
“ Iya Chik, waktu dulu gue sama dia masih awal daftar jadi polisi, kita dulu latian bareng, mulai dari latian fisik, latian soal-soal psikotes dan banyak lagi, sampe kita akhirnya lulus bareng." kata Erlangga.
“ Terus kalo kalian selalu bareng-bareng, kenapa kalian bisa putus, dan kalian juga keliataanya masih saling sayang." kata Chika.
“ Bokapnya Valita ada masalah sama bokap gue dulu Chik, mereka berdua selalu bersaing dalam perusahaan mereka, akhirnya gue nggak dibolehin sama papa dan Valita juga dilarang Deket sama gue lagi sama papanya." kata Erlangga.
“ Terus Lo nyerah gitu aja? kenapa Lo nggak perjuangin? tunjukin ke bokap Lo sama Bokapnya Bu Valita biar mereka tau kalo kalian saling sayang." kata Chika.
“ Dulu gue pernah berfikiran gitu Chik, tapi gue pikir-pikir lagi kalo dipaksain juga nggak bakalan berakhir bahagia, apalagi soal restu orang tua Chik, dan gue juga nggak mau Valita ngelawan sama papanya." kata Erlangga.
“ Tapi Lo masih sayang kan sama dia." kata Chika.
“ Awal gue dilarang papa buat dekat lagi sama Valita emang gue masih sayang sama dia Chik, sampai akhirnya gue ketemu sama Lo waktu di Jakarta nolongin nyokapnya Arga, cewek yang nggak terlalu cantik sih tapi menarik banget buat gue, Lo jago beladiri, Lo selalu semangat walaupun Lo hanya seorang pembantu, itu yang gue fikirin dulu waktu gue belum tau ternyata Lo orang kaya." kata Erlangga
__ADS_1
“ Ih gue cantik tau, terus kalo itu pikiran Lo dulu, kalo pikiran Lo sekarang gimana?" tanya Chika.
“ Tetep sama sih, walaupun bokap Lo udah kasih fasilitas yang lengkap buat Lo, tapi Lo tetep mau belajar dari nol, dan itu yang bikin gue tertarik sama Lo, Lo beda dari yang lain." Kata Erlangga.
” Seyakin itu Lo sama gue ngga?" tanya Chika
“ Iya Chik, lagian Lo pantes kalo emang banyak yang deketin Lo, emang Lo pantes diperjuangkan, pantes diutamain." kata Erlangga.
“ Tapi gue kadang mikir, padahal orang yang selama ini deketin gue itu baik banget sama gue ngga, tapi kenapa gue selalu bikin mereka sakit hati,jahat banget ya gue, tapi emang gue nggak bisa terima mereka karna ada alasan tertentu." kata Chika.
“ Kalo gue tolak Lo gimana? apa Lo masih bakalan jadi temen gue?" tanya Chika
” Ini Chika becanda atau dia beneran kasih jawaban yang menyakitkan buat gue sih, tapi apapun jawabnya Chika Lo harus bisa terima ngga." Batin Chika.
__ADS_1
“ Kalo emang selama ini Lo belum bisa buka hati dan akhirnya Lo nolak gue, gue nggak papa Chik, dan gue juga pasti bakalan jadi temen Lo terus kok, dan semoga nantinya Lo bisa dapetin orang yang Lo impikan selama ini." kata Erlangga.
Chika tak menjawab apa-apa, ketika Chika mau menjawab, Erlangga malah pergi mengambil obat untuk Chika.
Saat diperjalanan pulang Erlangga hanya dima saja. Dia memikirkan jawaban yang selam ini dia tunggu dan ternyata jawaban yang menyakitkan baginya, sampai dia tidak fokus nyetir dan hampir nabrak orang.
“ Erlangga... kok Lo bengong sih, tadi kalo Lo nabrak orang itu gimana?" kata Chika.
“ Iya sorry Chik." kata Erlangga.
“ Lo nggak papa kan?" kata Chika.
“ Iya gue nggak papa Chik." jawab Erlangga.
__ADS_1
Chika merasa bingung, biasanya Erlangga selalu ngobrol sama Chika kalo lagi di mobil, tapi sejak dari rumah sakit tadi Erlangga hanya diam.
“ Apa Erlangga mikir kalo pertanyaan gue tadi itu beneran? Batin Chika.