takut masuk rumah hantu, hahaha lucu, lucu." Kata


“ Terserah." kata Chika pergi meninggalkan Arga.


“ Jadi Chika beneran baru pertama kalinya masuk rumah hantu? pantes dia sampe nangis gitu, astaga Arga Lo udah bikin Chika nangis lagi." Batin Arga mengejar Chika.


“ Chika tunggu" kata Arga menarik tangan Chika hingga Chika berbalik jatuh dipelukannya.


“ Maafin gue, gue nggak tau kalo beneran takut." kata Arga masih memeluk Chika.


“ Maafin gue ya Chik, udah nggak usah nangis lagi, tadi gue fikir Lo cuma becanda bilang kalo Lo takut." kata Arga.


“ Apa becanda kata Lo? emang wajah gue kalian becanda, emang Lo tuh semuanya di anggap becanda, nggak pernah serius ngejalanin sesuatu." kata Chika.


“ Iya gue ngerti gue salah, maaf ya." Kata Arga memeluk Chika lagi.


“ Udah ya gausah nangis lagi, ntar cantiknya di ambil sama hantu di rumah hantu tadi." kata Arga.


“ Lepasin gue." kata Chika memberontak agar Arga melepaskan pelukannya, karna dia malu dipeluk Arga di tempat umum.


“ Tapi Lo jangan nangis lagi." kata Arga.


“ Iya, tapi lepasin gue." kata Chika.


“ Senyum dulu donk." kata Arga.


Dengan terpaksa Chika tersenyum.


” Kok senyumnya dipaksa gitu sih, yang ikhlas donk." kata Arga.


“ Udah ah lepasin, malu diliatin orang." kata Chika dan akhirnya Arga melepaskan Chika daribpelukannya

__ADS_1


__ADS_2