
Chika sampai rumah, dia masih kesal dengan Arga yang gak mau dengerin Nasehatnya. Chika menasihati Arga Agar nasibnya gak sama seperti Kakak sepupunya Chika, yang meninggal karena kecelakaan saat sedang balapan.
“ Gue kesel banget sama tuh anak, benar-benar susah banget dikasih tau." kata Chika ngomel-ngomel sendiri.
Bibi yang mendengar Chika mengomel-ngomel, langsung mendekati Chika.
“ Ada apa non? oh ya den Arga mana?" tanya Bibi.
“ Tuh si Arga bik, dikasih tau susah banget." kata Chika kesal.
“ Emangnya den Arga ngapain non?" Tanya bibi yang duduk di sebelah Chika.
“ Ya dia ikutan balapan liar, kalo terjadi apa-apa gimana bik." kata Chika menjelaskan kepada bibi.
“ Non, non, jangankan non Chika yang nasehatin, mamanya yang nasehatin den Arga aja tetep gak didengerin non." jelas bibi.
“ Arga udah dari dulu ikutan geng motor kaya gitu den." Tanya Chika.
“ Udah sejak SMP non, malahan dulu waktu papanya masih hidup, malah di suport sama papanya den Arga." kata Bibi.
“ Tapi kan kalo terjadi sesuatu gimana bik?" kata Chika terlihat Khawatir.
“ Ya iya sih non, nyonya aja suka nasihatin den Arga tapi den Arga gak dengerin, Pernah waktu itu sampai den Arga diancam nyonya bakalan diusir dari rumah." kata Bibi mengingat kejadian itu.
“ Kok bisa bik?" tanya Chika penasaran.
“ Waktu itu juga nyonya nasehatin den Arga, sampai diancam mau diusir dari rumah, tapi den Arga malah gak papa kalo diusir asalkan motornya jangan diambil." kata bibi.
“ Emang aneh banget tuh anak, seenaknya sendiri." kata Chika masih kesal.
__ADS_1
“ Oh ya terus den Arga nya mana non." tanya bibi karna tak melihat Chika bersama Arga.
“ Lagi mau ikut balapan bik, terus Chika pulang aja." kata Chika.
“ Yaudah biarin non, nanti pasti bakalan balik kok." kata bibi.
“ Yaudah kalo gitu Chika masuk ke kamar dulu ya bik." kata Chika menuju kamar nya.
Di kamar Chika.
Tiba-tiba Hp Chika Bunyi.... ternyata Arga yang menelfon.
“ Hallo, kenapa?" tanya Chika dengan nada males nya.
“ Lo udah sampe rumah?" tanya Arga.
“ Udah, tenang aja nyokap Lo belum balik." jawab Chika.
“ Udah lah Ar, Lo tuh gak usah basa-basi, gue tau Lo telfon gue karna takut ngokap Lo udah balik, terus liat gue pulang sendirian, iya kan." kata Chika dan membuat Arga hanya diam.
“ Ya sorry Chik, bukan maksud gue..." kata Arga belum selesai langsung dipotong Chika.
“ Lo tenang aja nyokap Lo belum balik." kata Chika langsung mematikan telfonnya.
“ eh tunggu dulu Chik...." kata Arga dan ternyata sudah dimatikan Chika.
Di kamar Chika
“ emang ya tuh anak, ngurusin dirinya aja sendiri tanpa memikirkan orang lain." kata Chika.
__ADS_1
Di Cafe
“Nih anak bener-bener ngeselin banget ya, dasar keras kepala." Gumam Arga.
Chika memutuskan untuk Tidur karna seharian pergi sama Arga. Malam hari Chika terbangun, tepatnya pukul 23.00, Arga baru pulang, tapi dia berjalan seperti orang yang sedang mabuk. Chika yang melihatnya langsung menghampiri Arga.
“ Lo kenapa Ar?" tanya Chika berlari menghampiri Arga.
“ Kepala gue pusing Chik." kata Arga.
“ Gimana??? enak kan kalo gini, dikasih tau susah banget, untung Lo bisa sampai rumah dengan selamat." kata Chika memapah Arga.
Di kamar Arga
“ Obat gue mana Chik?" tanya Arga.
“ Bentar biar gue ambilin." kata Chika mengambilkan Arga obat di kotak obat.
Chika kembali dengan membawa beberapa bungkus obat.
“ Nih diminum dulu." kata Arga memberikan obat.
“ Lo belum tidur Chik." Tanya Arga.
“ Gue udah tidur tadi, terus kebangun pengen minum, eh malah liat Lo jalan sempoyongan kaya orang mabuk." kata Chika menjelaskan ke Arga.
“ Gak tau tiba-tiba kepala gue jadi pusing Chik." kata Arga memegangi kepalanya.
“ Yaudah mending Lo istirahat biar, besok kalo bangun udah enakan." kata Chika menyelimuti Arga.
__ADS_1
Chika balik ke kamarnya.