
Didalam Arga
“ Chika..." panggil Bu Winda.
“ Iya tan." Jawab Chika.
“ Sini sayang, Tante mau ngomong sesuatu sama kamu." kata Bu Winda mempersilahkan Chika duduk di tepi ranjang Arga disebelah Bu Winda.
“ kenapa Tan?" kata Chika.
“ Kamu pengen gak kuliah?" kata Winda.
“ Kalo Chika sih pengen Tan, tapi..." kata Chika
“ Tapi biaya nya, kamu gak usah pikirin biaya nya, biar Tante yang biayain kamu." kata Chika.
“ Tante serius, Tante gak bohong kan?" tanya Chika.
“ Iya Chika, Tante gak bohong." kata Bu Winda tersenyum.
“ Makasih ya Tan." kata Chika memeluk Bu Winda.
“ Nanti kamu boleh berangkat sama Arga." kata Bu Winda.
“ Kalo soal berangkatnya, Chika bisa naik transportasi umum aja Tan." kata Chika.
“ Dasar gak tau hemat." kata Arga menyambar.
“ Lebih baik boros dari pada sama Lo." kata Chika.
“ Yaudah sih gue juga gak keberatan juga sih, oh ya ntar malem jangan lupa kalo harus temenin gue ke ultah temen gue." kata Arga.
“ Iya-iya crewet banget sih jadi orang." kata Chika
“ Mau kemana?" Tanya Bu Winda.
“ Ke acara ultah temen Arga ma." jawab Arga.
__ADS_1
“ Biasanya kalo minta temenin gitu gak geratis loh." kata Bu Winda.
“ Iya bener Tan, dan harus bayar juga." kata Chika melirik Arga.
“ Tenang aja nanti gue kasih apa yang Lo minta." jawab Arga.
“ Beneran ya?" kata Chika.
“ Iya-iya tenang aja." kata Chika.
“ Oh ya Tante tinggal dulu ya Chik, temenin dulu Arga nya biar gak kabur lagi, kalo perlu bawain tali ditali sama tempat tidur." Ingatkan Bu Winda.
Setelah Bu Winda pergi, Refan dan Dimas datang ke kamar Arga.
“ Apa Lo liat-liat." kata Chika.
“ siapa juga yang liat-liat, PD..." kata Arga
Refan dan Dimas masuk.
“ Ada yang gak mau kalah nih." kata Refan.
“ Iya lah, gue juga gak mau kalah, siapa sih yang rela kasih uang 30juta, hahaha." kata Dimas.
“ Bisa diem gak sih kalian, kalo gak pulang aja sana." kata Arga.
“ Kalian pada ngomongin apaan sih, kok ada uang 30 juta segala." kata Chika.
“ Gak ngomongin apa-apa Chik, gak usah dengerin mereka berdua." Kata Arga yang gak mau kalo Chika tau tentang Taruhan.
“ Oh ya Chik ntar malem temenin gue mau gak?" ajak Dimas.
“ Chika ntar malem mau datang sama gue." jawab Arga.
“ Mantap-mantap, langsung sambar." kata Refan.
“ Udah ah, gue mau keluar aja, gak ngerti sama kalian pada ngomong apa. oh ya jangan lupa diminum obatnya." kata Chika langsung pergi.
__ADS_1
“ Mantap-mantaaaapp, si Arga langsung udah booking duluan." kata Refan.
“ Apaan sih Lo, lagian emang Chika cewek apaan, main booking2 aja."kata Arga.
” Ya enggak maksudnya, udah duluan ajakin Chika Dateng ke acara ultah Galih." kata Dimas.
“ Tapi kayaknya Chika udah mulai luluh sama si Arga nih dim, Lo jangan mau kalah donk." kata Refan.
“ Kalo gue sih santai-santai aja yang penting pasti, Tapi kalo Chika udah tau Kalo dia cuma cewek taruhan, apa yang bakalan Chika lakuin ya." kata Dimas.
“ Nampar Arga 50 kali, hahaha." kata Refan.
“ Hahaha, iya bener-bener banget tuh." kata Dimas.
“budah bisa diem gak sih kalian, lagian kalian ke sini mau ngapain." kata Arga.
“ Oh ya gue mau ingetin aja kalo kita udah mau masuk kuliah lagi." kata Refan.
“ iya gue tau." kata Arga.
“ Maksudnya itu, kan udah mau masuk kuliah, kita gak ada liburan ke mana gitu." kata Dimas.
“ emangnya kalian ada rencana mau kemana?" tanya Arga.
“ Gue sih rencananya pengen ke Bandung, sekalian mau liat desa-desa yang masih arsi di sana." kata Refan.
“ iya boleh juga tuh, gimana Lo Ar, ntar sekalian ajak Chika." Kata Dimas.
“ Kalo gue terserah kalian aja." kata Arga.
“ Oke sip kalo gitu." kata Refan.
“ Ntar gue bilang sama Tante gue disana, biar kita hemat gak usah nyewa penginapan, hehehe." kata Dimas.
“ Lo mah sukanya yang geratisan." kata Refan dan Arga bersamaan
Mereka mengobrol sampai sore.
__ADS_1