
Dimas kembali ke kamar Arga.
“ Gue nggak di ajakin pelukan nih." kata Dimas.
“ Ajak Imel." kata Arga.
“ Refan kemana sih kok lama Banget." kata Dimas.
“ Mungkin sana udah hujan kali dim." kata Arga.
“ Udah ngantuk ya Chik?" tanya Arga melihat Chika menguap.
“ Iya Ar." Kata Chika.
“ Yaudah istirahat sana." kata Arga.
“ Tapi kan tugas Lo kan belum selesai." kata Chika.
“ Terus gimana? katanya udah ngantuk, Yaudah tidur sini aja dulu, ntar gue bangunin" kata Arga.
“ Yaudah deh." kata Chika berbaring di samping Arga yang sedang duduk menatap laptop.
“ Kalian nih bikin gue jadi iri aja deh." kata Dimas.
“ Makannya buruan tembak Imel nya, dulu juga waktu gue iri liat Refan sama Vivi, Lo bilang gitu kan." kata Arga.
“ Iya Ar, sekarang jadi senjata makan tuan." kata Dimas.
Tak lama kemudian Refan datang.
“ Dari mana aja Lo fan, lama banget." kata Dimas.
__ADS_1
“ Gue balik dulu barusan, hehehe." kata Refan.
“ Ditungguin malah balik." kata Arga.
“ Oh ya jadinya gimana Ar?" tanya Refan.
“ Gue punya rencana, besok kita ke markas mereka." kata Arga.
“ Mau nyerang mereka?" tanya Refan.
” Main nyerang-nyerang aja, kita ke sana bicara dulu baik-baik, kalo mereka Nerima, berarti bagus donk kita jadi tau apa mau mereka, kalo emang nggak bisa di baikin, berarti mereka menyatakan perang sama geng Fairuz." kata Arga.
“ Oke gue setuju." kata Refan.
“ Tapi cuma kita bertiga." kata Arga.
“ Buset, Lo gila apa gimana Ar, kalo misal mereka ngajak berantem, terus kita cuma bertiga?" tanya Refan.
“ Gue nggak mau libatin yang lain dulu dan, biar gue aja yang urus, melihat kondisi Dafit, gue juga sebenernya nggak terima mereka seenaknya gitu." kata Arga.
“ Kalo baik-baik bisa, kenapa harus berantem." kata Arga.
“ Bilang aja Lo takut fan, kalo kita cuma bertiga." kata Dimas meledek Refan.
“ Enggak mungkin lah gue takut, kan ada Arga yang jago beladiri, ya nggak Ar." kata Refan.
“ Dasar cuma bisanya minta dilindungi, Giman kalo disuruh lindungin keluarga Lo nanti." kata Dimas.
“ Eh selama ini, gue balapan nggak pernah liat geng mereka, sebenernya mereka dari mana sih asalnya." kata Refan.
“ Itu yang lagi gue fikirin fan, apa mungkin mereka geng baru, atau pendatang baru dan buat markas di daerah sini." kata Arga.
__ADS_1
“ Bisa jadi itu Ar." kata Dimas.
“ Kan yang ke markas mereka kita bertiga Ar, terus yang lain ikut tapi cuma di depan aja, atau mereka nggak usah ikut?" tanya Dimas.
“ Ikut aja Ar, tapi merek biar di luar, jadi bisa jaga-jaga kalo geng itu nyerang." kata Refan.
“ Oke kalo gitu, besok kita bahas, abis balik kuliah." kata Arga.
“ Iya ar." kata Refan.
“ Chika udah tidur?" tanya Refan.
“ Iya karna saking lamanya nungguin Lo ngggak dateng-dateng." kata Dimas.
“ Apa hubungannya coba." kata Refan.
“ Kan karna mau nawarin minum ke Lo? tapi nggak dateng-dateng." kata Dimas.
“ masak sih Ar?" kata Refan.
“ Enggak kok fan, mungkin dia kecapean juga dari tadi bantuin gue ngerjain tugas." kata Arga.
“ Enak banget ya kalian udah tinggal serumah." kata Dimas.
“ Iya donk." kata Arga.
“ Spil caranya donk bosku." kata Refan.
“ Jadiin Vivi istri Lo dan buat Lo dim, jadiin Imel pembantu di rumah Lo, biar bantu-bantu ngapain gitu, anggap aja kost." kata Arga.
“ Eh tapi bener juga, walaupun serumah kan masih aman nggak sekamar, jadi bisa sekaligus jagain dia." kata Dimas.
__ADS_1
“ tapi gue belum siap buat nikah muda, nunggu sukses dulu baru nikah." kata Refan.
“ Yaudah terserah kalian deh, gue mau pindahin Chika dulu kekamar nya, kasihan dia keliatan capek banget." kata Arga.