Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Istri Erlangga


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh Erlangga dan Chika yaitu hari pernikahan mereka berdua. Erlangga sudah menunggu duduk bersama keluarganya dirumah Chika, Chika baru keluar dari kamarnya.


Semua mata para tamu undangan langsung tertuju kepada wanita cantik yang menggunakan dress putih yang mewah dengan postur tinggi badan yang ideal dengan berat badannya membuat Chika benar-benar nampar seperti tuan putri.


“ Subhanallah,Cantik banget calon istri gue..." batin Erlangga melihat Chika turun dari kamarnya.


Chika duduk disebelah Erlangga.


“ Berasa duduk sebelah bidadari Chik, cantik banget calon istri gue ini." kata Erlangga tersenyum ke Chika.


“ Lo juga ngga." kata Chika.


“ Gue kenapa? cantik juga? yah sia-sia donk gue udah siap-siap dari pagi malah dibilang cantik." kata Erlangga cemberut.


“ Enggaklah Erlangga... Lo juga keliatan ganteng banget hari ini." kata Chika.


“ Gue kok jadi grogi gini ya Chik, padahal udah latian kemarin sama papa." kata Erlangga.


“ Nggak papa Erlangga, ada gue disini, Lo pasti bisa, dan inget jangan sampe salah sebut nama gue ya." kata Chika

__ADS_1


“ Siapa calon ibu Bhayangkari ku..." kata Erlangga mencoba menenangkan diri.


Erlangga menjabat tangan Pak Heru.


“ Saya nikahkan dan kawinkan engkau saudara Erlangga Kavian Sanjaya bin Davit Sanjaya dengan putri saya yang bernama Chika Andhira Haryatma dengan mas kawin tersebut di bayar tunai. " pak Heru menikahkan mereka berdua.


“ Saya terima nikah dan kawinnya Chika Adhira Haryatma dengan maskawin tersebut di bayar tunai." kata Erlangga dengan lancarnya.


“ Sah...?" kata Pak Heru


“ Sah...." kata Semua saksi.


Sedangkan dari luar Arga datang bersama mama dan adik sepupunya.


“ Loh ini kok kaya ada orang nikahan ya Tan, dan barusan juga ada suara orang bilang sah." kata Adik sepupu Arga yang bernama Zahra.


“ Mungkin om Heru menikah lagi ma." kata Arga.


“ Yaudah masuk aja yuk nak." kata Bu Winda

__ADS_1


Deg....


Setelah di dalam, antara ingin bahagia atau sedih, Arga melihat wanita yang dia cintai tersenyum dengan menggunakan gaun putih yang sangat Cantik, tapi dia juga melihat ada karangan bunga bertuliskan nama Chika dan Erlangga yang akan menikah.


“ Arga...." kata Chika melihat Arga.


“ Kenapa Chik?" tanya Erlangga.


“ Arga ngga." kata Chika melihat ke arah Arga yang menghampirinya.


Arga menghampiri Chika dan Erlangga.


“ Hai Chik..." sapa Erlangga yang datang sendiri karna Bu Winda dan Zahra menemui pak Heru.


“ Arga kok Lo disini?" kata Chika.


“ Iya gue balik ke sini lagi Chik, dan gue juga seneng akhirnya gue bisa menyaksikan Lo menikah dengan laki-laki pilihan Lo, dan gue juga sebenernya masih nggak percaya sih Chik, gue berharap ini hanya mimpi, tapi sampai pipi gue memar karna gue pukul pun percuma, karna memang ini nyata, Lo bener-bener udah milik orang lain." kata Arga.


“ Maafin gue Ar, gue lebih memilih Erlangga karna selama ini Lo nggak ada kabar, dan Lo juga nggak bilang Lo ada dimana, dan apa gue salah kalo gue nyerah buat nunggu Lo Ar?" kata Chika.

__ADS_1


“ Lo nggak salah Chik, karna memang selama ini gue terlalu fokus sama yang Lo bilang masa depan, sampai-sampai gue lupa sama semuanya, tapi harusnya dari awal Lo bilang kalo emang Lo udah nggak bisa lagi sama gue, Lo nggak perlu nyuruh gue fokus ke masa depanlah ini lah itu lah, Lo tinggal bilang nggak bisa terima gue Chik, simpel kan, jadi gue nggak perlu kerja keras selama ini buat nanti bisa bahagiakan Lo, sakit Chik tapi apa yang bisa gue buat sekarang, menangis pun nggak ada gunanya, karna sekarang Lo udah menjadi istrinya Erlangga." kata Arga membuat Chika juga serba salah.


Tiba-tiba adik sepupu Erlangga datang.


__ADS_2