Asisten Hidupku

Asisten Hidupku
Bertemu papa


__ADS_3

Malam hari, di ruang rawatnya Arga hanya ada Chika.


“ Lo nggak tidur Ar?" tanya Chika karna sudah malam.


“ Gue inget bokap gue Chik." kata Arga.


“ Kenapa bokap Lo?" tanya Chika.


“ Dia sama kaya gue Chik, dia juga kecelakaan pas balapan, tapi bedanya gue masih bisa selamat, tapi bokap gue ninggalin gue gara-gara balapan itu, gue fikir gue juga bakalan nyusul papa waktu gue kecelakaan kemarin Chik." kata Arga membayangkan kejadian kemarin.


“ Lo ngomong apaan sih Ar, harusnya tuh Lo bersyukur Tuhan masih sayang sama Lo, dia masih kasih Lo waktu untuk bisa menikmati dunia, walaupun nantinya kita bakalan ninggalin dunia ini." kata Chika.

__ADS_1


“ Waktu gue nggak sadarkan diri kemarin, gue ketemu sama papa Chik, papa bilang kalo ada salah faham yang harus gue sama mama tau Chik, dan waktu papa mau jelasin, tiba-tiba papa hilang gitu aja ntah pergi kemana." kata Arga.


“ Mungkin memang ada hal yang Lo sama nyokap Lo harus tau Ar, atau mungkin tentang kepergian bokap Lo, atau selama hidupnya bokap Lo masih ada masalah yang belum selesai dengan orang lain gitu." kata Chika.


“ Sebenernya dulu papa punya sahabat akrab Chik, kaya gue sama Refan atau Dimas, terus sampai tiba dimana mereka menyukai orang yang sama yaitu mama, tapi mama lebih milih papa, tapi waktu itu temen bokap gue juga udah ikhlaskan mama sama papa, tapi entah kenapa temen bokap gue itu bisa jahat banget sampe bikin motor bokap gue itu remnya blong dan otomatis waktu balapan apalagi kan pasti ngebut kan, dan akhirnya papa kecelakaan dan meninggalkan gue sama mama." kata Arga.


“ Lo yakin yang lakuin itu temen bokap Lo itu? eh tunggu dulu temen bokap Lo itu satu apa Dua sih?" tanya Chika.


“ terus hubungan bokap Lo sama temen yang satunya lagi gimana?" tanya Chika.


“ Ya sebenernya bokap gue sama temen yang Lo maksud itu juga awalnya juga sempet ada perselisihan, karna temen papa itu pengen jadi ketua geng, tapi anggota yang lain milih bokap gue yang jadi ketuanya." kata Arga.

__ADS_1


“ Apa Lo nggak curiga sama dia juga Ar? ya bukannya gue gimana-gimana ya Ar, kan secara nalar dia juga pernah nggak suka sama bokap Lo karna dia emang pengen kan gantiin posisi bokap Lo menjadi ketua geng, jadi kalo Lo cuma mencurigai satu sahabat bokap Lo aja tuh kaya agak kurang gitu Ar, siapa tau dia pelakunya." kata Chika.


“ Tapi kata temen-temen papa, yang terakhir bawa motor papa tuh temen papa yang selama ini gue curigai Chik" kata Arga.


“ Owh gitu ya, tapi kalo kata gue ya, sebaiknya Lo itu cari bukti lagi, siapa tau salah faham yang bokap Lo maksud itu ini." kata Chika.


“ Iya ya Chik, Lo bener juga, selama ini temen papa yang gue curigai itu juga selalu baik sama papa, kalo yang satunya sih gue rasa gue juga harus curigai dia, siapa tau dia masih punya dendam sama papa karna nggak bisa jadi ketua geng motor." kata Arga.


“ Yaudah mikir itunya nanti aja, kalo Lo udah sembuh, sekarang mending Istirahat gih, ntar siapa tau bisa dapet petunjuk lagi." kata Chika.


“ Iya Chik, oh ya Lo tidur di sofa aja jangan di kursi ini." kata Arga.

__ADS_1


” Iya ntar gue tidur sana." kata Chika


__ADS_2