Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Keliatan Kecapean


__ADS_3

Dimas kembali ke kamar Arga.


“ Gue nggak di ajakin pelukan nih." kata Dimas.


“ Ajak Imel." kata Arga.


“ Refan kemana sih kok lama Banget." kata Dimas.


“ Mungkin sana udah hujan kali dim." kata Arga.


“ Udah ngantuk ya Chik?" tanya Arga melihat Chika menguap.


“ Iya Ar." Kata Chika.


“ Yaudah istirahat sana." kata Arga.


“ Tapi kan tugas Lo kan belum selesai." kata Chika.


“ Terus gimana? katanya udah ngantuk, Yaudah tidur sini aja dulu, ntar gue bangunin" kata Arga.


“ Yaudah deh." kata Chika berbaring di samping Arga yang sedang duduk menatap laptop.


“ Kalian nih bikin gue jadi iri aja deh." kata Dimas.


“ Makannya buruan tembak Imel nya, dulu juga waktu gue iri liat Refan sama Vivi, Lo bilang gitu kan." kata Arga.


“ Iya Ar, sekarang jadi senjata makan tuan." kata Dimas.


Tak lama kemudian Refan datang.


“ Dari mana aja Lo fan, lama banget." kata Dimas.

__ADS_1


“ Gue balik dulu barusan, hehehe." kata Refan.


“ Ditungguin malah balik." kata Arga.


“ Oh ya jadinya gimana Ar?" tanya Refan.


“ Gue punya rencana, besok kita ke markas mereka." kata Arga.


“ Mau nyerang mereka?" tanya Refan.


” Main nyerang-nyerang aja, kita ke sana bicara dulu baik-baik, kalo mereka Nerima, berarti bagus donk kita jadi tau apa mau mereka, kalo emang nggak bisa di baikin, berarti mereka menyatakan perang sama geng Fairuz." kata Arga.


“ Oke gue setuju." kata Refan.


“ Tapi cuma kita bertiga." kata Arga.


“ Buset, Lo gila apa gimana Ar, kalo misal mereka ngajak berantem, terus kita cuma bertiga?" tanya Refan.


“ Gue nggak mau libatin yang lain dulu dan, biar gue aja yang urus, melihat kondisi Dafit, gue juga sebenernya nggak terima mereka seenaknya gitu." kata Arga.


“ Kalo baik-baik bisa, kenapa harus berantem." kata Arga.


“ Bilang aja Lo takut fan, kalo kita cuma bertiga." kata Dimas meledek Refan.


“ Enggak mungkin lah gue takut, kan ada Arga yang jago beladiri, ya nggak Ar." kata Refan.


“ Dasar cuma bisanya minta dilindungi, Giman kalo disuruh lindungin keluarga Lo nanti." kata Dimas.


“ Eh selama ini, gue balapan nggak pernah liat geng mereka, sebenernya mereka dari mana sih asalnya." kata Refan.


“ Itu yang lagi gue fikirin fan, apa mungkin mereka geng baru, atau pendatang baru dan buat markas di daerah sini." kata Arga.

__ADS_1


“ Bisa jadi itu Ar." kata Dimas.


“ Kan yang ke markas mereka kita bertiga Ar, terus yang lain ikut tapi cuma di depan aja, atau mereka nggak usah ikut?" tanya Dimas.


“ Ikut aja Ar, tapi merek biar di luar, jadi bisa jaga-jaga kalo geng itu nyerang." kata Refan.


“ Oke kalo gitu, besok kita bahas, abis balik kuliah." kata Arga.


“ Iya ar." kata Refan.


“ Chika udah tidur?" tanya Refan.


“ Iya karna saking lamanya nungguin Lo ngggak dateng-dateng." kata Dimas.


“ Apa hubungannya coba." kata Refan.


“ Kan karna mau nawarin minum ke Lo? tapi nggak dateng-dateng." kata Dimas.


“ masak sih Ar?" kata Refan.


“ Enggak kok fan, mungkin dia kecapean juga dari tadi bantuin gue ngerjain tugas." kata Arga.


“ Enak banget ya kalian udah tinggal serumah." kata Dimas.


“ Iya donk." kata Arga.


“ Spil caranya donk bosku." kata Refan.


“ Jadiin Vivi istri Lo dan buat Lo dim, jadiin Imel pembantu di rumah Lo, biar bantu-bantu ngapain gitu, anggap aja kost." kata Arga.


“ Eh tapi bener juga, walaupun serumah kan masih aman nggak sekamar, jadi bisa sekaligus jagain dia." kata Dimas.

__ADS_1


“ tapi gue belum siap buat nikah muda, nunggu sukses dulu baru nikah." kata Refan.


“ Yaudah terserah kalian deh, gue mau pindahin Chika dulu kekamar nya, kasihan dia keliatan capek banget." kata Arga.


__ADS_2