Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Dia cewek kemarin


__ADS_3

Winda dan Chika sampai dirumah Winda. mereka berdua memasuki rumah yang cukup besar.


" Chika kamar kamu di atas sana, kamu kesana dulu ya, saya mau mengangkat telfon sebentar." kata Bu Winda sambil menunjuk ke arah ruangan dia lantai dua.


"Baik Tante." jawab Chika dan dia pun langsung menuju kamar itu.


Tiba-tiba.....


" Aaaa......" teriak Chika, karena melihat Arga yang hanya memakai handuk.


" maliiinggggg...." kata Arga.


Bu Winda yang mendengar teriakan Chika langsung ke atas sambil membawa sapu.


" mana malingnya?" tanya Bu Winda bingung.


" dia mah, dia malingnya." kata Arga menunjuk Chika.


"dia Tante, dia tadi tidak memakai baju." kata Chika.


" dia itu anak Tante Chika, dan kamu Arga, dia itu pembantu baru dirumah kita." kata Winda.


" WHAT???" kata Chika dan Arga bersamaan.


" jadi dia anak Tante Winda?" kata Chika kaget.


" apa ma, dia bakalan jadi pembantu di sini, apa dia bisa mengurus rumah?" kata Arga meremehkan Chika.


" enak aja, gue bisa kali bersih-bersih rumah." kata Chika tidak terima.

__ADS_1


" sudah-sudah, kalian ini malah berantem, Chika Kenalin ini Arga anak Tante, dan Arga ini Chika, dia bakalan jadi ART dirumah kita." jelas Bu Winda.


" jadi dia anaknya Tante, kok beda ya, Tante Winda baik, ramah, la ini anaknya songong." kata Chika tidak percaya.


" apa Lo bilang, Lo tuh yg cewek sialan." kata Arga tidak mau kalah.


" sudah-sudah, sekarang kamu masuk kamar Arga, Chika biar Tante tunjukin kamar kamu." ajak Bu Winda.


Chika masuk ke kamar dan mulai beres-beres kamarnya. Dan Bu Winda kembali ke dapur.


" mah jadi dia bener-bener bakalan tinggal di sini mah?" tanya Arga.


" iya ar, kan dia akan Jandi pembantu di rumah kita." jawab Winda


" tapi dia itu udah kurang ajar sama Arga ma, dia itu cewek yang aku ceritai kemarin nampar aku." kata Arga.


" emang tadi mama kenapa, sampai ditolongin tuh cewek aneh." kata Arga khawatir.


" tadi mama hampir saja dirampok sama 3 preman, untung ada Chika sama laki-laki tadi." jawab bu Winda.


" tapi mama gak papa kan. " kata Arga.


" iya , untung saja ada Chika." kata Winda." kamu itu harus jaga sikap dong Sama Chika, dia itu anak yang baik, lagi pula mama juga udah utang Budi sama dia Ar." kata Winda menasehati.


" yaudah iya-iya ma." kata Arga


Di Dapur


Chika sedang membantu bibi memasak, di rumah itu ada pembantu juga.

__ADS_1


" Tante ini makananya sudah siap." kata Chika.


" iya Chika, tolong panggilin Arga ya, dia ada di kamar." kata Bu Winda.


Chika berjalan menuju kamar Arga. dia masih trauma dengan kejadian tadi. Chika ingin mengetok pintu, tapi dia ragu.


Tok tok tok.


Tapi tak mendapat jawaban. Chika mencoba membuka pintu, yang ternyata tidak di kunci. dan Chika masuk kamar Arga, tapi Chika tak mendapati Arga di kamarnya. tiba-tiba....


" ngapain kamu disini, nggak ketok pintu dulu lagi." kata Arga tiba-tiba datang.


" e-e-e tadi gue udah ketok-ketok pintu, tapi gak ada yang jawab, jadi gue masuk aja." kata Chika .


" kenapa?" tanya Arga.


" Lo dipanggil nyokap lo, suruh makan." kata Chiak langsung berjalan keluar dari kamar Arga.


" tungguuuu...., berganti...., cewek anaeh berhenti." kata Arga memanggil Chika.


" apa Lo bilang barusan, cewek aneh, terus Lo cowok apaan? ha?, kalo punya mulut itu dijaga." kata Chika menghampiri Arga.


" biarin donk, suka-suka gue, asal Lo tau, Lo itu disini pembantu dan gue itu majikan Lo, jadi Lo itu harus tunduk sama gue." kata Arga mengingatkan Chika.


" eh tali iya juga ya, sekarang dia majikan gue, gue harus sabar-sabarnya ngadepin nih anak." dalam hati Chika.


Chika kembali ke dapur. Dan meninggalkan Arga.


" awas aja Lo, gue bakalan buat Lo gak betah disini." kata Arga dan langsung turun ke dapur.

__ADS_1


__ADS_2