
“ Gimana Ar?" tanya Dimas.
“ Ifan bilang ada dua wanita yang datang lagi kerumah Fero, dan ini gue masih mau liat siapa dua wanita itu." kata Arga menunggu foto itu terdownload.
“ Mana gue liat, gue jadi penasaran, siapa anggota yang lain." kata Refan.
“ Loh bukannya ini nyokap sama adik tirinya Chika." kata Dimas.
“ Dugaan mama memang benar, kalo dua wanita matre ini juga terlibat dalam masalah ini." kata Arga.
“ Sebenernya apa sih mau mereka?" kata Refan.
“ Kalo diperhatiin baik-baik sih, Persamaan yang mereka incar itu ya Harta Ar, kan bokapnya Chika juga orang kaya, perusahannya dimana-mana dan mungkin juga ada yang nggak suka sama bokap Lo juga." kata Dimas.
“ Bakalan gue kupas sampe tuntas, dan nggak bakalan gue kasih ampun kalian." kata Arga terlihat emosi.
“ Tenang Ar, Lo yang bilang sendiri kan, kita nggak boleh gegabah, kita main pelan aja, jangan mau kalah sama mereka, masak kita mau dibohongin mereka terus." kata Dimas.
“ Iya dim, sorry gue terlalu emosi karna ini semua, karna gara-gara mereka, semuanya hancur, gue inget banget waktu mam ditinggal papa, mama bener-bener depresi, dan Chika, Gue nggak mau kalo sampe mereka juga hancurin hidup Chika, karna memang dia nggak pantes buat dapetin ini." kata Arga.
“ Siap bro, gue dukung Lo." kata Refan.
“ Kita pikirin aja langkah selanjutnya." kata Dimas.
“ Dan kita juga harus bisa buka laptop ini." kata Arga.
Malam itu Fero datang kerumah Chika.
__ADS_1
“ Oh ya kak, selama ini kamu kok nggak ada kabar sih, aku kan di Bandung, Emang kamu nggak kangen." kata Chika.
Tiba-tiba Arga datang dan langsung menjawab.
“ Karna dia masih sibuk dengan misinya, tapi tenang Karna dia nggak bakalan lupain Lo Chik, karna Lo peran utama dalam misinya." kata Arga.
“ Maksudnya?"tanya Chika.
“ Nanti Lo juga bakalan tau, tapi kalo Lo penasaran, Lo bisa tanya ke Sahabat Lo itu, oh ya gue mau keluar bentar Chik" Kata Arga.
“ Iya Ar, Jangan malem-malem pulangnya ya Ar." kata Chika.
“Iya bentar doang kok Chik." jawab Arga, kemudian Arga pergi.
“ Oh ya kak, tadi maksud Arga itu apa sih? kok gue jadi bingung sih? kakak juga jarang kasih aku kabar sekarang." kata Chika
“ Oh ya Arga mau kemana Chik? kok pergi sendirian?" tanya Fero.
“ Kayaknya mau ketemu sama Ifan kak, karna mereka emang temen dekat." kata Chika.
“ Oh jadi mereka kerja sama, oke awas aja kalian, gue nggak bakalan tinggal diam." Batin Fero.
Setelah dari rumah Chika, Fero kembali ke rumahnya, dan menceritakan kepada papanya.
PLAKKkk......
“ Kenapa kamu bisa ceroboh sih, gimana kalo mereka tau rencana kita, kalo sampe rencana kita hancur, jangan Harap kamu bisa kuliah diluar negri." kata Pak Wira papanya Fero.
__ADS_1
“ Selalu aja papa salahin aku, emang aku itu selalu salah Dimata papa." kata Fero.
“ Kenapa kamu nggak terima? karna memang kamu selalu nggak becus, selalu aja gagal, nggak seperti kakak kamu." kata Pak Wira.
“ Terserah, terserah papa mau bilang apa, dimata papa cuma Kak Guntur yang selalu benar." kata Fero kemudian pergi.
“ Fero mau kemana kamu?" kata Pak Wira teriak.
Fero pergi ke markas geng Scorpion.
“ Lo kenapa bro?" tanya Teman Fero
“ Ini semua gara-gara Arga, kalo aja dia nggak ada, pasti semuanya bisa berjalan dengan baik." kata Fero
“ Tenang Bro, nanti kita bakalan bantuin Lo." kata Teman Fero.
“ Gue mau Arga bener-bener nyesel." kata Fero.
“ Gue ada ide bro, dengan ini rencana Lo sama bokap Lo bisa berjalan dengan mulus, karna pasti mereka bakalan lengah kalo ini terjadi." kata Teman Fero.
“ Apa rencana Lo?" tanya Fero.
“ Sini gue kasih tau." akta Teman Fero membisiki Fero .
“ Lo yakin ini nggak bahaya buat Chika?" tanya Fero.
“ Enggak kok bro, Tenang aja, ini sifatnya biar mereka pada lengah aja." kata Temannya Fero
__ADS_1
“ Oke kalo gitu." kata Fero