
“ Bro Lo nih mentang-mentang abis kecelakaan, kepala Lo kebentur aspal jadi gini ya?" kata Refan.
“ Maksud Lo apaan sih fan?" tanya Arga.
“ Ya Lo kok masih aja Deket sama Bella sih, Lo nggak mikirin perasan Chika yang udah Lo kasih harapan itu." kata Vivi.
“ Eh kalian itu gimana sih, itu kan rencana kalian juga, kalian bilang gue harus bikin dia kesel." kata Arga.
“ Jadi karna itu? gue fikir Lo bakalan balikan sama Bella." kata Refan.
“ Terus kenapa tadi Lo pelukan sama Bella." Kata Vivi.
“ Ya kan biar menjiwai aja, biar Chika panas liatnya." kata Arga.
“ Ah bilang aja mau cari kesempatan." kata Refan.
“ Mana Sudi gue balik lagi sama Bella, kalo sekedar temenan sama dia okelah gue masih terima, tapi kalo dia ajakin balikan jangan harap gue mau." kata Arga.
“ Gue pegang omongan Lo Ar, kalo sampe Lo bikin Chika sakit hati awas aja Lo." kata Vivi.
“ Siap Vi, gue bakalan setia kok sama Chika." kata Arga.
Saat mereka sedang ngobrol, Chika masuk ke kamar Arga.
“ Arga makan siangnya udah siap, kata Tante Winda Lo nggak boleh telat makan." kata Chika.
“ Emangnya mama kemana?" tanya Arga.
“ Tante Winda balik lagi ke kantor." kata Chika.
__ADS_1
“ Mama nih bener-bener ya, anaknya sakit gini malah ditinggal pergi." kata Arga.
“ Lagian Lo juga udah gede, buat apa di temenin, oh ya Lo mau makan di sini apa di meja makan?" kata Chika.
“ Gue mau makan di meja makan." kata Arga.
“ Yaudah ke buruan turun." kata Chika kemudian pergi
“ Ah rencana gue berjalan dengan mulus fan, Lo liat kan reaksi Chika." kata Arga.
“ Lo nih aneh-aneh aja Ar, Udah sana makan dulu abis itu minum obat." kata Refan.
” Yaudah kalian berdua ikut makan juga yuk, belum makan kan pasti kalian?" kata Arga.
“ Iya sih, Lo tau aja Ar, yaudah yuk sayang." kata Refan.
“ Ambilin gue Makana Chik buruan." kata Arga.
“ Kan Lo bisa ambil sendiri." kata Chika.
“ Ya Lo kan Lo harus layanin gue, atau nggak gue aduin ke mama baru tau Lo." kata Arga.
“ yaudah iya-iya." kata Chika mengambilkan makanan untuk Arga walaupun tangannya masih sakit.
“ Nggak usah banyak-banyak." kata Arga.
“ Aww..." kata Chika tangannya yang terluka kena sayur panas.
“ Chika Lo nggak papa?" tanya Vivi.
__ADS_1
“ Nggak papa Vi." kata Chika.
“ Gitu aja lebay, sini biar gue ambil sendiri." kata Arga.
“ Yaudah terserah." kata Chika.
Chika pergi untuk membersihkan tangannya.
“ Kalian juga harus ikutan ekting donk, biar seru, sekali-kali biar dia terasingkan." kata Arga.
“ Gue nggak tega kalo sama Chika Ar." kata Vivi..
“ Ya harus tega, biar seru acaranya besok." kata Arga.
“ Oh ya besok bantuin gue siapin semuanya ya!." kata Arga.
“Iya Ar ntar gue koordinasi sama anak-anak geng motor kita, biar bantu siapin." kata Refan.
“ Oke kalo gitu makasih ya bro,." kata Arga.
“ Besok Lo harus bikin Chika sibuk, dan jangan sampe dia balik ke rumah dulu sampai semuanya siap." kata Vivi.
“ Giman kalo suruh Farel ajak Chika pergi kemana gitu, ntar kalo udah siap kita langsung hubungi farel." kata Refan.
“ Kenapa harus farel sih." kata Arga.
“ Kenapa emangnya? cemburu? Udah ulangin aja rasa cemburunya." kata Refan.
“ Yaudah terserah Lo aja deh." kata Arga
__ADS_1