
Chika kembali ke meja tadi yang sudah tersedia makanan.
“ Rese banget sih si Arga, apa maksudnya coba, dia fikir kelakuannya itu lucu? Aneh banget." Kata Chika ngomel sendiri.
Arga menghampiri Chika yang sedang duduk sendirian sambil manyun.
“ Chik, Chika, Chik..." Panggil Arga tapi Chika tak menatap Arga.
“ Apa? Anterin gue balik, gue mau tidur." Kata Chika tanpa melihat Arga.
“ Biasa aja kali, ntar cantiknya kabur takut sama Lo." Kata Arga.
“ Gak lucu Ar, cepetan gue pengen balik." Kata Chika.
“ Maafin gue Chik, gue cuma becanda tadi." Kata Arga.
“ Udah ah terserah Lo, yang penting gue pengen pulang, kalo Lo gak mau anterin gue mau balik sendiri." Kata Chika
“ Eh, eh jangan, ntar dulu, yaudah kalo gak mau maafin gue, yang penting ini makananya dimakan dulu, ntar perut Lo sakit lagi." Kata Arga.
Chika hanya diam.
“ Dimakan dulu ya Chika yang cantik kata mama, atau mau gue suapin?" Kata Arga.
“ Gue bisa makan sendiri." Kata Chika.
“ Yaudah deh, dimakan tapi ya." Kata Arga.
“ Akhirnya Chika memakan makanannya, karna perut dia juga lapar.
Mereka berdua makan, setelah selesai makan...
“ Ar anterin gue balik." Kata Chika.
“ Iya-iya Chik, gue ambil jaket dulu ya." Kata Arga, pergi ke kamar mengambil jaket.
Di perjalanan pulang
“ Ar, Lo mau balik ke cafe lagi." Tanya Chika.
“ Iya Chik." Kata Arga.
“ Mau balapan lagi?" Tanya Chika kembali.
“ Enggak kok, tenang aja, buat malam ini libur dulu, hehehe." Kata Arga.
Setelah menempuh jarak yang lumayan jau, akhirnya sampai juga. Chika mau memasuki rumah.
“ Chikaaa...." Panggil Arga.
__ADS_1
“ Iya kenapa?" Tanya Chika.
“ Maafin gue ya soal yang tadi." Kata Arga memegangi kedua pundak Chika.
“ iya." Jawab Chika dan Arga langsung memeluk Chika.
“ Makasih ya, Lo juga udah mau temenin gue tadi." Kata Arga.
“ Iya sama-sama." Kata Chika.
“ Yaudah masuk gih sana istirahat, katanya tadi capek." Kata Arga dan Chika langsung masuk.
Arga pun pergi. Chika menyandar di pintu.
“ Kenapa detak jantung gue jadi gak beraturan gini sih." Kata Chika memegangi dadanya.
“Kenapa ya gue jadi candu banget peluk Chika, dan gue pasti juga ngerasa nyaman banget kalo sama Chika, walaupun kadang di marah-marah, tapi dia marah pasti ulah gue juga sih." Kata Arga saat mengendarai motor.
Pagi Hari.
“ Lagi masak apaan Chik?" Tanya Arga.
“ Masak nasi goreng buat sarapan." Jawab Chika.
“ Mama udah berangkat?" Tanya Arga.
“ Iya, udah dari tadi pagi." Jawab Chika.
“ Emang mau bantu apaan, lagian emangnya Lo bisa?" Kata Chika.
“ Ya gak bisa sih, kan ada Lo, ntar gue bisa minta ajarin." Kata Arga.
“ Yaudah Lo masak telor mata sapi aja, bisa kan?" Kata Chika.
“ Kalo itu gampang Chik." Jawab Arga.
Arga memasak telur, tapi dia tidak bisa membalik telurnya. Chika mengajari Arga.
“Kalo masak telur tuh, apinya jangan besar-besar ntar minyaknya gak kemana-mana, terus baliknya juga pelan-pelan." Kata Chika menjelaskan dan Arga hanya memperhatikan Chika.
“ Emang Lo bener-bener beda dari yang lain Chik, Lo cantik, baik, dan Lo juga jago masak." Batin Arga memperhatikan Chika.
“ Ar, Argak, kok Lo malah liatin gue sih, ntar Lo naksir sama gue gimana." Kata Chika.
“ Ya nggak papa, yang penting Lo belum ada yang punya." Kata Arga.
“ Lagian mana ada cowok yang mau sama cewek kaya gue yang cuma bisa nyusahin orang tua, lagian gue juga cuma pembantu." Kata Chika teringat dengan keluarga nya.
“ Emang apa salahnya sama pembantu Chik." kata Arga.
__ADS_1
“ Ya pasti kebanyakan orang mikirnya, seorang pembantu itu dandanannya kampungan, terus kerjanya bersih-bersih." Kata Chika.
“ Hanya orang bodoh yang berfikiran gitu Chik, lagian kata siapa dandanan Lo kaya orang kampung, Lo Cantik kok." Kata Arga tersenyum.
“ Ah gak usah bilang gitu Ar, ntar gue jadi PD lagi." Kata Chika cengengesan.
“ Serius gue gak bohong, oh ya Lo udah ada cowok." Tanya Arga.
“ Kenapa Lo jadi nanyanya Cowok?" Kata Chika sambil mengangkat masakannya.
“ Ya gak papa, gue pengen tau aja." Kata Arga.
“ kalo belum emangnya kenapa, Lo mau hina gue?" Kata Chika.
“ Ya enggak lah, lagian keliatannya gue udah dicap gak bener di otak Lo." Kata Arga.
“ bukanya gimana-gimana, Lo kan sukanya gitu." Kata Chika sambil menyiapkan makanan.
“ Ya mulai sekarang dihapus donk pikiran Lo yang selalu mikir gue yang enggak-enggak." Kata Arga mendekati Chika.
“ Kalo gue udah berubah pandangannya tentang Lo, tapi Lo nya masih aja sama, ya susah donk bosku." Kata Chika.
“ Yaudah gimana kalo kita sekarang damai, dan gak ada jail-jailan lagi." Kata Arga menawari Chika.
“ Lo serius, Lo gak lagi kesurupan kan?" Tanya Chika.
“ Iya serius Chikaaa, gimana Lo mau gak?" Tanya Arga mengacungkan kelingking nya ke Chika.
“ Maksudnya apaan pake kelingking segala." Kata Chika.
“ Ya Lo mau atau enggak." Kata Arga.
“ Yaudah iya." Kata Chika membalas kelingking Arga.
“ Oke sekarang kita damai, oh ya gue mau ajakin Lo liburan ke Bandung mau gak?" Tanya Arga.
“ Bandung?" Tanya Chika kaget, karena rumah Chika ada di Bandung.
“ Iya, Lo gak mau." Kata Arga.
“ Ya bukanya gak mau Ar, tapi kalo selain Bandung aja gimana?" Kata Chika.
“ Emang kenapa? Lagian Refan sama Dimas ngajakinnya kesana, lagian tempatnya juga bagus, Dimas milih di Daerah X." Kata Arga.
“ di daerah X?" Tanya Chika semakin kaget karna daerah X adalah daerah tempat tinggal Chika.
“ iya, Lo ikut ya, plisss" kata Arga memohon.
“ Yaudah deh." Kata Chika.
__ADS_1
“ Yes makasih ya Chika." Kata Arga.