Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Surat-surat penting


__ADS_3

Diluar Arga bertemu Dimas dan yang lain.


“ Kenapa Ar?" tanya Dimas.


“ Chika ilang dim, Chika nggak ada diruangnya." kata Arga panik.


“ Lo nggak lagi bercanda kan Ar?" tanya Imelda.


“ Gue nggak becanda Mel, tadi Chika lagi tidur karna tadi Chika minta disuntik obat tidur, dia semalem nggak bisa tidur, terus gue tadi ke toilet bentar, setelah gue balik Chika udah nggak ada." kata Arga.


“ Cek CCTV sekarang." kata Dimas.


“ Iya dim, fan, Mel, Vi, kalian cari sekitar rumah sakit." kata Arga.


“ iya Ar." kata Refan.


Semua berpencar mencari Chika, setelah di cek CCTV memang ada yang masuk ke ruangan Chik dan membawa Chika pergi, dan orang itu menggunakan seragam rumah perawat.


“ Siapa mereka? kenapa mereka berani culik Chika." kata Arga.


“ Lo udah kabarin om Heru belum Ar? siapa tau Chika diajak om Heru jalan-jalan." kata Dimas.


“ Belum Dim." jawab Arga.


“ Yaudah coba Lo telfon om Heru dulu." kata Dimas.


Arga menelfon Pak Heru.


“ Hallo om..." kata Arga.

__ADS_1


“ Iya kenapa Ar?" tanya Om Heru.


“ Apa Om lagi sama Chika?" tanya Arga.


“ Loh Maksut kamu gimana Arga? kan Chika lagi dirumah sakit." kata Pak Heru.


“ Chika nggak ada di ruangannya om, ini Arga sama yang lain lagi nyari Chika." kata Arga.


“ Apa? Chika hilang?kok bisa?" tanya Pak Heru.


“ Tadi Arga tinggal Chika sebentar ke toilet om, terus Arga balik lagi Chika udah nggak di ruangannya." kata Arga.


“ Yaudah Saya ke rumah sakit sekarang." kata Pak Heru.


“ Gimana Ar?" tanya Dimas.


“ Chika nggak lagi sama om Heru dim, kenapa lagi-lagi gue teledor banget sih dim, kemarin Chika kecelakaan, sekarang Chika hilang, gue nih emang orang yang nggak bisa diandelin, kenapa dim?" kata Arga Frustasi.


Arga dan Dimas ketemu sama Refan.


“ Gimana Fan?" tanya Dimas.


“ Gue udah cari ke sekitar rumah sakit dim, tapi nggak ketemu sama Chika." kata Refan.


“ Gue juga dim." kata Vivi.


Pak Heru pun datang.


“ Gimana? apa Chika sudah ketemu?" tanya Pak Heru.

__ADS_1


“ Belum om, kita udah cari sekitar rumah sakit tapi nggak ada." kata Arga.


“ Kalian udah cek CCTV?" tanya Pak Heru.


“ Udah om, tadi Chika dibawa pergi sama dua orang pake kursi roda, dan dua orang itu menyamar menjadi perawat rumah sakit." kata Arga.


“ Chika kamu dimana sih nak." kata Pak Heru.


Tiba-tiba HP pak Heru berbunyi, ada notifikasi pesan dari nomor tidak dikenal.


“ Kalo mau anak kamu selamat, datang ke gedung X ditengah hutan, dengan membawa uang dan seluruh berkas penting yang kamu punya, termasuk sertifikat rumah dan perusahaan, dan jangan sampai melibatkan polisi, atau anakmu akan lenyap sekarang juga." Isi pesan.


“ Kenapa om?" tanya Arga.


“ Chika kemungkinan diculik sama saingan bisnis om Arga, dan sekarang mereka mengancam kalo mau Chika selamat Om harus bawa uang dan surat-surat penting yang om punya, dan tidak boleh melibatkan polisi, kalo nggak mereka bakalan celakain Chika." kata Pak Heru.


“ Terus gimana om?" tanya Arga.


“ Kalian ikut saya ke tempat Chika di sekap, nanti saya akan bawa semua yang mereka minta, asalkan Chika selamat." kata Pak Heru.


“ Tapi apa nggak sebaiknya kita lapor polisi aja om, buat jaga-jaga." kata Dimas.


“ Tapi kalo kita bawa polisi, om nggak mau terjadi sesuatu sama Chika." kata Pak Heru.


“ Kalo soal itu nanti om tenang aja, nanti biar Arga minta tolong sama teman Arga." kata Arga.


“ Yaudah kalo gitu sekarang juga kita harus pergi sebelum mereka apa-apakan Chika Ar." kata Pak Heru.


“ Mel, Vi, kalian tunggu disini aja, Nanti mama mau ke sini." kata Arga.

__ADS_1


“ Iya Ar, kalian hati-hati ya." kata Imelda.


__ADS_2